NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Sandra terpaksa menikah dengan calon suami kakaknya saat sang kakak memilih kabur bersama pria yang katanya lebih mapan di banding kekasihnya di hari pernikahannya.

Dapatkan Sandra menjalani pernikahannya dengan baik? Apakah pernikahan itu akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Sandra terus saja resah, ia tidak bisa berada di atas ranjang terlalu lama, mungkin tubuhnya bisa menunggu tapi biaya kuliahnya tidak bisa.

Ia berfikir harus segera melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat dan ia harus mengulang satu semester lagi.

"Nona, bibi harus ke kamar mandi dulu. Nona jangan ke mana-mana ya!" ucap bibi Jum menjadi kesempatan emas bagi Sandra,

Bibi Jum memang tidak berani meninggalkan Sandra selepas Gara pergi.

"Memang aku mau kemana bi, dengan slang ini!" ucapnya sambil menunjukkan slang yang terhubung dengan tangannya.

Akhrinya bibi sedikit tenang meninggalkan Sandra, ia tidak berani meminta pelayan lain untuk menantikannya tanpa seijin dari pemilik kamar karena Gara tidak suka jika sembarangan orang masuk ke dalam kamarnya.

Ini kesempatan bagus ...., Sandra sudah menunggu kesempatan ini seharian.

Ia pun dengan sigap mengambil kantong infus dari tiang nya dan bersiap untuk turun. Ia sudah biasa bekerja jika hanya pusing biasa seperti ini.

"Jangan manja Sandra, hidup tidak seindah yang kamu bayangkan!" gumam Sandra menyemangati dirinya sendiri.

Perlahan Sandra turun dari tempat tidur dan menjejakkan kakinya di lantai, tapi rasa pusing itu seakan kembali hadir bersamaan ia melangkah perlahan.

Baru beberapa langkah dengan tangan yang masih berpegangan ke ranjang, kepalanya semakin terasa pusing,

"Nggak, nggak, nggak! Ini pasti cuma gara-gara aku terlalu banyak tidur!" Sandra mencoba untuk mengabaikannya. Ia benar-benar tidak bisa berdiam terlalu lama apalagi jatuh tempo pembayaran ujian semester hanya tinggal menghitung hari.

Sandra memejamkan matanya, mencoba menetralkan tubuhnya siapa tahu itu hanya karena syok terlalu lama istirahat.

Setelah cukup lama diam dan merasa kakinya sudah kuat untuk melangkah, Sandra pun perlahan melangkahkan kakinya menjauhi tempat tidur.

Tapi ternyata rasa pusing itu semakin menyerang, ia tidak percaya dehidrasinya akan separah ini. Ia mencoba mencoba untuk tetap bertahan hingga tepat berjalan hingga beberapa langkah menjauh dari tepat tidur rasa pusing itu semakin menjadi.

Srekkkk

Sebuah tangan tiba-tiba menangkap tubuhnya yang hampir saja limbung membuat Sandra membuka matanya perlahan.

Tuan Gara, tepat di depannya wajah tampan pria yang selalu membuatnya kesal dengan tangan yang menggema erat pinggangnya.

"Puas melihatku?"

Pertanyaan itu segera berhasil membuat Sandra mengalihkan tatapannya.

"Lagian di mana sih pelayan? Bisa-bisanya membiarkanmu keluyuran sendiri, menyusahkan saja!" umpat Gara sembari membaw atubhh Sandra kembali ke tempat tidur.

Tepat saat Sandra sudah kembali ke tempat tidur, bibi Jum kembali.

"Maafkan keteledoran saya tuan!" ucap bibi Jum menyesal karena telah meninggalkan Sandra sendiri.

"Jangan salahkan bibi, sebenarnya bibi Jum sudah memperingatkan Sandra. Hanya saja Sandra tidak mendengarkannya!" ucap Sandra khawatir jika Gara memarahi bibi Jum.

"Memang semua ini salah kamu!" ucap Gara kemudian berlalu begitu saja, ia pergi ke kamar mandi tapi baru sampai di depan pintu Gara kembali berhenti,

"Siapkan pakaianku, setelah itu boleh keluar dari kamar ini!" ucapnya.

"Saya?" tanya Sandra sambil menunjuk ke arah dirinya, seharusnya ini jadi kesempatan bagus jika pria itu memintanya keluar.

"Jangan harap!" ucap Gara sambil menatap tajam pada sadra kemudian beralih pada bibi Jum.

"Baik tuan!"

Akhrinya Gara pun melanjutkan langkahnya ke kamar mandi bersamaan dengan helaan nafas panjang dari Sandra.

Trus aku harus bagaimana? Aku tidak punya kenalan yang bisa aku pinjamin uang, selain ...., batin Sandra terhenti sambil menggelengkan kepalanya.

"Nggak, nggak nggak!"

Hal itu membuat bibi Jum menoleh padanya,

"Apa ada masalah nona?"

"Ahh enggak! Bibi cepetan ambilkan baju untuk tuan Gara aja, trus keluar! Takutnya jika tuan gara marah lagi!"

"Baik, nona!"

Bibi Jum pun akhirnya pergi ke ruang ganti untkn mencarikan baju untuk Gara.

"Masak aku harus pinjang Arya sih, pasti di kasih tahu kan_!"

Hehhhhh ....

Sekali lagi Sandra mengela nafas panjangnya.

"Ya Allah, ini nggak ada pilihan lain!" akhrinya Sandra pun meraih ponselnya dan menghubungi pria yang sudah hampir satu tahun menjalin hubungan dengannya itu,

"San, aku khawatir sama kamu. Tadi aku cari kamu di kampus tapi kamu juga nggak ada, ponsel kamu mati terus, ada apa sih?" terdengar suara di seberang sana begitu khawatir.

"Maaf Ya, aku nggak bisa cerita semuanya! Boleh nggak Ya aku minta bantuan?"

"Apa? Kalau aku bisa pasti aku bantu, katakan!"

"Sebenarnya aku masih kurang lima ratus ribu buat bayar semester ini, kamu punya uang nggak Ya? Janji entar aku ganti deh!"

"Ohhh aku pikir kenapa, jangan khawatir, besok kita ketemu di kampus ya!"

"Makasih banyak ya Ya! Aku ngajak tahu harus minta bantuan siapa lagi!"

"Jangan khawatir!"

"Sudah dulu ya,!" Sandra dengan cepat menutup sambungan telponnya saat bibi Jum sudah kembali keluar dari ruang ganti.

"Sudah bi?" tanya Sandra untuk menutupi rasa kikuknya.

"Ini non!"

"Ya udah bibi keluar saja!"

"Baik non, selamat istirahat!"

Bibi Jum akhirnya keluar dari kamar itu, baru bebagoa detik pintu kamar mandi terbuka.

Pemandangan yang selalu sayang untuk di lewatkan tapi takut untuk di pandang terus menerus. Gara keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya.

Pria itu berjalan perlahan ke arah tempat tidur membuat Sandra memalingkan wajahnya bersamaan dengan handuk yang melayang begitu saja di depannya.

Tapi segera tersadar saya Gara melepas handuknya begitu saja di depan Sandra,

"Mau ngapain?" teriak Sandra yang tidak berani menoleh pada Gara.

Gara memicingkan senyumnya, "Memang kamu pikir saya mau apa?"

Memang dia mau apa? Sandra tidak bisa menjawabnya hingga cukup lama mereka saling diam.

Hingga membuat Sandra penasaran, Sandra pun perlahan membuka matanya dan menoleh ke arah pria itu yang ternyata sudah duduk santai di atas sofa sambil memeriksa layar datarnya.

Hehhhh, aku pikir ..., batin Sandra lega.

Dia benar-benar gila kerja, batinnya lagi yang dengan sengaja mulai suka mengamati pria itu.

"Kenapa menatapku seperti itu?" pertanyaan itu lagi-lagi menyadarkan Sandra jika dia sudah terlalu lama memperhatikan pria itu.

"Enggak, aku hanya, hanya tidak sengaja saja!" ucap Sandra bingung.

Tapi sepertinya Gara tidak terpengaruh, ia pun kembali sibuk dengan pekerjaannya.

"Tuan!" panggil Sandra.

"Hmmm!"

"Terimakasih ya!"

Kali ini berhasil membuat Gara menegakkan kepalanya menatap ke arah Sandra tapi tidak mengeluarkan sepatah katapun membuat Sandra melanjutkan kembali ucapannya.

"Terimakasih karena tuan Gara sudah merawat saya semalaman!"

"Jangan Ge eR, saya cuma tidak mau saja kalau kamu mati di kamarku!" ucap Gara dan kembali sibuk dengan pekerjaannya.

Ihhh sebel, timbang bilang iya aja susah banget ...., batin Sandra kesal.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

1
Dewi Sari
mister bukan master y
Marhaban ya Nur17
drama banget se Sandra wkwkkw ah authornya kebanyakan nonton sinetron
Marhaban ya Nur17
gw emessyyy ama gara 😄 ngapa diem bae woooyyu
Marhaban ya Nur17
taruhannya jabatan y pak gara yg kaya eyang
Marhaban ya Nur17
yes oroknya jd wkwkwk
Marhaban ya Nur17
pasti salah paam wkwwk
Marhaban ya Nur17
abimanyu g jujur tuh 😄 aril adeknya n mantan e gara
Marhaban ya Nur17
nyaplok
Marhaban ya Nur17
ibu nya Sandra kah
Marhaban ya Nur17
typo nya banyak kali
Marhaban ya Nur17
negatif golongan darahnya
Marhaban ya Nur17
ea se naya emang naksir sama abimanyu wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kocak San wkwkkwk boleh jg se buat arya terjun
Marhaban ya Nur17
2x klo gtu 😁
Marhaban ya Nur17
kocak y Sandra wkwk
Marhaban ya Nur17
lama" jg nemfel
Marhaban ya Nur17
gara liat arya selingkuh kali atau ngomong yg tidak" wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
kasihan se emang sama gara soal e dri kecil emang udh di tuntut jd perfec
Marhaban ya Nur17
gara udh mulai naksir tp msh oon 😁
Marhaban ya Nur17
gw kira gara bakal kejebak jg wkkwkw pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!