NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Ukhti

Assalamualaikum Ukhti

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:101.4k
Nilai: 5
Nama Author: Erni sari

Wajah gadis yang menabraknya di halaman mesjid, selalu terpampang jelas dibenaknya.
Akhirnya mereka bertemu kembali di tempat yang berbeda, bahkan akan sering bertemu karena ternyata Icha bekerja di toko buku yang sama dengan Fahry.
Seiring berjalannya waktu, mereka menaruh perasaan di hati masing-masing.
Hingga pada suatu hari, Fahry berniat melamar Icha untuk jadikan istrinya.
Namun, Icha kembali berselisih paham dengan keluarganya, karena tidak merestui hubungan mereka, sebab Fahry tidak sesuai kriteria dan derajat mereka.
Fahry berusaha membuktikan kepada keluarga calon istrinya, jika dirinya mampu membahagiakan Icha.
Apakah cinta mereka akan bersatu?

Yuk simak ceritanya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Dunia terasa seakan runtuh, setelah mendengar pernyataan suaminya.

Anggun masih mematung di tempatnya, dengan buliran air yang mengalir tanpa henti di pipi mulusnya.

“Anggun, maafkan aku. Aku sudah berbohong kepadamu,” tutur Dino mencoba meraih tangan istrinya.

Dengan cepat Anggun menepisnya.

Anggun melangkah ke tempat tidur, duduk di tepi kasur. Ia meremas kuat alas kasur yang masih menempel.

Dengan nafas yang masih naik turun, ia bahkan belum mampu mengucap sepatah kata pun.

“Anggun ...” panggil Dino lagi.

Ia berjongkok menatap sang istri.

“Oh. Jadi, ini alasan kenapa kamu jarang pulang?! Bahkan tidak pernah menghubungiku saat berada di luar kota!” masih dengan suara paraunya.

“Jika kamu sudah menikah. Lalu kenapa kamu ingin menikahi ku?” tanya Anggun akan tetapi tidak mau menatap suaminya.

“Dan ini ternyata alasan kenapa kamu harus berbohong dengan orang tuaku! Cih ... ternyata ini rahasia yang kamu sembunyikan selama ini!” pekik Anggun.

“Kenapa kamu mau menikahiku? Hah!” tanya Anggun dengan penuh penekanan.

“Anggun ... dengarkan aku dulu, aku sungguh memang benar ingin menikahimu waktu itu. Tapi, aku sudah bertunangan dengan gadis pilihan orang tuaku. Aku pernah bercerita tentang ini kepadamu, bukan?!”

“Ceraikan dia ...!”

“Siapa? Maksudnya Tiara?”

“Oh jadi, namanya Tiara. Kamu pilih aku atau Tiara?”

“Kamu jangan gila! Aku tidak mungkin memilih di antara kalian berdua!” bentak Dino sambil memegang kuat bahu istrinya.

Anggun juga kadang heran dengan sikap Dino yang kadang lembut dan kadang juga berubah kasar kepadanya.

“Kenapa?!” tanya Anggun tidak mau kalah.

“Kenapa katamu? Jangan banyak bertanya, aku tidak mau mengecewakan orang tuaku, karena Tiara pilihan orang tuaku. Jadi, tidak mungkin aku meninggalkannya. Dan kamu, adalah pilihanku. Kita sudah lama menjalin kasih, kamu tahu itukan?”

“Berarti kamu sudah mencintainya?” tanya Anggun lagi.

Dino melepaskan tangannya dari bahu Anggun membuat Anggun sedikit meringis.

Dino masih diam tidak menjawab.

“Dino ... apa kalian sudah saling mencintai? Jika kamu tidak bisa meninggalkan dia, biar aku yang pergi!”

“Apa kamu bilang? Mau pergi! Jangan mimpi kamu bisa keluar dari rumah ini,” bentak Dino lagi.

“Apa maksudmu? Aku pergi agar tidak ada yang mengganggu hubungan kalian, aku juga tidak ingin di madu apalagi jadi istri kedua!” menatap Dino.

Masih terlihat basah di kelopak mata Anggun.

“Kamu boleh pergi, setelah anak itu lahir!” pungkas Dino.

Ia sengaja berbicara seperti itu agar Anggun mengurungkan niatnya untuk pergi.

“Apa?! Kenapa harus menunggu anak ini lahir? Aku mampu membiayainya tanpa dirimu!”

“Enak saja kamu mau pergi! Serahkan bayi itu kepadaku, setelah itu silakan kamu pergi!”

“Jangan mimpi! Jika kamu ingin bayi, minta saja istrimu melahirkan anakmu.”

Anggun beranjak dari duduknya, ia mengambil koper berniat ingin mengemas pakaiannya.

Namun, kalah cepat dengan Dino. Dino mengambil koper tersebut, lalu membuangnya ke sembarang arah.

“Aku sudah katakan sebelumnya, bukan! Jangan pernah berpikir untuk keluar dari rumah ini!” ujar Dino berkata dengan penuh penekanan.

Setelah mengatakan itu, Dino langsung keluar dari kamar dan menguncinya dari luar.

“Arrgghh ... awas kamu Dino! Aku akan membalas perbuatan mu ini!” pekik Anggun sambil mengacak rambutnya.

🌹🌹🌹

Di kamar, Icha terbangun dan tidak bisa memejamkan matanya. Ia melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam.

“Sulit sekali aku memejam mataku lagi, Apa aku lapar?” gumamnya.

Icha keluar dari kamarnya, perlahan menuruni anak tangga.

Icha melangkah ke dapur, mengambil beberapa buah yang ada di kulkas. Ia meletakkan dipiring dan juga membawa pisau kecil.

Ia ingin kembali ke kamarnya dan ternyata pak Heri juga belum tidur. Ia baru saja keluar dari ruang kerjanya.

Ia melihat punggung Icha yang baru saja menaiki tangga.

“Icha belum tidur?” gumamnya dalam hati.

“Icha ...” panggil Pak Heri sambil melangkah menaiki anak tangga.

“Iya, Pa. Papa belum tidur?” tanya Icha menoleh ke belakang.

“Belum. Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya pak Heri kepada putri bungsunya tersebut.

“Icha mengambil buah. Icha tidak bisa tidur lagi Pa, Karena terbangun tadi.”

Pak Heri melirik piring yang di tangan Icha, memang benar Icha membawa beberapa jenis buah.

“Oh begitu. Kalau begitu kita ke balkon, temani Papa. Papa juga belum bisa tidur,” ajak Pak Heri.

Icha mengangguk. Mereka melangkah bersama menuju balkon.

Icha duduk di samping putrinya, sambil memperhatikan Icha mengupas jeruk.

“Apa Icha sudah mempunyai kekasih?” tanya pak Heri langsung.

Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Papanya, Icha menghentikan aktivitasnya yang saat itu sedang mengupas buah.

“Belum, Pa.” Sambil menggelengkan kepalanya.

“Kenapa? Lihat, Abang saja sudah mempunyai kekasih.”

“Tidak apa-apa Pa, hanya ingin sendiri saja dulu.”

“Oh begitu. Apa Icha tahu, kekasihnya Abang tinggal dimana?”

Icha menggelengkan kepalanya.

“Kenapa Pa? Apa Papa setuju Abang dan kak Indah menikah? Mereka sangat serasi loh, kak Indah juga sangat baik.”

Icha dengan sengaja bertanya seperti itu, karena melihat dari raut wajah Papanya sore tadi tidak menyukai Indah.

Namun, siapa sangka, pertanyaan itu yang di tunggu oleh pak Heri.

Pak Heri tidak langsung menjawab, karena melihat Icha masih sibuk memakan buah yang ia kupas.

“Papa akan merestui hubungan mereka. Jika, Dika mau kembali ke kantor Papa dan kamu juga akan Papa jodohkan dengan Aditya,” ujar Pak Heri tanpa basa basi.

Uhuuk! Uhuuk!

Icha terbatuk-batuk mendengar perkataan Papanya barusan.

“Pelan-pelan sayang, makannya.” Memukul pelan belakang putrinya.

“Pa, Apa Icha tidak salah dengar?”

“Tidak, kamu tidak salah dengar. Jadi, jika kamu ingin Abang mu menikahi kekasihnya dan ingin mendapatkan restu dari Papa. Kamu juga harus menikah dengan pria pilihan Papa!”

“Pria itu sangat baik, bahkan bisa menjamin hidupmu sepenuhnya.”

“Tapi, Pa. Icha belum siap untuk menikah sekarang!”

“Jika kamu belum siap menikah. Itu berarti jangan harap Abangmu akan menikah dengan kekasihnya, Papa akan melakukan berbagai cara agar mereka tidak akan pernah menikah!” ancamnya.

“Astaghfirullah, Pa. Istigfar ...”

“Jangan mengajari Papa istigfar! Intinya, jika kamu setuju menikah dengan Aditya, Papa juga akan merestui hubungan mereka!”

“Pa ... Icha belum ingin menikah!” lirihnya.

“Papa tidak peduli. Usiamu sudah cukup matang untuk menikah! Jika kamu setuju, kita semua selamat. Abangmu selamat mendapatkan restu dariku dan juga menyelamatkan bisnis Papa!”

“Papa sangat berharap, kamu mempertimbangkan ucapan Papa, hanya kamu satu-satunya penyelamat, Papa.”

Setelah kepergian Dika dari kantor tersebut, bisnis pak Heri sedang goyah apa lagi dengan Anggun yang tidak pernah masuk ke kantor semenjak menikah.

Membuat bisnisnya tersebut hampir bangkrut, hingga dirinya membuat kesepakatan dengan Aditya yang ingin membantu bisnisnya, yaitu Aditya ingin menikahi Icha putri bungsunya.

“Icha ...” panggilnya lembut.

“Papa mohon, Icha mau menikah dengan Aditya. Pria itu juga sangat baik, sayang.”

“Tapi, jika kamu tidak mau juga tidak masalah.”

Icha mengernyit heran.

“Itu berarti kamu tidak ingin melihat Abangmu bahagia!”

Setelah mengatakan itu, pak Heri meninggalkan putrinya yang masih duduk mematung di sofa.

Bahkan, buah yang kupas belum setengahnya habis.

Icha menghela nafas berat, ia bersandar di bahu sofa.

“Apa yang harus ku lakukan? Apa ini caraku untuk membalas kebaikan Abang. Ya Allah, berikan hamba petunjuk, jalan mana yang harus hamba ambil Ya Allah,” gumam Icha dalam hati.

Ia meletakkan kembali buah yang ada di tangannya ke dalam wadah, seleranya seketika hilang mendengar penuturan Papanya barusan.

Ia melangkah masuk menuju kamarnya. Karena balkon tersebut terletak di luar kamarnya.

Ia masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, ia segera berwudhu. Dengan mengadu kepada Allah, hatinya yang semula gelisah akan terasa tenang pikirnya.

.

.

.

1
Anonim
M
Syahrial 01
wulan apa adita thor..
Erni Sari: Adita kak, typo itu.
maaf, nnti di revisi.
total 1 replies
TK
☕ Thor
semangat ya 👍
Apa aja boleh
Assalamualaikum ukhti, Keren banget
Hanum Anindya
keren banget!
Novel dewasa islami ini sangat berguna untuk dibaca oleh remaja dan orang dewasa kerena banyak inspirasi yang didalam ceritanya. Sebuah cerita yang patut diacungi jempol. sukses selalu buat kakakku sayang😍
Erni Sari: Makasih banyak sayang, sukses terus juga buat kamu.
novelmu juga tidak kalah kerennya
total 1 replies
Hanum Anindya
Alhamdulillah semoga novel ini berkah ya kak, bisa diterbitkan di penerbit terkenal atau bisa saja diterbitkan oleh noveltoon
Erni Sari: Aamiinn, semoga cerita kita bisa diterbitkan oleh noveltoon ya dek.
total 1 replies
Hanum Anindya
kasihan juga sih melihat sang ayah harus kehilangan putrinya. yupz perceraian memang di perbolehkan tapi juga diharamkan kerena yang jadi korban adalah anak.
Hanum Anindya
Kerena ceritanya, buku yang harus dijadikan inspirasi buat para remaja maupun penulis lainnya, supaya bisa membuat cerita yang benar benar seperti novel Assalamualaikum, Ukhti.

Wajib disandingkan dengan novel novel ternama, semoga saja para penulis bisa mengikuti jejak author Erni Sari. Mantap kak😍
Hanum Anindya
mudah mudahan indah hamil kak
Hanum Anindya
malam pertamanya ada palang merah ya kak, jadi nggak langsung 😂😂😂.
kadang kalau menikah tanpa pacaran malu malu waktu malam pengantinnya. Mau tidur takut, nggak tidur cape. 😂😂😂😂😂

lanjut kak, tetap semangat ya kak.
Hanum Anindya
wah Adita senang nih dapat kejutan dari Arif😊
Astuty Nuraeni
nyesel kan pak? rasain makannya jangan jahat
Astuty Nuraeni
seneng bacanya...
Hanum Anindya
Arif kau main rahasia rahasia juga ya, bikin kejutan pada Adita biar Adita kaget dan bahagia ya.

untung Dika nggak keceplosan wah kalau keceplosan bagaiamana tuh.
R.F
3like hadir kk semangat
Hanum Anindya
Alhamdulillah kalau anggun menjadi baik semoga Istiqomah.

Arif kok lebih percaya Aditya sih dibandingkan Adita sih! gemes pengen nyabok Arif 🤭
Hanum Anindya
dag Dig dug baca bagian ini pas Adita meninggalakan Eza buat nyari minuman. takut di culik sama Aditya. untung nggak di culik
Hanum Anindya
kok bisa bisanya Aditya datang ke rumah Adita, tahu gitu rumahnya Adita. perusuh datang kak
Hanum Anindya
Alhamdulillah semoga bahagia ya Adita dengan Arif. waduh jangan lama lama meninggalakan Adita Arif
Hanum Anindya
kaya Adita suka sama Arif cuma masih malu malu kucing deh.

kok aneh Adita waktu nyusul pake motor tapi pas pulang mau dianter lalu motornya di parkir Dimana? Adita ada ada saja
Erni Sari: di rumah Arif, motornya ditinggal, karena hujan kasihan anaknya wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!