Ini hanyalah sebuah kisah tentang perjuangan seorang gadis yang menggapai mimpinya menjadi seorang atlet, dan tentu saja banyak hambatan yang selalu datang kepadanya.
Putri Alya Zahra Elvaro= 19 tahun (Alya)
Yuda Pranata= 19 tahun (Yuda)
Setelah Yuda mengetahui Alya tidak bersalah, ia meminta maaf atas kesalahan yang telah ia buat terhadapnya. Tapi di sisi lain, seorang laki-laki yang tak kalah tampan dari Yuda, yaitu Andre Tanaka Pranata. Pacar dari adik Alya, yang bernama Vania Areta Elvaro, Andre begitu penasaran dengan Alya sehingga ia terus melindungi Alya.
Apakah Alya akan menerima maaf dari Yuda? Atau malah sebaliknya?
Bagaimana dengan Andre? Akankah ia jatuh cinta pada Alya? Kalau Andre sampai jatuh cinta pada Alya, bagaimana nasib Vania?
Baca alurnya sampai habis .... ^^
Follow juga Ig; @afwafitria_29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afwa F N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerima Tawaran
"Apa ini?" gumamnya sambil melihat-lihat isi dari buku yang tadi ia injak.
"Jangan-jangan ini punya cewe tadi?" pikirnya. Saat ia ingin memanggil Alya, Alya sudah tidak ada di sana. Terpaksa buku tersebut dibawa laki-laki itu.
"Di bangunan kedua juga nggak ada. Apa ada di bangunan ketiga ya?" gumam Alya yang sudah keluar dari bangunan kedua dan berjalan memasuki bangunan ketiga.
"Hei! Kamu bukan murid di sini ya?" seru seseorang dari belakang Alya. Ia menoleh dan menemukan seorang gadis dengan memakai jaket yang sama dengan laki-laki yang tak sengaja menabraknya dan rambut yang dibiarkan terurai panjang.
"I- iya," jawab Alya singkat.
"Nama kamu siapa?" tanya gadis tersebut dengan ramah. Dia sepertinya baik, pikir Alya.
"Alya!" jawab Alya cepat. Gadis itu sempat menaikan alisnya sebelah menatap heran Alya.
"Ma- maaf, saya permisi dulu!" Alya menundukkan kepalanya dan berlari ke luar gedung itu dan duduk di salah satu kursi panjang yang berada di halaman tempat pelatihan itu.
Alya menengadah kepalanya menatap langit yang perlahan mulai gelap, ujung belakang kursi itu menjadi penopang kepalanya.
Setelah menunggu satu jam, Alya masih di posisi yang sama duduk tanpa melakukan apapun. Risda yang terus-menerus mengikuti Alya, lama-kelamaan mulai bosan dan berniat untuk mengajak Alya pulang. Tapi, langkahnya terhenti setelah ada seorang laki-laki yang menghampiri Alya. Risda kembali bersembunyi dan menguping pembicaraan keduanya.
"Lo yang tadi, kan?" tanya laki-laki itu yang sedang berdiri menatap Alya kosong. Alya segera membenarkan posisi duduknya tegak.
"Ka- kamu siapa?" tanya Alya dingin, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Gue cuma mau ba-" ucapan laki-laki tersebut berhenti setelah mendengar ada teriakan dari belakang. "Alya!" Serunya dan berlari menghampiri Alya dan laki-laki itu.
"Eh!? Lo ngapain di sini?" tanya gadis itu yang bernama Lovita kepada laki-laki yang masih berdiri memandang Lovita dengan wajah datar.
"Gue mau bali-" lagi-lagi ucapannya terhenti ketika Lovita memotong pembicaraannya. "Kamu ngapain masih di sini?" tanya Lovita kepada Alya.
"Gue di kacangin lagi dah!" gumam laki-laki tersebut dan pergi tanpa mengembalikan buku yang tadi ia injak.
"Lo lagi nungguin siapa?" tanya Lovita dan duduk di samping Alya.
Saat Alya ingin menjawabnya, Lovita mendahuluinya dengan berkata, "Oh iya, nama gue Lovita. Lo bisa panggil gue apa aja. Salam kenal ya." Lovita mengulurkan tangannya ke depan sambil tersenyum ramah.
"O- oh, iya."
"Lo sama tu orang ada hubungan apa?" tanya Lovita dan mendekatkan wajahnya dengan menatap Alya sinis. Alya mundur beberapa centi dan mengalihkan pandangannya.
"A- aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia!" jawab Alya ketus. Lovita semakin menatap Alya dengan teliti. "Lo gak bohong, kan?" tanya Lovita mencurigai Alya.
"Kenal juga nggak!"
"Ya udah deh bagus! Dia itu orangnya susah di ajak bicara, gue aja yang udah lama kenal tu orang, tetep aja sikapnya gak berubah!" jelas Lovita mengalihkan pandangannya ke langit.
"Btw, lo ngapain masih di sini? Ini udah waktunya pulang loh.." tanya Lovita kembali dan menatap Alya heran.
"Apa kamu tau orang yang bernama Reva? Dia pelatih atlet di sini." Alya memberikan kartu nama Reva, Lovita nampak diam sejenak dan.. "Jadi, lo murid yang di ceritain sama Kak Reva itu!" pekik Lovita langsung berdiri menatap Alya tanpa mengedipkan matanya.
"Apa maksudnya?" tanya Alya bingung.
"Ikut gue!" Lovita dengan cepat menarik tangan Alya masuk ke bangunan ketiga. Alya hanya pasrah dan mengikuti langkah Lovita yang terus menariknya.
"Kak Reva! Aku bawa orangnya!" teriaknya dengan kencang. Sampai semua orang yang berada di ruang terbuka itu menutup telinganya termasuk Alya. Sedangkan Reva hanya tersenyum kecil dan menghampiri keduanya.
"Kak Reva! Aku bawa-" ucapan Lovita terhenti ketika Reva mengacuhkannya begitu saja dan memilih bertanya kepada Alya. "Kamu sudah memutuskan?" tanya Reva tersenyum kepada Alya.
"A- aku!"
"Berhenti! Kak Reva bukannya bilang terima kasih, ini malah di cuekin. Huh!" gerutu Lovita melipat kedua tangannya di depan dada.
"Oh iya, sempet lupa hehehe. Makasih ya," sahut Reva tersenyum hangat kepada Lovita. "Sama-sama! Kalau gitu aku pulang dulu, bye Kak Reva, bye Alya!" Lovita kembali berteriak dan berjalan sambil menoncat-loncat. Eva dan Alya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Lovita yang masih seperti anak kecil.
"Jadi, bagaimana? Kamu menerimanya?" tanya Reva memastikan. Alya menanggapinya dengan anggukan saja.
"Mulai besok, kamu sudah bisa latihan di sini!" sahut Reva yang menepuk pundak Alya untuk meyakinkannya.
"Terima kasih, maaf sebelumnya mengganggu. Saya pamit dulu, assalamualaikum." Alya menundukkan kepalanya dan berjalan ke luar bangunan tersebut dengan perasaan lega.
💮💮💮
Laki-laki berbadan kekar dengan tinggi sekitar seratus delapan puluh empat centimeter itu turun dari mobilnya dan menenteng tas di pundak bagian kanannya.
"Udah pulang?" tanyanya kepada pelayan di depannya. Pelayan itu tau betul siapa yang ditanyakan oleh Tuan nya itu. "Belum, Den." Jawaban itu sudah tidak asing di telinganya. Ia berjalan ke kamarnya dan segera membersihkan badannya.
Setelah menyelesaikan ritual di kamar mandi, ia merebahkan dirinya di atas ranjangnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Buku itu!" gumamnya dan mengambil sebuah buku di tas yang berada di sampingnya. Ia masih menatap buku itu dan sesekali di mainkan nya dengan cara melemparkannya ke atas.
"Dia sebenarnya siapa ya?" ucapnya mengingat wajah orang yang di tabraknya tadi siang yang tak lain adalah Alya.
Sementara itu, Alya yang sedang menunggu bis di halte terus memikirkan bagaimana caranya besok ia latihan di tempat itu. Bagaimana kalau Ibu tidak mengijinkan? Atau Ayah? Semua itu tiba-tiba hilang setelah mobil berwarna putih berhenti di depan Alya. Alya sempat heran dan bertanya-tanya siapa yang ada di dalam mobil tersebut. Tapi, pikiran itu sudah tidak ada saat Risda keluar dari mobil itu dan memanggil Alya. "Lo ngapain masih di sini, cepet naik!" suruhnya dan mendahului masuk ke dalam.
"Kenapa lo di sini?" tanya Alya saat sudah berada Adi dalam mobil.
"Gue ngikutin lo dari tadi tau. Apa lo gak merasa diikutin gitu?" tanya Risda dan menancapkan gas melesatkan mobilnya di jalan pusat kota Powling.
"Maaf, gue terlalu fokus sama tawaran itu sampai-sampai gue lupain lo," jawab Alya yang merasa sersalah. Risda hanya tersenyum kecil melihat sahabatnya itu.
"Tapi, lo terima kan tawaran itu?" tanya Risda yang seratus delapan puluh derajat berubah menjadi bersemangat.
"Iya, gue terima. Tapi-" Alya memotong ucapannya dan berpikir keras. "Tapi apa?" tanya Risda bingung.
"Gue gak mungkin latihan tiap hari ke tempat pelatihan itu. Secara, ini kan di pusat kota," jelas Alya dengan raut wajah sedih.
"Lo tinggal bilang aja sama pelatih itu kalau jadwal latihannya dikurangin."
"Gimana kalau dia gak setuju?" sahut Alya meragukan usulan Risda.
"Gue yakin seratus persen kalau pelatih itu akan ngerti!!"
Sampai sini gimana? Masih penasaran gak sama alurnya gak? Kalau masih penasaran klik dulu yuk fav yang ada di bawah ini, tinggalkan like, rate 5, dan juga vote dari kalian semua.
Kalau ada pertanyaan tentang tokoh atau alurnya silahkan tulis di kolom komentar ya 😁. Sampai ketemu di episode selanjutnya 🤗.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Semangat trz 😉
lanjut adik othor..... 💪💪