Asmara sepertinya bukan keberuntungan bagi Devan McCloud. Setelah cinta pertamanya meninggal karena leukemia dan istrinya meninggal karena kecelakaan, Devan memutuskan tetap sendiri bersama anak angkatnya, Rainer yang baru berusia sepuluh tahun saat ibu angkatnya meninggal. Lima tahun kemudian, Rainer bertemu dengan seorang dosen musik yang dibantunya saat berkas-berkasnya terbang terkena angin. Dosen itu bernama Thalia Colton dan Rainer pun menjadi dekat karena sama-sama suka musik. Devan yang betah menduda, merasa tidak suka melihat Rainer dekat dengan wanita yang lebih tua dan pantas menjadi ibunya. Namun Thalia menyimpan rahasia besar yang membuat dunia Devan berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Keluarga Devan
Thalia menatap Devan dengan wajah bingung.
"Van, kenapa kamu cium aku?" tanya Thalia.
"Biar kamu diam."
"Itu saja alasannya?"
"Pilihannya hanya itu atau memencet hidung kamu dan aku tidak kamu mau pingsan kehabisan nafas ..."
Thalia merengut. Padahal dicium itu efeknya lebih dahsyat dan bisa membuat pingsan juga.
"So, kita menikah bulan depan bertepatan dengan Rainer sudah boleh pulang dan ..."
"Aku akan mengajukan cuti akademik. Devan, aku akan mengantarkan Rainer fisioterapi dan kamu jangan khawatirkan akan hal itu. Oke?" Thalia menatap mata biru Devan serius.
"Kita tidak akan tidur bersama."
"Aku tahu. Aku juga tidak bisa karena disana ada kenangan kamu dan Belinda. Aku tidak mau mengganggu kamu ..."
Devan tersenyum tipis. "Aku suka kamu pengertian."
Tentu saja aku pengertian Devan, sebab aku tahu bagaimana kamu sangat mencintai Belinda. Aku hanya sebatas ibu kandung Rainer dan bukan istri sesungguhnya.
***
New York
Rainer berusaha bangun dari tempat tidur dengan dibantu Rasendriya dan Zen. Kening Rainer mengrenyit merasakan ngilu di panggulnya namun remaja itu merasa jika dia tidak bisa berkompromi dengan rasa sakit maka dia akan terus berbaring dan Rainer menolak menjadi mumi yang terkapar.
"Kalau sakit, kita berhenti?" tanya Rase ke adiknya.
Rainer menggelengkan kepalanya. "Hampir dua bulan aku terdampar di kasur ... Punggung aku sudah iritasi ... Nggak mas. Aku mau sehat ..."
Rasendriya tersenyum. "That's my brother ! Ayo, semangat Rain ... Kita bisa melewatinya apalagi Daddy dan Mummy kamu juga akan menikah. Harus bisa duduk di kursi roda Rain ... Oke ?"
Rainer mengangguk. "Demi bisa melihat Daddy dan Mummy menikah."
Devan dan Thalia memang berencana menikah bulan depan di Minggu kedua. Rasendriya dan Blaze harus memastikan kondisi Rainer yang sudah boleh rawat rumah terlebih dahulu sebelum melepaskan dari rumah sakit.
Seharian ini, Rase dan Zen membantu Rainer berlatih bangun dari tempat tidur. Besok rencananya, Rainer akan belajar pindah dari tempat tidur ke kursi rodanya. Rasendriya berani melatih Rainer seperti itu karena hasil Rontgen sudah bagus, semua tulang yang rusak sudah menyatu dengan baik.
Rasendriya dan dokter ortopedi merasa Rainer sudah bisa bangun dari tempat tidur dan mulai berlatih bangun.
***
London Inggris
Devan mengajak Thalia berkunjung ke keluarga McGregor Blair. Thalia hanya bisa melongo melihat pria yang di hadapannya adalah mantan pembalap F1 yang terkenal dan ipar Devan.
"Baru Charles McGregor saja kamu sudah bengong, belum bertemu dengan Radhi Blair..." kekeh Devan.
"Holly crap ! Radhi itu sepupu kamu ?" seru Thalia.
"Dan saudara kembar aku" senyum Raine.
Thali mengeplak bahu Devan. "Aku makin insecure tahu nggak !"
Devan tertawa kecil sambil mengusap bahunya yang kena keplak. "Dia mirip Belinda ya Raine..."
Devan McCloud
"Hebohnya sama ..." senyum Raine.
Thalia cemberut karena dirinya tidak menyangka jika Devan masih bersaudara dengan orang-orang terkenal itu.
"Tapi Thalia lebih blak-blakan daripada Belinda..." komentar Charles.
"Memang di London selain keluarga McGregor... Siapa lagi?" tanya Thalia.
"Well, pangeran Richard adalah keponakan kami. Dia menikah dengan putri Alisha dari Belgia. Ratu Zinnia itu sepupu kami..." senyum Raine.
"Ada juga Galena, cucu Emir Dubai yang dokter dan suaminya Alex Darling, chief Scotland Yard. Lalu, sepupu Devan, Chef Eagle McCloud pemilik RR's Meal restaurant dan putrinya Elfesya yang juga chef..." timpal Charles.
"Fesya sudah menikah dengan agen FBI, Scott Peterson..." ucap Devan.
Thalia memegang pelipisnya. "Kalian itu keluarga hebat ... Sementara aku ..."
"Kamu juga wanita hebat, Thalia. Mau berkorban buat Belinda dan aku..." jawab Devan lembut.
Thalia menatap Devan. "Apakah kamu jujur dengan ucapan kamu?"
Charles dan Raine tampak kepo dengan interaksi mereka berdua.
"Wanita mana yang mau membawa benih dari seorang pria atas permintaan istri si pria itu ? Meskipun awalnya kamu mau melakukan itu demi menolong finansial kamu tapi tetap menjaga confidentiality antara kamu dan Belinda... Tidak semua orang bisa melakukannya, Thalia..." jawab Devan.
Thalia menatap Devan dengan wajah penuh penghargaan. "Terima kasih..."
"Apakah kalian berdua sudah mulai jatuh cinta?" tanya Charles McGregor usil.
"Belum !" jawab Devan dan Thalia bersamaan.
"Kita tunggu saja ya Raine, paling tahun depan Rainer dapat adik ..." kekeh Charles sambil merangkul pundak Raine.
***
New York
"Huwaaahhh ... Pegal dan sakit ..." keluh Rainer setelah berlatih bangun dari tempat tidur sambil berpindah ke kursi rodanya.
"Apa kamu mau istirahat dulu Rain?" tanya Zen yang membantu Rainer setelah Rasendriya terpaksa meninggalkan mereka karena ada pasien emergency.
"Ya paman Zen..." Rainer kembali duduk diatas tempat tidurnya dan tiduran sambil mengelus pinggulnya yang terasa nyeri.
"Haaaiii... Mau sushi?"
Rainer dan Zen menoleh ke pintu kamar yang sudah berdiri Mirei Hayashi sambil membawa tas yang sudah pasti isinya pasti makanan.
"Maauuu ! Aku lapar !" seru Rainer.
"Yuk kita makan bersama. Ini sushi buatan aku lho ... Paman Zen, kita makan bareng, aku buat banyak ..." Mirei pun langsung mengambil kotak makanan dan kedua pria di sana melongo melihat banyaknya sushi yang dibuat oleh gadis blasteran itu.
"Kamu ... Mau jualan sushi?" Rainer menatap Mirei bingung.
"Iyaaaa ! Jualan di kamar Rainer McCloud !" gelak Mirei. "Ayo makan. Kamu kan habis latihan bergerak kan? Pasti butuh energi banyak !"
***
"Enak, Miss Hayashi..." ucap Zen sambil makan sushi roll buatan Mirei.
"Enak kan? Aku kalau buat sushi, masih oke lah ! Tapi jangan masakan aneh-aneh dengan banyak bumbu. Pusing saya ..." kerling Mirei dengan wajah jenaka.
"Bagaimana kampus, Mirei ?" tanya Rainer.
"Ya begitulah... Lho kemana miss Colton dan Oom Devan ?" Mirei celingukan karena tidak melihat kedua orangtuanya Rainer.
"Ke London. Minta restu opa dan Oma aku ..." jawab Rainer.
Mirei menatap lekat ke Rainer. "Mereka akan menikah?"
Rainer mengangguk.
"Alhamdulillah ... Bagaimana pun enak begitu, Rain. Apalagi Oom Devan kan menikahi ibu kandung kamu ..." ucap Mirei serius.
"Yep... Tapi mummy mau cuti akademik dua semester..."
Mirei mengibaskan tangannya. "Rain, tidak masalah Miss Colton cuti akademik sebab kesembuhan kamu lebih penting. Dimana-mana yang namanya ibu, yang penting anaknya dulu. Soal dia bagaimana, dipikirkan belakangan. Makanya ada pepatah ... Satu ibu bisa mengurus sepuluh anak tapi belum tentu dari sepuluh anak itu bisa merawat ibunya sebagaimana ibunya dulu..."
Rainer mengangguk. "Tapi tidak berlaku di keluarga aku ..."
"Why?"
"Ibu kami sangat galak dan bar-bar jadi sangat mandiri... Cukup jangan bikin para ibu ngereog deh ..."
Mirei menatap Rainer. "Memang hukumannya apa?"
"Masuk kedalam perut lagi ..." kekeh Rainer yang mendengar Omelan Nadya ke Aslan saat dulu ribut dengan Duncan.
Mirei melongo. "Sadiiisss !"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
semakin aku buat silsilah keluarga pratomo, semakin mumet aku hanna 😭🤣