NovelToon NovelToon
The Whole World In A Smartphone Card

The Whole World In A Smartphone Card

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Contest / System / Fantasi Timur
Popularitas:193.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Julia Tiara Anggraeni

Julian Gillan Vyno, seorang pemuda yang tidak sengaja menemukan sebuah kartu smartphone berwarna hitam, dan saat dia memasangkan kartu itu di ponselnya, suatu aplikasi tiba-tiba muncul.

'Eternity' itulah nama aplikasi yang terpasang di ponsel milik Julian, aplikasi bergambar sepasang sayap berwarna emas dan sebuah perisai berwarna abu tepat di antara sayap itu, tak lupa gambar sebuah pedang berwarna hitam menghiasi perisai itu.

Saat Julian menekan aplikasi itu, sesuatu yang tidak terduga muncul di ponselnya, dan merubah kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Tiara Anggraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Julian mendekati burung kecil dengan api berbeda di bulu mereka.

Kelima anak burung itu memekik ke arah Julian.

"Ibu!"

Rasa terkejut dialami Julian karena tiba-tiba ada suara anak kecil di kepalanya.

'telepati?' pikir Julian.

"Ibu!"

"Aku laki-laki" ucap Julian, sedangkan kelima anak burung itu hanya memiringkan kepala mereka.

"Papa!" Julian langsung melirik anak burung dengan api biru di tubuhnya.

"Ayah!" pekik anak burung dengan api berwarna merah.

"Papa!"

"Ayah!"

"Papa!

"Ayah!"

Oke, kepala Julian serasa akan meledak ketika suara mereka mendengung di kepalanya.

"Cukup! Jangan bertengkar, panggil Papa saja" ucap Julian, walau sebenarnya dia merasa aneh jika mereka memanggilnya seperti itu.

Anak burung api biru itu merasa dia menang, dan menjulurkan lidahnya ke arah burung api merah.

Sedangkan yang lainnya hanya menatap kedua anak burung itu dengan tatapan datar seperti mengatakan 'Mereka berdua bukan saudaraku', mungkin itu yang mereka pikirkan.

[Master, bagaimana jika induk mereka tiba-tiba datang?]

'Apa kau merasakan kehidupan lain di sini?'

[Tidak sih…]

'Yasudah, berarti mereka bisa aku bawa'

Julian menatap kelima anak burung itu dengan senyuman di wajahnya.

"Kalian bisa terbang?" tanya Julian sambil menggerakkan tangannya.

Kelima anak burung itu menatap Julian, dan mengikuti Julian dengan merentangkan kedua sayap mereka, dan menggerakkannya naik turun.

'Sepertinya tidak bisa' pikir Julian.

Julian kemudian membeli sebuah tempat yang cukup untuk kelima anak burung itu.

Langsung saja Julian meletakkan kelima anak burung di tempat yang sudah Julian beli.

"Ini tempat tidur baru untuk kalian" ucap Julian.

Kelima anak burung itu menatap telur mereka.

Julian yang melihat itu langsung menyimpan telur-telur itu di dalam Inventory.

"Hilang!" pekik kelima anak burung itu sedih.

"Itu tidak hilang, aku hanya menyimpannya di tempat yang aman" ucap Julian, membuat kelima anak burung itu tenang kembali.

Karena Julian malas untuk memegang tempat/wadah kelima anak burung itu berada, Julian langsung memunculkan ekor Naganya, dan membawanya dengan ekornya itu.

Saat mengecek ponselnya, Banyak berita tentang kemunculan monster yang menghancurkan London.

Bahkan di grup Eternity juga sedang membahas masalah itu.

...~Eternity System~...

^^^Julian (S-1000)^^^

^^^Aku yang sudah membunuh monster itu, jadi |untuk sementara waktu kita akan aman^^^

...…...

...~Chat~...

.......

.......

.......

Setelah mengetik itu, Julian langsung mematikan ponselnya, dan keluar dari Portal itu.

Setelah itu Portal perlahan tertutup dan menghilang.

Di luar, Julian kembali di suguhi pemandangan kota yang hancur, tercium bau tanah dan darah tercampur membuat Julian menutup hidungnya.

Julian memunculkan sayap Naganya, terbang tinggi berharap tidak lagi mencium bau darah yang menyengat di hidungnya.

Bola Kehidupan yang berada di jantung Julian perlahan keluar, Julian merentangkan tangannya ke arah bawah Bola Kehidupan, dan terlihat Bola Kehidupan itu seperti melayang di tangan Julian.

[Master apa kau yakin?]

"Ya, tapi sebelum itu, aku ingin mengembalikan keadaan kota ini seperti semula"

Dengan skill miliknya, Julian membuat sebuah skill yang bisa mengembalikan sesuatu ke bentuk asalnya semula, walau sesuatu itu sudah menjadi debu sekalipun.

...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...

...>Time Area<...

...Return/Slowdown/Acceleration...

...Memunculkan sebuah area waktu, mengembalikan, memperlambat, ataupun mempercepat waktu area itu....

...CD : 24 jam...

...≈≈≈≈≈★≈≈≈≈≈...

">Time Area : Return<"

Mata Julian perlahan memancarkan cahaya, dan pupil matanya mirip seperti jam, dimana terdapat angka dan jarum jam.

Sebuah Area cahaya tiba-tiba muncul di sekitar Kota itu, mengelilinginya dengan cahaya keemasan.

Sesuatu yang mirip seperti lingkaran jam muncul di tengah-tengah area cahaya itu.

Perlahan jarum jam bergerak mundur, dan bangunan yang sebelumnya hancur, perlahan terbentuk kembali.

Dalam waktu kurang dari 1 menit, bangunan-bangunan yang sebelumnya hancur dan rata dengan tanah, kembali ke bentuk mereka semula, seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Manusia yang selamat hanya bisa menatap takjub ke arah bangunan-bangunan yang kembali seperti semula.

Tatapan mata mereka kemudian menatap sosok yang terbang di ketinggian.

[Master, saya akan mulai menggunakan kekuatan Bola Kehidupan]

"Ya, lakukan"

Bola Kehidupan yang berada di tangan Julian perlahan bersinar terang, sebuah jarum cahaya seukuran jari kelingking muncul dan terbang ke arah korban yang sudah mati.

Setelah itu Bola Kehidupan itu membentuk banyak sekali jarum cahaya, dan tersebar ke seluruh kota.

perlahan cahaya putih menutupi kota itu, dan para korban yang sudah mati perlahan membuka matanya.

Semua itu membuat mereka yang masih selamat merinding, karena melihat secara langsung dimana tubuh yang sudah hancur perlahan terbentuk kembali.

Mungkin semua hal yang mereka lihat saat ini tidak akan pernah mereka lupakan, ketika melihat organ-organ manusia mulai terbentuk dan masuk ke dalam tubuh mayat yang terbaring dengan tubuh yang hancur.

Apalagi dengan keadaan kota yang sudah kembali seperti semula, membuat semua itu terlihat jelas.

Walaupun cahaya menutupi mayat itu, tapi cahaya itu transparan dan tubuh bisa terlihat jelas.

⟨A/N : Kok malah ngeri ngebayangin nya 😰

( ̄ヘ ̄;)⟩

Tapi, ketika melihat perlahan mereka yang sudah mati membuka mata dan bangun dari posisi tidur mereka, entah itu harus dikatakan keajaiban atau apa, karena mereka hidup kembali.

Bahkan mereka yang hidup kembali perlahan menangis karena masih hidup.

Orang-orang yang dihidupkan kembali kemudian menatap sekitar, dimana terlihat kita mereka yang bercahaya terang, kemudian menatap ke atas, dan terlihat sosok seperti manusia.

Yang membuat mereka terpana adalah matanya yang bercahaya emas dan sebuah bola cahaya ditangannya yang mengeluarkan sesuatu seperti sebuah jarum.

Dan ketika melihat jarum itu mengarah orang-orang yang sudah mati, dan beberapa detik kemudian mereka membuka matanya.

Semua orang yang melihat itu mulai menatap Julian dengan tatapan memuja karena berpikir jika Julian adalah Tuhan atau Dewa yang menghidupkan mereka kembali dari kematian.

Setelah semuanya selesai, Bola Kehidupan itu masuk kembali ke tubuh Julian.

DEG!

Julian merasakan seluruh tubuhnya sakit.

'Apa ini?'

[Master, tubuh Anda belum terbiasa menggunakan banyak energi, apalagi menggunakan Bola Kehidupan yang membutuhkan energi yang sangat banyak]

'Sena, teleport ke rumah'

Sena langsung menteleport Julian ke kamarnya.

Julian menjatuhkan tempat kelima anak burung itu di lantai, dan tubuhnya ambruk di atas kasur.

Tubuhnya terasa remuk, bahkan sangat sulit untuk menggerakkan jari tangannya.

Sena sebagai sistem yang baik langsung membantu Julian, perlahan tubuh Julian terangkat ke udara, dan menidurkan Julian di atas kasurnya.

'Terimakasih… Sena'

[Tidak masalah, Master]

Setelah itu Julian tak sadarkan diri.

Kelima anak burung yang melihat Julian kesakitan di atas kasur langsung mendekat ke kasur itu.

Berjalan dengan kaki kecil mereka dan sesekali melompat.

Eira, Frost, Ashla, dan Finn yang sedari tadi melihat Julian yang kesakitan ingin membantu, tapi mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Saat mereka melihat lima ekor burung kecil yang mencoba naik ke atas kasur, hanya bisa menatap penasaran.

Tapi, mereka tidak berani mendekat karena merasakan kekuatan besar yang dimiliki kelima burung kecil itu.

1
Fabrigio
kenapa selalu ada novel yang hiatus/Frown//Smile//Frown//Frown//Drool//Frown//Frown//Smile//Frown//Frown//Frown//Frown//Scowl//Drool//Scowl//CoolGuy//Scowl//CoolGuy//Sob//Hey/
lupiah
cukup seru cerita nya
lupiah
lanjutkan
Bull Dog
yg benr Ibukota bkn Ibu Kota,bru kali ini nemu author yg seenak jidatnya
ikki
darah Phoenixnya ke mana
ikki
semangat thor
ikki
cool
You Me
keluarga nya sangat ramah
You Me
anak ilang udah pulang disuruh lembur
Cristine
bukan aneh thor uniq
Kaisar surgawi
Mana bisa gtu anjg
Mini Titan
pasti nebelin kata kata nya lewat WhatsApp kan?
GOD_EMPEROR
lanjut
Mini Titan
loh bukannya biasanya orang kaya punya kamar mandi sendiri ya di kamar masing masing?
.•♫•♬• 𝑨𝒍𝒆𝒙𝒂 •♬•♫•.
AYO AUTHOR SEMANGAT YA DAN JAN LAMA² UPDATE NYA PLISSS 🥺🥺🥺😢😢😢
Rob&son🤗
mantap👍👍👍
Rob&son🤗
mantap👍👍👍👍💪💪💪
MakhlukMengerikan
kok ga bisa di pencet?
MakhlukMengerikan
wiih author ny cwe guys
Uchiha Zikato
tanya mbah g o o g l e
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!