seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canggung.
"sayang... kamu kenapa...? apa yang terjadi sama kamu...? tidak biasanya kamu seperti ini."
clara mengikuti langkah panjang james yang sepertinya menuju ke lantai di mana tempat ruangan kerjanya berada, langkah james yang tergesa membuat clara berulang kali akan terjatuh. james yang berada di depan clara tidak memperhatikan langkah kaki clara yang sedikit tertinggal dengan james.
"james...!!!?" teriak clara merasakan tubuhnya yang limbung kedepan sampai kakinya terantuk lantai.
Lutut clara tampak terluka, darah segar tampak terlihat jelas di lutut milik clara. perasaan bersalah tiba tiba james rasakan melihat clara yang meringis kesakitan, dengan cepat james menghampiri clara yang menangis terisak merasakan sakit yang semakin terasa perih.
"clara... clara maafkan aku, maaf..." ucap james merasa sangat bersalah melihat kekasihnya yang terisak.
"hiks... kamu jahat james, kamu jahat... hiks.."
tangan james terulur merengkuh pinggang ramping clara, dia segera membopong tubuh clara. james membawa clara masuk kedalam ruang kerjanya, segera dia letakkan tubuh clara ke atas sofa. dia segera mengambil kotak p3k di dalam lemari dekat meja kerjanya, melihat darah segar yang tampak sedikit keluar dari lutut clara. dengan segera james membersihkan lukanya lebih dahulu dengan alkohol, jeritan kesakitan kembali keluar dari clara.
"maaf... maaf..." ucap james sambil meniup luka di lutut clara.
"hiks... sakit james, sakit banget."
kini clara menangis tersedu merasakan perhatian dari james yang beberapa ini tidak dia rasakan sejak kepulangan james dari kediaman orang tuanya, linangan air mata yang mengalir dari kedua pipi clara membuat perasaan james semakin bertambah bersalah.
"ya tuhan... apa yang sudah aku lakukan, apa aku sudah terlalu kejam dengan clara." batin james sambil mengusap sisa air mata yang masih keluar dari kedua mata cantik clara.
"kamu jahat james, kamu jahat." clara refleks memukul dada bidang milik james, sedangkan james yang sadar akan kesalahan nya hanya diam tanpa bereaksi apapun.
clara kembali menangis tersedu melihat james yang diam tanpa berekasi apapun, tangisan clara masih juga belum reda. dengan perlahan james menarik clara, pelukkan yang james berhasil membuat clara sedikit tenang. dan tanpa mereka sadari, neta yang baru saja menyaksikan james dan neta yang tengah berpelukan, pintu di ruang kerja james yang sedikit terbuka mempermudahkan neta bisa mengintip dengan apa yang di lakukan james dan neta di dalam.
"ternyata kamu sesayang itu james dengan clara." batin neta memilih kembali ke meja kerjanya.
monitor yang kembali menyala menjadi pertanda jika neta tengah fokus ke pekerjaannya, tatapan mata tampak fokus menatap monitor yang terlihat beberapa huruf dan angka. neta seperti berada di dunianya, gangguan yang datang tak bisa membuyarkan konsentrasinya saat ini.
ketukan di meja kerjanya membuat atensinya teralihkan, terlihat james berdiri sambil menatapnya dengan tajam.
"oh.. maaf saya tidak dengar, ada yang bisa saya bantu." ucap neta terdengar sopan.
"tolong ambilkan tas clara yang tertinggal di lorong menuju ke sini, sepertinya dia meninggalkan di sana."
neta menatap ke arah james, dia merasa bingung dengan perintah dari james.
"clara jatuh saat berjalan denganku, dan aku tidak sempat mengambil tasnya. karena dia aku gendong waktu menuju ke sini, jadi aku mohon kamu ambilkan tas milik clara sekarang, aku tunggu di dalam."
entah kenapa melihat sorot mata neta, hati james rasanya tidak karuan. perasaan bersalah tiba tiba menyelimuti hati dan pikiran james, dia takut membuat hati neta terluka akan ucapannya. james memilih segera pergi meninggalkan neta yang menatap kepergian james, mulut neta seakan terkunci ketika akan menjawab ucapan james.
tanpa menunggu lama, neta segera beranjak dari duduknya. dia segera mencari tas neta yang tertinggal di lorong yang james maksud, saat mencari tas milik clara dia kebetulan bertemu dengan eric yang akan ke ruang kerja james menggantarkan berkas yang perlu james tanda tangani.
"cari apa ta..?" tanya eric heran melihat neta yang terlihat bingung.
"oh kamu eric...? aku lagi nyari tas milik clara, kata james dia meninggalkan tas clara di sini."
mata neta menelisik ke segala arah, dia tidak melihat tas milik clara. eric tersenyum melihat neta yang tampak bingung, perlahan eric melangkah ke samping tempat neta berdiri. tangannya terulur kebawah di mana ada tas kecil yang eric prediksi jika itu milik clara.
"apa tas ini yang kamu cari...?"
eric mengambil tas berukuran kecil berwarna hitam, neta menatap tas yang di pegang eric. neta masih tampak bingung melihat tas tersebut, dia mengira jika mungkin bukan itu tas milik clara. karena mana mungkin clara bekerja dengan tas yang ukurannya hanya bisa untuk menyimpan ponsel di dalamnya.
"enggak usah heran sama tasnya, pasti kamu tidak percaya kalau clara memakai tas ini saat kerja bukan...?"
neta menggangukan kepalanya, eric sepertinnya lebih cepat memahami apa yang neta pikirkan dari pada james. kedua bibir eric terangkat melihat reaksi neta, seperti biasa eric akan mengelus pelan rambut neta.
"aku tahu apa yang kamu pikirkan, jadi sekarang lebih baik kamu serahkan tas itu dulu. aku akan menemanimu masuk kedalam, kebetulan aku juga sedang membutuhkan tanda tangan james."
eric memperlihatkan berkas yang ada di tangannya ke depan neta, melihat eric neta tersenyum menatap berkas yang ada di tangan laki laki tampan itu.
neta yang tanpa berkata apapun segera berjalan lebih dahulu di ikuti james yang ada di belakangnya, melihat pintu ruang kerja james yang tampak tertutup dengan gerakkan perlahan eric segera mengetuknya.
''masuk..." ucap james dari dalam yang masih di dengar walau sedikit pelan.
bunyi pintu yang berderit menjadi pertanda jika pintu di buka dari luar, neta dan eric dapat melihat jika james tengah duduk di bawah lantai sambil mengipasi lutut clara.
"kenapa sama cewek kamu james, sampai kamu rela mengipasin lututnya." sindir eric melihat sikap james.
"dia jatuh gara gara aku, jadi aku juga harus tanggung jawab merawatnya." jawab james yang tidak peduli dengan kedatangan eric, tatapan mata james menatap ke arah neta yang berjalan di samping eric dengan tas kecil milik clara yang neta pegang.
"ini tasnya...?" ucap neta sambil menyerahkan tas milik clara.
"makasih ya.." balas james segera menggambil tas clara dari tangan neta, dan tanpa sengaja tangan james bersentuhan dengan tangan neta.
seketika suasana yang terasa kaku menjadi canggung antara neta dan james, sedangkan eric yang tidak memperhatikan james dan neta memilihi duduk di sofa sambil memperhatikan luka clara yang tidak begitu parah menurut eric.
berbeda dengan clara, pandangan matanya melihat tingkah james dan neta yang tidak biasa. dia menggeram kesal, seakan merasa jika neta adalah pengganggu yag harus segera di singkirkan dari hidupnya.