NovelToon NovelToon
Binar Di Langit Senja

Binar Di Langit Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:438.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Verra Vidia

Langit Agam Perkasa, seorang laki laki yang cerdas serta berprestasi terpaksa menjadi badboy karena keadaan yang memaksanya, Langit tidak pernah memiliki hasrat untuk hidup setelah seseorang di hidupnya dan penyemangatnya pergi meninggalkannya hal itu membuat Langit jauh dari Allah dan dari agama ia berfikir bahwa masalah yang ada di hidupnya karena takdir yang Allah berikan padanya. Namun Langit sadar setelah ia bertemu dengan seorang gadis yang Langit sendiri tidak tau namanya tapi dia menyebutnya Bidadari Syurga. Langit tidak tau bahwa dari pertemuan itu lah kehidupannya akan berubah dan Langit juga tidak tau bahwa itu adalah awal dari sebuah perjuangan panjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Verra Vidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Assalamu'alaikum nak,Alhamdulillah kamu baik baik saja" ujar Mehmed yang melihat keponakannya sedang berdiri di depan ruangan UGD.

"Wa'alaikumsalam,aku baik paman tapi perempuan di dalam sana sedang tidak baik baik saja" ujar Langit yang tertunduk dengan tatapan sendu.

"Sudahlah jangan bersedih ya kita berdoa,agar perempuan itu baik baik saja" ucap Mehmed dan Langit pun mengamini dalam hati nya.

"Dimana putri ku! Aku ingin bertemu dengan putri ku Laila!" Ucap seorang wanita paruh baya yang kini sudah berdiri di hadapan Langit dengan tatapan marah nya seperti siap menerkam Langit,namun hal itu tak terjadi karna pintu UGD langsung terbuka menampilakan seorang dokter yang menangani Laila,perempuan yang Langit tolong tadi.

"Bagaimana keadaan Laila dokter?" Tanya ibu Laila menggunakan bahasa Turki nya.

"Putri anda sedang kritis hal itu bisa mempengaruhi bayi dalam kandungannya,untuk saat ini kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk putri anda. Saya permisi." ujar dokter tersebut yang melenggang pergi.

"Anak? Bagaimana bisa Laila memiliki anak? Dia belum lulus kuliah bahkan dia juga belum menikah!" Ujar ibu Laila yang kembali menangis membuat Langit tak tega melihatnya.

"Tenanglah bukan hanya diri mu yang merasa sakit mendengar kabar ini tapi aku sebagai ayah nya juga merasa sakit" ujar ayah Laila yang kini sedang mencoba menenangkan istrinya.

"Sekarang bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Anak sialan itu sudah membuat aib di keluarga kita!" Ujar ibu Laila yang sepertinya tidak memikirkan kondisi Laila sama sekali buktinya ia hanya memikirkan tentang repotasi keluarga nya padahal putrinya kini sedang berjuang melawan kematiannya.

Ibu Laila masih menangis namun tiba tiba saja tatapannya berhenti pada sosok Langit yang kini sedang mendudukan diri nya sambil menyandarkan kepalanya di dinding rumah sakit sedangkan Mehmed sedang pergi ke kantin rumah sakit untuk membelikan Langit makanan.

"Ini semua pasti gara gara kamu kan! Mengakulah!" Teriak ibu Laila sambil memukuli Langit dengan kalap

"Berhenti Fatimah! Berhenti memukuli nya" ujar ayah Laila yang mencoba menenangkan istrinya.

"Biarkan saja! Dia sudah merusak putri ku!" Ujar ibu Laila menggunakan bahasa Turki sedaritadi yang membuat Langit tidak mengerti,ia kini masih tampak sangat marah pada Langit.

"Pasien sudah sadar dan ia ingin bertemu dengan mu" ujar seorang perawat yang keluar dari ruangan Laila yang kini sedang meminta Langit untuk masuk ke dalam,Langit menatap kedua orang tua Laila terutama ibu Laila yang terlihat sangat murka pada diri nya.

"Kau lihatkan? Anak itu lebih memilih penjahat ini dari pada kita orang tua nya untuk menemui diri nya!" Ujar ibu Laila menatap Langit dengan tatapan kesal,Langit yang tak mengerti bahasa Turki pun langsung mengikuti suster masuk ke dalam ruang UGD.

"Ini dia berbicaralah,dan saya akan menunggu di luar" ujar suster tersebut lalu melengang pergi,suasana pun hening seketika karna Langit bingung ia harus berbicara apa saat ini.

"Terimakasih sudah menolong saya dan siapa namamu?" ujar Laila mengawali pembicaraan.

Langit menatap wajah Laila yang saat ini terlihat sangat pucat. "Ah itu,karna memang sudah kewajiban kita sebagai manusia untuk saling tolong menolong. Nama saya Langit"

"Bagaimana keadaan orang tua ku? Pasti mereka sangat kecewa padaku,mereka pasti membenci anak seperti ku yang telah hancur tidak punya masa depan" ujar Laila di sela sela isak tangis nya.

"Aku pergi ke Indonesia untuk melanjutkan kuliah ku sekaligus memenuhi impian ku sedari kecil yang sangat ingin pergi ke Indonesia,awalnya ibu dan ayah sangat keberatan dengan keinginan ku tapi setelah aku membujuk mereka bahwa aku akan baik baik saja dan mereka pun akhirnya mengizinkan ku pergi ke indonesia untuk kuliah di sana." Ujar Laila yang mulai menceritakan kisah hidup nya dan Langit pun hanya diam mendengarkan.

"Di Indonesia aku tidak punya kerabat,aku hidup seorang diri. Awalnya semua nya baik baik saja dan aku sangat menikmati hidup ku,tapi setelah tragedi itu kehidupan ku berubah..hiks" ujar Laila yang kembali menangis.

"Tragedi apa yang menimpamu?" Tanya Langit pada Laila yang berusaha menghentikan tangisnya.

"Malam itu saat aku ingin pergi ke toko buku,segerombolan anak jalanan yang sangat bejad dengan tidak begitu beperasaannya mereka memperkosa ku dan..hiks..dan saat aku tau bahwa aku sedang hamil hidup ku sudah hancur,masa depanku hancur sehingga aku tidak pernah kembali ke Turki untuk mengunjungi ayah dan ibu bahkan aku pun tidak melanjutkan kuliah ku karna aku sangat malu dengan kondisi ku,awalnya aku sangat marah dengan kehadiran bayi ini dan aku juga sempat melakukan percobaan bunuh diri namun gagal setelah aku sadar bahwa bayi ini tak bersalah atas dosa yang aku lakukan dan akhirnya aku pun memutuskan untuk mempertahankannya hingga kini usia kandungan ku sudah memasuki 9 bulan" ujar Laila sambil mengelus perut nya dan Langit juga baru sadar bahwa Laila sedang mengandung padahal sebelumnya Langit tidak tau karna penampilan Laila yang serba longar sehingga tidak terlihat seperti orang yang sedang hamil.

"Laila!" Pekik Langit saat darah mulai mengalir lagi dari hidung Laila yang kini sedang tidak memakai cadar nya.

"Aku akan panggilkan dokter" ujar Langit namun tangannya di tahan oleh Laila,Langit menoleh pada Laila yang menggelengkan kepalanya agar Langit tidak memberitahu dokter.

"Langit aku mohon penuhi permintaan ku untuk yang terakhir kali nya,tolong rawatlah anak ku jangan serahkan dia pada ayah dan ibu" kata Laila yang tatapan matanya mulai sendu.

"Tapi mereka kakek nenek nya dan aku bukan kerabatmu juga aku adalah orang asing"

"Langit nikahi aku" ujar Laila membuat Langit terkejut bahkan sangat terkejur mendengar permintaan Laila.

"Langit nikahi aku dengan begitu kau resmi menjadi ayah bayiku dan tidak akan ada yang dapat merebut anakku dari mu,aku yakin karna kau pria yang baik yang bisa mendidik bayi ini" ujar Laila dengan senyuman sendu nya.

Langit terdiam,bagaimana mungkin ia akan menikahi gadis tersebut? Sedangkan sekolah saja Langit belum lulus mau di beri makan apa anak itu kelak?.

"Langit aku mohon,berjanjilah bahwa kau akan menikahi ku." ujar Laila yang membuat Langit frustasi dan akhirnya Langit pun mengangukkan kepalanya. "Iya aku berjanji akan menikahi mu." Ucap Langit yang membuat Laila tersenyum mendengar nya.

"Terimakasih" ujar Laila yang mengengam erat tangan Langit,Langit pun membalas gengaman tangan Laila berusaha menangkan Laila bahwa semua nya akan baik baik saja.

[]

"Jangan nekat Langit!" Teriak Mehmed setelah Langit memberitahu perihal dirinya yang akan menikahi Laila.

"Paman izinkan aku menikahi nya,ini demi bayi itu paman" ujar Langit yang berusaha membujuk Mehmed.

"Langit kau lihatlah bahkan orang tua gadis itu saja tidak perduli padanya,mereka pergi begitu saja meninggalkan putri mereka yang sedang sekarat dan kau? Bahkan kau hanya orang asing yang tidak mengenal gadis itu sama sekali,berhentilah perduli pada gadis itu!" Ujar Mehmed yang terlihat kesal dengan keputusan yang Langit ambil.

"Paman,mengertilah aku sudah berjanji pada nya untuk menikahi Laila dan merawat putra nya. Aku hanya ingin membantu nya paman" ujar Langit memohon pada paman nya.

"Apakah kau yakin dengan keputusan mu?" Tanya Mehmed dan Langit pun mengangukkan kepalanya.

"Aku yakin paman" ujar Langit mantap dan Mehmed pun menghela nafasnya dengan kasar.

"Baiklah,ayo kita siapkan pernikahannya" ujar Mehmed dan Langit pun menganguk.

Mehmed meminta petugas rumah sakit untuk membantu nya melaksanakan pernikahan Langit dan Laila sementara itu sang mempelai pria kini sedang mencoba melafalkan kalimat ijab qabul.

"Kenapa gue jadi grogi gini ya" ujar Langit bermonolong,kalimat ijab qabul sudah berhasil ia hafalkan namun satu hal yang belum bisa Langit atasi yaitu rasa gugup nya,namun Langit kembali teringat pada Binar.

"Binar maafin gue" ujar Langit yang entah mengapa merasa bersalah pada Binar.

"Paman bagaimana dengan ayah Laila,dia harus hadir untuk menjadi wali nikah nya Laila" ujar Langit pada Mehmed.

"Kamu tenang saja saya bersedia menikahkan putri saya dengan kamu" ujar ayah Laila yang tersenyum pada Langit.

"Dengan begitu repotasi keluarga saya bisa utuh dan anak sialan itu tidak membuat keluarga saya malu" ujar ayah Laila membuat Langit dan Mehmed mengelengkan kepala tidak menyangka bahwa sampai detik ini ayah Laila hanya memikirkan repotasi nya di mata manusia.

"Ayo kita mulai pernikahannya" ujar Mehmed yang mengajak Langit memasuki ruangan di mana Laila berada saat ini.

Di ruangan itu sudah ada Laila dan penghulu serta beberapa perawat yang menjadi saksi pernikahan Laila dan Langit.

"Sudah siap?" Tanya pak penghulu dan Langit pun mengangukkan kepalanya.

"Bismillahirrahmanirrahim, saudara Langit Agam Perkasa bin Rahardi Saputra saya nikahkan engkau dengan saudari Laila Affihatul Zara binti Ahmad Hamzah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin mas seberat 30 gram di bayar Tunai"

"Saya terima nikah nya Laila Affihatul Zara binti Ahmad Hamzah dengan maskawin tersebut di bayar tunai" ujar Langit dalam satu tarikan nafas.

"Bagaimana para saksi sah?"

"Sah!" Ujar orang orang yang hadir dalam ruangan tersebut yang menjadi saksi pernikahan Langit dan Laila.

"Alhamdulillah" ujar Laila yang kini sudah meneteskan air mata,Laila meraih tangan Langit dan mengecup punggung tangannya.

"Langit cium kening Laila" perintah Mehmed dan Langit pun menurut ia menundukkan tubuhnya karna posisi Laila yang masih berbaring kemudian dengan lembut Langit mencium kening Laila membuat hati Laila berdesir menghangat ia pun kembali meneteskan air mata.

"Jangan menangis,aku tidak suka melihat air mata mu mengalir" ujar Langit yang tangannya terulur menghapus air mata Laila.

"Saya harus pergi ada urusan pekerjaan yang sangat penting,saya permisi" ujar ayah Laila yang langsung melenggang pergi dari ruangan tersebut.

Langit menatap Laila yang masih menatap punggung ayah nya yang sudah menghilang di balik pintu.

"Sudah jangan bersedih,aku ada di sini" ujar Langit yang mengecup tangan Laila,Laila pun mengangukkan kepalanya. Di dalam hati nya Laila tidak berhenti untuk mengucap rasa syukur pada Allah memberikannya seorang suami yang baik padanya.

"Terimakasih sudah memenuhi permintaan ku..besarkan anak ini dengan baik ajari dia untuk senantiasa bertakwa pada Allah" ujar Laila lirih,tangannya semakin di gengam kuat oleh Langit.

"Bukan hanya aku tapi kita yang akan membesarkannya bersama" ucap Langit namun Laila hanya tersenyum kemudian mata Laila perlahan terpejam dan alat vital nya tidak stabil membuat Langit sangat panik.

"Laila bangunlah! Bangunlah Laila! Bertahanlah" ujar Langit yang menangis sambil mengelus kepala Laila.

"Sebaiknya anda keluar dulu tuan saya akan memeriksa istri anda" ujar dokter yang menangani Laila.

"Ayo Langit kita keluar" ajak Ahmed dan dengan enggan Langit pun mematuhi ajakan Mehmed untuk ke luar dari ruangan Laila.

Langit terduduk di lantai rumah sakit yang dingin mencoba menghilangkan segala fikiran negatif yang ada di benak nya.

"Langit ayo kita sholat kita doakan Laila semoga dia selamat dan baik baik saja" ajak Mehmed,Langit pun akhirnya mengangukkan kepalanya,mungkin ini teguran Allah kepadanya dan menjadi titik balik nya menuju ridhonya Allah.

1
Surati
bagus
adik imut
cuma aku apa ya,,,, yang bacanya rada pusing,,,,
hantu rimba
selamat tinggal Zeeanna selamat tinggal lebanon kata2 terakhir sya pas akhir masa penugasan..

satgas tni konga unifil 2018

malah curhat gw... wkwkwkwk
Nidar
Thank you so much ini novel pertama yang aku yang yg ceritanya bener2 keren abis dan kayak mecahin tekateki, dimana setiap part ada kejutan-kejutan yang kayak mikir "loh kok bisa" kok jadi dia dan ini ceritanya bener2 ngasi pelajaran banget ,intinya Thanks buat author atau penulis cerita "Binar di langit senja" sukses terus ke depannya fighting 🤗❤❤❤❤❤
Verra Vidia: haloo terimakasih sudah baca cerita sayaa, setelah baca komen dari kamuuu entah mengapa saya yg sudah hiatus selama setahun dari dunia kepenulisan seketika menjadi semangatt kembalii untuk mulai menulis cerita lagii. Terimakasih banyakk untuk komentar positifnya, komentar kamu bkn saya happy bgtt🥰❣❣
total 1 replies
Sela Latania
lanjut thor
Tri ani
kok gak di lanjut lagi thor
Verra Vidia: Dilanjut kok sabar yaa lagi proses xixi
total 1 replies
Gustein Arifin👑
apku hrap" cemas smoga bukn cweknya 😄 eh ternyta bner
Neng Hastin93
typonya bkin jengkel...
Neng Hastin93
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
ak jd kangen bpk ku thorrr...semoga bpk selalu bahagia di rumah allah..amin...
Neng Hastin93
semoga di persatukan dg neng binar...g sabar deh liat mereka bersatu...
Neng Hastin93
😭😭😭😭
ak tau rasanya macam mana di tinggal seseorang yg sangat berharga untuk selamanya...
Mila Wati
exstra partx lg thoor,,,ttg diary mamax nata mw tw
Mila Wati
keren terharu
top karyamu thoor
Mila Wati
g sabar menunggu binar dan langit bersatu
Mila Wati
kira binar
Mila Wati
binar!semoga langit bersatu dg binar
Mila Wati
bagaiman dg binar,,,
Mila Wati
knp pakai acara nikah sm laila
Mila Wati
q mwx binar sm langit
ashifaa_
sedihh ihh😭😭jdi bingungg sebenernyaa siapa yg benar² di cintai langit,🥺
kasian Evelyn,melht dan mendengar orng yg iya cintai mencintai orng lain😭😭
kasian jugaa sama binarrr,,kuatt yaa binarr😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!