NovelToon NovelToon
Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Kutukan / Horor / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Refald dan temannya Eric, tak sengaja terjebak di sebuah desa yang penuh dengan misteri. Saat menunggu mobil Refald diperbaiki, ia tak sengaja melihat sosok Kuntilanak mengikuti sepasang muda mudi yang sedang asyik berkencan disebuah warung. Refald merasakan hawa jahat dari sosok Kuntilanak tersebut karena ia adalah salah satu manusia istimewa yang bisa melihat makhluk astral tak kasat mata. Kuntilanak tersebut memberi peringatan keras pada Refald untuk tidak ikut campur urusannya.

Apakah yang akan dilakukan Refald? Mengabaikan pasangan yang sedang dalam bahaya itu ataukah menyelamatkan mereka dari ancaman sang Kuntilanak? Bisakah Refald yang dijuluki sebagai pangeran dedemit ala Edward dan Eric keluar dari desa yang penuh dengan teror?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 Salah Pilih

Disaat semua warga memprotes atas apa yang diberitahukan Refald soal siapakah Kuyang sebenarnya. Refald cuma tersenyum ketir dan tampak tenang-tenang saja. Bukan Refald namanya kalau hanya karena aksi protes dan tidak terimanya beberapa warga, ia jadi mundur dan ciut menghadapi amarah penduduk desa terutama para pria hidung belang yang pernah menjalin hubungan gelap dengan sang janda.

Sebagai seorang manusia istimewa yang mendapat gelar pangeran dedemit, tidak ada yang tidak diketahui Refald sekalipun hal itu sudah ditutup rapat-rapat agar tak seorangpun tahu. Refald bisa melihat apa yang orang biasa tidak lihat, ia juga bisa mendengar apa yang manusia biasa tidak dengar. Itulah kelebihan seorang Refald. Ia bisa mengetahui segalanya.

Hanya saja, tak semua hal yang Refald tahu, harus dicampuri olehnya. Refald punya peraturannya sendiri. Ia juga tak suka ikut campur urusan pribadi orang lain terutama urusan yang tidak ada sangkut pautnya dengannya. Dan sekarang, Refald sangat tahu apa alasan pria-pria itu protes padanya. Tak ingin mengumbar aib masing-masing, Refald berjalan maju mendekat ke setiap pria yang memprotesnya untuk membisikkan sesuatu. Seketika, kalimat bisikan Refald langsung membuat para hidung belang itu tertegun secara bergantian.

“Mari ikut saya Pak, agar perselingkuhan Bapak tidak terbongkar?” itulah kalimat yang dibisikkan Refald kepada setiap pria penentang pernyataan Refald. Refald mengajak beberapa pria yang sejak tadi memprotesnya untuk berdiskusi bersama.

“Janda yang bapak-bapak tiduri itu, bukanlah manusia.” Tanpa basa-basi, Refald membuka pembicarannya ketika sudah menjauhkan diri dari kerumunan. Semakin terkejutlah mereka semua karena Refald tahu rahasia mereka.

"Jangan mengada-ada kau Nak?" salah satu bapak-bapak itu masih bisa berkilah.

“Ini fakta Pak. Coba Bapak ingat-ingat lagi, dileher wanita kuyang saat siang hari,” ujar Refald tanpa peduli pada ekspresi shock pria-pria didepannya. “Ada satu goresan tipis yang selalu ia tutupi bila berada diluar rumah. Saya yakin Anda-anda yang pernah menghabiskan waktu bersamanya, pasti pernah melihatnya. Kenapa saya bisa tahu? Karena itulah ciri-ciri manusia yang menganut ilmu kuyang. Dan kenapa saya bisa tahu kalau Bapak-Bapak pernah tidur dengannya, karena Anda dan rekan-rekan Andalah yang paling gencar membantah pernyataan saya di saat yang lainnya percaya pada apa yang saya katakan.

“Saya tak perlu lagi menjelaskan apa arti dari semua ini. Kalian semua, terpedaya oleh tipu muslihatnya yang memanfaatkan statusnya sebagai janda. Namun, ketahuilah wahai Bapak-Bapak. Manusia yang sudah terjerumus ke dalam lembah hitam, mereka bukan manusia lagi kecuali bila manusia itu bertobat dan berjanji takkan lagi bersekutu dengan iblis. Keselamatan desa ini tergantung dari kalian semua. Aib kalian akan tetap aman terjaga atau tidak, itu kalian sendiri yang menentukan.”

Setelah bicara seperti itu, Refald pergi meninggalkan kerumunan bapak-bapak yang menjadi korban muslihat kuyang. Ia bergabung dengan pak Diki dan lainnya untuk menunggu keputusan akhir dari warga yang bingung sendiri dikejauhan. Refald memberikan sebuah pilihan yang kena tepat sasaran berbungkus ancaman manis. Bapak-bapak itu jelas takkan mungkin berani protes lagi atau mereka semua akan masuk bui.

Refald tak perlu takut kuyang melarikan diri atau menghilang sekalipun waktu mereka terulur banyak. Sebab, benda-benda yang dikeluarkan Refald semalam bukan hanya ia tabur di rumah ibu-ibu hamil, tapi juga Refald pasang dan ia tabur di rumah kuyang itu sendiri melalui bantuan pasukan dedemitnya. Selain itu, pasukan dedemit Refald yang lain juga menabur banyak garam diseluruh desa ini sehingga tak ada lagi kuyang-kuyang lain bisa masuk ataupun keluar dari desa.

Bapak-bapak penentang Refald itupun terdiam antara shock dan juga tidak percaya. Mereka saling menatap satu sama lain seolah fakta mengejutkan ini hanyalah mimpi disiang bolong. Namun, setelah dipikir-pikir, semua ucapan Refald itu memang benar adanya. Akhirnya, mereka tak bisa berkutik lagi karena merasa malu pada diri mereka sendiri atas semua kesalahan yang pernah mereka lakukan.

“Bagaimana Den, apa yang harus kita lakukan?” tanya pak Diki.

Refald tak langsung menjawab. Ia menatap lurus bapak-bapak peselingkuh salah pilih wanita yang tak berani mendekat lagi kearahnya. Semuanya tak bersuara yang artinya, Refald bisa melakukan apa yang menjadi tugasnya.

“Kita masuk ke dalam dan bantu kuyang itu untuk kembali keasalnya Pak,” ujar Refald dengan tenang dan iapun langsung masuk kekediaman seorang janda yang tak lain dan tak bukan adalah kuyang.

Begitu pintu rumah terbuka, sebuah jeritan langsung melengking memekikkan telinga siapa saja yang mendengarnya. Namun, Refald tetap tak gentar dan menuju ruang dimana manusia kuyang itu berada. Benar dugaan Refald, kuyang itu melemah dan ia sedang terkapar tak berdaya dilantai kamar rumahnya.

Lehernya tak bisa kembali sempurna ke tubuh manusianya sehingga darah segar berceceran dimana-mana. Pak Diki yang tidak kuat melihat hal mengerikan tersebut langsung berlarian keluar rumah dan muntah-muntah di sana diikuti beberapa warga lainnya sehingga terjadilah muntah masal. Sedangkan bapak-bapak peselingkuh yang juga ikut masuk ke dalam, langsung pingsan di tempat setelah tahu seperti apa wanita yang pernah mereka tiduri secara bergiliran ditiap waktu berbeda tanpa sepengetahuan mereka masing-masing.

“Kalau bapak-bapak tidak kuat melihatnya … biarkan saya sendiri yang ada di sini dan membantu kuyang ini kembali ke asalnya agar tidak lagi datang mengganggu desa ini.” Refald menenangkan semua orang yang langsung bergidik ngeri ketakutan.

Sebagian ada yang bernyali besar terutama bapak-bapak pemilik keimanan dan kepercayaan kuat terhadap sang Pencipta. Bapak-bapak pemberani itupun membantu Refald meletakkan tubuh kuyang yang lehernya setengah terputus itu di atas tikar anyaman yang dibawa pak Diki lalu menggulungnya hingga wujud kuyang itu tak terlihat.

Refald dan beberapa orang lainnya memanjatkan doa agar hidup wanita itu tenang dialam sana. Beberapa detik kemudian, tikar itupun terbakar ludes dan dalam sekejap langsung berubah jadi abu. Refald menundukkan kepalanya tanda berduka begitupula dengan semua warga yang ada di desa ini.

Pada akhirnya, semua terror yang terjadi, satu persatu telah diatasi. Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari serangkaian peristiwa ini. Salah satunya, sebagai manusia, harus lebih menghargai dan bersyukur pada apa yang sudah dimiliki. Berpikirlah terlebih dulu sebelum melakukan sesuatu, agar kita tahu akibat dari apa yang kita lakukan. Kalau yang dilakukan itu baik, pasti akibatnya berakhir baik, begitupula sebaliknya.

Semua warga akhirnya mulai menyadari dan bertekad mengubah perilaku dan tata cara hidup yang mereka jalani selama ini. Nina, juga dikirim ke sebuah pesantren untuk memperdalam ilmu agamanya. Dan Eric mulai mempersiapkan diri tinggal di desa ini selama 40 hari ke depan. Sementara Refald, meski harus dengan berat hati, ia terpaksa meninggalkan Eric sendirian di desa ini.

“Maaf Brays, aku tak bisa menemanimu. Tapi aku akan sering-sering mengunjungimu.” Refald menyerahkan sebuah buku panduan berbahasa jawa atau yang biasa kita kenal sebagai RPAL.

“Apa ini?” tanya Eric bingung. Ia membolak balikkan buku kecil yang diberikan Refald padanya.

“Itu buku panduan dupaya kau tak salah paham terus dengan apa yang diucapkan Nana padamu, kau perlu menggunakan buku ini.” Refald tersenyum meledek.

Eric menghela napas antara kesal dan juga pasrah. “Oke, terimakasih, tapi Brays … bisakah aku bertemu dengan tunanganmu untuk yang terakhir kalinya sebelum aku bersemedi di desa ini. Jangan salah paham, aku tidak tahu apakah semediku ini berhasil atau tidak nantinya, dan apakah aku masih hidup bila aku gagal. Jadi, aku ingin kau mengajakku bertemu dengan wanita yang akan mendampingi calon raja dedemit, alias sahabatku.” Eric memasang wajah imutnya di depan Refald.

"Oke, aku sudah ke Jepang bertemu dengan ayah mertuaku. Saat ini mungkin beliau sudah tiba ke bandara. Kita jemput ayah Fey dulu. Petang nanti baru kau kembali lagi kemari." Refald tersenyum bahagia sambil merangkul bahu sahabatnya.

"Kapan kau ke Jepang?" tanya Eric karena dia tidak diajak.

"Rahasia!" jawab Rafald enteng.

Tak ada yang tak bisa Refald lakukan. Seluruh belahan dunia manapun bisa ia datangi kapan saja. Dunia lain saja bisa Rafald singgahi, apalagi bumi.

1
Fikha Clara
novel sebelumnya apa yg kk judulnya
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: putra raja kak cek saja
total 1 replies
Regina Kimmie
sebelum baca cerita ini,harus baca cerita mna dlu ia,dan apa nma judul nya biar nyambung dari awal
Allizha Febrina: kl ga salah judulnya putra raja S1 & 2
maklum,,, udh lm banget bacanya smpek lupa 😁
total 2 replies
Wamasu Menunggumu
Kecewa
Bunda Silvia
sama kaya refald
Bunda Silvia
pernah baca novel lain PKS (pasukan karisma jagat) menceritakan adanya ayi mahogra yg menjaga keseimbangan dunia antara manusia dan makhluk tak kasat mata
Bunda Silvia
pie to ngga entuk ketawa sedangkan aq dah hampir ngompol baca mantra pak pocicu
Bunda Silvia
yang aq tau badaharuih itu manusia pemuja siluman dan menganut ilmu hitam untuk suatu 7an
Bunda Silvia
ana2 ae kelakuan pak po 🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
nggak kebayang Eric kalo sampe ngompol 🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
khususnya daerah jabar kayaknya wajib nanam pohon dringo alias benggle😄
Bunda Silvia
semua yg tinggal di pulau jawa tahu itu 🫰🏻 aq juga nurut aja apa kata orang tua dari pada di omelin bikin pusing kepala 😄😄😄😄
Bunda Silvia
bawang putih jantan itu kaya apa ya
Bunda Silvia
tamat sudah citra serem poci 🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
Luar biasa
Mutia Anggraini
hmmm kayak x seru jg sih
Rara Aida
finally refald berhasil negosiasi dengan mbak kun untuk tidak meneruskan dendamnya meski mbak kun tidak rela melupakan dendamnya tapi ada harga yang harus dibayar refald dan eric baik yang mereka ketahui atau tidak terlepas dari takdir yang sudah ditentukan
Rara Aida
i think you can't speak english nana but you do it
suci
kisahnya di bab 8 ini aku suka sekali.karena yg tadinya seram menjadi seperti lelucon
suci
semangat buk titin
Siti Romlah
setahun ku tunggu lanjutan "Serahkan cintamu Bianca" belum jg berlanjut thoor. lama X macetnya.
kangen
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: habis ini aku lanjut kak sabar ya kak🙈🙈
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!