NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:38
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15

JURUS KELELAWAR

Oval dan Apis duduk santai di teras rumah Tohirin, menunggu kedatangan Bupati Jordan dan rombongan.

Warga desa mulai berkumpul di area rumah Tohirin, membawa semangat dan harapan untuk menyaksikan akhir dari kekejaman Bupati Jordan.

"Bang kalau bisa beri tahu warga agar gak ikut campur, takutnya malah jadi korban kan kasihan.." ucap Apis yang khawatir karena banyak warga yang membawa senjata tajam seadanya.

"betul juga, yang pasti lawan itu terlatih dan berbahaya." ucap Oval.

Oval melihat warga yang antusias untuk membantu namun kondisi akan berbahaya bagi orang biasa.

Oval berdiri dan berbicara kepada warga, "Warga yang terhormat, saya meminta kalian untuk tidak ikut campur dalam pertarungan nanti. Lawan kita sudah terlatih dan berbahaya, jadi kita harus meminimalisir jumlah korban. Tolong, jaga jarak dan biarkan kami yang menangani situasi ini."

"pak tohirin nanti warga nya tolong untuk di ingatkan ya." ucap Oval ke Tohirin.

"iya pendekar nanti saya awasi." ucap Tohirin.

Warga desa mengangguk setuju, meskipun mereka terlihat khawatir.

Mereka berteriak memberikan dukungan kepada Oval dan Apis, "Hidup Pendekar Naga Hijau! Hidup Pendekar Naga Hitam! Semoga kalian bisa mengalahkan Bupati Jordan dan mengakhiri kekejamannya!"

Warga begitu antusias, bagi mereka pendekar kali ini akan mampu menandingi kekuatan pendekar kelelawar yang kejam tersebut.

Warga berharap bahwa hari ini akan menjadi akhir dari penderitaan mereka di bawah kekuasaan Bupati Jordan.

Mereka percaya pada kemampuan Oval dan Apis sebagai pendekar naga yang tangguh dan berani melawan ketidakadilan.

Dengan semangat dan harapan, warga desa menunggu kedatangan Bupati Jordan dan rombongan, siap untuk menyaksikan keadilan ditegakkan.

Para pesuruh yang telah dihajar oleh Apis, Pendekar Naga Hitam, tiba di kediaman Bupati Jordan dengan wajah memar dan lelah.

Bupati Jordan terkejut melihat kondisi anak buahnya yang babak belur.

"Siapa yang berani berbuat hal ini kepada kalian, apa mereka sudah bosan hidup berani melawan saya." ucap bupati Jordan dengan angkuh.

Mereka melaporkan kepada Bupati Jordan tentang adanya pendekar sakti yang menghalangi mereka.

Bupati Jordan marah mendengar laporan tersebut dan segera memerintahkan para pengawalnya untuk berkumpul.

" rupanya warga telah mendatangkan pendekar baru untuk menentang saya" ucap Bupati Jordan.

Bupati Jordan menyuruh anak buahnya untuk berkumpul.

Dia juga memanggil pendekar andalan mereka, Pendekar Kelelawar.

Pendekar Kelelawar, seorang pria tua dengan perawakan tinggi kurus dan berbusana serba hitam, datang menghadap Bupati Jordan.

Dia mendengarkan dengan seksama tentang pendekar naga yang mengganggu urusan Bupati Jordan.

"Pendekar Kelelawar kali ini kamu kedatangan tamu khusus untuk bertarung. Mereka telah memanggil Pendekar baru." ucap Bupati Jordan.

"Mereka tak ada takutnya, berulang kali saya binasakan pendekar pilihan mereka itu." ucap Pendekar Kelelawar.

"Sebaiknya kamu urus Pendekar Naga itu secepatnya, agar kita bisa menghukum warga yang membandel tersebut." ucap Bupati Jordan sudah tak sabar.

Pendekar Kelelawar terlihat seperti sedang mengingat masa lalu, ketika dia pernah bertarung dengan Pendekar Naga Langit.

Dia menduga-duga apakah pendekar yang mengacau itu sama dengan pendekar naga yang dulu pernah dilawannya.

Namun, menurut informasi, pendekar naga yang datang itu masih muda.

Bupati Jordan meminta Pendekar Kelelawar untuk mendatangi rumah Tohirin bersama-sama dengan rombongan mereka.

Bupati Jordan juga penasaran dengan pendekar naga yang berani melawan kekuasaannya.

"Kita harus menghukum warga yang terus-menerus membawa pendekar lain untuk melawan kita," kata Bupati Jordan dengan marah.

"Setelah kita membereskan pendekar naga ini, kita akan hancurkan rumah-rumah warga sebagai pelajaran."

Pendekar Kelelawar mengangguk setuju dan bersama-sama dengan Bupati Jordan, mereka memutuskan untuk mendatangi pendekar perusuh yang mengganggu kekuasaan Bupati Jordan.

Rombongan Bupati Jordan kemudian menuju rumah Tohirin, siap untuk menghadapi Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam.

Di rumah Tohirin, Oval dan Apis duduk santai di ruang tamu, menikmati suasana yang tenang.

Tohirin menyuguhkan kopi hangat untuk mereka berdua.

"Wah, mantap ini kopi nya," kata Oval dengan senyum puas.

"Terima kasih, Pak Tohirin," ucap Apis dengan sopan, sambil menerima cangkir kopi dari Tohirin.

Tohirin tersenyum dan duduk bersama mereka, menikmati momen santai sebelum pertarungan yang akan segera terjadi.

"Saya harap kalian bisa mengalahkan Bupati Jordan dan mengakhiri kekejamannya," kata Tohirin dengan harapan.

Oval dan Apis mengangguk setuju, sambil menikmati kopi hangat yang disuguhkan.

Mereka berdua siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Dari kejauhan, terlihat rombongan Bupati Jordan datang mendekat.

Apis memperhatikan dengan seksama dan berkata, "Itu mereka, bang. Rupanya yang pendek gemuk itu Bupati Jordan, karena gaya dia seperti bos besar..."

Oval mengangguk setuju, "Iya betul, dan yang tua tinggi itu seperti Pendekar Kelelawar. Itu target kita, pis."

Apis kemudian berpaling kepada warga yang berkumpul di sekitar rumah Tohirin.

"Mohon semua mundur dan masuk ke rumah Tohirin saja, atau mundur di samping rumah Tohirin. Ini demi keselamatan kalian, dan tak ada yang boleh ikut campur dalam pertarungan," ucap Apis dengan tegas.

Warga-warga yang sudah kesal dan marah, masing-masing membawa kayu dan senjata seadanya, namun mereka disuruh menahan diri.

Mereka tahu bahwa lawan mereka itu pendekar terlatih, bukan orang biasa, sehingga mereka harus berhati-hati dan mempercayakan pertarungan ini kepada Oval dan Apis.

"Jangan ikut campur, biarkan kami yang menangani ini," kata Apis lagi, sambil memastikan bahwa warga-warga memahami situasinya.

Warga-warga kemudian mundur dan menahan diri, menunggu Oval dan Apis untuk menghadapi Bupati Jordan dan Pendekar Kelelawar.

Rombongan Bupati Jordan akhirnya tiba di rumah Tohirin, dengan jarak sekitar 20 meter dari Oval dan Apis yang sudah berdiri di depan rumah Pak Tohirin.

Mereka saling memandang, memperhatikan, dan mengukur kekuatan lawan.

Rombongan Bupati Jordan terdiri dari sekitar 20 orang, semuanya bersenjata golok.

"Mana pendekar yang menggangu aktivitas anak buah saya?" tanya Bupati Jordan dengan nada marah.

"Saya," jawab Oval dengan tenang.

"Karena kalian sudah menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan... Saya minta kalian bertobat."ucap Oval.

"Kalian harusnya menjaga, melayani, dan memberi keamanan untuk warga, bukan bertingkah sebaliknya," tambah Apis.

Pendekar Kelelawar maju beberapa langkah, sementara Bupati Jordan dan rombongannya mundur ke belakang.

"Bupati dan yang lain mundur saja, biar dua bocah ini saya yang membereskan," kata Pendekar Kelelawar dengan percaya diri.

"Saya Pendekar Kelelawar, dan ini daerah kekuasaan saya," lanjut Pendekar Kelelawar, sambil bersiap untuk bertarung.

"Dan siapa kalian dan berasal dari mana?"

"Saya Pendekar Naga Hijau, dan ini adik saya Pendekar Naga Hitam," jawab Oval.

"Kami dari Perguruan Naga Sakti."

Mendengar nama Perguruan Naga Sakti, Pendekar Kelelawar langsung terdiam sejenak, seolah-olah teringat sesuatu.

"Apakah kalian murid dari Pendekar Naga Langit ?" tanya Pendekar Kelelawar dengan nada penasaran.

"Betul tul tul," jawab Apis dengan bercanda.

"Gak perlu basa-basi, ada salam dari guru kami, yaitu Pendekar Naga Langit ," kata Oval dengan senyum.

"Bel iau berpesan, kamu sudah tua, harusnya berbuat baik, bukan berbuat rusuh."ucap Oval.

Mendengar hal itu Pendekar Kelelawar langsung emosi.

Pendekar Kelelawar bersiap untuk bertarung melawan Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!