NovelToon NovelToon
Troublemaker My Ice Girl

Troublemaker My Ice Girl

Status: tamat
Genre:Action / Trauma masa lalu / Balas Dendam / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:668.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aulia Sandy

Jeritan dan Pisau

Kedua hal yang selalu mengiringi setiap langkahnya, aktivitasnya, maupun disetiap detak jantungnya.

Jeritan bagai melodi yang selalu mengiri desisan pisau yang menulusuri setiap inci tubuh siapapun yang mengusik kehidupannya. Membunuh. Satu kegiatan yang kini menjadi hobi dari seorang Zee.

Ini cerita tentang Zee yang merubah sikapnya menjadi tak berperasaan, akibat kesalahpahaman keluarga dari fitnah kembarannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Sandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 29

Note: biar gak bingung, baca part ini tanpa di longkap. Disini si Zee berasa Dejavu, tapi sedikit berbeda dengan part sebelumnya.

Happy reading!!

****

Hari H.

Keamanan markas DBD di perketat. Zee sudah bersiap ditempatnya dengan penggaris kayu panjang yang disampirkan ke bahu nya.

Hanya penggaris kayu!

Kaila berdecak kesal, "Gilang mana sih? Di saat-saat kayak gini dia malah ngilang!"

"Tau nih. Kalau tiba-tiba GB'Gangster nyerang gimana?" timpal Zalfa ikut kesal.

Zee hanya diam, ia tak berniat menyahuti. Pada akhirnya, teman-temannya juga akan tau.

"Zee, lo tau Gilang dimana?" tanya Vania menatap Zee. Zee membalas dengan gedikan bahu acuh.

"Dia gak akan datang," ucap Zee singkat.

"Kenapa?" tanya Rangga heran.

Dor!

Dor!

Dor!

Boomm!

Suara ledakkan dari luar markas membuat semua mengalihkan pandangan ke depan.

"Ini jawabannya," Zee tersenyum miring.

Kabut tebal asap membuat pandangan semua kabur. Tak terlihat.

Seseorang turun dari pohon, saat asap kabut telah menghilang.

"Gilang?" pekik semua kaget.

Gilang tersenyum miring menanggapi.

Semua pasukan GB'Gangster berada dibelakangnya, lengkap dengan jaket berlogo GBG milik Gilang.

"Gilang, lo?" Zalfa tak habis fikir.

"*******!" desis Cleo, ia melangkah maju ingin meninju rahang cowok tengil di depannya ini, tapi dihadang oleh Vania.

Ini..ini persis dimimpi Zee, benar kata Zaline. Zaline tidak berbohong.

"Maksud lo apa, hah?!" Kaila menatap Gilang dengan tatapan penuh amarah, dagu nya terangkat, menunjukkan dirinya disaat ia sedang marah.

Gilang tak menjawab, ia malah menjentikkan jarinya, hingga seper-empat anggota DBD menodongkan pistol kearah mereka beserta pengikut Zee.

"Apa-apaan ini!"

Gilang mengeluarkan pistolnya juga. Ia menodongkan nya kearah Zee dkk.

"Lo pikir, lo doang yang bisa merintah gue seenaknya?" Gilang menatap Zee santai. Sedangkan Zee menatap Gilang dengan tatapan dinginnya, "Mulai sekarang, gue yang akan memimpin DBD! Gue, Gilang Fiolus Pratama!"

"Anjing!" Maki Rangga.

Gilang mengangkat kedua alisnya.

"Lo bahkan lebih dari seorang anjing, Penghianat!" timpal Vania sama apa yang di mimpi Zee.

"********!"

Dor!

Tembakan Gilang tidak berhasil, seperti apa yang di mimpi Zee. Karena Zee sudah duluan menembak tangan Gilang.

Gilang menatap Zee dengan tatapan menyalang. Peluru yang dilontarkan Zee menembus tangannya, membuat darah mengalir deras dari sana.

Gilang mencabutnya dengan sedikit keras. Walaupun sakit, tapi ditahannya.

Bagi Zee, ini seperti Dejavu. Good, ramuan yang sibuat Zaline dalam mimpinya sangat luar biasa. Zee bisa menebak apa yang terjadi di masa depan. Dengan begini, ia bisa dengan mudah mengalahkan Gilang.

Gilang tersenyum miring menatap Zee. Ia menjentikkan jarinya, sebagai intrupsi kedua.

Semua anggota GB'Gangster menyerang anggota DBD yang masih setia.

Baku hantam terjadi, Zee menghampiri Gilang dengan dagu terangkat.

"Lo gak bisa mengubah takdir!"

Zee memejamkan matanya. Kalimat itu terngiang lagi di telinganya.

"Gue bisa! Gue bisa!" ucap Zee dalam hati.

"Gue-"

"Stop! Gue udah tau!" potong Zee cepat.

Gilang mengangkat kedua alisnya, "apa yang lo tau?"

"Lo pasti mau ngomong kalau karena gue, elo ngelakuin hal ini, mengkhianati anggota DBD hanya karena benci dengan sikap gue yang menyikapi lo seperti babu. Benar?"

Gilang menepuk tangannya. Sedikit takjub dengan apa yang diucapkan Zee. Benar, itu yang ia ingin ucapkan. Tapi, dari mana Zee tau tentang itu?

"Baguslah kalau lo udah tau, jadi gue gak perlu repot-repot ngejelasinnya."

"Apa perlu lo ngelakuin hal ini?" tanya Zee.

"Sangat perlu!"

Zee menghela nafasnya kasar. Ia tidak ingin ada yang mati disini, semua yang ada disini adalah teman-temannya.

"Lari maka lo akan selamat," perintah Zee.

Gilang tertawa meremehkan, "Lari? Gue udah mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari hanya untuk lari?" Gilang tersenyum smirk, "jangan harap! Haaa!"

Gilang mulai membuka pertempuran antara dirinya dengan Zee.

Terpaksa Zee harus menuruti dan mengikuti permainan Gilang.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Dor!

Beberapa serangan dan tembakan yang Gilang lakukan, tapi tak ada satu pun yang berhasil mengenai Zee. Pasalnya, Zee sudah tau serangan apa yang dipakai Gilang.

"Gue kasih kesempatan kedua. Lari, maka lo akan selamat!"

"Gak akan!"

"Baiklah!"

Bugh!

Bugh!

Krek!

"ARRGGHH!"

Zee berhasil mematahkan tulang kakinya. Membuat Gilang terjatuh dengan kaki yang patah.

"Jangan buat macan bangun!" ucap Zee meniru gaya bahasa yang dipakai di mimpinya.

Gilang mencoba bangun, tapi sebelum itu, Zee sudah menginjak badannya terlebih dahulu.

Dor!

Tembakan keudara dilayangkan oleh Kaila. Ia memegang pistol lalu menodongkannya kearah Gilang.

Lagi, ini sama seperti mimpi Zee.

Gilang menatap sekitar, anggota nya sudah tewas tak tersisa.

Sial!

"Menyerah atau mati?" tantang Kaila.

Mata Gilang menatap sesuatu di belakang Kaila. Membuat Gilang tersenyum miring.

"Menyerah? Tidak akan!"

"KAILA, AWAS!"

Dor!

"ZEE!"

Zee menegang, tubuhnya kelu. Mati rasa yang kini ia rasakan.

Zee mendorong Kaila dan membiarkan dirinya yang tertembak.

Semua temannya menghampiri Zee. Kecuali Gilang, ia sudah lari entah kemana.

"Zee? Zee lo gak papa kan?"

"Zee lo bisa denger gue kan?"

"Zee ngomong sesuatu!"

Zee tersenyum kecil menatap kelima sahabatnya.

"Gue bisa ngubah takdir."

Blam!

Tapat saat itu juga, semua gelap.

"ZEE!"

"Enggak, enggak lo harus bangun! Zee!"

Rangga segera berlari menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.

"Bawa kerumah sakit sekarang!"

1
SeoulganicId
ansel ngk pernah pacaran tapi ud nyoblossss anying
Risma alfiana
davinn plisss😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Umur 16 tahun kok dipanggil nyonya?? walaupun dia boss sebelum menikah harus di panggil NONA..
snaaflh_desu
asikk banget kak ceritanya 😄
Widya Iryanti
sama wkwk
Widya Iryanti
iyh jadi agak. bingung deh, tpi gpp deh
🍁Haesoo🍁
gwe kira si zaline ketua GB ehh..tau nya...
tpi smoga aj si zaline gk khianati zeline nanti
Syifa Hana
kak nggak ada contoh visualnya apa
Syifa Hana
subhanallah ngelawang nj*Ng🤣🤣🤣
Culung Rouk
Bruh mampir dari wp
azaandy
keren bgt gilaaa alurnya
N Ilmi
malah ngelawak 😭
duniaorenn
mantep bgd thor alurnya jdi main salah salahan dhh🤣
duniaorenn
kiraiin si ansell baik ternyata dh bekas sana sini.moga ajj si Zee ga SMA ansell..
duniaorenn
kembarannya pengen diajak ke neraka🥵🤣
Novita S
yang di temuin sama Karan itu zalim arau zelien sih bingung aku tu
Auraaa
😭
alissquennz👑
gilaaaa, alurnya susah bngt di tebak!
alissquennz👑
si Zaline ketua GB'S Gangster yh?
Azzura Mahardika
sumpah yah outhor nya bikin harap harap cemas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!