NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Menantu

Diamnya Seorang Menantu

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Aku hanya akan bertahan sampai titik kesabaranku habis dan jika waktu itu sudah tiba maka jangan salahkan aku bila akhirnya memilih untuk menyerah. Aku tidak mau bertahan pada orang yang tidak bisa menghargai keberadaanku dan tidak peka pada perasaanku. Sudah cukup banyak yang aku korbankan untukmu dan jika kau hanya menganggap semua perjuanganku hanyalah hal sepele. Lantas, salahkah jika aku menyerah?

Menikah itu berjuang bersama. Bukan berjuang sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DSM-29

"Ira," panggil Pak Danu, bosku.

Aku tersentak lalu bangun dan berdiri dengan penuh kegugupan. Sungguh, aku tidak menyangka jika terhanyut dalam suasana tadi. Lihatlah, Pak Danu sudah menatapku tajam. Setelah ini pasti aku akan mendapat hukuman karena sudah bersikap lancang seperti tadi.

"Kembalilah bekerja," perintahnya dan langsung pergi dari depanku begitu saja.

Aku melongo, tidak percaya kalau Pak Danu akan menyuruhku kembali berkerja tanpa berbicara ataupun mengomel seperti biasa. Padahal biasanya, ia akan mudah menghukum karyawannya yang berani menyentuhnya apalagi sampai bertindihan seperti tadi. Aku pun tidak mau ambil pusing, mungkin Dewi Fortuna memang sedang memihak kepadaku. 

Kutatap punggung lelaki itu yang perlahan menjauh, setelah bayangannya benar-benar tidak terlihat, aku pun langsung menuju kembali bekerja walaupun bayangan tadi terus mengusik. Bagaimana aku bertatapan dengan Pak Danu menciptakan gelayar aneh yang belum pernah kurasakan bahkan ketika bersama dengan Mas Ashraf sekalipun.

Namun, sepersekian detik selanjutnya, kuhirup napas dalam. Aku tidak boleh seperti ini. Tidak pantas jika memikirkan Pak Danu sampai sejauh ini. Hubungan kami hanyalah sebatas bos dan karyawan dan tidak sepatutnya aku memikirkan hal yang lebih.

Ketika sedang sibuk menata barang di etalase, aku terkejut melihat Mas Ashraf dan Yuni masuk ke toko. Rasanya sangat benci melihat mereka apalagi Yuni yang terlihat centil. Terus saja menggandeng Mas Ashraf. Seolah sedang memanasi hatiku padahal aku merasa biasa saja. 

Ah, Mas Ashraf masih seperti dulu. Jika digandeng di depan umum, ia akan menunjukkan ketidak-sukaan. Sangat cuek. Sama seperti saat bersamaku dulu. Wajahnya akan terus cemberut. Seperti sekarang ini.

Sebelum mereka mengetahui keberadaanku, lebih baik bersembunyi saja. Namun, sial! Pak Danu yang sudah keluar lagi entah sejak kapan, menyuruhku untuk melayani mereka. Ingin ku berteriak keras dan meminta agar yang lain saja, tetapi aku tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu.

Ya Tuhan, bagaimana bisa aku melayani mantan suamiku bersama istri barunya. Namun, inilah pekerjaan yang harus kulakukan. Walaupun dengan berat hati, tetap saja aku mendekati mereka.

Kulihat Mas Ashraf yang tampak terkejut melihatku. Begitu pun dengan Yuni. Entah wanita itu memang benar terkejut atau pura-pura saja karena aku merasakan hal mencurigakan. Hatiku merasa yakin kalau Yuni sudah mencari informasi tentangku dari siapa pun. Aku yakin itu. 

Aku harus profesional. Di depan mereka aku melayani dengan sepenuh hati. Seperti melayani pembeli yang lain. Sangat ramah dan penuh senyum. Walaupun dalam hati terus saja mengumpat. Merasa kesal terhadap mereka. Ingin sekali ku usir mereka agar segera pergi. Rasanya tidak betah apalagi saat melihat bibir Yuni yang tampak tersenyum meledek. Rasanya ingin sekali merem*s wajah wanita itu.

Ingat, Ira! Kau harus profesional. Begitulah batinku bergejolak.

***

Hanya sebentar melayani mereka saja rasanya sudah seperti setahun. Sangat lama sampai membuatku tidak betah rasanya. Namun, kucoba untuk tetap tersenyum di depan walau hati ini dongkol rasanya. 

"Mas, kasur bayinya mau warna apa?"

Ya Tuhan, gemas sekali melihat Yuni yang bermanja seperti itu di lengan Mas Ashraf. Sangat lebay menurutku. Padahal, kalau aku memiliki suami pun pasti akan melakukan hal yang sama. Semanja apa pun tingkah Yuni, tetap saja Mas Ashraf memasang wajah datar. Membuatku kian merasa gemas. 

"Terserah kau saja," sahut lelaki itu dengan ketus. 

"Kalau begitu ambil warna biru aja, deh. Kalau lahir cewek atau cowok kan tetap pantas memakai. Kalau pink, nanti kalau yang lahir cowok, sudah pasti akan terlihat jelek." Yuni mengoceh panjang lebar. 

Sementara aku tersenyum dalam hati melihat betapa cueknya Mas Ashraf. 

Setelah memilih-milih banyak barang, tetapi yang dibeli hanyalah kasur bayi tadi. Ish, sungguh menyebalkan. Padahal aku merasa sudah melayani mereka dengan sepenuh hati. 

"Ini barangnya, terima kasih sudah berbelanja." Kutangkup kedua tangan di depan dada sambil tersenyum senang. 

Ya, aku senang karena akhirnya mereka pergi juga.

"Hih! Dasar lebay!" Ku berlagak seperti orang yang sedang memukul karena saking gemasnya. 

"Ehem!" 

Akan tetapi, aku tersentak ketika mendengar suara dehaman dari arah belakang. Ternyata Pak Danu sedang mendelik tajam ke arahku. 

"Maaf, Pak." Kutunjukkan dua jari tanda damai sambil cengengesan. 

1
Rita Juwita
luar biasa...
Violet
Tdk harus ratusan chapter, cukup baca karya ini sat set sat set merangkum smua drama kehidupan didunia nyata apa adanya. Cukup percaya saja jika kita berani utk move on pastinya akan ada kebahagiaan yg sbnarnya yaitu terbebas dr sgala toxic.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Ran Aulia
Luar biasa
Yunerty Blessa
walaupun karya kak thor singkat tapi sungguh mantap sekali 👍👍..... teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. senang nya Ira hidup bahagia bersama Danu dan anaknya.. makasih kak thor 👍👍
Yunerty Blessa
syukur lah Ira sudah melahirkan baby..dah tiada gelaran mandul untuk nya..
Yunerty Blessa
Ira hamil tu.. sungguh topcer sekali Danu
Yunerty Blessa
siap pak Danu....moga dengan pernikahan ini Ira cepat hamil..
Yunerty Blessa
balasan buat kamu bu Sumarni dan Ashraf..
Yunerty Blessa
beruntung ada seseorang yang membantu Ira dan pasti nya Pak Danu
Yunerty Blessa
jangan mau Ira kalo Ashraf minta rujuk..
Yunerty Blessa
apakah anak Yuni bukan anak Ashraf..mana tau hamil dulu baru nikah dengan Ashraf..
Yunerty Blessa
biarkan saja Ira.. yang penting kau senang
Yunerty Blessa
jangan mau ditindas saja Ira..lawan mereka kembali..
Yunerty Blessa
yes akhirnya Ira terlepas juga dari 2 manusia durjana..... Ashraf pasti menyesal..
Yunerty Blessa
menyerah dan pergi saja Ira..apa lagi mertua setan mu setuju kalo Ashraf menikah dengan Yuni pelakor..
Yunerty Blessa
seperti nya mertua mu Ira menyokong kalo Ashraf dekat dengan Yuni..hati² bisa jadi Yuni pelakor
Yunerty Blessa
takutnya. Ashraf makin dekat dengan Yuni..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Ira..tapi Ashraf saja yang mau.. tidak tau apa yang dialami oleh Ira
Yunerty Blessa
tinggalkan saja suami seperti itu Ira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!