NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Perjalanan Dewa Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jun

Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.

Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.

Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23: Pembantaian Diam, Sistem Poin Baru, Hadiah Senjata & Amarah Tetua Gu

Serangan itu datang begitu tiba-tiba, begitu cepat, dan begitu senyap, sampai kelompok orang Sekte Pedang Langit itu sama sekali tidak punya waktu untuk bereaksi atau mengeluarkan suara peringatan sedikit pun.

Zhou Ming bergerak bagai bayangan hitam yang mematikan. Dengan Teknik Pembunuh Bayangan digabungkan Langkah Petir, gerakannya tidak terlihat oleh mata biasa, tidak terdeteksi oleh indra energi. Tombak Yin Yang di tangannya berputar pelan, setiap ayunannya selalu menuju titik vital: leher, jantung, ubun-ubun.

CANG! PAK!

Dua orang pengikut terkuat di samping pemimpin kelompok itu hanya melihat kilatan hitam sekejap, sebelum leher mereka terbelah dan tubuh mereka jatuh ke tanah dengan diam, bahkan darah pun hanya menetes perlahan tanpa percikan yang berisik.

Pemimpin kelompok, tetua muda tingkat Pengumpul Energi Tingkat 8, mata nya membelalak kaget dan ketakutan. Ia berusaha mengangkat pedangnya untuk menangkis, tapi sebelum pedangnya terangkat setinggi jengkal, sosok Zhou Ming sudah muncul tepat di depannya, wajahnya dingin tanpa ekspresi sedikit pun.

“K-kamu…!”

Belum sempat ia selesai bicara, telapak tangan Zhou Ming yang diselimuti energi hitam pekat sudah menghantam tepat di dadanya. Tulang rusuknya hancur seketika, organ dalamnya luluh lantak, dan tubuhnya terlempar ke belakang, jatuh diam tak bergerak. Kematian datang padanya secepat kilat, tanpa rasa sakit yang lama, namun penuh kepanikan yang mendalam sampai napas terakhirnya.

Di sisi lain, Yue’er juga menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Tubuh kecilnya menyatu sempurna dengan semak belukar dan bayangan pohon. Empat orang pengikut lainnya sibuk berputar ke kiri dan ke kanan, bingung dan panik, karena mereka hanya merasakan ada bahaya di sekeliling tapi tidak melihat sosok penyerang sedikit pun.

“Di mana dia?! Di mana orangnya?!”

“Kenapa aku tidak bisa melihat apa pun?!”

“Jangan sembunyi-sembunyi! Keluar dan lawan dengan jujur!” teriak mereka dengan suara gemetar.

Yue’er menggunakan teknik membuat bayangan palsu, kadang muncul di kiri, kadang melintas di kanan, membuat mereka terus memukul dan menebas udara kosong dengan sia-sia, energi mereka habis percuma, dan pikiran mereka semakin kacau dan takut.

Saat mereka sudah panik setengah mati dan fokus mereka pecah, Yue’er akhirnya bergerak menyerang. Gerakannya cepat, ringan, dan tajam, persis seperti kucing hutan yang menangkap mangsanya. Ia tidak menyerang secara membabi buta, tapi tepat mengenai titik saraf dan titik lemah yang diajarkan Zhou Ming.

PAK! PAK!

Hanya dua hantaman ringan saja untuk satu orang, dan tubuh mereka langsung kaku, lumpuh seketika, lalu jatuh ke tanah dengan mata terbelalak kosong.

Kurang dari lima menit saja, tujuh orang kultivator yang datang dengan sombong dan percaya diri itu semuanya sudah tergeletak diam di tanah. Tidak ada suara teriakan panjang, tidak ada pertarungan sengit, semuanya berakhir dengan pembantaian yang senyap, cepat, dan rapi.

Tidak ada satu pun yang lolos, tidak ada satu pun yang sempat mengirim pesan bahaya kembali ke sekte.

Saat Zhou Ming dan Yue’er berdiri di tengah tumpukan mayat itu, tiba-tiba suara dingin sistem bergema keras di dalam benak Zhou Ming, disertai notifikasi cerah yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

[PEMBARUAN SISTEM TERBARU DIAKTIFKAN!]

[FUNGSI BARU: PERBURUAN & HADIAH POIN]

[Aturan Resmi: Setiap kali Tuan Pemilik atau rekan yang dilindungi Tuan Pemilik menghabisi musuh, akan mendapatkan poin sesuai tingkat kekuatan musuh:]

✅ Pengumpul Energi Tingkat 1–3 \= 1 Poin / orang

✅ Pengumpul Energi Tingkat 4–6 \= 3 Poin / orang

✅ Pengumpul Energi Tingkat 7–9 \= 5 Poin / orang

✅ Pembentuk Inti Tingkat 1–3 \= 20 Poin / orang

✅ Pembentuk Inti Tingkat 4–6 \= 50 Poin / orang

✅ Pembentuk Inti Tingkat 7 ke atas \= 100+ Poin / orang

[PERHITUNGAN HASIL PERTEMPURAN BARU SAJA:]

- 4 orang Pengumpul Energi Tingkat 4–6 \= 12 Poin

- 2 orang Pengumpul Energi Tingkat 7 \= 10 Poin

- 1 orang Pengumpul Energi Tingkat 8 \= 5 Poin

[TOTAL DITERIMA: +27 POIN!]

[SISA POIN SEKARANG: 27 POIN]

Melihat notifikasi itu, mata Zhou Ming berbinar kaget lalu penuh sukacita. Ini fungsi yang luar biasa berguna! Artinya, semakin kuat musuh yang ia kalahkan, semakin banyak poin yang ia dapatkan, dan ia tidak perlu lagi khawatir kehabisan poin untuk membeli barang atau teknik di masa depan.

Zhou Ming menoleh ke arah Yue’er yang sedang berdiri tenang, meskipun baru saja menghabisi tujuh orang, wajahnya tidak ada rasa takut atau jijik sedikit pun, hanya ketenangan dan kesiapan.

Zhou Ming tersenyum puas, lalu mengangguk kagum.

“Bagus sekali, Yue’er. Kamu melakukan semuanya dengan sangat baik, cepat, tepat, dan tenang. Kamu sudah benar-benar lulus ujian pertamamu,” puji Zhou Ming tulus.

Wajah Yue’er sedikit tersipu malu, lalu ia tersenyum cerah.

“Itu semua karena ajaran Kakak. Aku hanya melakukan apa yang Kakak ajarkan padaku,” jawabnya rendah hati.

Zhou Ming mengusap kepalanya dengan lembut, lalu berkata dengan nada serius namun hangat:

“Karena kamu sudah begitu hebat, dan mulai sekarang kita mungkin akan menghadapi lebih banyak bahaya lagi, aku akan memberimu hadiah yang pantas untuk kekuatan barumu ini.”

Zhou Ming segera membuka Toko Sistem, dengan sisa poin yang baru saja ia dapatkan, ia langsung mencari dua barang yang paling penting untuk perlindungan dan serangan Yue’er, dan kali ini ia tidak pelit sedikit pun—ia memilih barang tingkat tinggi terbaik yang tersedia.

✅ BELATI KEMBAR BAYANGAN GELAP – TINGKAT TINGGI

Harga: 12 Poin

Bentuknya ramping, panjang 30 cm, ujungnya sangat tajam sampai bisa membelah besi, ringan sekali sehingga sangat cocok untuk tangan kecil Yue’er. Terbuat dari logam langka yang bisa menyembunyikan aura, bisa menyatu dengan bayangan, sangat cocok dipadukan dengan Teknik Pembunuh Bayangan.

✅ ZIRAH PELINDUNG AWAN NAGA – TINGKAT TINGGI

Harga: 10 Poin

Bukan zirah besi yang berat, melainkan baju pelindung yang terlihat seperti baju biasa yang indah dan lembut, tapi di dalamnya tersusun serat naga langka. Sangat ringan, tidak menghalangi gerakan sedikit pun, tapi kekuatan pertahanannya setara dengan perisai tingkat tinggi, bisa menahan serangan Pembentuk Inti Tingkat 3 ke bawah tanpa robek sedikit pun.

[Dikurangi: 22 Poin]

[Sisa Poin: 5 Poin]

Seketika itu juga, cahaya putih menyala di tangan Zhou Ming, lalu dua belati ramping berwarna hitam pekat dan satu set baju pelindung berwarna biru muda yang indah muncul di tangannya.

Zhou Ming menyerahkan kedua barang itu ke tangan Yue’er.

“Ini untukmu. Belati Kembar Bayangan Gelap untuk senjata serangan, dan ini Zirah Pelindung Awan Naga untuk melindungi tubuhmu. Pakailah selalu, jangan pernah lepas. Dengan ini, tidak ada orang tingkat rendah yang bisa melukaimu lagi,” kata Zhou Ming lembut.

Mata Yue’er membelalak kaget dan kagum. Ia memegang belati itu—ringan, seimbang, pas sekali di genggaman tangannya, rasanya seolah dibuat khusus untuk dirinya saja. Ia memegang baju pelindung itu—halus, lembut, indah sekali, tidak terasa berat sama sekali.

“Wah… indah sekali… Terima kasih Kak Zhou Ming! Ini barang yang sangat bagus sekali kan? Terima kasih banyak!” seru Yue’er gembira, lalu dengan cepat mengganti pakaiannya dengan zirah pelindung itu.

Begitu dipakai, zirah itu langsung menyesuaikan ukuran tubuh kecil Yue’er, pas dan indah sekali, membuat Yue’er terlihat lebih gagah tapi tetap manis. Ia menyelipkan kedua belati itu di pinggang dan di lengan bajunya, tersembunyi rapi namun mudah diambil kapan saja.

Sekarang, Yue’er sudah benar-benar lengkap: Teknik tingkat tinggi, tubuh dasar sempurna, senjata tajam, dan pelindung kokoh. Ia sudah bukan lagi gadis kecil yang lemah dan hanya bisa berlindung, melainkan seorang pembunuh bayangan kecil yang tangguh dan berbahaya.

Mereka berdua segera membersihkan jejak pertempuran dengan rapi, menghancurkan semua tanda, lalu membawa semua barang milik musuh masuk ke dalam cincin ruang. Mereka kembali masuk ke dalam gua dengan tenang, seolah tidak ada apa pun yang terjadi.

Namun jejak hilangnya tujuh orang itu tidak bisa disembunyikan selamanya.

Tiga hari kemudian, kabar itu akhirnya sampai ke telinga Tetua Gu di Sekte Pedang Langit.

Seorang tetua pencari lainnya datang tergesa-gesa masuk ke aula utama, wajahnya pucat dan ketakutan, berlutut di depan Tetua Gu yang sedang duduk dengan wajah muram dan marah.

“Lapor… Lapor Tetua Gu… Ada berita buruk!” teriaknya gemetar.

Tetua Gu mengangkat kepalanya dengan mata tajam dan dingin.

“Apa lagi? Apakah kalian sudah menemukan jejak orang itu?!”

“B-bukan, Tetua… Kelompok pencari yang dipimpin Tetua Muda Zhang, tujuh orang semuanya… mereka hilang tanpa jejak! Sudah tiga hari tidak ada kabar, dan baru saja kami menemukan lokasi terakhir mereka di hutan dekat wilayah dalam… Di sana ada jejak pertempuran, tapi tidak ada mayat, tidak ada darah, tidak ada barang apa pun… Semuanya hilang lenyap begitu saja!”

DUM!!!

Tetua Gu menggebrak meja dengan kekuatan besar, wajahnya memerah padam, urat-urat di lehernya menonjol jelas, matanya menyala penuh api dendam yang meledak-ledak.

“Hilang?! Tujuh orang kuat tingkat Pengumpul Energi semuanya hilang begitu saja?! Tanpa ada kabar apa pun?!!”

Suara Tetua Gu bergema keras di seluruh aula, membuat semua orang yang ada di sana gemetar ketakutan.

“Orang itu… orang itu benar-benar berani! Dia tidak hanya bersembunyi, dia bahkan berani menyerang dan menghabisi orang-orangku satu per satu! Dia berani bermain-main denganku!!”

Tetua Gu berdiri tegak, aura pembunuhannya meledak keluar sampai menggetarkan seluruh bangunan sekte. Rasa sakit karena kehilangan anaknya belum hilang, sekarang ditambah rasa marah karena orang bawahannya terus-menerus hilang dan mati di tangan orang yang sama.

“CARI!! KIRIM KELOMPOK YANG LEBIH KUAT!! Kali ini kirim DUA TETUA TINGKAT PEMBENTUK INTI BERSAMA PASUKAN ELIT! Kelilingi seluruh wilayah hutan itu, periksa setiap inci tanah, setiap gua, setiap celah batu! Aku mau menangkap orang itu hidup-hidup! Aku akan membuatnya menderita rasa sakit yang jauh lebih buruk daripada kematian, sebagai pembayaran atas setiap nyawa orang Sekte Pedang Langit yang dia ambil!!”

“SIAP!!!” seluruh orang di aula menjawab serempak dengan suara gemetar.

Kemarahan Tetua Gu kini sudah mencapai puncaknya. Ia sudah tidak peduli lagi dengan biaya, dengan risiko, atau dengan bahaya. Ia sudah bertekad mati atau hidup, Zhou Ming harus dibawa ke hadapannya untuk dihukum dengan cara yang paling kejam.

Badai yang jauh lebih besar, jauh lebih berbahaya, dan jauh lebih dahsyat kini sedang bergerak perlahan menuju lokasi Zhou Ming dan Yue’er. Pertarungan selanjutnya tidak akan lagi melawan kelompok kecil, melawan kekuatan inti penuh dari Sekte Pedang Langit!

Namun di dalam gua yang aman itu, Zhou Ming yang sudah memiliki kekuatan setara tetua tingkat tinggi, senjata lengkap, dan Yue’er yang sudah menjadi kuat, sama sekali tidak merasa takut sedikit pun. Sebaliknya, mendengar gerakan besar dari luar sana, senyum dingin dan penuh tantangan perlahan muncul di bibirnya.

“Datanglah saja… Semakin banyak kalian datang, semakin banyak poin yang aku dapatkan, dan semakin cepat aku menjadi cukup kuat untuk menghancurkan kalian semua sampai ke akar-akarnya!”

1
verto
10 poin lagi dari mana? kan hargnya 20
Bang Jun: Aduh maaf kak,kesalahan dan kelalaian autor.maklum baru belajar nulis🙏,sebagai ganti nya,ke depan autor akan perbaiki lebih baik lagi.juga mohon dukungan dari para sahabat ya,kita usahakan tembus 300 episode kalau ramai tidak nutup kemungkinan 500 sampai 800 episode💪.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!