"Apa lagi ini?"
"Kenapa aku selalu di permainkan takdir?"
"Kenapa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa melihat kelebihanku bukan kekuranganku?"
"Lihat dan nantikan saja semua yang kalian lakukan padaku akan berbalik dan menelan kalian hingga terjerumus ke dalam neraka keputus asaan tanpa ujung sampai kalian berharap tak pernah dilahirkan."
Bercerita tentang anak yang selalu di buly semua orang tanpa terkecuali, yang akan berubah ke bentuk sempurnanya, menyamar dan berdiri di puncak dunia menentang semua jalan yang diberikan takdir padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Nightmare, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok Seribu Topeng
Tapp!!! Tapp!!! Tapp!!!
Suara langkah kaki terdengar jelas menggema di lorong panjang nan gelap, dimana seseorang dengan Gaun Pengantin seperti sebelumnya berjalan dengan riangnya sambil bersenandung merdu.
Laura berhenti saat sudah berdiri di depan pintu baja tebal di sampingnya.
Krieet.....
Suara pintu besi yang berderit saat dibuka mulai memecahkan keheningan ruangan gelap dengan sebuah meja bundar dengan sembilan kursi di setiap sisi yang mengandalkan sebuah vas lampu di tengah meja sebagai satu - satunya pencahayaan.
"Kau terlihat senang Laura." Kata seorang laki - laki yang tengah duduk dan menoleh saat Laura masuk.
"Bagaimana dia tidak senang, dia baru saja bertemu dengan orang yang selalu di idamkan." Sahut laki - laki lain yang terpaku pada layar Handphone.
"Diam kau dasar maniak game." Jawab Laura ketus sambil duduk di kursi yang satu - satunya belum di duduki.
Dengan datangnya Laura, kini lengkap sudah sembilan orang sudah berkumpul.
"Kenapa tidak dimulai. Apa kalian menunggu aku pukul satu persatu?!" Ancam Laura dengan menunjukkan sebuah kepalan tangan.
"Dasar sialan, dia tidak tau jika kita dari tadi menunggunya." Sahut seorang wanita dengan suara yang seperti anak kecil sembari mengelus boneka beruang yang di bawanya.
"Apa kau bilang sesuatu anak kecil?"
"Bisa kalian hentikan tidak?!" Teriak seorang lelaki bersuara berat untuk memisahkan perdebatan Laura dan wanita lainnya.
Suasana kembali hening setelah si lelaki tadi berteriak sangat keras sampai - sampai seisi ruangan tidak lagi sibuk dengan kegiatan masing - masing dan mulai memperhatikan si pria.
"Kurasa dengan begini bisa kita mulai." Si pria menghela napas, "Seperti yang kalian ketahui, Kakak tertua sedang dalam masalah besar dan tujuan kita berkumpul disini adalah mencari cara agar dia bisa segera membaik."
Braak!!!
Seorang laki - laki dengan tubuh kekar menggebrak meja dengan sangat keras hingga meja terasa berguncang, "Apa kau yang hanya ada di peringkat 4 sedang mengaturku yag berada di atasmu."
Si Lelaki berotot terlihat tidak terima saat laki - laki tadi yang dia sebut berada dibawah peringkatnya mrngatur dirinya yang ada di peringkat yang lebih tinggi.
"Diamlah Marco, biarkan Ken menyelesaikan omongannya." Ucap seorang wanita yang sedang melotot ke pria berotot yang dia panggil Marco itu.
Lelaki yang tadi menyampaikan berita yang bernama Ken tersenyum penuh arti pada wanita yang menghentikan Marco dan mulai melanjutkan penjelasannya.
"Jadi, apa ada yang punya ide untuk mengobati kakak?" Tanya Ken sambil menatap wajah kedelapan orang lainnya.
"Haaah...." Laki - laki yang dari tadi bermain Handphone menghela napas panjang, "Kalian ini sangat keras kepala ya. Kan sudah kubilang jika dia mendapat Game Over, maka dia akan segera memilih New Game."
Semua orang menatapnya dengan serius seolah masalah yang menyangkut Kakak Tertua yang Ken bicarakan sangat penting.
"Tapi ini adalah dunia nyata bukanlah game-"
"Sudah berapa kali ku bilang jika Dunia tempat kita tinggal sama dengan sebuah Game dimana yang kuatlah yang menang. Bahkan di dunia ini, meski kalian tidak sadar tapi ada banyak sekali monster yang lebih mengerikan dari dalam Game." Katanya dengan meninggikan suara dan menatap tajam wajah delapan orang di hadapannya.
"Haaah....." Laki - laki itu menghela napas, "Aku benci mengatakannya tapi dia tidak membutuhkan bantuan kita untuk sekarang."
"Bukankah kalian pernah melihatnya juga mempertaruhkan nyawa pada suatu hal gila yang membuatnya hampir mati." Dia menghentikan omongannya dan mulai menatap kembali layar Handphone, "Tapi kenyataannya dia kembali dengan selamat bahkan sempat - sempatnya dia menghina takdir setelah semua itu."
Semua orang yang menatap tajam ke laki - laki itu perlahan mulai paham apa yang dia maksud dan mulai susuk nyaman kembali di kursi masing - masing.
"Jika dipikirkan lagi, apa yang dikatakan Hiro ada benarnya. Tapi meski begitu aku tetap khawatir, aku harap dia cepat kembali." Kali ini giliran si gadis kecil yang membawa boneka yang mengangkat suara.
"Aku juga berharap begitu." Kata orang yang dipanggil Hiro dengan wajah rumit.
Perlahan sebuah senyum lega, untuk sementara mulai menghiasi wajah masing - masing dari kesembilan orang karena merasa mendapat sebuah pencerahan dari masalah kali ini. Bahkan untuk Ken yang bisa dikatakan yang paling tegang dari semua orang, sekarang mulai dapat tenang.
"Tapi menurutku Iki akan semakin sulit untuk kembali sedangkan kita sangat membutuhkan kekuatannya sebagai Si Sosok Seribu Topeng." Kata Gadis tadi dengan wajah serius sambil terus mengelus boneka beruangnya, "Juga dia adalah milikku." Katanya dengan senyum sombong.
"Oi, oi, dia bukan milikmu Felicia. Dia itu milikku seorang." Sahut Laura bangga dengan membusungkan dada.
"Begini lagi...." Kata Ken sambil menepuk dahi.
《→→→○←☆→○←←←》
Sementara itu di waktu yang bersamaan, Reiki duduk di dalam sebuah penjara di samping anak kecil yang tengah duduk memeluk lutut yang adalah Reiki pada masa lalu.
"Andai saja apa pun yang kusentuh tidak tembus, pasti orang brengsek itu sudah mati sekarang." Ujar Reiki menggertakkan gigi kesal.
"Haaah.....kita ikuti saja alur mainnya." Kata Reiki sambil menghembuskan nafas berat.
Saat ini hari sudah malam dan cahaya bulan mulai merambat melewati celah di tembok menyinari lelaki kecil yang melamun tanpa memikirkan apa pun.
Uhuk!!! Uhuk!!!
Suara batuk yang setiap saatnya semakin parah terus terdengar dari dalam penjara tempat dia berada. Perlahan Reiki kecil mulai menoleh mencari asal suara batuk tersebut.
Beberapa saat mencari dari sudut ke sudut, akhirnya terlihat dari mana asal suara batuk tersebut. Suara tersebut di keluarkan seorang anak laki - laki yang berada di penjara yang sama dengannya.
Sedikit demi sedikit diq mulai merangkak menengok keadaan anak yang sedang menggigil kedinginan itu. Tidak salah mengapa dirinya menggil kedinginan karena udara memang dingin tapi tidak sampai sedingin itu di dalam penjara.
Reiki kecil mulai memandangi sekujur tubuh anak itu, "Apa kau kedinginan?"
Anak itu pun melirik asal suara tadi dan menjawab dengan sebuah anggukan kecil sembari terus memeluk erat dirinya sendiri.
"Apa kau akan mati?"
Sebuah pertanyaan kembali Reiki kecil lempar tanpa berpikir dan tanpa emosi menyebabkan anak tadi hanya memelototi anak di depannya yang seperti sedang mendoakan dirinya mati.
Anak itu mulai bangkit dari posisinya berbaring dan duduk berhadapan dengan Reiki kecil.
"Dengar....kan.....ini.....aku....tidak...akan.....mati....di....tempat....terkutuk....ini....." Katanya dengan suara putus - putus karena kedinginan.
"Kalau begitu teruslah hidup dan jangan sampai mati di tempat yang kau kutuk ini." Kata Reiki menatap tanpa ekspresi.
"Siapa....juga....yang....akan....mati."
Sekali lagi Reiki kecil memandangi fisik anak di depannya yang hanya terlihat seperti kerangka hidup, "Kalau begitu, apa kau mau aku pinjami baju sebentar?"
Tentu saja anak itu kaget dengan apa yang dikatakan Reiki kecil. Bagaimana tidak, di udara sedingin sekarang ditambah kejamnya sistem yang berlaku di tempat itu masih ada orang yang bisa berbuat baik.
"Tolong jangan salah paham. Aku meminjamimu baju agar kau tidak mati. Jika kau mati, disini baunya akan sangat menyengat." Kata Reiki kecil dengan ekspresi sama.
**Author note
Pertama saya mau mengucapkan terima kasih buat para pembaca yang udah mau suport novel ini biar bisa lebih maju setiap harinya.
Tapi karena itu juga saya turut menyesal karena novel ini mungkin akan berhenti update karena hampir satu bulan lamanya, jumlah like, komen atau vote belum nambah.
Jadi akan saya ambil tindakan untuk berhenti update karya ini. Tapi tenang saja, semua alur yang bakal Reiki alami bakal dipindahkan ke novel buatan Author yang satu lagi.
Bisa disebut kalo ini kolaborasi sih juga Reiki nggak akan dihilangkan karena Reiki dan kawan - kawan bakal dapat jatah muncul. Tapi mungkin bakal kurang memuaskan karena Tokoh Utamanya bukan Reiki.
Ini juga belom pasti ya. Karena bakal saya tunggu Like, komen, vote atau ☆☆☆☆☆ nambah ok. Jadi untuk sementara sampai 40 episode masih update tapi mungkin bakal lama.
Segitu aja yang mau saya sampaikan. Kalo ada salah kata saya minta maaf.
Sayonara**.
gw mo nagih
kalo nggak ya nggak masalah..
jangan banyak bacot lah thor..
lanjutkan