NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 Jahatnya Sean

"Baby, maafkan aku, ya," kata Sean mengulangi permintaan maafnya.

"Enggak, Ara belum mau maafin Ayang," pernyataan Ara memangku kedua tangannya.

"Aku tahu kalau salah dan memang tidak seharusnya aku menyimpulkan secepat itu. Maafkan aku, Baby," ucap Sean memegang kedua tangan Ara yang duduk di pangkuannya.

"Nggak mau maafin Ayang," kata Ara.

"Yaudah, kamu ingin apa? Aku akan memenuhinya, setelah itu maafkan aku," ucap Sean yang tidak akan bisa tidur jika Ara mendiaminya.

"Mau jambak Ayang," kata Ara yang masih geram sampai sekarang mendapati Sean merokok bahkan meminum minuman keras.

"Jambaklah," kata Sean seolah pasrah karena tahu Ara sangat mencintainya. Jangankan menjambak, bahkan memukul Sean sekalipun Ara masih mengira-ngira agar tidak terlalu menyakiti Sean.

"Akkkkkk!" teriak Sean ketika Ara benar-benar menjambak rambutnya tanpa perasaan sampai Sean memekik kesakitan dan tidak menyangka jambakan Ara akan sekuat itu.

"Sekali lagi Ara mendapati Ayang nggak peduli sama kesehatan dengan merokok dan minum minuman keras, Ara bakalan jambak sepuluh kali," pernyataan Ara berdiri di hadapan Sean dan menunjuk tepat di depan wajahnya.

"Kamu marah ketika aku tidak peduli dengan kesehatan, tapi begitu tega menyakiti fisikku tanpa rasa iba," ucap Sean mengelus kepalanya yang terasa sakit karena Ara menarik rambutnya begitu kuat.

"Jika sakit segitu aja udah mengeluh, tidak usah sok-sokan merokok dan meminum minuman keras yang bakalan merusak ginjal dan paru-paru," omel Ara.

Sean memeluk pinggang Ara yang berdiri di hadapannya dan bersandar nyaman ke perut Ara yang terus mengomel bahkan memakinya.

"Aku pria dewasa, Baby, merokok dan minum-minum itu hal yang biasa, bahkan dulu sebelum kita kenal aku terbiasa meminumnya setiap hari," jujur Sean yang sudah lama mendengar omelan Ara yang semakin mendetail saja.

"Terbiasa?" pertanyaan Ara memegang dagu Sean agar menatapnya.

"Alkohol itu obat lelah, Baby," statement Sean yang membuat dia dijambak Ara untuk kedua kalinya.

"Mulai hari ini tidak boleh merokok dan minum alkohol lagi, berjanji padaku," ucap Ara menatap Sean dengan tajam.

"Aku tidak bisa berjanji," kata Sean memeluk pinggang Ara semakin erat dan membenamkan wajahnya di perut Ara.

"Harus berjanji. Jika melanggar, kita putus," ucap Ara yang membuat Sean langsung menatapnya.

"Baby, tapi—"

"Bagaimana aku bisa percaya Ayang bakalan menjaga aku jika menjaga kesehatan saja tidak bisa?" ucap Ara tidak terbantahkan.

"Baiklah, Baby, aku tidak akan melakukannya lagi," patuh Sean.

"Udah jangan marah lagi," kata Sean meraih Ara agar duduk di salah satu pahanya.

"Gimana nggak marah, udah dicuekin dari kemarin, terus datang ke kantor malah lihat Ayang begitu," ucap Ara menghapus air matanya yang jatuh lagi.

"Jangan menangis lagi. Aku berjanji tidak akan mengulanginya," Sean menghapus air mata yang jatuh di pipi Ara.

"Ara nggak mau Ayang sampai sakittttt," rengek Ara sampai mewek.

"Baby, jangan menangis lagi, maafkan aku," ucap Sean memeluk pacar kecilnya yang sudah mewek.

"Sekarang Ayang harus makan, Ara udah bawain makanan," kata Ara yang diangguki Sean.

"Terima kasih," kata Sean mengelus-elus kepala Ara, namun saat akan menciumnya Sean berhenti.

"Kenapa, Ayang?" tanya Ara karena Sean tiba-tiba terdiam.

"Tunggu di sini, Baby," kata Sean mendudukkan Ara di kursinya lalu masuk ke dalam kamar mandi dalam ruangannya.

Ara yang Sean dudukkan di kursinya langsung berputar-putar kesenangan merasakan kenyamanan tak biasa dari kursi kebesaran itu.

"Empuk banget kursi presiden direktur," ucap Ara menikmatinya bahkan berpose.

"Ayang!" panggil Ara setelah menunggu beberapa saat, namun Sean belum keluar juga.

"Sebentar, Baby," kata Sean keluar kamar mandi sambil merapikan penampilannya.

"Ayang ngapain?" tanya Ara begitu Sean berdiri di hadapannya.

"Gosok gigi," kata Sean menunduk dan mengecup pipi Ara berulang kali.

"Aku ingin mencium pacar kecilku sepuasnya," ucap Sean karena tadi dia merokok, jadi tidak ingin Ara juga tertular penyakit karena berciuman dengannya.

"Tidak mau, tidak mau," ucap Ara langsung berdiri dan akan pergi.

"Tapi aku memaksa, Baby," kata Sean duduk di kursinya dan meraih pinggang Ara agar kembali duduk di pangkuannya.

"Sepertinya aku harus mengajari pacar kecilku ini sex sedikit demi sedikit agar suatu saat rasa penasaran tidak membuatnya berpaling dariku," batin Sean memegang leher Ara dengan kedua tangan lalu mengecupnya dengan lembut.

"Ayang kenapa berhenti?" rengek Ara yang sangat menikmati kecupan Sean.

"Aku ingin kamu juga mengecupku, Baby," kata Sean yang dengan cepat Ara mengecup pipinya.

"Aku ingin di sini," ucap Sean menyodorkan lehernya.

"Kenapa?" bingung Ara, kok Sean malah meminta Ara mengecup lehernya.

Dengan ragu-ragu, akhirnya Ara mengecup leher Sean sesuai permintaannya dan Ara melihat jakun Sean naik turun setelah Ara mengecup lehernya.

"Ayang kok ajarin Ara jadi wanita gatal?" pertanyaan Ara setelah melihat hasrat Sean naik karena hal yang barusan Ara lakukan.

"Tidak, Baby, ada jauh perbedaan antar wanita gatal dengan wanita menyenangkan," ucap Sean.

"Maksud Ayang?" Ara menolak ketika Sean juga akan mengecup lehernya.

"Baby, kamu adalah milikku, jadi ya untukku saja," bisik sensual Sean meletakkan tangannya di atas paha Ara.

"Jadi Ayang bakalan tiduri Ara juga kayak orang dewasa pacaran?" tanya Ara dengan wajah shock-nya.

"Mungkin jika kamu nakal," jawaban ambigu Sean.

"Berarti Ayang nggak tulus cinta sama Ara karena mau menodai kesucian Ara," ucap Ara.

"Justru karena aku tulus makanya aku tiduri agar kamu tidak pergi-pergi lagi dariku, Baby," ucap Sean mengelus-elus perut Ara.

"Ihhhh, nggak mau, Ayang tidur aja sama anjing sana," kata Ara menggigit lengan Sean lalu berlari keluar ruangannya.

"Tangkap dia," perintah Sean begitu Ara berlari keluar dan belum tujuh langkah, puluhan bodyguard Sean sudah menghadang Ara.

"Hwaaaaa, nggak mau," kata Ara melempari bodyguard itu dengan tas bahkan sepatunya.

Sean datang dan menggendong Ara yang sedang tantrum itu di bahu layaknya penculik.

"Nggak, nggak, Ara nggak mau," kata Ara meronta ketika Sean mengunci pintu.

Plakkk.

Sean menampar pantat Ara yang masih digendongnya.

"Hwaaaa, jangan perkosa Ara!" tangis Ara berdiri dengan ketakutan begitu Sean menurunkannya.

Hahahaha.

Tawa Sean benar-benar pecah menatap gadis galak yang tadi menjambak rambutnya kini menangis ketakutan karena berpikir Sean akan memperkosanya.

"Baby, siapa yang akan berani memperkosamu? Aku akan memenggal kepalanya," tawa ngakak Sean mengelus kepala Ara dengan gemas.

"Hwaaa, Ayang jahat, bikin Ara takut, hiks," tantrum Ara duduk di lantai dan menendang-nendang kaki Sean.

"Baby," Sean malah semakin gemas melihat pacar kecilnya yang kini berbaring di lantai tanpa alas kaki dengan rambut berantakan.

1
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
Linda Ayu Tong-Tong
wawawawak.....nakal sih ara🤣🤣🤣
Arin
Kalau sudah tau kebenarannya, jangan sampai Ara meninggalkan Sean lagi. Jika sampai terjadi..... Sean gila beneran
Yel
ribet amat peraturan kek keluarga kerajaan aja ya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!