NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 Jalan tengah

"Baby, aku mencintai dan menyayangimu, jadi tidak ada niat semacam itu," jelas Sean mendekati Ara yang tiba-tiba menjauh darinya.

"Tapi kan..." ragu Ara ketika Sean memegang tangannya.

"Jika kamu menyimpulkan aku seperti itu, mulai sekarang aku juga tidak akan menerima apa pun yang kamu berikan padaku. Kemungkinan kamu juga ingin melakukan hal yang sama," ucap Sean, juga ngambek pada pacar kecilnya.

"Ihhhh, mana ada Ara pengen perkosa. Emang Ayang pikir Ara cewek apaan? Ara kan anak baik," pernyataan Ara yang sama sekali tidak kepikiran untuk berbuat hal semacam itu.

"Aku juga seperti itu, Baby. Apa kamu melihat tampang kriminal di wajahku hingga meragukan aku?" ucap Sean mencoba meluruskan pikiran pacar kecilnya yang melenceng ke mana-mana.

"Tapi kan Ayang pria dewasa," Ara menatap Sean dengan intens.

"Ya, justru karena aku pria dewasa, makanya kamu harus yakin kalau pria dewasa sepertiku akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal seperti itu," jelas Sean.

"Aku tidak mau anakku lahir dari wanita yang belum secara resmi aku nikahi," pernyataan Sean.

"Jadi Ayang belum pernah tidur sama mantan Ayang atau wanita bayaran?" tanya Ara dengan spontan.

Sean langsung menyentil kening Ara yang mempertanyakan soal itu.

"Kamu lupa kalau kamu adalah gadis nakal yang mencuri ciuman pertamaku," ucap Sean menampar paha Ara.

"Lah, terus selama ini Ayang kalau pacaran ngapain aja? Masa ciuman atau mengecup pacar tidak pernah?" bingung Ara.

"Memang tidak pernah karena aku tahu dengan batasan," pernyataan tegas Sean dengan jawaban valid.

Week

Ara langsung berekspresi seolah akan muntah sampai Sean menampar pahanya untuk kedua kalinya.

"Dasar pembohong," ucap Ara menunjuk tepat di depan wajah Sean.

"Ara, kamu meragukan aku?" pertanyaan Sean.

"Tentu saja. Ayang bilang kalau pacaran jangankan ciuman, bahkan mengecup saja tidak pernah, sedangkan Ayang selalu kecup Ara. Mungkin kalau pipi Ara karet, udah robek saking seringnya Ayang kecup," ucap Ara mengatakan kebenaran.

"Ya, kalau kamu kan calon istriku," pernyataan Sean yang tidak pernah bisa menahan dirinya untuk mengecup Ara yang menggemaskan itu.

"Alasan, Ayang pembohong," kata Ara tak percaya.

"Aku serius, Baby," pernyataan Sean.

"Terus sama mantan Ayang yang tiga itu ngapain aja pacarannya?" tanya Ara butuh jawaban yang logis.

"Aku hanya berpacaran dengan mereka semingguan, itu pun hanya untuk memperkuat bisnis. Setelah misiku selesai, aku memutuskan mereka. Kalau selebihnya, itu hanya skandal yang dibuat pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan image-ku," ucap Sean.

"Ihhhh, emang Sean brengsek, ya," ucap Ara langsung menjambak rambut Sean.

"Aku serius, Baby. Di antara ketiga mantan itu, aku tidak pernah mencintai mereka sama sekali, selain memanfaatkan untuk tujuan memperkuat bisnis," jujur Sean.

"Aku tidak suka mereka dekat-dekat denganku, bahkan merasa sangat jijik dan sebal jika ada yang berani menyentuhku. Aku tidak menyukainya," lanjut Sean.

"Ayang juga jijik dan sebal kalau Ara sentuh?" pertanyaan Ara.

"Aku malah suka, Baby. Jika mau, kamu bisa meraba seluruh tubuhku," kata Sean dengan tidak tahu malunya.

Sebenarnya, dari awal Sean juga heran dengan tubuhnya yang menunjukkan reaksi berbeda ketika Ara menyentuhnya. Yang dia rasakan malah nyaman, berbeda dengan wanita lain.

"Apa sedari dulu Ayang tidak normal?" pertanyaan Ara yang baru kali ini mendengar pengakuan pria yang malah merasa jijik disentuh wanita.

"Baby, mulut kamu ini. Aku hanya tidak suka, bukan tidak normal," pernyataan Sean.

"Tubuhku sangat selektif, Baby," ucap Sean mengecup pipi Ara lagi.

"Ara jadi takut," kata Ara menghindari kecupan Sean.

"Takut kenapa?" ucap Sean kini mengecup pipi kiri Ara.

"Tidak boleh takut padaku, Baby. Aku tidak akan menyakitimu," ucap Sean yang sangat mencintai Ara.

Ara adalah wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta tanpa syarat dan menyayanginya sepenuh hati.

......

Malam harinya.

"Sean, apa benar kamu membantu membiayai proyek perusahaan Shania yang sedang mangkrak?" pertanyaan Ayah ketika mereka sedang makan malam.

"Aku tidak membantunya, tapi atas dasar kerja sama dan aku mendapatkan 45% keuntungan atas proyek itu," ucap Sean dengan senyum lebarnya.

"Lagi pula, aku membantunya karena dulu keluarganya pernah menolong Ayah," ucap Sean yang sebenarnya membantu lebih pada balas budi atas nama Ayahnya.

"Tapi Shania berkata kamu meminta dia agar minta maaf kepada pacarmu," ucap Ibu yang tadi sore arisan bersama teman-temannya, termasuk Mama Shania.

"Itu karena dia telah mengatakan informasi palsu dan membuat pacar kecilku tantrum," ucap Sean yang tidak mengelak.

"Tantrum? Di perusahaan?" tanya Ayah yang diangguki Sean.

"Di perusahaan atau tidak, aku tidak akan membiarkan siapa pun mempermalukan Ara," pernyataan Sean.

"Seandainya dulu keluarganya tidak membantu Ayah, mungkin sudah aku hancurkan dia sampai ke keluarganya," pernyataan Sean.

"Harusnya pacar kecil kamu itu yang kamu ajari tata krama agar pandai mengondisikan dirinya hingga tidak tantrum di tengah keramaian, apalagi perusahaan," pernyataan Ayah.

"Sekarang aku tanya, jika Ayah mendengar kabar bahwa Ibu punya suami selain Ayah, bagaimana?" pertanyaan Sean.

"Jangankan perusahaan, bahkan rumah ini akan hancur saat ini juga," ucap Sean.

"Apa yang dikatakan Shania pada Ara?" tanya Ibu.

"Dia sudah bertunangan dan akan menjadi istriku dalam waktu dekat. Berani sekali dia menyebar rumor seperti itu," kesal Sean.

"Rumor itu sudah beredar sejak lama. Jika kamu tidak keras kepala, pasti kalian sudah menikah sekarang. Shania adalah menantu ideal untuk menjadi Nyonya Besar keluarga Brisbane berikutnya," ucap Ayah.

"Shania memang cocok menjadi Nyonya Besar keluarga Brisbane, tapi tidak cocok menjadi istriku," pernyataan Sean.

"Jika memang kamu mencintai Ara, kamu bisa menjadikan dia istri kesayanganmu dan Shania sebagai Nyonya Besar keluarga Brisbane," ucap Ayah memberikan jalan tengah.

"Tidak, hanya Ara yang akan menjadi istriku," pernyataan Sean.

"Kau menyayangi dia?" pertanyaan Ayah.

"Tentu saja," jawab Sean tanpa ragu.

"Dia masih terlalu kecil dan akan sangat berat baginya untuk menjalankan kewajiban sebagai Nyonya Besar. Jadi, jika kau menikahi Shania, maka Ara akan terbebas dari semua kewajiban itu," ucap Ayah.

"Ayah menyarankan Sean untuk punya istri dua?" pertanyaan Ibu sampai syok mendengar pernyataan itu.

"Aku tidak punya pilihan lain. Di satu sisi, Shania adalah wanita yang paling tepat untuk menjadi Nyonya Besar keluarga Brisbane selanjutnya karena mengerti segala hal, tapi Sean tidak mencintainya," ucap Ayah.

"Jadi, dengan begitu Sean tetap bisa menikah dengan Ara dan juga Shania yang akan memiliki posisi masing-masing," ucap Ayah.

"Memangnya Shania mau?" pertanyaan Ibu.

"Hampir semua wanita ingin menjadi Nyonya Besar keluarga Brisbane. Hanya pacar kecil Sean itu saja yang tidak menginginkannya," ucap Ayah yang sangat heran dengan Ara.

"Itu karena pacar kecilku tulus mencintai dan tidak menginginkan popularitas seperti wanita-wanita pilihan Ayah," ucap Sean lalu segera meninggalkan meja makan.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!