NovelToon NovelToon
Takluknya Boss Kecil Mafia

Takluknya Boss Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: NoorBee

Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04.

Setengah jam setelah Gavin meninggalkan ruangan, sebuah map kulit hitam tebal sudah mendarat di atas meja kerja Dom. Tangan kanannya, Max, mundur satu langkah setelah meletakkannya dengan hormat.

"Ini data lengkap wanita yang dicari Bos Kecil, Tuan Dom," ucap Max dengan suara rendah.

Dom tidak langsung membukanya. Ia menyesap sisa kopi hitamnya yang sudah dingin, membiarkan keheningan menguasai ruangan luas itu selama beberapa saat. Baginya, setiap orang baru yang masuk ke dalam radar adiknya adalah potensi ancaman baik bagi keselamatan Gavin maupun bagi kerahasiaan bisnis mereka.

Dengan gerakan perlahan, jemari Dom yang dihiasi cincin batu stempel khas kepala keluarga membuka map tersebut. Lembar pertama menampilkan foto formal Aruna yang berlatar belakang biru. Rambutnya disanggul rapi, tatapan matanya tajam, lurus, dan memancarkan kecerdasan serta ketegasan seorang wanita yang terbiasa memimpin.

Dom menatap foto itu, lalu beralih membaca baris demi baris biodatanya.

"Aruna... Dua puluh lima tahun.Lulusan terbaik universitas top Eropa di usia dua puluh satu tahun. Memegang rekor efisiensi anggaran pemasaran terbaik dalam sejarah Mahesa Grup.Tidak punya catatan kriminal, tidak punya utang, bersih dari lingkaran politik maupun bisnis gelap,"

" Kemampuan plus, memiliki ingatan fotografis tingkat tinggi. Kemampuan analisis, dan intuisi kuat " gumam Dom. Suaranya datar, namun matanya memicing meneliti bagian latar belakang keluarga.

"Sepupu dari Ethan dan Evan. Ayahnya ..."

" Dia anaknya Om fiki?! " tanya Dom terkejut

" Betul tuan, dia anak sulung Tuan Fiki Erros, wanita yang pernah hampir di jodohkan oleh anda. Cucu kesayangan Tommy Erros" jawab Max.

Dom terdiam lalu melanjutkan membaca dokumen itu kembali.

"Ibunya aktif di yayasan sosial."

Dom menutup map itu dengan dentuman pelan. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran, lalu mengembuskan napas panjang.

Sebuah senyum tipis, sangat tipis hingga hampir tak terlihat muncul di sudut bibirnya yang biasa kaku.

"Tuan? Apakah ada masalah dengan wanita ini? Perlu kita menjauhkannya dari Bos Kecil?" tanya Max siap siaga, mengira reaksi Dom berarti bahaya.

"Tidak," jawab Dom pelan, nadanya terdengar sedikit geli.

"Sama sekali tidak ada masalah. Wanita ini bersih. Terlalu bersih, bahkan."

Dom mengetuk-ngetukan jarinya ke atas map hitam itu.

" Gavin biasanya hanya tertarik pada hal-hal yang mudah didapat atau mainan yang cepat membosankan. Tapi kali ini... dia memilih wanita mandiri yang mapan, matang, dan berada di luar jangkauan dunianya. Seseorang yang jelas-jelas akan memandang Gavin hanya sebagai 'bocah kuliahan'."

"Lalu, apa perintah Anda, Tuan?"

Dom mengambil ponsel pribadinya, lalu mengetik pesan singkat untuk Gavin

"Biarkan saja. Aku ingin lihat bagaimana adikku yang keras kepala itu meruntuhkan gengsi wanita sekelas Manajer Pemasaran ini."

" Ini akan menjadi tontonan yang menarik," ucap Dom sambil terkekeh rendah.

 "Kirimkan juga data ini ke ponsel gavin. Tapi ingat, pastikan anak-anak buahmu mengawasi dari jauh. Keluarga kita punya banyak musuh. Jangan sampai ada yang tahu kalau singa kecilku sedang sibuk mengejar mangsa yang salah alamat."

***

Gavin sedang duduk di sebuah kafe dekat kantor Caspian Property Grup ( CPG ) sembari memutar-mutar segelas iced americano saat ponselnya bergetar. Sebuah file PDF berukuran besar masuk dari nomor Dom. Di bawahnya, sang kakak meninggalkan satu pesan singkat

Pilihan yang menarik. Tapi pastikan kamu bisa menjinakkan singa betina ini, atau dia yang akan membuatmu terlihat seperti kucing rumahan.

Gavin terkekeh pelan. Ia segera mengunduh file tersebut, penasaran dengan latar belakang wanita yang sukses mengacaukan isi kepalanya sejak semalam.

Jemarinya menggulir layar, membaca riwayat karier Aruna yang gemilang, daftar prestasinya, hingga detail sekecil apa pun yang berhasil dikorek oleh jaringan intelijen kakaknya.

Namun, gerakan jemari Gavin mendadak terhenti di halaman ketiga, tepat pada kolom catatan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial Aruna. Matanya menyipit.Di sana tertulis sebuah fakta tebal yang digarisbawahi oleh anak buah Dom

Catatan Khusus: Empat bulan lalu, Aruna sempat menjadi salah satu kandidat perjodohan utama yang diajukan oleh lingkaran keluarga besar untuk Tuan Dominic, demi memperluas jaringan bisnis legal. Namun, rencana tersebut dibatalkan sepihak oleh Tuan Dominic karena tidak tertarik dengan pernikahan aliansi korporat.

Gavin tertegun selama beberapa detik. Ia menatap layar ponselnya tidak percaya, lalu sedetik kemudian tawa renyah lolos dari bibirnya.

"Sial, dunia sempit banget," gumam Gavin sambil menggelengkan kepala.

Fakta bahwa Aruna hampir menjadi iparnya atau lebih tepatnya, hampir menjadi wanita kakaknya bukannya membuat Gavin mundur, melainkan justru membakar jiwa kompetitifnya. Darah mudanya berdesir hebat.

 Aruna yang selama ini stres melarikan diri dari perjodohan orang tuanya, ternyata hampir saja dijodohkan dengan pria paling berbahaya di benua ini. Dan sekarang, takdir justru melempar wanita itu ke ranjang adiknya.

Gavin tersenyum miring, matanya berkilat penuh rencana. Ini adalah kartu as yang sangat sempurna.Ia langsung bangkit dari kursinya, menyambar jaket denimnya, dan berjalan menuju motor sport hitamnya yang terparkir di depan kafe. Aksi pertamanya harus dimulai sekarang, sebelum Aruna sempat melupakan aroma tubuhnya.

Gavin baru saja menggantungkan helmnya di spion motor ketika ponsel di saku jaket denimnya bergetar panjang. Sebuah notifikasi chat masuk. Nama pengirimnya masih berupa deretan nomor asing, namun Gavin tahu persis siapa pemilik ketikan penuh emosi ini.

Aruna akhirnya membalas pesan menggoda yang ia kirimkan tadi pagi.

Pengirim: +62811-xxxx-xxxx

“Dengar ya, Bocah. Saya tidak tahu dari mana kamu bisa mendapatkan nomor pribadi saya. Tapi ini peringatan terakhir HAPUS nomor saya, LUPAKAN malam semalam, dan jangan pernah berani mengirim pesan sampah seperti ini lagi ke saya.

Satu hal lagi, bekas di leher saya ini murni karena alergi makanan. Bukan karena hal lain. Jadi jangan besar kepala. Fokus saja urus kuliah yang belum tentu lulus daripada mengurusi hidup orang dewasa.”

Gavin membaca rentetan kalimat panjang itu di layar ponselnya. Bukannya terintimidasi oleh ancaman ketus Aruna, senyum miring Gavin justru semakin melebar. Ia bisa membayangkan bagaimana wajah cantik Aruna yang memerah padam menahan dongkol saat mengetik pesan ini di tengah jam kantornya yang sibuk.

Alasan "alergi makanan" itu benar-benar terdengar seperti pembelaan diri yang menyedihkan sekaligus menggemaskan untuk wanita sekelas manajer korporat. Gavin menaruh jemarinya di atas papan ketik, dengan cepat menyusun balasan yang dijamin akan membuat sekring di otak Aruna putus seketika.

“Alergi makanan ya, Kak? Lucu banget alasannya. Tapi setahu saya, semalam Kakak nggak ada alergi sama sekali waktu pesen minum di Club."

"Oh ya, soal nomor Kakak, gampang kok dapetnya. Dunia ini sempit banget, Kak Aruna. Malah jauh lebih sempit dari yang Kakak bayangkan. Bahkan ada satu rahasia besar tentang 'calon jodoh' Kakak yang baru aja saya tahu."

Sampai ketemu nanti sore ya, Kak. Jangan lupa pakai syal buat nutupin 'alergi'-nya. 😉”

Setelah menekan tombol kirim, Gavin langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket, memakai helm full-face hitamnya, dan menyalakan mesin motor sport yang menderu gagah. Ia memutar gas, melesat membelah jalanan ibu kota menuju titik jemput. Permainan ini baru saja dimulai, dan Gavin pastikan Aruna tidak akan bisa lari ke mana-mana lagi sore ini.

***

Di lantai dua puluh empat gedung Mahesa Grup, suasana sunyi ruang kerja Aruna seketika pecah oleh suara dentingan keras. Ponsel pintar miliknya terhempas ke atas meja kaca, hampir saja menyenggol gelas Iced Americano yang baru separuh diminum.Wajah Aruna yang tadinya putih bersih mendadak pucat pasi. Sepasang matanya melotot menatap rentetan kalimat balasan dari gavin yang masih menyala di layar.

"Dunia ini sempit banget, Kak Aruna... Bahkan ada satu rahasia besar tentang 'calon jodoh' Kakak yang baru aja saya tahu."

"Sialan! Bocah ini sebenarnya siapa, sih?!" umpat Aruna tertahan. Ia meremas rambutnya yang dicepol asal, mengabaikan rasa pening yang kembali berdenyut di pelipisnya. Jantungnya bertalu-talu sangat cepat. Kata 'calon jodoh' yang ditulis Gavin seperti sebuah bom waktu yang siap meledakkan seluruh hidupnya.

Pikiran Aruna langsung berkecamuk liar. Apakah Gavin tahu rencana ibunya yang ingin menjodohkannya dengan pria PNS narsis anak teman ibunya? Atau... apakah Gavin memiliki foto atau bukti buruk tentang dirinya dari malam semalam dan berniat mengadu kepada ibunya?

"Nggak, nggak boleh!" Aruna mulai mondar-mandir di ruang kerjanya yang luas, melupakan sama sekali tumpukan berkas strategi pemasaran yang tenggatnya malam ini.

Jika Ethan, Evan , Avina dan Rey sampai tahu bahwa sahabat karib yang sering bermain di club nya telah tidur dengan sepupunya, mereka pasti akan mengamuk. Hubungan keluarga mereka bisa hancur berantakan. Dan jika ibunya sampai tahu Aruna melakukan one night stand dengan seorang berondong kuliah tingkat awal, Aruna yakin namanya akan langsung dicoret dari kartu keluarga. Aruna buru-buru menyambar ponselnya lagi, jemarinya yang gemetar dengan cepat mengetik balasan:

Jangan berani-berani kamu datang ke kantor saya! Gavin! Balas! Apa maksud kamu soal rahasia calon jodoh?! Jangan main-main ya, saya bisa tuntut kamu atas pencemaran nama baik!

****

1
Jingga
Menarik, fresh, menghibur
Alam2719
Thor, sehari up tiga kali yah????
QueenBee: di usahkan tiga kali yah, pagi, siang sama malam🙏🙏
total 1 replies
Alam2719
gw juga kecewa kalau jadi papa fiki
Alam2719
Thor, ganteng amat si gavin!!
QueenBee: iyah aku juga merasa dia ganteng banget🤣
total 1 replies
Musafa87
Thor thor, visul yang lain dong, 🤣🤣🤣
QueenBee: hahahaha.... oke aku usahakan yah kaaaa 😍
total 2 replies
Musafa87
Gavin lo ganteng amat!!!! sesuai ekspektasi gw 😍😍😍😍😍
QueenBee: terimakasih kaaa
total 1 replies
HD1
aruna run 🤣
hayroco
berondong obses🤣
hayroco
berondong meresahkan
Anonymous333
ih seru thor!!!
Anonymous333
vin, tokcer amat lo 🤣
Jingga
sumpah, seru 🤣🤣🤣
Jingga
anjrit, hamil 🤣🤣🤣🤣
Jingga
cantik banget cewenya 😍
Bocil323
thor kapan up lagi, rame dong 🤣🤣🤣
Bocil323
ighhh ko gemes 😍😍😍
Bocil323
wkwkwkwkwkkw malah di restuin sama om fiki 🤣🤣🤣
Bocil323
please banget, mau satu berondong yang kaya gini!!!
Bocil323
evan rey, usil banget loh 🤣🤣🤣
Bocil323
aaaahhhhh!!! asli bagus banget, suka banget!!!!! karakter cowonya kuat, dan cewenya cantik banget!!! dom juga kepala mafia tapi secy banget kata gw mah!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!