NovelToon NovelToon
Terjerat Pernikahan Rahasia With Doctor

Terjerat Pernikahan Rahasia With Doctor

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: wndanaomi

Jatuh cinta memanglah hal yang membahagiakan. Tapi, jika jatuh cinta tanpa dicintai, apakah masih dikatakan hal yang membahagiakan?

Itulah yang dirasakan oleh seorang wanita yang bernama Mita Yuriko. Jatuh cinta kepada seorang dokter bedah nan tampan yang banyak disukai oleh wanita cantik, merupakan tantangan bagi dirinya.

Ia terus menunjukan rasa sukanya kepada pria itu, namun pria tersebut tak pernah menanggapinya. Sampai pada akhirnya sebuah insiden yang seharusnya tak terjadi kepada mereka berdua, membuat keduanya menjadi terikat. Dan membuat mereka menyandang sebagai suami istri yang dirahasiakan dari orang-orang sekitar.

Apakah Mita masih memperjuangkan rasa cintanya itu? Apakah ia memilih menyerah saat mengetahui jika pria itu masih belum menyukainya?


——————

Info dulu. Cerita ini kelanjutan dari 'Perjuangan Cinta Si Gadis Desa' jadi, jika kalian penasaran awalan cerita mereka bisa baca dulu karya Author yang itu✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wndanaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 0029. Menerima

🍄🍄🍄

-

-

Lima belas menit ketika keduanya menghabiskan untuk mengobrol. Barulah keduanya masuk kedalam dan kembali duduk diantara tiga orang yang masih setia menunggu mereka.

Ketika mereka kembali, Mita hanya melihat jika ayah dari Fadli dan Filda adik pria itu yang mengobrol. Sedangkan Miko hanya diam dan setia duduk dikursi rodanya. Mita berangapan jika Miko masih cangungg dengan kedua orang itu.

Kini Mita dan Fadli kembali duduk ditempat mereka tadi.

“Bagaimana dengan keputusan nak Mita?” tanya Farhan, ketika satu menit keheningan terjadi. “Bukankah kalian berdua tadi tengah berbicara empat mata, membahas tentang pernikahan kalian?”

Mita tak langsung menjawab, wanita itu beralih menatap adiknya yang berada disampingnya yang juga tengah menatapnya dengan sorot mata menanti jawabannya. Lalu wanita itu beralih menatap Fadli yang berada didepannya.

Wanita itu sejenak menghembuskan nafasnya.

“Baiklah, saya menerima lamaran dokter Fadli.”

Jawaban itu langsung membuat Farhan beserta putrinya tersenyum senang, sedangkan Fadli tersenyum tipis masih menatap kedua mata Mita.

Bagaimana dengan Miko? Lelaki remaja itu hanya memasang wajah datarnya saja. Seolah masih belum menerima keputusan kakaknya itu.

“Keputusan yang baik nak–” ucapan Farhan terjeda saat melihat Miko yang tiba-tiba meninggalkan ruang tamu itu. Membuat keempatnya menatap bingung pria itu.

Farhan lantas tersenyum, “Sepertinya nak Miko masih belum menerima keputusan nak Mita. Sebaiknya nak Mita menjelaskan pelan-pelan kepada nak Miko.” Ucap Farhan.

Mita mengangguk. “Baik om,”

“Yasudah, sebaiknya saya dan kedua anak saya pamit pulang sekarang. Sebab hari sudah sangat malam. Kami akan datang lagi kesini, dengan lamaran yang sesungguhnya. Sebab kami datang kesini pun masih dengan tangan kosong.” Jelas Farhan dengan ramah.

“Tidak apa-apa om. Tidak perlu repot-repot membawa buah tangan, saya tak keberatan dengan itu,” ucap Mita.

Farhan kembali tersenyum. “Tapi saya yang keberatan nak Mita,” ucapnya.

“Benar apa kata papa saya. Kami akan datang kesini dengan lamaran yang sesungguhnya. Karena saya tak main-main dengan pernikahan kita!” timpal Fadli dengan tegas.

Hal itu entah mengapa membuat wajah Mita seketika memanas. Mendengar kata 'Pernikahan kita' saja sudah membuatnya jantungan. Apalagi kalau sudah akad nikah nanti. Mita benar-benar tak bisa membayangkannya.

“Yasudah kalau begitu. Kami pamit pulang dulu dokter Mita,” ucap Fadli yang berdiri dari duduknya dan diikuti papanya dan adiknya.

“Mari saya antar,” ujar Mita yang mengikuti langkah mereka menuju keluar rumah.

Saat diteras rumah, Fadli menghentikan langkahnya dan kembali menghadap kearah Mita. Sedangkan Farhan dan juga putrinya berjalan lebih dulu meninggalkan Fadli, menuju mobilnya.

“Jika anda butuh bantuan untuk menjelaskan masalah ini kepada adik anda. Saya selalu siap membantu anda dokter Mita. Jadi anda tak perlu sungkan kepada saya,” ucap Fadli dengan jujur.

Mita menatap pria itu dengan diam, lantas tersenyum sejenak. “Tak apa-apa dokter Fadli, saya bisa melakukannya sendiri.”

Fadli menghela nafas sejenak. “Baiklah jika itu kemauan dokter Mita, maka saya hanya bisa memahami keputusan anda saja. Kalau begitu saya pamit pulang dokter Mita, selamat malam!”

Mita mengangguk. “Selamat malam dokter Fadli. Dan hati-hati dijalan.”

“Baik.”

Fadli lantas beranjak dari sana dan menuju mobilnya. Kemudian lelaki itu menjalankan mobilnya dan meninggalkan area rumah itu.

Dua menit Mita menatap mobil itu yang menjauh. Kemudian Mita segera masuk kedalam dan mengunci pintunya kembali.

°°°°°

Mita berjalan mendekati kamar adiknya. Sambil membawa nampan berisi susu putih disana. Matanya tak sengaja melihat asisten rumahnya baru keluar dari kamar adiknya.

“Bi Siti,” panggil Mita.

Wanita paruh baya itu menoleh, dan menghampiri Mita.

“Ya non Mita?”

“Mino udah minum obat?” tanya Mita.

Siti menoleh kearah tangannya yang membawa nampan, lalu mengelengkan kepala. “Den Miko gak mau minum obat non... kayaknya penyakitnya kambuh lagi deh non,”

Yang dimaksud penyakit adalah, penyakit ngambek. Kadang jika Miko sedang bad mood atau lagi ngambek, pria remaja itu susah untuk disuruh minum obat. Dan akhirnya Mita lah yang turun tangan.

Mita menghela nafas panjang seketika. “Yasudah bi, biar saya saja yang suruh dia minum obat,” lantas Mita mengambil obat itu yang berada dinampan asisten rumahnya. “Bibi istirahat aja ya? Soalnya udah tengah malem ini. Bibi juga sudah cape kelihatannya.”

“Iya non, makasih ya non. Kalau begitu bibi masuk kedalam dulu.”

“Iya bi,”

Setelahnya wanita paruh baya itu meninggalkan Mita. Dan kini wanita itu masuk kedalam kamar adiknya tanpa mengetuk pintu.

“Kan aku sudah bilang bi... aku gak mau minum obat.... besok ajalah minumnya...” ucap Miko yang tak tahu jika yang masuk kekamarnya adalah kakaknya. Sebab pria remaja itu sedang diposisi memungunggi Mita yang duduk dimeja belajarnya, sambil bermain game di komputernya.

Mita mendekati adiknya, kemudian melepas colokan komputer itu tanpa sepengetahuan Miko. Alhasil komputer itu mati dan membuat pria remaja itu berdecak kesal.

“Bi Siti! Kok bisa-bisanya sih main matiin komputerku!” teriak Miko, kemudian menoleh kebelakang.

“Apa? Masih mau ngomel?” tanya Mita menantang. Kemudian meletakkan nampan itu dimeja belajar Miko. “Cepet minum obatnya.”

“Gak!” ketus Miko, memalingkan wajahnya.

Mita menghela nafas melihat tingkah kekanakan adiknya. “Mino... minum obatnya ya... nanti kakak kasih uang jajan tambahan deh...” bujuk Mita.

Miko diam tak menjawab. Mita pun dibuat menghela nafas kembali.

Wanita itu lantas memegang kedua tangan adiknya dan menatap lembut keluarga satu-satunya itu. “Kakak tau kalau kamu lagi ngambek. Tapi kalau ngambek jangan gini ya? Kamu juga harus minum obat yang rutin...” ucap Mita dengan memelas.

Dan ya, adiknya itu langsung luluh dan meminum obat itu, kemudian menghabiskan susu buatan Mita dengan sangat cepat. Pria itu selalu tak tegaan jika melihat wajah memelas kakaknya.

“Udah.” Ketus Miko, masih tak mau menatap Mita.

Mita tersenyum melihatnya. “Adik kakak emang baik banget....” kemudian mengelus rambut Miko dengan sayang.

“Udah ah kak! Sekarang kakak pergi dari sini. Aku mau tidur!” ketus Miko sambil menepis tangan Mita.

Namun Mita tak marah dengan sikap labil adiknya. Ia sudah terbiasa dengan Miko yang sedang marah dengannya.

“Kakak akan jelaskan semua masalah kakak dan kejadian tadi, ke kamu... biar kamu gak marah lagi...” ucap Mita kembali mengelus rambut adiknya.

“Kenapa harus dijelasin? Aku gak pernah minta dijelasin kok!” sungut Miko.

“Uluh.. uluh... beneran nih? Yaudah kakak balik kekamar deh...” Mita kemudian beranjak dari tempatnya dan bersiap untuk keluar dari kamar itu.

Namun suara adiknya menghentikan langkahnya.

“Kakak ini gak peka banget sih!” sungut Miko lagi.

Mita tersenyum melihat adiknya. “Tadi bilangnya gak mau....”

Miko tak menjawab dan hanya melipat kedua tangannya didada. Sambil memajukan bibirnya.

“Yasudah... kakak jelasin semuanya kekamu dengan pelan-pelan...” kemudian Mita duduk dikasur Miko yang menghadapkan dirinya pada lelaki remaja itu.

Selanjutnya Mita menjelaskan tentang masalahnya, mulai dari kejadian saat Firo mabuk dan membuatnya terjebak pada masalah utamanya. Kemudian menceritakan dirinya yang berdebat dengan Fadli atas kehamilanya dan berunjuk pada lelaki itu yang melamarnya malam tadi.

Semua ia ceritakan secara jelas, tanpa menutupi akar masalah dan tak melewatkan masalah yang menimpanya. Sebab ia tak ingin ada rahasia dengan adiknya sendiri.

Tentu Miko sampai tercengang dan syok mendengarnya. Apalagi saat mengetahui jika kakaknya sedang hamil.

“Bajingan!” teriak Miko saat cerita itu telah usai.

“Jangan nyalahin dokter Fadli ya... semua ini murni hanya sebuah kecelakaan.” Tutur Mita.

Miko mendengus, mendengus secara kasar. “Tapi aku sudah terlanjur jengkel sama dia kak...”

“Hus, jangan gitu. Jangan panggil orang yang lebih tua dari kamu kayak gitu. Panggil dia kak Fadli.”

“Huh!” Miko hanya mendengus saja sambil memalingkan wajahnya.

“Jadi... disana udah ada isinya kak?” tanya Miko sambil melirik perut datar, milik kakaknya.

Mita pun ikut melirik perutnya, lantas tersenyum menatap adiknya. “Iya... bentar lagi... kamu bakalan punya keponakan. Itu artinya kamu bakalan jadi om muda,”

“Hih gak mau kak!”

“Kamu gak mau punya keponakan? Tega banget kamu Mino...” ucap Mita kaget, menatap sedih adiknya.

Miko berdecak. “Bukan itu...! Aku gak mau kalau disebut om-om! Gak keren banget! Aku maunya dipanggil kakak! Baru estetikk....” jelas Miko dengan semangat mengebu.

Hal itu membuat Mita menggeleng sambil menatap heran adiknya.

-

-

🍄🍄🍄

1
Atmita Gajiwi
/Joyful//Rose//Rose//Rose/
Ririn Nursisminingsih
iyaa a kok ndak srek sama sikap mita yaa..kan udah nikah harusnya sadar dong
Aniza
napa cepat bnget tammat ny??padahal lagi seru² ny thooor,extra part dong
wndanaomi: Ceritanya udah mentok kak😂
total 1 replies
Aniza
cie simino dah mui ada rasa nih
untung aja lo selamat dri rayuan si dikta bejat filda
Alanna Th
tq y, othor. nemenin aq yg lg galau. smoga karya"mu selalu ddukai para pembaca. 😘😍💖👍🙏🙏👋👋👋
wndanaomi: Amin😘 terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Alanna Th
untung bkn filda yg msk jbkn playboy dikta 👍😘😍💖🤣
Alanna Th
tumben gk saling adu mlt?
Aziza
Baik Author...Aku setia dg novel2mu
yg lain juga dilanjut donk 😆😆😆
semangat author 💪💪💪
Alanna Th
hadeuh, pisah brp thn tuh?
Alanna Th
waaah, miko cln papa siaga nie 👍😘😍💖🤣🤣
Alanna Th
mo ngerayu mita agar mmbujuk dava spy mo segera dnikahkn? 😱😂😂🤣🤣
Alanna Th
bukan jodoh, dava. readers pasti jg gk stuju kl mita punya ibu mertua sombong, angkuh tak tahu malu spt itu 😱😵😫😖😜👎
wndanaomi: Waduh haha🤭
total 1 replies
Alanna Th
ihk, dava kq nyulik istri org itu! bersihkn dulu mulut closet ibumu, baru nyunting gds trhormat. ayo fadli jngn lepasin mutiaramu 😱😵😫😖😜👎
Alanna Th
msh gengsi y, blm mau saling mngaku pdhl udeh saling mnyayangi
Alanna Th
mita shrsnya mulai mmbatasi diri dg dava; utk mnjaga prasaan dava maupun fadli, toh mita tdk cinta sama dava + tdk drestui ma" dava yg rempong
Alanna Th
deuh kl aq mndpt prlakuan manis spt fadli, mleleh hatiq 😍💖😂🤣👍
Alanna Th
puzing lho kl terus brsandiwara. lagian dava akan lbh trsakiti krn dbohongi 🤔☺️😘
Alanna Th
pantas fadli selalu ramah n baik sm org lain, klgny sngt baik 👍😘😍💖😂🤣
Alanna Th
kuhrp mita tdk ragu utk mngakui fadli sbg swaminya 🤔🙏
Alanna Th
dafa, cinta brtepuk sblh tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!