NovelToon NovelToon
Jerat Cinta CEO Arrogant

Jerat Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:330.7k
Nilai: 5
Nama Author: Iin Nuryati

Sequel dari novel Cinta Sheila 😘

Sena tidak pernah menyangka bahwa ibu tirinya akan begitu tega menjebaknya dengan obat perangsang dan hendak melemparkan dirinya pada seorang pengusaha licik.

Sayangnya, bak terlepas dari mulut buaya namun masuk ke dalam mulut harimau, Syafiq yang menyelamatkan Sena justru menjerat Sena dalam sebuah pernikahan.

Apa niat Syafiq yang begitu kekeuh untuk menikahi Sena? Dan mampukah Sena bertahan dalam rumah tangganya bersama laki-laki sombong yang sayangnya sudah mencuri hati Sena sejak masih kecil dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percakapan Tengah Malam

"Assalamu'alaikum," salam Syafiq pelan setelah membuka pintu ruangan kamar rawat inap Sena dan Azka.

"Wa'alaikumsalam," jawab Sena lirih, namun masih bisa didengar oleh Syafiq.

Syafiq sempat terkejut karena ternyata Sena masih belum tidur. Soalnya ini sudah hampir tengah malam. Setelah menutup kembali pintu ruangan tersebut, Syafiq kemudian berjalan perlahan menghampiri Sena. Syafiq dapat melihat Azka yang nampak sudah terlelap di hospital bednya. Begitu juga dengan Bima dan Bella yang juga sudah tertidur di sofa bed di sebelah Azka.

"Kenapa belum tidur?" tanya Syafiq pelan setelah mendudukkan dirinya di pinggir hospital bed Sena.

"Belum ngantuk kak. Tadi siang juga udah tidur terus," jawab Sena yang juga ikut memelankan suaranya, tidak ingin mengganggu Bima, Bella, dan Azka yang sedang tidur. "Gimana meeting nya kak? Lancar?" tanya Sena kemudian.

Ya, tadi sore Syafiq sempat ijin untuk menghadiri meeting penting dengan klien. Dan diluar dugaan, ternyata meeting berjalan sampai larut malam seperti ini.

"Alhamdulillaah lancar. Maaf ya sampai selarut ini. Klien yang ini agak susah. Itu kenapa harus kakak sendiri yang dateng, dia nggak mau sama Alvin. Soalnya dari awal emang kakak juga sih yang buat proposal nya."

"Iya kak, nggak pa-pa kok."

"Kamu tadi udah makan?"

"Udah kak."

"Udah minum obat?"

"Udah juga."

"Baguslah. Oh iya, tadi kak Kiara ngabarin kakak, katanya besok kamu sama Azka udah boleh pulang."

"Iya kak, tadi kak Kiara juga bilang gitu pas visit."

"Syukurlah, kalian berdua udah boleh pulang besok, berarti keadaan kalian udah baik-baik aja."

"Iya kak, alhamdulillaah. Mmm, kak," panggil Sena ragu-ragu.

"Iya. Ada apa?"

"Kenapa Vira dari kemarin belum dateng juga? Vira marah ya sama aku?" tanya Sena sendu.

Syafiq tersenyum mendengar pertanyaan Sena itu.

"Enggak kok. Vira sama Bik Prapti emang lagi sibuk mindahin barang-barang yang bisa diselametin kemarin ke apartemen Ayah. Dibantuin sama yang lain juga sih. Jadi untuk sementara waktu ini, selama rumah Papa masih dalam proses renovasi, Papa, Mama, Vira, Azka, sama Bik Prapti akan tinggal di apartemen milik Ayah Steven," jawab Syafiq menjelaskan.

"Iya kak. Ayah kemarin juga udah bilang gitu. Tapi aku masih belum ketemu langsung sama Vira, kak. Hati aku masih belum bisa tenang," kata Sena.

"Jangan berpikir yang enggak-enggak. Vira bilang besok kalau kamu udah pulang dari rumah sakit, Vira akan datang menemui kamu bersama seseorang."

"Seseorang? Siapa kak?" tanya Sena penasaran.

"Besok juga kamu tau sendiri."

"Kakak iiisshh, kebiasaan."

"Apa? Namanya juga rahasia. Tunggu besok aja lah."

"Iya deh, iya. Mmm, kak..."

"Apa lagi?"

"Besok kita pulang ke apartemen kan?"

Syafiq diam sejenak.

"Hmm, sebenarnya sih tadi Bunda udah minta kakak supaya bawa kamu pulang ke rumah aja. Kamu masih dalam masa pemulihan, biar Bunda bisa jagain kamu, gitu katanya."

Giliran Sena yang terdiam.

"Mmm, misalnya kita pulang ke apartemen dulu aja gimana kak? Aku nggak pa-pa kok nggak dijagain, kan udah sehat juga. Lagian,,, maaf, tapi aku masih merasa nggak enak hati sama Ayah, Bunda, dan juga Safa karena menyembunyikan masalah pernikahan kita kemarin itu. Dan juga, kalau emang Vira mau datang, nggak enak juga dong sama Ayah sama Bunda kita bicarain masalah itu di depan mereka. Nggak leluasa aja gitu," Sena berkata dengan sangat hati-hati, takut Syafiq salah paham dengan maksud dari semua perkataannya.

Syafiq terdiam, mencerna setiap perkataan Sena tadi.

"Kamu bener. Ya udah, biar besok kakak yang ngomong sama Ayah sama Bunda, ya."

Sena tersenyum lega mendengar perkataan Syafiq tersebut. Sena kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Udah malem banget. Kamu tidur ya, istirahat."

"Kakak juga. Pasti capek banget kan habis pulang meeting."

"Iya nih, capek banget. Geser gih," kata Syafiq dengan memijit pelan tengkuknya yang terasa pegal.

Sena membulatkan kedua matanya. Masih belum bisa memahami maksud perkataan Syafiq tadi.

"Nggak usah melotot kayak gitu. Buruan geser," ulang Syafiq lagi.

"Maksudnya? Kakak mau tidur disini?" tanya Sena kebingungan.

"Ya iyalah. Kakak tidur disini, seranjang sama kamu. Kan bednya juga muat untuk dua orang," jawab Syafiq enteng.

"Tapi kak, ada Mama sama Papa, ada Azka juga," tolak Sena merasa tidak nyaman.

"Kenapa emangnya? Kan kita udah sah juga."

"Kaaakkk,,,,"

"Udah, buruan geser."

Dan akhirnya, Sena pun tidak bisa menolak lagi. Sena kemudian menggeser tubuhnya. Setelah itu Syafiq pun membaringkan tubuhnya di sebelah Sena.

"Sini," kata Syafiq seraya menarik Sena masuk ke dalam pelukannya.

"Kaaakkk,,,"

"Diem," tegas Syafiq menolak protes dari Sena.

Sena akhirnya memilih diam dan mengalah, membiarkan Syafiq tidur dengan memeluk dirinya.

"Mmm, kak," panggil Sena lagi.

"Hmm," sahut Syafiq yang sudah memejamkan kedua matanya, meresapi kehangatan tubuh satu sama lain.

"Tadi Rey kesini," kata Sena lirih.

Syafiq seketika membuka kembali kedua matanya.

"Sama siapa dia?" tanya Syafiq seraya sedikit merenggangkan pelukannya pada Sena demi melihat wajah cantik istrinya itu.

"Sendiri. Tadinya dia nganterin Papa, terus sekalian aja jenguk aku sama Azka, gitu katanya," jawab Sena sejujurnya.

Sena sengaja menceritakan hal tersebut kepada Syafiq karena tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari suaminya itu. Dan lagi, menurut Sena, lebih baik Syafiq mendengar langsung dari Sena daripada Syafiq mendengar dari orang lain.

"Oh, gitu. Lama dia disini?"

"Enggak kok. Paling cuma setengah jam aja tadi."

"Nggak macem-macem kan dia?"

"Macem-macem apa sih kak? Ya enggak lah. Kan ada Bunda juga, ada Mama, ada Azka, ada Papa juga. Kita cuma ngobrol-ngobrol biasa aja kok."

"Hmh, ya udah deh kalau gitu. Selama dia nggak ada niat buruk, kakak juga nggak akan mempermasalahkan. Tapi inget, kamu juga harus bisa membatasi. Kamu istri kakak sekarang."

"Iya kak, iya."

"Udah, ayo tidur," ajak Syafiq seraya kembali mengeratkan pelukannya pada Sena.

Tidak bisa membantah, Sena pun hanya bisa pasrah tidur dipeluk oleh Syafiq. Sementara itu, tanpa diketahui oleh orang lain, Bima mengulum senyumnya meski dengan mata yang terpejam. Bima terjaga ketika mendengar suara pintu dibuka tadi, tetapi Bima sengaja memilih untuk berpura-pura masih tidur.

Rupanya Bima diam-diam mendengarkan pembicaraan antara putri dan menantunya itu. Keheningan malam membuat Bima masih bisa mendengar percakapan tengah malam pasangan pengantin baru itu, meski mereka berdua sudah memelankan suara mereka. Dalam hatinya Bima berdo'a, semoga kebahagiaan selalu menyertai Sena dan Syafiq.

🌺🌺🌺

"Kenapa nggak pulang ke rumah Bunda aja sih sayang? Kan kamu masih dalam masa pemulihan juga, biar Bunda bisa jagain kamu," kata Sheila yang berjalan di sebelah kursi roda Sena yang didorong oleh Syafiq.

Sena terdiam, canggung, tidak bisa menjawab pertanyaan dari Sheila tadi.

"Kita yang nggak enak lah Bun sama yang lainnya. Masak nggak ada pemberitahuan apa-apa sebelumnya tiba-tiba aja Sena kakak bawa pulang dengan status sebagai istri kakak. Apa kata semua orang coba?" Syafiq menjawab mewakili Sena.

Sheila mengesah pelan. Apa yang dikatakan Syafiq ada benarnya juga.

"Tenang aja Bun, setelah acara syukuran nanti kakak sama Sena pasti tinggal di rumah kok, bareng Bunda, Ayah, sama Safa," janji Syafiq.

"Bener ya kak? Nggak boleh bohong loh."

"Iya Bun, kakak sama Sena janji kok."

Sheila pun akhirnya bisa tersenyum kembali. Dan Sena baru bisa menghembuskan nafas lega setelah melihat Sheila nampak bisa menerima keputusan dirinya dan juga Syafiq yang lebih memilih untuk pulang ke apartemen saja.

Dan begitulah, Sena dan Syafiq akhirnya pulang ke apartemen mereka. Sementara Azka dibawa pulang ke apartemen Steven oleh Bima dan Bella. Sheila sempat ikut pulang ke apartemen Syafiq. Dan setelah memastikan semuanya berjalan dengan baik untuk proses pemulihan Sena, baru akhirnya Sheila dijemput pulang oleh Steven pada sore harinya.

🌺🌺🌺

Malam harinya.

Ting tong. Ting tong.

Suara bel di apartemen Syafiq berbunyi dengan nyaring. Mbak Sumi kemudian bergegas ke depan untuk membuka pintu. Ya, untuk sementara ini, Mbak Sumi akan tinggal dan menginap di apartemen Syafiq sampai kondisi kesehatan Sena benar-benar pulih.

Tidak lama kemudian, Mbak Sumi datang menghampiri Sena dan Syafiq yang sedang duduk bersama di ruang tamu.

"Non, ini adiknya Non Sena udah datang," kata Mbak Sumi memberitahu.

"Oh, iya. Makasih ya Mbak," balas Sena seraya berdiri dari duduknya.

"Kakak," pekik Vira yang langsung berlari menghambur memeluk Sena.

"Vira," panggil Sena juga.

"Kakak udah nggak pa-pa kan? Maaf ya kemarin-kemarin nggak bisa nungguin di rumah sakit. Vira sama Bik Prapti repot beresin barang-barang," sesal Vira.

"Iya nggak pa-pa kok. Duduk dulu yuk," ajak Sena.

Sena kemudian mengajak Vira untuk duduk di sofa.

"Duduk, Ky," kata Syafiq mempersilahkan.

"Iya, kak," balas Lucky.

Dan Sena pun baru menyadari kalau ternyata Vira tidak hanya datang seorang diri saja.

"Loh, kak Lucky?" kaget Sena yang baru menyadari kehadiran Lucky.

"Oh iya, kak. Kenalin, kak Lucky ini pacar Vira," kata Vira sumringah yang langsung berdiri dan menggandeng lengan Lucky.

Sena hanya bisa membulatkan kedua matanya karena terkejut mendengar perkataan Vira tadi.

...#######...

Assalamu'alaikum semuanya 😊

Maaf ya baru bisa up lagi, 3 hari kemarin RL bener-bener nggak bisa diajak kompromi, agak nggak enak badan juga 😔

Maaf banget ya 🙏🙏🙏

Terima kasih banyak untuk semuanya yang masih setia dengan karya receh author ini

Terima kasih banyak untuk dukungan kalian semuanya ya 😊

Love you all 😘😘😘

1
Lies Atikah
. sena lebih suka di perkosa si rudi dari pada di tolong syafik bukti nya gak ada terima kash nya malah lebay merasa di bohongi dasar egois
Lies Atikah
ah gak ngerti lebay banget.
Lies Atikah
kok masing 2 seru ah wkwk
Lies Atikah
ngemplong yah sen
Lies Atikah
chytia jadi cewe maksa banget gak ada malu ih amit2
Lies Atikah
jadi geregeteun sebetul ada apa sih si vira sama syafik
Lies Atikah
syafik mah pengecut
Lies Atikah
syafik di jodohin sama vira kayanya makanya si bellong marah sama sena
Shifa Burhan
novel hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita saja, semua kesalahan yang dia lakukan mudah sekali dimaafkan semua orang, dan semua kamu nggak salah, wajar, dan pemeran lelaki dibuat bodoh mengemis terus dengan sena kayak tidak ada wanita lain saja

*daftar kesalahan sena yang kalian bela semua
*pergi dari rumah, dan dia teang2 saja bersama Naura dan rey, tapi suaminya dibuat, cemas sampai sakit masuk rumah sakit tapi dengan enteng semua memaklumi perbautan sena
*suami lagi kerja, dia curiga bahkan buat suami cemas dan tidak tenag karena memikirkan dia, lagi dia dimaklumi begitu saja
*dan ini puncaknya dia kayak wanita murahan yang ngidam makan berduaan dengan pria lain dan memaksa suami Terima, dan lagi kelakuan nya dimaklumi begitu saja
*dan ini puncaknya saat sena merasa kecewa pada suaminya dia pergi dan tidak semudah itu memaafkan suaminya tapi ketika dia salah semudah itu dimaafkan

dan egoisnya novel ini juga membela semua kelakuan laknat sena
ini saja kalian mencerminkan kelakuan kalian didunia nyata saat suami kalian salah tidak mudah kalian maafkan, tapi ketika kalian salah kalian mau semudah itu dimaafkan dan dimaklumi kesalahan kalian, dan itu menunjukkan kalian adalah wanita egois
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐: mohon maaf dengan sangat ya kak, sungguh bukan seperti itu yang aku maksudkan dalam cerita ini 🙏🙏🙏

mungkin memang benar Sena aku buat sedikit agak keterlaluan, sedikit egois, bahkan kata kakak ( maaf ) 'laknat' ( nauzubillahi mindzalik ), tapi sungguh itu hanya sebagai plot cerita, dan juga tidak aku buat berlarut-larut dan langsung selesai dalam beberapa bab saja 🙏🙏🙏

sekali lagi mohon maaf ya kak kalau cerita ini tidak berkenan di hati kakak, diriku memang masih jauh dari kata sempurna 🙏🙏🙏
total 1 replies
idha idhutt
good job kakak, tetep semangat selalu ya 😘😘😘
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
horeeeeeee
🕋 mamah iin ιиɑ͜͡✦🌸⛲🌴: Yeay 🤩🤩🤩
total 1 replies
Mmh Astri
novel toon isthe besh pokoknya 🥰🥰💪💪💪
Luqman ιиɑ͜͡✦
𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 😍😍😍

𝘭𝘰𝘷𝘦 𝘺𝘰𝘶 𝘬𝘢𝘬 😘😘😘
fia nur ιиɑ͜͡✦
ceritanya bagus banget 😍😍😍

semangat selalu dalam berkarya kak 😘😘😘
Hakim ιиɑ͜͡✦
ceritanya bagus banget 😍😍😍

tetep semangat dalam berkarya ya 😘😘😘
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
semangat lebarkan sayap Mamah 💪🙏
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐: iya Ecce sayang, insya Allah 😊

terima kasih banyak untuk semua bantuan dan dukungannya selama ini ya Dek 😘😘😘
total 1 replies
༄ 👑💗 ııи ρтħš αямч💗👑 ࿐
semuanya mamah tunggu kehadiran kalian semua di f1zz0 ya 😘

jangan lupa tinggalkan ulasan bintang 5 dan juga komentar-komentar kalian semua disana ya 😊

mamah sayang kalian semua, love you all 😘😘😘
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: love you much mbak Iin sayang
total 3 replies
𝓐𝓼𝔂 𝓢𝔂𝓲𝓯𝓪
good job, karya yang bagus, suka banget sama alur ceritanya 🥰🥰🥰

tetep semangat selalu dalam berkarya buk 😘😘😘
Afrilia Welly Welly
kok gua yg jadi geregetan,sena kok sampe nyiksa gitu sih,gua yg sesak liat Shafiq emosi gitu 😒
💞🖤Icha
Langsung cuzzzz....tekan ❤ sajennya juga uda...wkwkwkwkwk..
semangat berkarya mbak Iin 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!