NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:129.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Pria bertopeng itu terlihat sangat terkejut karena serangannya berhasil ditahan oleh manusia biasa.

"Bagaimana mungkin lo bisa nahan pukulan penuh gue tanpa tulang lo hancur?" tanya pria itu tidak percaya.

"Gue udah sering mukulin ikan mutasi yang jauh lebih jelek dari lo," jawab Arga membalas dengan pukulan kanan cepat.

Pukulan Arga mengenai rahang pria bertopeng itu membuat kepalanya sedikit terpental ke samping.

Namun pria itu hanya tersenyum miring dan mengusap debu di topeng besinya.

"Pukulan lo terlalu lemah buat nembus kulit siluman gue bocah," remeh pria bertopeng tersebut.

Dia merogoh bagian belakang pinggangnya dan mengeluarkan sebilah golok besar yang memancarkan aura hitam.

"Sekarang saatnya gue pisahin kepala lo dari leher pakai golok kutukan ini," ancam pria itu menjilat bibirnya sendiri.

Arga sadar bahwa pertarungan tangan kosong melawan makhluk ini hanya akan berujung pada kematiannya.

Dia butuh daya hancur yang jauh lebih besar untuk menembus pertahanan kulit siluman tersebut.

'Sistem, keluarin Trisula Penakluk Ombak dari inventaris sekarang juga,' perintah Arga di dalam hati.

Dalam sekejap mata cahaya hijau kebiruan meledak di tengah ruangan bawah tanah itu.

Trisula pusaka peninggalan raja laut muncul dan langsung digenggam erat oleh tangan kanan Arga.

Hawa dingin lautan menyebar ke seluruh ruangan membuat suhu di sekitarnya turun secara drastis.

Pria bertopeng tengkorak itu mundur satu langkah melihat kemunculan senjata gaib yang sangat mendadak tersebut.

"Dari mana lo bisa nyimpen senjata pusaka tingkat tinggi itu?" tanya pria itu dengan nada suara yang sedikit panik.

"Bukan urusan lo, sekarang mending lo mikirin gimana caranya selamat dari tusukan senjata ini," ancam Arga memutar trisulanya.

Arga melompat maju dan mengayunkan ujung trisula yang runcing ke arah dada lawannya.

Pria bertopeng itu buru-buru mengangkat golok hitamnya untuk menangkis serangan Arga.

Trang.

Suara logam berbenturan sangat keras menciptakan percikan bunga api yang menyilaukan mata.

Kekuatan murni dari Trisula Penakluk Ombak terbukti jauh lebih superior dibandingkan golok kutukan milik musuhnya.

Bilah golok hitam itu langsung retak panjang pada benturan pertama mereka.

Pria bertopeng itu merasakan tangannya mati rasa akibat getaran hebat dari hantaman trisula tersebut.

"Mustahil, golok ini terbuat dari baja neraka," gumam pria itu menatap senjatanya yang rusak.

"Baja neraka lo gak ada apa-apanya dibanding kekuatan lautan gue," teriak Arga melanjutkan serangannya.

Arga menggunakan gerakan menyapu ke arah kaki pria bertopeng itu membuat lawannya terpaksa melompat mundur.

Saat pria itu masih berada di udara, Arga langsung melesatkan dorongan lurus ke depan.

Ujung trisula menyambar bahu kiri pria bertopeng itu dan merobek dagingnya dengan sangat mudah.

Srak.

Darah berwarna merah kehitaman menyembur keluar dari luka menganga di bahu pria tersebut.

Pria bertopeng itu menjerit kesakitan dan jatuh terguling di atas lantai beton aula.

Dia memegang bahunya yang terus mengeluarkan darah sambil menatap Arga dengan pandangan ketakutan.

Kekuatan pemuda ini ternyata berada jauh di luar perhitungan organisasi kejahatannya.

"Lo mau mati konyol di sini atau mau pergi bawa anak buah lo pulang?" ancam Arga menempelkan ujung trisula ke leher pria itu.

Beberapa anak buah pria bertopeng yang tersisa mulai mengarahkan senapan mereka ke arah Arga.

Namun mereka tidak berani menembak karena pemimpin mereka sedang berada di ujung tanduk kematian.

"Kita mundur sekarang," perintah pria bertopeng itu dengan suara yang tertahan.

"Bawa peti besi itu dan tinggalkan tempat ini secepatnya."

Dua orang anak buahnya berlari ke atas panggung untuk mengangkat peti misterius tersebut.

Namun anehnya peti besi itu seolah menempel menyatu dengan lantai beton panggung.

"Peti ini terlalu berat Bos, tenaga kita gak sanggup ngangkatnya," lapor salah satu anak buahnya panik.

Pria bertopeng itu mengutuk dalam hati menyadari bahwa rencananya telah gagal total malam ini.

Dia melemparkan sebuah bola kecil ke lantai yang langsung meledak mengeluarkan asap putih sangat pekat.

Puff.

Asap itu menutupi pandangan seluruh orang di dalam ruangan selama beberapa detik.

Saat asap putih itu perlahan menghilang, pria bertopeng dan seluruh anak buahnya sudah lenyap dari aula tersebut.

Mereka kabur melalui lorong rahasia pabrik meninggalkan peti besi misterius itu tetap berada di atas panggung.

Arga menghela napas panjang dan memerintahkan sistem untuk menyimpan kembali trisulanya ke dalam inventaris.

Cahaya hijau kebiruan itu menghilang menyisakan Arga yang berdiri sendirian di tengah ruangan kacau balau tersebut.

Para tamu VIP yang masih tiarap perlahan mulai mengangkat kepala mereka dari lantai.

Broto dan Danu yang merupakan bos mafia besar ibu kota menatap Arga dengan tatapan penuh rasa hormat sekaligus ketakutan.

Pemuda yang awalnya mereka anggap sebagai anak bawang ternyata memiliki kekuatan monster yang sanggup mengusir pasukan mutan.

Arga tidak mempedulikan tatapan mereka dan hanya berjalan santai merapikan debu di jaket kulitnya.

"Malam yang cukup melelahkan, gue pamit pulang duluan," ucap Arga melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang.

Dia berjalan menyusuri lorong panjang pabrik gula itu menuju tempat mobilnya diparkirkan.

Urusannya dengan acara pelelangan dunia bawah ini sudah selesai dan dia berhasil mendapatkan keuntungan maksimal.

Namun di dalam hatinya, Arga masih merasa sangat penasaran dengan isi peti besi rahasia yang ditinggalkan oleh para penyerang tadi.

Barang mengerikan apa yang sampai membuat sistem peringatannya berkedip merah dan memanggil makhluk mutasi untuk mencurinya.

1
Choky Ritonga
eh ternyata kamu pintar ya Thor 😄👍
Choky Ritonga
orang kau tolol Thor, ada kesempatan utk menghabisi, kamu biari, padahal kamu di tembaki 🤣🤣🤣 tapi iya juga kalau kamu ga tolol cerita ini pasti 15 bab lagi tamat 😄😄😄
Junior Ian
mantap
Mr.B
aku suka cerita novel tentang sistem tapi aku kurang suka bercampur dengan kekuatan kekuatan gaib gaib gitu, tidak salah ada kekuatannya gaib tapi hanya sekedar aja. tapi ceritanya bagus sih. itu saja menurut pendapat. terimakasih thor
Yui: makasih kak atas penilaiannya😊
total 1 replies
Adinda Rahmadinah
keren
Dedy Satriawan
cerita nya lumayan bagus
Rulli Widyatmoko
menghiburr
Zali
mas yanto siang malam ya jaga👍
G
Punya Peningkatan Tibuh Super tapi kalau tidak punya ilmu beladiri,kayaknya percuma deh
YaN Nie
Yaaaahhhh Mulai dah..
DraChin nya 🤣🤣🤣
YaN Nie
Cepat bener dapat kost2an baru?
Kapan nyari nya? 😜
Maz Shell
allur cerita nya gak nyambung
YaN Nie: Betul betul Betuuuuuuulllllll Hahahaha
total 1 replies
Abady Ehm
lama lama membosankan ceritanya,...
Heni Setiyaningsih
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Heni Setiyaningsih
ada ada aja misinya mancing di selokan 🤣
kaleng biskuit
lumayan
kaleng biskuit
emg ada penghun/manusiai tengah laut?
Daniel Sinambela
kenapa ga nyewa kamar hotelnya ajh 1 malam, masih banyak tuh sisa duit 700jt
Daniel Sinambela
setuju sih dari pada adu bacot kaya kebanyakan novel China, bisa nya bacot doang Ampe muak
kaleng biskuit
dayung 3ribu meter aduhai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!