Jhon Fernando, bos mafia sekaligus CEO terkenal di Britania Raya, memiliki putri bernama Shasya (16 tahun) yang hidup dalam bayang-bayang kekuasaannya. Setelah putrinya lahir ke dunia ini,Jhon menjadi sangat protektif dan mengendalikan hidup Shasya.
Bagaikan Tanaman pengikat,Jhon semakin mengikat erat putrinya jika memberontak terhadap otoriter nya.tanpa dia sadari, Tanaman pengikat itu berubah menjadi kecupan mesra dan sentuhan cinta yang membuatnya semakin takut kehilangan putrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tikanovita Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Phaul Senang,Semua Tegang
Malam hari yang terasa sejuk, langit malam yang cerah bertaburan bintang dan terangnya cahaya bulan.malam ini keluarga Fernando akan makan malam bersama Phaul Edixon. di depan pintu utama mansion,keluarga Fernando sedang menunggu kedatangan Phaul.
Jhon dan Zakh memakai pakaian malam yang hangat dan panjang,terbuat dari bahan rajut. Sinta memakai dress selutut dengan lengan panjang berwarna maroon.sedangkan Shasya,gadis itu memakai mini dress di atas lutut.gadis itu sangat cantik dan menggemaskan,mini dress berwarna putih dengan motif bunga Lilly pink.
"Kenapa kau harus secantik ini?" tanya Jhon datar menatap Shasya
"Kan mau menyambut Paman Dixon.." jawab Shasya tersenyum menatap Ayahnya
Jhon mendengus kesal mendengar jawaban Putrinya
"Aku penasaran bagaimana penampilan Phaul sekarang" ucap Sinta
"Masih sama,dia awet muda,tapi di sini tetaplah aku pemenangnya " jawab Jhon santai menatap istrinya
"Haha,dasar!" ucap Sinta tertawa melihat kesombongan Suaminya
Anda memang tidak mau kalah di manapun dan kapanpun Tuan. batin Han
Zakh menanti dengan serius,rasa penasarannya pada pria bernama Phaul
akhirnya iring iringan mobil Phaul dan pengawalnya masuk ke halaman mansion,mobil mereka terparkir rapi di samping halaman Mansion.
Zakh melihat dengan seksama,ada seorang lelaki keluar dari mobilnya, sepatu hitam mengkilat dan celana hitam licin.pria itu menunjukkan dirinya di depan keluarga Fernando,pria itu berjalan dengan mantel panjang di tubuhnya berwarna hitam berkibar tertiup angin.pria itu menggunakan sweater rajut berkerah tinggi berwarna coklat tua.
Zakh terkejut betapa kerennya penampilan teman Ayahnya yang terlihat seperti pria penguasa.pria itu berjalan mendekat, dengan pengawalnya yang ada di belakang.rambut gondrong menyentuh bahu pria itu berkibar kibar, matanya sangat tajam dan mengintimidasi.
"Selamat malam semuanya" ucap pria itu di depan keluarga Fernando
Sinta cukup terkejut hingga terperangah melihat teman suaminya yang masih terlihat muda dan tetap sama seperti dulu.
Pria itu bersalaman dengan Jhon. Shasya yang di samping Jhon, tersenyum senang menatap teman Ayahnya.lalu Phaul bersalaman dengan Sinta
"Bagaimana kabarmu Sinta?" tanya Phaul ramah
"A-aku baik" jawab Sinta terbata
Pandangan Phaul beralih pada pria muda yang di samping Sinta,lalu Phaul mengulurkan tangannya pada pria muda itu,mereka bersalaman hangat.
"Kau sudah besar Zakh, Sekarang kau pasti sangat hebat" ucap Phaul tersenyum
Zakh terkejut, ternyata pria itu mengenali dirinya
"Iya,apa anda Paman Phaul?teman Ayahku?" tanya Zakh
Mereka melepaskan jabatan tangan,lalu Phaul menepuk pundak Zakh
"Iya,aku Phaul,bukan hanya teman,tapi seperti saudara bagi Ayahmu.dulu saat kau kecil,aku sering menggendong mu" jawab Phaul ramah,Zakh hanya tersenyum canggung
"Paman..." panggil lirih Shasya memecah suasana canggung
Mata Phaul beralih pada sosok gadis cantik yang begitu ia rindukan, terlihat gadis itu sangat senang dengan kehadirannya.lalu Phaul berjalan mendekati gadis itu
"Hai babe..." jawab Phaul semangat mencubit pelan pipi Shasya,gadis itu tersenyum
semua pasang mata melihat keakraban Phaul dan Shasya
Cihh,mulai sok akrab !! batin Jhon kesal menatap Phaul
wajahmu sungguh teduh Shasya.. rasanya Paman tidak ingin makan malam, Paman lebih ingin membawamu ke kasur saja. batin Phaul
para pengawal Phaul yang berbaris di belakang Phaul,mereka semua menunduk,karna wajah Jhon terlihat tidak mood membuat mereka ciut.mereka hanya melirik sedikit melihat Shasya.
"Setiap hari kamu selalu terlihat cantik sayang,apa penampilan seperti ini khusus untuk Paman?." tanya Phaul tersenyum
"Tidak,tapi iya juga sih" jawab Shasya polos
Jhon memutar bola matanya kesal,dia merasakan udara malam yang sejuk berubah menjadi engap.
"Ayo masuk,kita makan malam" ucap Jhon serius
Phaul mengangguk,lalu Jhon,Sinta dan Zakh masuk lebih dulu ke Mansion menuju meja makan. Han dan Zoya masih mengawasi Shasya yang sedang bertatapan dengan Phaul.
Tanpa di duga, Shasya memeluk Phaul di depan Han dan Zoya, Phaul tersenyum merasa menang melihat mata Han dan Zoya yang melotot.
"Paman...aku merindukan mu.." ucap lirih Shasya memeluk Phaul
Phaul menundukkan tubuhnya lalu membalas pelukan Shasya lebih erat
"Paman juga Shasya..." jawab Phaul tersenyum
Saat berpelukan itu,Phaul mengelus pantat Shasya yang terbungkus dress, melihat itu Han dan Zoya semakin geram.sedangkan Phaul tersenyum menantang.para pasukan Edixon terpesona melihat mata Shasya terpejam menikmati pelukan Phaul.
"Sudah Tuan,Nona harus masuk, udara sudah dingin" ucap Han dengan wajah dingin menatap Phaul
Wah wah,dia sudah emosi. batin Phaul tertawa menatap Han
"Karena itulah,aku sengaja memakai pakaian hangat supaya Shasya bisa memeluk ku" jawab Phaul santai membuat Han semakin geram
Sebelum tambah ngantuk, Shasya melepaskan pelukannya.mata Shasya terlihat ngantuk setelah berpelukan dengan Phaul.lalu dia menguap.
"Paman Dixon,ayo kita makan bersama!Ayah sudah menunggu " ucap Shasya menatap Phaul
"Oke sayang,kau masuklah dulu,Paman akan berbincang dengan pengawal sebentar " jawab Phaul
"Ayo Nona" ajak Zoya menyentuh lengan Shasya,gadis itu hanya mengangguk lalu masuk ke mansion menuju meja makan
sedangkan Han masih di berdiri di depan Phaul dengan wajah dingin menatap Phaul.
"Saya ingatkan Tuan,anda harus menjaga batasan anda dengan Nona Shasya,karna dia adalah Nona saya!" peringat Han serius dengan tatapan tajam
"Kau kira aku ini pedofil?aku hanya mencintai Shasya sebagai anakku, walaupun dia bukan darah dagingku " jawab Phaul ketus
"Saya juga mencintai Nona Shasya,karna Nona adalah harta berharga bagi Tuan Jhon,dan saya akan selalu menjaga harta milik Tuan Jhon " ucap Han dingin
Phaul melangkah mendekati Han lebih dekat,mata mereka bertatapan, wajah mereka semakin dekat,hidung mancung mereka hampir menempel.
"Aku tahu apa yang di pikirkan lelaki,aku tau jika Shasya bukan anak Jhon,kau akan menjadikan dia sebagai tahanan ranjangmu kan?karna aku pun demikian.kita sesama lelaki,pikiran kita sama kan?" tanya Phaul asal
Jenderal yang di belakang Han geram mendengar ucapan lancang Phaul,mata jenderal itu menatap Phaul sinis.
Han mendengar pertanyaan itu hanya diam dengan wajah datar, Phaul mundur sedikit melihat wajah Han yang terlihat dingin.
"dari diam mu aku tau jawabannya,kau tenang saja Han,aku juga akan menjaga Shasya.aku masih waras,aku tidak mengincar gadis belia.aku ingin turut andil melindungi Shasya dari serangan manapun" ucap Phaul ramah
"Saya harap ucapan anda benar,kita sudah berteman sejak dulu Tuan,jadi jangan hancurkan kepercayaan Tuan Jhon dan pasukan Fernando" kata Han Serius, Phaul hanya mengangguk paham.
"sekarang anda boleh masuk kedalam Tuan" ucap Han hormat
Phaul dan Han masuk ke dalam mansion menuju meja makan. Phaul berjalan sambil melihat mansion Jhon yang terlihat semakin mewah.mereka sampai di meja makan,di sana Jhon dan keluarganya sudah duduk di kursi masing masing
"Paman,ayo duduk di sini!" ajak Shasya menepuk kursi kosong di samping Jhon
Phaul tersenyum senang,lalu Phaul
duduk di tengah Jhon dan Shasya,Phaul melepas dan menggantungkan mantelnya di senderan kursi
"Waah, Paman beruntung sekali bisa duduk di samping mu sayang" ucap Phaul senang
"xixi,Paman makan yang banyak yah..Chef sudah memasak Rawon khas Indonesia,ini resep Ibuku " kata Shasya tersenyum menatap Phaul, Phaul tersenyum hangat
"Benarkah Sinta?" tanya Phaul menatap Sinta
"Iya,aku harap kau suka" jawab Sinta
Tersenyum canggung
"Sudah,ayo kita makan! Phaul, selamat menikmati hidangan malam ini" kata Jhon menatap Phaul, Phaul mengangguk
Mereka semua makan dengan tenang dan menikmati rawon daging yang lezat, semuanya makan dengan lahap.
"Shasya,kau memakan sambal? Memangnya tidak pedas?" tanya Phaul terkejut menatap sambal 2 sendok di piring Shasya
"Tidak,ini enak.kalau makan tidak pedas rasanya kurang,aku kan pecinta pedas" jawab Shasya tersenyum lalu mengambil gorengan
Phaul tersenyum melihat wajah imut Shasya saat makan dengan mulut penuh. Jhon jenuh melihat Phaul yang terus memandang Shasya
"Phaul, bagaimana perkembangan bisnis mu?" tanya Jhon
Phaul langsung menengok ke sumber suara,Jhon melanjutkan makannya sambil menunggu jawaban Phaul
"Saat ini aku sedang fokus dengan tambak hasil laut,dari dulu hasil laut menjadi incaran banyak orang.industri makanan instan perusahaan ku meningkat pesat,aku ingin melebarkan sayap ke beberapa bidang." jawab Phaul
"hmm,semoga usaha mu semakin sukses.tapi kau masih belum ingin menikah?" tanya Jhon
Phaul terkejut mendengar itu,lalu dia menggeleng
"Kalau kau tidak mempunyai keturunan, bagaimana dengan marga Edixon? Dan usahamu akan mangkrak saat kau tiada" tanya Jhon
Semua orang penasaran menunggu jawaban Phaul
"hmm, tadinya aku juga berpikir begitu.tapi aku masih ragu" jawab Phaul lemas menatap Jhon
"Paman belum menikah? bagaimana jika Paman kesepian nanti,kalau punya istri dan anak kan bisa bermain bersama" tanya Shasya
"Shasya,kesepian sudah menjadi teman Paman dari dulu" jawab Phaul tersenyum
"Sinta,kau dan Jhon tidak membuat anak lagi?" tanya Phaul iseng
"Memangnya mau apa kau jika kami punya anak lagi?" tanya Jhon sinis
"Iya,dua saja sudah membuat kami pusing" ucap Sinta asal
"Ibu!" reaksi Zakh dan Shasya kompak, Sinta hanya nyengir kuda
"Jika kalian punya anak seperti Zakh atau Shasya,aku akan mengadopsi saja" jawab Phaul santai
"Enteng sekali ucapanmu,aku tidak mungkin memberikan anakku pada orang lain!" jawab Sinta kesal
"Haha, Sinta...aku hanya bercanda.." ucap Phaul tertawa kecil
"Kalau Paman mau,bawa Shasya saja,dengan itu aku tidak mempunyai saingan di keluarga Fernando " usul Zakh asal
"Apa?!" reaksi Shasya terkejut melotot pada Zakh
Semua orang tertawa mendengar kakak beradik yang bertengkar kecil,kecuali Jhon yang terlihat geram
"Ya sudah,aku akan ikut bersama Paman Dixon saja!" ucap Shasya cemberut menggelayuti lengan kiri Phaul
Mendengar ucapan Shasya, Jhon menatap putrinya dengan tatapan tajam
"Tidak Shasya,kakak hanya bercanda" ucap Zakh santai
"Bohong!pasti Kakak akan senang kalau aku tidak di sini kan?" tanya Shasya cemberut
"Ayah..aku akan tinggal bersama Paman Dixon saja,boleh kan?" imbuh Shasya
"Tidak!!" Jhon menolak keras ide gila Putrinya membuat Shasya terkejut
"Habiskan makanan kalian!" perintah Jhon serius
Suasana menjadi tegang, Phaul menyuruh Shasya agar diam tidak memancing emosi Jhon. Semuanya melanjutkan makan dengan tenang.
Bersambung~
cinta besar pada anak, orang tua, dan kesetiaan baik pada pasangan, persahabatan, semuanya bagus sekali 👍👍👍👍
lanjut 💪
lanjut lagii Thor.. seru lohh... Shasya dikelilingi laki2 dewasa yg super keren semua nya 👍👍😂😂😇
semangat lanjut 💪🤗
yg sebenarnya dia tambah keren.. tapi malah dikiranya dia aneh sampai diliatin gtu sama temen2 nya 😁😁