Nayra azahwa alzahrani...gadis berhijab yg memiliki wajah yg cukup cantik, kulitnya kuning bersih, tatapannya selalu tk tertebak, begitupun akan sikapnya.Ia hampir tk pernah terlihat mondar mandir bersama teman2nya karena seringya menghabiskan waktu d perpustakaan sekolah. Tanpa ia sadari sikap dinginnya mampu menarik perhatian beberapa star tim basket di sekolahnya, salah satunya.. Yan Aditya Rachman wakil kapten tim basket di sekolahnya. Seorang tuan muda dari keluarga pengusaha resto dan makanan ringan yg cukup terkenal di kota tempat tinggalnya. mampukah seorang Yan menaklukkan sang gadis dingin bersaing dengan sesama timnya...secara dia seorang pemuda yang terkenal supel dan ramah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terlambat....
Kris yang berada di luar ruangan bersama edo dan dua orang anak buahnya edo juga irfan sedang tampak bicara di telpon dengan nada tegang dan gusar
" kau belum menemukannya....apakah sangat dalam, akhhhhhh......lalu rexy bagaimana rexy, alhamdulillah ...segera bawa dia...." belum sempat ia melanjutkan kata katanya ia mendengar teriakan bunga
" kris.....panggil dokter, nayra pingsan lagi...cepetan kris..." teriaknya
" aku saja...aku saja, kau lanjutkan kris.."
irfan segera berlari ke ruangan dokter dengan cepat dan beberapa menit kemudian tampak ia keluar ruangan diikuti dua orang dokter dan seorang perawat dan selang beberapa saat kemudian di belakang mereka beberapa orang dokter tampak mengikuti juga dengan tergopoh gopoh.
Beberapa dokter yang tampak menyusul itu adalah para petinggi rumah sakit yang baru saja juga di kabari mengenai perkembangan menantu perempuan sang pemegang saham terbesar rumah sakit itu.
" kenapa tidak memanggil kami dengan menekan bel saja...." tanya salah satu dokter dengan raut wajah bersalah
" ah sudahlah...segera bekerjalah kalian " jawab irfan dengan ketus, pasalnya di rumah sakit ini ada hampir 65% saham keluarga yandi dan 20% saham keluarganya. Itulah mengapa tim dokter rumah sakit itu tampak tergopoh gopoh menuju ruang perawatan nayra.
DI LUAR RUANGAN KAMAR PERAWATAN NAYRA
" bagaimana kris....?! " tanya irfan setelah memastikan tim dokter rumah sakit itu memeriksa keadaan nayra.
Kris nampak menggeleng pelan dengan wajah frustasi
" belum ada titik terang....rexy baru di temukan, keadaannya cukup memprihatinkan. Ia luka parah " jawab kris menghela nafas berat
" tentu saja dia terluka parah, dia melompat begitu saja menyusul yandi..." kata irfan
" tapi ini sudah dua hari kris...bagaimana mungkin kita bisa menemukan rexy tapi tak mampu menemukan yandi, ataukah...ah tidak tidak tidak....." irfan tidak melanjutkan kata katanya malah memukuli kepalanya sendiri.
" saya juga berfikir kesana tuan irfan...." sambut edo mendekat dan diikuti ryan dan haris yang juga ikut bergabung mendekat mendekat.
" berfikir apa....?! " tanya kris cemas
" apakah ada binatang buas di sana....? " jawab edo hati hati dengan wajah sendu, ia benar benar merasa bersalah karena gagal menolong yandi
Pasalnya hari dimana ia menerima pemberitahuan dari kris atas perintah yandi, ia sedang berada di kantor juga bersama kris, bunga, irfan serta rexy dan haris guna membahas langkah selanjutnya mengenai permasalahan keamanan peresmian gedung pusat perkantoran property milik yandi yang akan segera di resmikan. Dirinya mengupayakan keselamatan para majikannya karena ia mencium adanya bahaya mengintai dan tanpa ia sadari sebenarnya ia telah kecolongan. dirinya segera melompat mengambil kunci mobil dengan panik.
Hingga kunci yang telah ia pegang terlempar entah kemana ketika lengannya membentur dinding karena sangking paniknya, jadilah mereka mencari kunci tersebut beberapa saat, walau akhirnya tetap tak menemukannya.
Sampai di lokasi mereka yang datang dengan mobil yang berbeda berlarian kearah kerumunan masa di bibir tebing yang ada di pinggir jalan, sebuah mobil tampak menabrak pembatas jalan dan betapa terkejutnya mereka ketika mereka tahu yang menjadi pusat keramaian adalah atasan sekaligus sahabat mereka. Yandi memang tak pernah bersikap atasan dan bawahan tapi lebih condong kepada persahabatan dengan mereka.
" ah kurasa tidak do....tapi entahlah, tidak ada jejak samasekali di sana..." desis faris yang di angguki kris dan ryan dan tatapan menelisik irfan.
Kembali mereka terdiam dan membisu hingga kris yang kembali menerima telapon.
DI DALAM RUANGAN
Peluh membasahi wajah para tim dokter yang terdiri dari enam orang yang sedang menangani kondisi nayra yang tiba tiba memburuk. Sudah dua hari nayra tak sadarkan diri dan ketika telah sadar ia kembali pingsan.
Dan kini kondisinya kian memburuk, peralatan medis terpasang hampir di setengah bagian tubuhnya. Jantungnya berdetak begitu pelan, kulit tubuhnya memucat, itu dapat di mengerti dari pergelangan tangannya yang nampak membiru juga kuku kukunya yang memutih.
" kau harus kuat nay..aku berjanji aku akan selalu menemanimu....." bisik bunga di dalam hatinya, bunga mengetahui betapa wanita yang kini tengah terbaring tak berdaya itu begitu terguncang mental juga jiwanya dengan apa yang menimpanya kini, sang suami yang begitu sangat mencintainya terlempar ke dasar jurang di depan mata kepalanya sendiri tanpa ia mampu berbuat apapun. Beruntung dirinya yang datang tepat waktu hingga ia mampu segera menarik dan mendekap tubuh nayra yang juga hendak melompat kejurang menyusul sang suami.
Airmata tak hentinya mengalir di pipi bunga demi melihat keadaan nayra kini, sudah kehilangan suami, ia juga kehilangan sang calon jabang bayi yang bahkan tak is sadari keberadaannya.
Mereka yang berada di sanapun tak jauh berbeda dengan bunga, tak henti hentinya mereka melantunkan doa memohon pertolongan untuk nayra.
" maukah kau berjanji padaku sayang....?! " tanya yandi sembari merangkul bahu nayra dan menarik tubuh nayra kedadanya.