NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 21

Setelah kejadian itu, Layla merasa takut dan terus menangis di dalam mobil. Zhao Lee mempercepat laju mobilnya menuju Rumah Sakit.

Layla terbangun di ranjang rumah sakit, menatap langit-langit dengan mata kosong.

Zhao Lee menyapa ramah,

"Selamat pagi, sudah bangun?" ucap Zhao Lee.

Layla hanya diam dan membuang muka, ia enggan menatap wajah Zhao Lee di sampingnya.

Zhao Lee tersenyum.

"Wah dinginnya, mana sopan santun mu, Layla. Bukannya ucapan terimakasih yang aku dapat melinkan wajah dingin mu", ujar Zhao Lee.

Respon Layla hanya diam.

Zhao Lee menghela nafas..

"Yah sudah lah, aku tak peduli berapa lama kau akan menutup mulut untuk ku. Aku akan menunggu. Hasil tes akan keluar hari ini. Aku yang akan mengurusnya. Aku pastikan si brengsek itu mendapat hukuman yang setimpal," ucap Zhao Lee.

Mata Layla terbelalak, bukannya marah pada Bennedict, ia malah merasa khawatir.

Layla menduga bahwa Bennedict juga sebagai korban, ia merasa ada sesuatu yang janggal waktu itu.

Ia merasa curiga ada campur tangan Zhao Lee dari kejadian semalam.

Bagaimana bisa tiba-tiba Bennedict bersikap agresif seperti itu?

Bagaimana bisa Zhao Lee tiba-tiba ada di sana? Itu terlalu kebetulan, pikir Layla.

Setelah Layla keluar dari Rumah Sakit, ia di bawa Zhao Lee ke rumah pribadi yang lain. Rumah ini terlihat seperti rumah jepang tradisional dengan taman dan kolam di tengah halaman.

Zhao Lee berharap dengan suasana rumah ini membuat jiwa Layla lebih tenang.

Atau lebih tepatnya rumah ini adalah sangkar dan belenggu baru untuk Layla. Tapi Zhao Lee masih berbaik hati membiarkan Layla keluar masuk bebas dari sangkarnya.

Kemudian Layla beristirahat di kamar yang sudah di siapkan kusus untuknya. Zhao Lee ikut berbaring menemani Layla serta menyelimuti tubuh Layla.

Dengan lembut Zhao Lee bertanya.

"Apa masih ada yang sakit?"

Layla mengangguk pelan.

Zhao Lee tersenyum tipis..

"Aku tidak menyangka si Brengsek itu bisa bertindak seperti itu. Bukankah itu mengerikan, Layla," ucap Zhao Lee.

Layla mengeryitkan dahi..

"Semua terlalu kebetulan," ucap Layla.

''Apa?" ucap Zhao Lee.

Layla diam sejenak...

"Jelaskan padaku bagaimana bisa anda tiba-tiba ada di sana," tanya Layla curiga.

Zhao Lee menjawab tenang..

"Itu hanya kebetulan, Layla. Aku adalah orang yang jujur,'' ucap Zhao Lee.

Layla meremas ujung selimut yang menyelimuti tubuhnya.

"Pembohong," ujar Layla dalam dalam hati.

Zhao Lee berkata lembut..

"Nah sekarang kita ganti perbanya dulu ya Layla."

Ia bangkit dari tempat tidur.

Layla hanya diam dia masih berbaring membelakangi Zhao Lee.

Zhao Lee pergi meninggalkan Layla dan kembali membawa perlengkapan.

Layla sudah duduk siap untuk di rawat luka-lukanya.

Zhao Lee menghampiri Layla dan duduk di belakang Layla.

Ia berkata lembut..

"Aku akan melakukannya dengan lembut. Katakan saja kalau sakit."

Zhao Lee mulai membuka perban yang membalut luka gigitan di bahu Layla.

Zhao Lee terkejut dengan luka itu, terlihat cukup parah. Ia tak menyangka dia bisa menyakiti Layla sejauh ini.

Zhao Lee menghela nafas panjang.

"Layla..."

Sambil mengoleskan obat ke luka itu.

Layla meringis kesakitan.

Zhao Lee tersentak..

"Oh maaf, perih ya," ucap Zhao Lee.

Kemudian ia meniup luka itu agar tidak terasa perih.

Setelah selesai menutup luka itu kembali, Zhao Lee mengecup halus luka itu.

"Semoga kecupan ku bisa mengurangi rasa sakit mu," ucap Zhao Lee romantis.

Layla mengeryit getir. Ia masih teringat kejadian semalam.

"Benar-benar tidak masuk akal," ujar Layla dalam hati.

Lalu Zhao Lee memeluk Layla dari belakang.

Berbisik...

"Andai rasa sakit mu bisa aku gantikan, Layla."

Namun di hati Zhao Lee justru berkata.

"Rasa sakit itu memang kuberikan agar kau tak lagi mencari perlindungan pada pria lain."

Layla tidak menyadari bahwa pelukan itu terasa hangat hanya di permukaan.

Di balik senyum lembut Zhao Lee, tersimpan kepuasan melihat rencananya berjalan sempurna.

Bennedict akan segera tersingkir, sementara Layla perlahan kembali bergantung padanya.

"Terimakasih telah menolong saya. Maaf sikap saya yang dingin di rumah sakit tadi," ucap Layla.

Zhao Lee melepas pelukan nya.

"Ohh..., akhirnya ucapan itu keluar dari mulut mu. Aku pikir akan menunggu lebih lama. Apa perlu aku sewa bodyguard untuk menjagamu? Kau tau kan aku tak bisa menjaga mu 24 jam, yahh hanya saat keluar rumah saja,'' kata Zhao Lee.

Layla menolak tegas.

"Tidak, terimakasih atas niat baik anda Tuan. Saya bisa menjaga diri saya sendiri."

Dalam hati Layla berkata..

"Justru anda yang harus saya waspadai setiap waktu."

Layla mencoba mengusir Zhao Lee..

"Silahkan pergi, Nyonya Sechpia pasti cemas menunggu anda pulang."

Layla kembali berbaring dan menutupi dirinya dengan selimut membelakangi Zhao Lee. Perasaan Layla sedang agak kacau.

Di sisi lain Layla membenci Zhao Lee namun di sisi yang lainnya Layla punya hutang kepada Zhao Lee. Entahlah Layla harus bersikap seperti apa ke Zhao Lee.

Melihat Layla murung, Zhao Lee mencoba menghibur dengan memeluk Layla dari belakang.

"Tenang, jangan khawatirkan Sechpia. Biar dia jadi urusanku," kata Zhao Lee lalu mengecup lembut rambut Layla yang cantik.

Layla menghela nafas panjang lalu berkata,

"Saya peringatkan anda Tuan, cepat atau lambat Sechpia akan tau hubungan kita. Bangkai tak akan selamanya bisa di simpan Tuan,"

Zhao Lee tersenyum.

"Ohh kamu mencemaskan aku atau hubungan gelap ini?" tanya Zhao Lee.

Dengan tenang Layla berkata.

"Saya tau orang-orang seperti kalian bisa melakukan apa saja kepada rakyat jelata seperti saya. Saya hanya tidak ingin keluarga saya celaka."

"Apa kau ingin aku menyingkirkan mereka?" tanya Zhao Lee.

Layla membalikan badan.

Lalu spontan menjawab.

"Bukan seperti itu..."

Sekarang posisi mereka saling berhadapan, mata mereka saling bertemu begitu dekat. Melihat sorot mata Zhao Lee memandang lembut Layla, membuat perasaan Layla sedikit goyah. Sorot mata itu membuat Layla menjadi agak ragu atas tuduhan yang di pikirkan Layla kepada Zhao Lee.

Untuk sesaat hati Layla goyah. Pria di hadapannya tampak begitu tulus hingga sulit dipercaya bahwa ia mungkin berada di balik semua kejadian itu.

Namun bayangan percakapan Zhao Lee dengan Dokter Adrian kembali terlintas di kepalanya. Layla segera menepis keraguan itu.

Ia tak boleh lengah hanya karena perhatian sesaat.

Tangan Zhao Lee masih memeluk lembut tubuh Layla dan memberinya rasa aman. Namun tatapan Layla kembali kosong menatap lurus dinding-dinding kamar.

"Aku pastikan Bennedict akan membayarnya dengan pantas" kata Zhao Lee memastikan kembali.

Layla terdiam sejenak.

Layla membela Bennedict.

"Ben orang baik, aku yakin ada sesuatu yang memaksanya melakukan tindakan agresif seperti itu."

Ekspresi Zhao Lee menunjukan ketidaksukaan.

"Sampai detik ini pun kau masih perduli dengan si brengsek itu,"

"Layla aku tidak mau berdebat sekarang, tolonglah. Biar hukum yang melakukan tugasnya, Ok," ucap Zhao Lee.

Layla diam tak menjawab, tangannya mengepal erat.

****************

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pastinya saat rapat dia masih memikirkan bagaimana cara membuat Laila takluk dan tunduk padanya
Europa.
sengaja dibuka lah tu
bener² keinginan author yang dicurahkan ke tulisan loh gaa🤭🤭
Europa.
langsung disuruh masangin loh yaa/Doge/
Europa.
uluhh uluhh sok cuek banget. padahal dalam hati udah pengen mau meluk layla🤭🤭
Europa.
apakah akan langsung dinikahi? mengingat keinginannya yang sempat ia ucapkan kepada paman yang🤔
Europa.
sudah kuduga tawaran mencurigakan itu akan membawanya kesana/Doge/
Europa.
art yang ngurusin kehidupan pribadi majikan? gaji lumayan? hmm agak mencurigakan ya lowongannya?/Doge//Doge/
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
james
akit sih/Sweat/
RahmaYesi
Yok Monggo Layla, bawa aja Zhao Lee ke neraka sekalian
Lenny Utami: ya jangan dong ntar GK ada vilainnya 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!