NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Riani sudah memejamkan mata, karena ketakutan. Sementara Alneo sudah tersenyum simpul, siap menerima permintaan maaf.

Namun, Pak Harto justru menghela napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Dek... kamu itu salah tempat," kata Pak Harto dengan nada yang tiba-tiba melunak, berubah dari marah menjadi kasihan.

"Hah? Gimana, Pak?" Alneo melongo.

Pak Harto membalikkan tubuh Alneo secara perlahan, lalu mengangkat telunjuknya, menunjuk ke seberang jalan besar di depan kompleks mereka.

Di sana, berdiri sebuah kompleks kontrakan lain yang bangunannya jauh lebih futuristik, megah, dan bertingkat.

"Dokumen yang kamu maksud itu... alamatnya nomor 22A. Itu kontrakan yang ada di seberang sana, Dek. Yang pagarnya warna hitam silver itu. Kalau kontrakan saya ini nomor 22B," jelas Pak Harto.

Seketika Wajahnya langsung memerah padam sampai ke telinga.

"Ehhh? Be-benarkah, Pak?" Alneo merebut dokumen itu kembali dengan tangan gemetar.

Ia memeriksa ulang detail nomor bloknya. Dan benar saja... ia salah membaca huruf di ujung alamat.

"Maaf-maaf, Pak! Astaga... saya benar-benar salah tempat!" seru Alneo karena rasa malu yang luar biasa. Malunya bukan main!

Si pengurus kontrakan, Jo, langsung tertawa mengejek. "Makanya, Dek! Di lihat dulu yang jeli alamatnya, dibaca pakai mata, baru datang-datang langsung ngaku-ngaku! Untung Pak Harto gak langsung panggil polisi tadi."

"Iya, Pak, iya... aduh, saya benar-benar minta maaf sekali. Saya tidak bermaksud membuat kegaduhan. Ternyata saya yang salah lihat arah map," kata Alneo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, membungkuk berkali-kali saking ewuhnya.

"Kalau begitu... kami permisi dulu, Pak. Maaf mengganggu waktunya."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Alneo langsung berbalik dan berjalan cepat, hampir berlari.

"Ishh! Itu lah Kakak! Malu-maluin aja ih! Riani mau ditaruh di mana ini mukanya!" bisik Riani berapi-api sambil mencubit pinggang Alneo dengan kesal begitu mereka menjauh dari kedua orang itu.

"Aduh, aduh! Sakit, Riani! Iya, maaf, maaf! Kakak mana tahu kalau di sini kontrakannya hadap-hadapan dan namanya mirip. Lagipula, maklum dong, ini kan baru pertama kalinya kita punya usaha properti sendiri. Namanya juga masih pemula, wajar kalau ada blunder dikit," kata Alneo sambil mengusap pinggangnya.

"Blunder dikit Kakak bilang? Itu tadi hampir diamuk bapak itu tahu!" omel Riani masih mengerucutkan bibirnya.

Sementara itu, di dekat gerbang, Pak Harto dan Jo masih berdiri memandang mobil Alneo yang mulai bergerak memutar arah menuju ke kontrakan di seberang jalan.

Pak Harto memperhatikan bangunan kontrakan di seberang sana yang tampak jauh lebih mewah, lengkap dengan fasilitas panel surya otomatis dan teknologi keamanan canggih di setiap pintunya.

Nilai investasinya jelas berkali-kali lipat dari miliknya.

Pria paruh baya itu terdiam sejenak, membelai dagunya yang ditumbuhi janggut tipis.

"Hmm... Kontrakan punya anak muda itu ternyata jauh lebih bagus dan mahal..." Pak Harto bergumam pelan.

"Kenapa, Pak?" tanya Jo bingung melihat perubahan ekspresi bosnya.

Pak Harto menghela napas penyesalan yang amat dalam, matanya masih menatap mobil Alneo yang kini sudah terparkir rapi di seberang sana.

"Kenapa aku tadi gak kepikiran buat menukarkan saja dokumen kepemilikannya, ya? Kalau saja tadi otakku berpikir cepat, kontrakan mewah di depan itu udah jadi milikku, dan kontrakan tua kita ini tinggal kukasih ke dia yang masih polos itu. Ah... sayang banget," kata Pak Harto dengan nada sedikit menyesal.

Jo hanya bisa melongo mendengar ucapan bosnya. "Lah, Pak... itu namanya kriminal dong?"

"Halah, kamu gak tahu aja rasanya kehilangan peluang bisnis!" ketus Pak Harto sambil melangkah pergi meninggalkan Jo yang masih kebingungan.

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
Ambu Rinddiany Thea: /Sly/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!