Cerya Putri berusia 17 tahun, dia gadis populer di sekolahnya itu, karena kecantikan yang ia miliki dia sering di kelilingi banyak pria yang mengidolakan nya. Karena itulah Daniel Felix guru tampan berusia 27 tahun itu menolak cinta murid yang memiliki nama panggilan Cery. Ia tidak menyukai Cery karena gadis itu juga masuk pada golongan siswi bodoh.
Namun karena kegigihan Cery yang sangat ingin mempunyai suami kaya raya agar bisa merubah nasib nya dan nasib kelurganya, Cery bertindak cukup di luar batas hingga membuat Daniel semakin membencinya.
Namun kesalah pahaman yang ia buat malah semakin mudah melancarkan aksinya untuk menikahi pria idaman nya itu.
Pernikahan pun terjadi, apakah Daniel akan tergoda dengan kegigihan Cery yang ingin memiliki Daniel seutuhnya, hingga gadis itu setiap hari berani merayunya dan mengajak nya bercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCGS - Eps 29
Cery dan Sherena meronta-ronta minta Leon segera memutar arah mobil saat mereka sadar jika kendaraan yang mereka tumpangi kini melaju masuk kedalam gerbang kediaman keluarga Ben Felix.
“Kak! Aku sangat kecewa padamu!” Pekik Sherena, bukanya menjadi pelindung dieinya dan Kakak Iparnya, Leon malah membuat mereka kembali ke lubang buaya.
Dimana Sherena dengan sengaja tidak akan membawa pulang Cery yang sedang patah hati, namun pujaan hatinya malah sengaja membawanya kembali.
“Maaf Sherena, ini urusan rumah tangga Daniel dan Cery. Kita tidak boleh ikut campur dan membuat masalah semakin rumit karena kita berusaha menyembunyikan Cery dari suaminya.” ucap Leon.
“Hah! Kau sangat menyebalkan!” Pekik Sherena. Lalu dia beralih menatap Cery dengan tatapan sendu.
“Cery maafkan aku, ku pikir Kak Leon akan berpihak pada kita.” Ucap Sherena merasa tidak enak. “Rupanya dia berhianat.” Sindirnya sambil menatap sinis ke arah Leon.
Cery malah semakin sedih, dia lalu memeluk tubuh adik iparnya itu. “Tidak apa-apa Sherena, yang Kak Leon katakan benar harusnya aku bereskan masalah ini berdua dengan Kak Daniel.” lirihnya tanpa bertenaga.
Cery kembali meneteskan air matanya, dia teringat saat Daniel hanya diam saat Xavia mencium lehernya. Dadanya seperti teriris benda tajam, nyeri dan sesak yang sejak tadi ia rasakan semakin menyakitkan.
“Aku gak rela wanita itu mencium suamiku.” Pekik Cery dengan suara yang tertahan karena kini hidungnya penuh dengan ingus dan matanya terus mengeluarkan air.
“Itu hanya salah paham, lagian Daniel pasti tidak ada rasa dengan wanita itu. Karena sejak dulu hanya ada satu wanita yang ia cintai dan itu bukan Xavia.” Ucap Leon jujur.
Namun ucapan Leon malah langsung mendapatkan tatapan tajam dari kedua perempuan yang sedang duduk di belakangnya.
“Siapa orang yang kakak maksud?” Tanya Sherena dengan nada kesal, Leon sudah berani berhianat padanya dengan cara membawa pulang mereka, lalu sekarang Leon malah semakin membuat Cery nangis karena ucapanya.
“Jadi Kak Daniel punya wanita yang dia sukai sejak lama?” Tanya Cery dengan nada lemas.
Rasanya belum sembuh dengan masalah tadi, kini lula di hatinya semakin dalam dengan pakta yang baru dia tau.
Leon pun menatap kedua orang di belakangnya saat selesai memarkirkan mobilnya.
“Turunlah, sejak tadi dia mencarimu seperti orang gila.” Ucap Leon sambil memberi kode jika di luar ada Daniel yang sedang menunggunya.
Daniel membuka pintu mobil itu, “Cery…” lirihnya ia bingung harus bicara apa dengan kondisi tubuhnya yang masih mengatur napas dengan keringat di keningnya.
Daniel sudah memutari isi sekolah, dan ia juga sempat pergi ke rumah orang tua Cery dan mencari Cery ke tempat-tempat yang tidak pernah ia injak kan kaki sebelumnya.
Hingga Pesan masuk ke ponselnya, jika Leon akan mengantarkan Cery pulang ke kediaman Felix. Hati Daniel setidaknya sedikit tenang namun ia juga kesal karena Leon yang menemukanya. Ia kira tidak ada Sherena di sana karena pikiranya sempat berpikir yang tidak-tidak.
Cery keluar melewati Daniel bergitu saja dengan wajah yang masih sembab. Dengan cepat Daniel mengejar isterinya.
“Cery tunggu, kita bicara baik-baik.” Pinta Daniel dia berjalan mengekori Cery dari belakang.
“Kak! Tunggu aku mau bicara!” Teriak Sherena hendak berlari mengejar Daniel, namun dengan cepat Leon menahan pergelangan tanganya.
“Kak Leon! Apa lagi ini? Kenapa kakak malah memperkeruh masalah?” Pekik Sherena kesal.
“Kamu mau tanya Daniel siapa wanita itu? Bukankah kamu juga tau orangnya? Biarkan saja biar mereka yang membereskan masalahnya.” Ucap Leon.
“Tapi kak, kamu keterlaluan!” Pekik Sherena lagi dia merasa sangat kecewa pada Leon.
Leon merapihkan rambut wanita kecilnya, dan menatapnya dengan intens. “Sherena, bagaimanapun Cery harus tau masa lalu Daniel seperti apa. Daniel harus membereskan masa lalunya ketika dia menjalani kehidupan yang baru, Daniel juga harus tau perasaanya saat ini.” Ucap Leon dengan senyuman lembutnya menatap wanita cantik di hadapanya.
“Maksud kakak apa?” Tanya Sherena lagi karena otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih saat Leon memperlakukanya dengan lembut, apalagi melihat tatapan lembut dan senyum menismya dengan kedua lesung pipi milik Leon membuat dirinya kembali terbuai oleh ketampanan prianya.
“Jangan pikirkan itu, ayo kita pergi.” Ajak Leon, Sherena hanya menurut.
.
To be continued…