IG : Srt_tika92
Adrian Putra Haidar adalah Pria tampan berprofesi sebagai sutradara terkenal, dia pria yang memiliki banyak kekasih. Tidak sedikit wanita yang mengejarnya demi popularitas.
Dunianya berubah saat menikahi gadis cantik akan kesederhanaan nya yaitu Elsa yang baru di kenalnya. Pernikahannya terjadi karena suatu kesalahan.
Akankah pernikahan mereka berjalan semestinya?
Apakah cinta akan tumbuh di antara mereka?
Ini karya ke 2 ku
Baca juga karya pertama ku yang berjudul Cinta Pertama Ceo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 Ayang beb
Visual Umar dan Karin. Jika tidak cocok menurut kalian bolehlah khayal sendiri ya.
Hubungan Umar dan Karin berjalan dengan baik. Umar memutuskan untuk membuka restoran kecil dari tabungan yang selama ini ia kumpulkan dan berhenti menjadi karyawan kafe sejak dua bulan yang lalu.
Umar bersungguh - sungguh menjalin hubungan dengan Karin, dan berniat untuk mempersuntingnya setelah ia benar - benar mampu memberikan kehidupan yang layak untuk Karin.
" Ayang beb, " Panggil Karin yang baru saja datang ke restoran Umar. Semenjak cintanya di sambut oleh Umar, Karin semakin bersikap manja.
Kedatangan Karin di sambut dengan senyuman Umar. " Kamu gak ke kantor? " tanya Umar.
" Gak, lagi males! penginnya ketemu kamu aja. " ucap Karin begitu manja sembari memberikan kecupan di pipi Umar.
" Kebiasaan deh, bukannya salim. " tegur Umar saat mendapatkan ciuman dari Karin, lalu ia mengulurkan tangan kanannya.
" Hehe... abis aku gemes sih ama ayang beb, " Karin pun meraih tangan kanan Umar lalu mencium punggung tangan itu.
Tingkah mereka menjadi pusat perhatian para karyawan Umar yang sedang sibuk bekerja mempersiapkan untuk memulai buka restoran di pagi menjelang siang ini.
Umar mempekerjakan 8 karyawan di restoran nya, dua diantara mereka adalah koki, bukan koki terkenal tapi mereka cukup handal untuk memasak.
" Ada yang bisa aku bantu? " tawar Karin.
" Emm, gak usah. Kamu duduk santai aja. " ucap Umar. " Kamu udah sarapan? "
Karin menggeleng " Tadi gak sempet. "
" Yaudah aku bikinin kamu sarapan ya. "
" Boleh deh, tapi aku ikut ya, mau liatin kamu masak. " Karin.
" Gak usah, sini aja. Udah cantik ntar jadi bau asep kalo ke dapur. "
" Gak apa, aku pengin nemenin kamu. "
" Yaudah deh, ayo.. "
Mereka pun ke dapur, Umar dengan telaten meracik bahan - bahan untuk membuat nasi goreng spesial buat Karin.
Karin memperhatikan Umar tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun ke arah lain. Umar yang merasa ditatap Karin tersenyum simpul.
" Kamu ngapain liatin aku terus, nanti tambah cinta loh. " ucap Umar.
Ucapan Umar membuyarkan lamunan Karin. " Hehe.. abis kamu seksi sih kalo lagi masak, aku jadi tambah cinta. pengen cepet - cepet di halalin biar aku puas.. "
" Puas apa? gak boleh mikirin yang macem - macem. " Umar.
" Iya iya... "
" Makanya doain aku biar usaha ku lancar dan sukses. Nanti kalo udah bisa beliin tas kamu yang harganya selangit, aku langsung lamar kamu jadiin istri ku. " Umar.
" Udah pasti dong, aku do'ain kamu selalu. " ucap Karin.
" Nih udah beres, nasi goreng spesial buat kamu aku tambahin bumbu rahasia biar tambah mantul. " Umar memindahkan nasi goreng itu ke dalam piring dan memberikan pada Karin.
" Bumbu rahasia apa? dari tadi aku gak liat bumbu itu. kamu masukin bumbu seperti biasa. "
" Bumbu cinta ku pada mu. hehe... " tawa Umar.
" Iihh.. ayang beb udah pinter gombal ya. aku jadi tambah sayang nih.. "
" Harus dong.. "
" Boleh kiss gak? sini.. sini.. aku gemes... " Karin sudah siap memajukan bibirnya untuk memberikan kecupan pada Umar.
" Tuh kan, kebiasaan.. ntar aku ketagihan bisa berabe.. " Umar memundurkan wajah Karin dengan jari telunjuknya.
" Ketagihan juga gak apa, aku malah senang. "
" Hus! ntar ada setan lewat aku bisa minta lebih. "
" Iya deh ayang beb, ayo lah kita makan bareng, perutku udah pada demo. " Karin membawa piring yang sudah terisi dengan nasi goreng buatan Umar ke depan dan memakannya dengan lahap.
Hubungan mereka sama sekali belum di ketahui oleh keluarga Karin, mereka tidak mau terburu - buru apalagi Umar belum siap secara financial, itu yang membuat nyali Umar menciut di depan keluarga Karin.
Belum lagi gosip yang telah beredar jika Umar berpacaran dengan janda kaya yang hanya ingin materinya saja. Terlihat jelas saat Karin berkunjung di restoran milik Umar yang hanya menyewa satu ruko sangat kontras sekali dengan mobil Karin Mercedes-Benz yang selalu terparkir di halaman ruko itu.
Tapi Umar tidak menghiraukan nya, yang ia pikiran sekarang adalah bagaimana caranya agar usahanya sekarang berkembang. Toh modal sepenuhnya dari hasil kerja kerasnya sendiri selama ini.
*
*
*
Bye.. bye..