(Ongoing) Update Senin-Sabtu
Jou Law, memiliki kehidupan yang sangat Kacau, dia dijebak oleh Pacarnya sendiri, memukuli orang lain, dan Tidak diluluskan oleh kepala sekolah.
Akibatnya banyak yang merendahkan Jou, menganggap bahwa dia hanyalah orang yang tidak berguna, bahkan orang tuanya tidak peduli lagi.
Namun, semuanya berubah ketika ada seseorang kakek yang menasehati nya, jika ingin punya kehidupan yang lebih baik, punya wanita cantik, jadi orang kaya, maka kamu harus bunuh dirimu tapi harus bunuh diri dimalam bulan purnama.
Akan tetapi, akibat dari perubahan Jou itu nasib dunia jadi sedikit berubah di masa depan, dan Jou dituntut oleh pemilik sebenarnya kemampuan itu untuk menaklukan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ( Paralaks God ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 27~Kompetisi Internasional
Besok harinya,
Hari ini Jou seudah mempersiapkan semuanya, berangkat ke Jerman lebih cepat 2 minggu sebelum kompetisi dimulai, sesuai perkataan Jou dulu, Rani akan pergi bersama Jou sebagai asisten Jou, dan juga akan ada dosen Han menemani mereka.
"Jou, jaga diri mu baik-baik yak!" Kata Ferli kepada Jou, saat Jou akan turun dari mobil di depan bandara
"Eh...emm baiklah hehe, maaf aku tidak bisa membawa mu ke Jerman!" Kata Jou kepada Ferli
"Kau pikir aku ini siapa?, aku bisa datang kesana sendiri!" Kata Ferli kepada Jou
"Iya benar, dah!" Kata Jou lagi
Akhirnya setelah menunggu begitu lama Jou, sampai juga di Jerman, setelah nyaris dua harian lebih berada di pesawat.
"Huh jadi ini udara di luar negeri!" Kata pak Dosen Han yang sudah tidak sabar untuk berkeliling
"Pak, pertama kita harus mencari penginapan!" Kata Rani yang sudah cukup lelah di pesawat
"Eh tenang saja, sebenarnya pemerintah mau membayari kita dari uang transportasi dan penginapan, tapi kalian malah lebih memilih perusahaan Ferli untuk membantu penerbangan!" Jelas pak dosen Han
"Iya, pada saat itu aku terburu-buru, karena situasi nya, hehehe" Ungkap Jou seraya pura-pura tidak sengaja
"Yah sudah, kita datangi dulu tempat duta luar negeri!" Kata pak dosen Han
Beberapa waktu kemudian, Jou sampai di tempat Kedutaan untuk mengurus beberapa hal, hingga akhirnya malam dan Jou beserta yang lainnya kembali ke penginapan yang disediakan kedutaan negara.
Setelah sampai disana, selama dua minggu Jou hanyalah menikmati kepergiannya ke Jerman, karena Jou juga sudah menyelesaikan penemuannya dan dia juga berbakat 10 hari lebih cepat dari yang dijadwalkan, dia berkunjung keberbagai tempat di jerman, menggunakan beberapa sisa uang dari proyek Penemuannya, yang dia dapatkan karena menjual saham nya.
Hingga tibalah di hari kompetisi. Di sebuah gedung internasional kota Berlin
Ditempat ruang tunggu para peserta.
"Apa kau begitu gugup Jou?" Kata Rani kepada Jou
"Sepertinya kau deh yang gugup, karena akan jadi asisten ku di panggung nanti, hehe!" Kata Jou meledek Rani
"Iya bagaimana aku tidak gugup, ini adalah ajang yang sangat bergengsi bertaraf internasional, ada banyak dari perwakilan negara-negara besar, seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Inggris!" Jelas Rani kepada Jou
"Hari pertama hanyalah menjelaskan produk kita, hari kedua adalah pameran, sedangkan hari ketiga barulah pengumuman!" Kata pak dosen Han yang tiba-tiba ikut nimbrung pembicaraan
"Baiklah-baiklah fokus saja!" Kata Jou kepada yang lain
"Tapi yang aku heran, kenapa kau hanya mengajak dosen Han dan aku?" Tanya Rani
"Aku berpikir lebih mudah bergerak Dangan jumlah orang yang sedikit!" Ungkap Jou mengenai keinginannya
Setelah menunggu cukup lama, giliran Jou yang akan menjelaskan Penemuannya di hadapan para hadirin orang-orang bergengsi.
"Selamat pagi, untuk semua orang yang hadir saat ini!, saya akan langsung keintinya saja, bukan gaya saya berbicara terlalu melenceng dari topik!" Kata Jou kepada semua hadirin, sembari menunjukan sebuah layar yang begitu besar dibelakang Jou.
"Kalian semuanya sudah paham kan, setidaknya begitulah gambaran dari penemuan saya!" Jelas Jou lagi
"Untuk melakukan komunikasi secara dua arah dibutuhkan koneksi dengan internet, kemudian sensor yang ada pada mesin ini akan langsung memindai tubuh kita, dan secara langsung akan ditransfer kepada pengguna lainnya, jika kita sudah mengkoneksikannya!" Lanjut kata Jou pada para hadirin
"Kelebihan lainnya dari gelang hologram ini, adalah dapat membuat semacam data statistik tubuh kita secara 3D, di dalamnya sensor hologram ini juga mampu mendeteksi masalah yang berada di tubuh kita, sehingga mereka bisa menunjukan secara tepat titik dimana ada rasa sakit di tubuh, yang ditanam berbagai data secara spesifik mengenai ciri-ciri tubuh yang berpenyakit, melalui berbagai pengalaman ataupun riset para dokter dan spesialis, meski untuk mencapai tingkat sempurna dalam ke detailan nya membutuhkan waktu 2-3 tahun lagi!" Kata Jou kembali
"Kenapa gelang ini seakan bisa berpikir?, karena saya menanam beberapa sistem Tekhnologi AI didalamnya, bukan hanya satu, demi meminimalisir sebuah kesalahan, makanya saya membagi pengetahuan nya berbeda-beda, selain AI mengenai kesehatan, ada juga mengenai bisnis, dan olahraga, jika ingin menggunakan atau mengganti AI yang lain, tinggal merubah mode gelang itu!" Jou tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berbicara, meski dia berkata akan langsung ke intinya saja.
"Oke terima kasih!" Kata Jou mengakhiri penjelasannya diiringi dengan berbagai tepuk tangan dari semua yang hadir
Di belakang panggung,
"Uhh Rani, untung kau tidak mau ikut naik panggung!" Kata Jou sembari mengelus dadanya
"Iya kau benar, hahaha!" Balas Rani
"Hey Jou, bagus sekali sepertinya penemuan mu semakin berkembang saja!" Kata Dewe senior Jou yang juga hadir disana mewakili Universitas 1 Ibukota
"Eh senior Dewe, kau darimana saja?, dan lagi kok nama mu tidak ada di urutan peserta yang menjelaskan di atas panggung?" Tanya Jou kepada Dewe
"Peraturan baru telah ditetapkan satu minggu yang lalu, bahwa hanya ada satu wakil saja yang akan mengikuti kompetisi, meski begitu aku tetap pergi hanya untuk mengirim penemuan ku pada pameran hari esok!" Jelas senior Dewe
"Ouh gituh!" Balas Jou
"Woi aku mau tanya, kenapa kau udah pergi aja ke Jerman?, padahal masih banyak waktunya!, dan aturan kita ke Jerman bersamaan !" Tanya balik senior Dewe
"Hihihi, ada masalah sehingga aku berangkat duluan, maaf yak!" Jawab Jou
"Dalam kompetisi kali ini kupikir tidak akan ada masalah, walaupun pesaing mu di kompetisi ini jauh lebih sulit daripada ketika masih di universitas!" Jelas senior Dewe kepada Jou, mengenai peserta lain
"Ada yang Hoverboard melayang, tubuh bionik, handphone fleksibel, mobil otomatis, dan juga Universitas Berlin yang mencoba meniru mu, nekat sekali mereka, hahaha!" Jelas senior Dewe kepada Jou
-------chapter ini selesai-------