Dari tidak terbiasa sampai akhirnya menjadi sangat terbiasa..
Oh ya ampun aku terpesona dengan ketampanan nya dan akhirnya aku bisa mendapatkan nya. Tetapi, kenapa dia memutuskan hubungan secara sepihak begini. Tidak bisa di biarkan!aku akan membuatnya menyesal!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Risky tak menghiraukan ucapan kekesalan Risa itu pada nya. Dia sibuk mencari sesuatu yang entah apa itu.
"Kamu dengerin aku ngomong gak sih ky" ucap Risa yang semakin kesal dan kemudian duduk di kasur Risky.
"Aku denger kok, sini deh biar ku kering kan rambut nya" ucap Risky yang kini memegang tangan Risa dan menyuruh nya untuk duduk di lantai.
Risa pun semula bereaksi diam dan bingung harus bagaimana menanggapi nya kini ia mulai merasa sikap Risky kembali berubah menjadi baik.
"Engga usah deh, sini biar aku aja" tolak Risa.
"Engga, sini biar aku aja yang keringkan rambut nya" ucap Risky memaksa dan tak membiarkan Risa mengambil pengering rambut yang berada di tangan Risky.
"Aku aja ky" tolak Risa.
"Aku aja sa" ucap Risky memaksa.
"Aku gak mau ky, kamu kenapa sih ngeselin banget" ucap Risa yang merasa begitu kesal hingga membuat Risky terdiam.
"Ya udah terserah kamu!" ucap Risky yang kini melempar begitu saja pengering rambut itu ke atas kasur nya dan kemudian berjalan dengan cepat keluar dari kamar.
"Ky.." ucap Risa menahan namun dengan segera di tepis oleh Risky dan dia pun langsung menutup pintu kamar nya dengan begitu keras dan kembali mengunci Risa.
"Mau nya apa sih! aku bingung" ucap Risa yang sudah merasa tidak tahan lagi. Dari tadi dia sudah berusaha untuk menahan nya namun entah kenapa terasa begitu sulit, air mata nya sekarang benar-benar kembali terjatuh.
Dengan bersandar tepat di belakang pintu, Risa pun menangis dan menutupi wajah nya.
Baru beberapa menit dari Risky yang baru saja tadi pergi, kini dia membuka nya pintu nya kembali. Hingga membuat Risa segera menghapus air mata nya..
"Untuk apa lagi datang" ucap Risa yang sudah tidak ingin lagi menatap Risky yang mendekat pada nya.
"Belajar di sini di kamar ku saja, aku sudah tuliskan sekaligus semua rumus-rumus dengan contoh-contoh soal nya" ucap Risky memberikan tas Risa dan juga alat tulis milik Risa yang tertinggal di belakang rumah Risky tadi nya.
"Untuk apa kamu mengurung ku di kamar mu ini, sedangkan Rizal juga sudah pergi?" tanya Risa yang membuat Risky terdiam, namun kemudian melangkah semakin dekat pada nya.
"Karena mama mu meminta tolong pada ku untuk menjaga mu, lagi pula mama ku masih menyukai mu. Aku tidak pernah mengatakan pada mereka kalau kita telah selesai" ucap Risky yang setelah mengucap kan itu dia langsung berbalik pergi dan menutup pintu nya dengan begitu kuat lagi.
"Aku semakin gak ngerti mau mu apa sebenar nya" ucap Risa menahan air mata nya dan kemudian segera membawa tas dan alat tulis nya di atas kasur milik Risky.
"Aku sunggu tidak mengerti maksud nya apa? sebelum nya memperlakukan ku dengan begitu baik tapi, setelah tahu aku akan pergi dengan Rizal dia melarang ku dan sekarang dia mengunci ku di sini" pikir Risa yang kini membiarkan diri nya berbaring di atas kasur milik Risky ini.
"Kamar ini menyebalkan, sama seperti pemilik nya" ucap Risa setelah memperhatikan langit-langit dan setiap sudut di kamar Risky ini.
"Apa yang membuat sikap Risky menjadi menyebalkan begitu? dia mengunci ku di kamar nya begini, lalu bersikap baik lagi dan setelah itu berubah lagi" pikir Risa yang entah mau di pikir hingga berapa kali pun oleh nya Risa tetap tidak mendapatkan jawaban nya.
"Cowok aneh!" ucap Risa sembari mengeluarkan semua alat-alat tulis nya dan buku-buku yang semula di susun rapi oleh Risky kini mulai berantakan.
"Kenapa dia tidak membiarkan aku mati tenggelam saja tadi di kolam renang, untuk apa memeluk ku? kenapa malah terlihat dengan sangat jelas sekali kalau sebenar nya dia sangat mengkhawatirkan ku" pertanyaan ini terus saja muncul ketika Risa memejamkan mata nya. Dia bahkan tidak bisa fokus untuk belajar.
"Risky yang menyebal kan! nyebelin banget sih" kesal Risa sembari mencoret-coret buku kosong milik nya.
"Sudah lah ayo fokus Risa! dia mengunci mu di kamar nya kan sekarang jadi anggap saja ini kamar juga kamar mu. Dia tidak suka hal yang kotor kan dan dia orang yang sangat rapi! lihat saja aku akan lihat seberapa rapi orang yang menyebalkan seperti dia itu" ucap Risa sembari mencari spidol permanen yang sudah di hambur nya hingga sangat berantakan di atas kasur Risky ini.
Risa yang tidak ingin mengotori buku nya untuk di jadikan nya menghitung dan juga ponsel nya di bawa oleh Riki. Jadi, Risa mengambil spidol permanen yang berhamburan di atas kasur itu, kemudian dia mulai menghitung dan mencoret-coret selimut yang dia tempati saat ini.
"Yah, tinta nya pada berhamburan, kena deh buku ku" ucap Risa sembari menyingkirkan buku nya menjauh dari tinta spidol yang tumpah hingga mengenai kasur dan lantai.
"Bodo ah! anggap aja aku lagi mengotori kamar dia" ucap ku santai sembari melanjutkan belajar nya.
( cinta dan benar2 cinta )
berarti kamu benci (bener2 cinta ) sama aku tp tulus ga kira2 ?
lanjut yaa semangat