NovelToon NovelToon
Benang Tanpa Ujung

Benang Tanpa Ujung

Status: tamat
Genre:Angst / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Kisah ini bercerita tentang seorang wanita peranakan Tionghoa yang bernama Melin sering disapa Alin dan bermarga Lim, yang memiliki seorang suami pemabukan dan juga gemar berjudi bernama Yudi atau sering dipanggil koh Judi oleh teman-teman perjudiannya.

Kekerasan dalam rumah tangga juga sering terjadi didalam keluarga Alin, apalagi jika Yudi kalah berjudi dalam keadaan mabuk.

Bagaimanakah kisah Alin dalam menjalani bahtera rumah tangganya dan apa alasan wanita itu selalu kuat menghadapi sikap suami yang selalu kasar terhadapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Kedatangan Ah Chin.

Disisi lain, Alin merasa penasaran dengan seseorang yang tiba-tiba saja datang dan mengetuk-ngetuk pintu rumahnya itu, apalagi jam sudah menunjukkan waktunya untuk orang-orang tidur.

"Siapa yang dateng malem-malem begini?" batin Alin bertanya-tanya sambil menatap jam dinding sekilas.

"Siapa?" tanya Alin sebelum membukakan pintu.

"Ah Chin!" sahut Ah Chin ramah.

"Koh Ah Chin? Mau apa dia datang malem-malem begini?" gumam Alin sedikit aneh.

Mengingat pertemanan dan juga perkenalan mereka yang telah berlangsung lama, akhirnya Alin memutuskan untuk membukakan pintu.

"Ya tunggu sebentar!" ucap Alin mencari kunci rumah terlebih dahulu.

"Ya Lin, santai aja!" sahut Ah Chin.

Tak butuh waktu lama, Alin membukakan pintu dan segera bertanya tanpa mempersilahkan tamunya itu masuk ke dalam. Mengingat kondisi hari sudah malam dan juga pakaian tidurnya yang tidak baik untuk dipandang oleh kaum lelaki.

"Ada perlu apa dateng kemari, Koh?" tanya Alin datar.

Ah Chin tiba-tiba saja gugup, sesekali menelan ludahnya susah payah. Apalagi saat melihat Alin hanya mengenakan daster tipis, tanpa menggunakan kain penyangga pada dadanya.

Walau Alin hanya bersembunyi dibalik pintu, namun Ah Chin melihat jelas karena posisi Alin yang tersorot lampu.

Pria itu tersenyum dan segera menepis rasa gugupnya. "Ini Lin, ada titipan dari bos Herman buat anak-anaknya si Yudi."

"Titipan? Titipan apa Koh?" tanya Alin ingin tahu.

"Hari ini bos Herman kan ulang tahun pernikahan, terus karena Alin kagak dateng jadi angpaonya di titipin ke si Yudi. Cuma karena si Yudi kagak mau anterin kemari, terpaksa deh Kokoh yang anterin," balas Ah Chin sambil mengulurkan lengannya.

Alin menerima angpao tersebut dan juga beberapa makanan yang telah dibungkus oleh istrinya bos Herman untuknya.

"Ya Koh, terima kasih!" Alin mengucapkan terima kasih dan segera menutup pintu.

Namun Ah Chin segera menahannya. "Maaf Lin, Kokoh agak haus nih. Boleh minta air minum?" pintanya sopan.

Alin menghela nafas panjang dan mengangguk pelan. "Ya, tunggu sebentar Koh!" balasnya lalu masuk dan mengambilkan segelas air.

Tak butuh waktu lama, Alin keluar membawakan segelas air minum untuk Ah Chin. Dan tak lupa ia membalut tubuhnya dengan sehelai kain agar tubuhnya itu tidak terlalu menerawang.

"Ini Koh airnya," ucap Alin memberikan.

Ah Chin tersenyum dan meraih gelas tersebut, tak lupa jari jemarinya itu menyempatkan sekilas untuk menyentuh jari-jari wanita yang menyuguhkannya air minum.

"Ah! Seger bener nih air minum! Kokoh boleh duduk disini dulu kan Lin? Sekalian ngaso (istirahat)," tanya Ah Chin meminta ijin.

"Ya silahkan, duduk aja dulu Koh. Tapi maaf Alin kagak bisa nemenin Kokoh," balas Alin.

Ah Chin tersenyum kecut. "Ya enggak apa-apa," balasnya menyayangkan.

"Kalau begitu Alin masuk ke dalam dulu ya, Koh. Udah malem, lagian kagak enak juga sama tetangga kalau sampe ada yang lihat kita berduaan didepan begini. Bisa mengundang salah paham," balas Alin tetap waspada.

Ah Chin tersenyum tipis. "Ya elu bener Lin, ya udah atuh elu masuk ke dalem. Lagian kokoh cuma numpang duduk sebentar, habis itu pergi lagi."

Alin mengangguk, "Ya Koh!" Lalu masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rapat-rapat.

Hal tersebut ia lakukan bukan karena tanpa sebab, Alin hanya tidak ingin ada gosip-gosip buruk yang menerpa dirinya mengenai kedatangan Ah Chin ke rumahnya dimalam hari.

Terlebih pria itu adalah suami dari Yulan, wanita yang sangat membenci dirinya. Dan sudah pasti akan terjadi kegaduhan jika wanita itu sampai mengetahui suaminya berada di rumah orang lain.

Sedangkan Ah Chin menenggak air minumnya hingga tandas dan merasa kesal setelah mendengar suara pintu di kunci dari dalam, lalu memukul teras yang sedang ia duduki sambil mengerutu.

"Si-al! Dari dulu susah banget si lu dideketinnya Alin! Padahal gua udah susah payah ramah segala macem supaya hati elu tergerak sedikit sama gua, paling enggak temenin gua ngobrol dulu kek disini!" gerutu Ah Chin. Lalu pria itu pun pulang dalam keadaan marah.

Akan tetapi kecuekan Alin kepada setiap lelaki lain, membuat Ah Chin semakin penasaran kepadanya. Hati pria itu seakan belum puas, apabila belum berhasil mendapatkan hati wanita yang ia sukai.

Sementara itu Alin yang mengintip dari tirai jendela, merasa lega karena Ah Chin akhirnya telah meninggalkan kediamannya. Ia pun berpikir keras dengan apa yang ia lihat dan alami barusan.

Kenapa Ah Chin begitu berani mendatangi rumahnya seorang diri, dalam kondisi ia yang sekarang ini tanpa didampingi sesosok suami.

"Mungkin hanya perasaanku saja," gumam Alin mencoba menepis pikiran negatif yang bersemayam di dalam kepalanya.

...----------------...

Di tengah larut malam, Yudi yang dalam keadaan mabuk berat tengah digotong oleh beberapa anak buah Herman menuju rumah kontrakannya, yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah bosnya itu berada.

"Aduh mau dibawa kemana ini gua? Asal elu-elu tahu aja ya, gua ini masih mau joget!" racau Yudi menolak untuk dibawa pergi.

"Udah elu pulang aja Yudi, elu udah mabok berat itu. Daripada nanti elu bikin rusuh diacara gua, mending elu pulang aja deh!" usir Herman tidak mau tahu.

"Aduh Bos! Oweh kagak mabok Bos! Oweh masih sanggup ngabisin 5 botol lagi!" ucap Yudi masih meracau dan memberontak.

"Udah kagak! Bawa cepet nih orang!" titah Herman tidak peduli.

"Siap Bos!" patuh anak buah Herman lalu melanjutkan kembali menggotong Yudi hingga ke rumahnya.

Tak butuh waktu lama, anak buah Herman telah tiba juga di rumah kontrakkan Yudi. Mereka menurunkan pria yang sedang mabuk berat itu di depan rumah, lalu mengetuk pintu agar orang didalam membukakannya pintu masuk.

Namun setelah cukup lama mereka menunggu, tidak ada satu pun respon positif dari penghuni rumah kontrakan tersebut.

"Bagaimana nih? Apa kita tinggalin aja si Yudi disini?" tanya salah satu anak buah Herman.

"Ya mau bagaimana lagi, pintunya kagak dibuka-buka. Udah tidur kali ya," balas anak buah Herman yang lainnya.

"Eh elu kalau ngomong jangan sembarangan ya, bini gua udah tentu ada di dalem! Dia pasti lagi nungguin gua pulang ke rumah," racau Yudi. "Alin! Bukain pintunya! Cepetan! Kalau enggak, gua hajar elu ya!" pekik Yudi lalu ambruk tidak berdaya di atas lantai karena hilang keseimbangan.

Kedua anak buah Herman hanya bisa geleng-ngeleng kepala melihat tingkah Yudi.

"Ck! Bisanya cuma nyusahin orang aja! Udah yuk, mending kita balik aja dari sini!" ucap anak buah Herman mengajak.

"Yuk lah! Lagian acara disana lagi seru-serunya," balas anak buah Herman yang satunya lagi.

Hingga pada akhirnya mereka pun memilih pergi meninggalkan pria pemabuk itu seorang diri di depan rumah kontrakannya.

Sementara itu Yudi masih merayap menuju pintu masuk dan berusaha mengetuk pintu sekuat mungkin. "Alin! Alin! Bukain pintunya!" racau Yudi setengah sadar.

Lalu ia pun tidak sadarkan diri akibat perngaruh dari minuman beralkohol tingkat tinggi dalam jumlah yang banyak dan tidur semalaman di luar rumah. Ditemani dinginnya hembusan angin malam, dan juga koloni nyamuk serta serangga malam lainnya.

Sedangkan Tina yang berada di dalam rumah kontrakan, tertidur pulas dan tidak menghiraukan suara berisik yang ada di depan rumah kontrakannya itu.

.

.

Bersambung.

1
Anonim
keren
Joan
terharu banget dengan perjuangannya Alin. sangat menginspirasi sekali
Noviyanti: terima kasih
total 1 replies
Dewi Payang
Aku suka yg berbahan ba-bi kak😁👍
Dewi Payang: Lezat😄👍
total 2 replies
Dewi Payang
Demi duit ya Tina😁😁
Dewi Payang
Ya ampun, nyumpahin pula, tar kebalik ke diri sendiri😁
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Happy Ending Novel
Ry Otw ke novel baru
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
jd bumi ngidam buah Kana
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ini itu kisah nyata kah Kk Novi????
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Hahaha🤣🤣🤣
Ry kira kisah nyata
total 2 replies
Senajudifa
akhir penderitaan alin y thor
Senajudifa
akhirnya 😊😁😁
Senajudifa
cie cie😄😄
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Akhirnya Hendrik dan Alin
Unboxing bentar lg Marlin bakal pny dedek nih
DinDut itu pacarku🌻
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semangat Hendrik
Cinta itu butuh perjuangan
DinDut Itu Pacarku 🌻
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ya di tolak
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Sama aja novel Pamud Dan DinDut gk msk bab Terbaik tp Ry gk sedih 😊
Lina Zascia Amandia
Karya barunya nanti dicicil mampir ya...
Lina Zascia Amandia
Jujur saja karya ini bagus dan luar biasa, rekomendasi bagi para pembaca yg mencari sebuah karya yg sarat dgn nilai positif. Ada nilai budaya dan adat istiadat yg ditonjolkan di sini. Dari awalnya saya tdk tahu budaya dan adat orang Tionghoa, setelah Kak Author bercerita di sini, akhirnya sy tahu. Seharusnya karya seperti ini byk pembacanya, tdk vulgar, berbobot dan sekali lagi byk nilai positif yg bs dipetik dan diambil hikmahnya. Alin yg pd akhirnya mendpt karma baik atas kebaikan dan kegigihannya dlm menjalankan khdpn yg serba sulit dan penuh penderitaan, sehingga menganggap hdpnya bagai benag tak berujung. Namun Yang Maha Kuasa membalas kebaikan Alin dgn karma baik, diujung cerita bertemu seseorang yg bagai malaikat, yaitu Koh Hendrik. Di sinilah benang Alin yg tadinya tidak berujung menemukan ujungnya bersama Hendrik, yakni sebuah kebahagiaan. Semoga karya Kak Novi juga karya saya banyak dikunjungi pembaca, rekomen bgt karya ini Kak Nov..... semangat Kak Nov menghadirka karya yg byk nilai positifnya dan bisa diambil pelajarannya....
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak Novi...
total 4 replies
Lina Zascia Amandia
Ya Allah Masya Allah (kalo dlm agama sy mendapati sesuatu yg indah bagus atau mengagumkan sllu menyebut masya Allah), ceritanya sangat bagus Kak No. Kumplit, jujur saja ini karya sangat sarat dengan nilai positif dan banyak pelaaran hidup yang harus dipetik.
Lina Zascia Amandia: Sama2...
total 2 replies
Lina Zascia Amandia
Kesampaian keinginan Yuan.
Lina Zascia Amandia
Apa artinya Kak Nov...
Lina Zascia Amandia: Ohhhh itu ya. Trmksh sudah diartikan... jadi tahu deh...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!