NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:457k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mereka Anakku?

Sesampainya di apartemen.

Leon masuk ke dalam kamarnya dan melihat sekeliling ruangan, harusnya bayang-bayang Miki yang ada di ruangan ini tapi malah bayang-bayang Alya yang muncul di pikirannya. Siapa sangka setelah 6 tahun berlalu begitu cepat mereka dipertemukan kembali secara tak sengaja.

Tak mau terus memikirkan Alya, Leon lantas masuk ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air hangat sendiri kemudian berendam di sana.

"Aku sudah menyuruhnya jangan muncul lagi, apa dia sengaja muncul? Hah! Sudahlah! Aku dan dia sudah tidak ada hubungan apapun, kehadirannya pun tak bisa mengubah apapun di hidupku saat ini," gumam Leon.

Saat bersamaan ponselnya berdering dan itu adalah Miki, hubungan mereka yang sudah kandas karena Leon sendiri yang meminta putus tanpa sebab membuat Miki masih tidak terima.

"Hallo, Leon. Aku sudah ada di depan apartemen mu."

"Sudah aku bilang hubungan kita selesai," ucap Leon.

"Kumohon beri aku kesempatan lagi dan maafkan aku jika aku ada salah. Bukannya hubungan kita sudah bertahun-tahun lamanya, apa kamu ada wanita lain?" tanya Miki.

"Iya!" Leon mematikan telepon dan merasa kesal dibuatnya.

Setiap hari Miki menelpon ingin kembali kepadanya tapi itu tidak mungkin terjadi, Leon sudah tidak menyukai wanita itu, wanita yang sudah tidak perawan dan pernah dicicipi oleh mantan-mantannya terdahulu.

Terdengar suara ketukan pintu sangat keras, Leon mencari earphone dan memakai di telinganya sampai tidak terdengar suara apapun. Miki yang kesal lantas mengadu kepada orang tua Leon yaitu Rafael dan Riana di rumah mereka. Tak ada cara lain, hanya mereka yang bisa membantu membuat Leon menikahinya.

Sesampainya di rumah orang yang ia anggap calon mertuanya, Miki mengetuk pintu dengan keras dan setelah itu langsung masuk saja padahal pembantu belum menyuruh masuk.

"Mama! Mama!" teriak Miki.

Rafael turun dari tangga, sebenarnya dia juga tidak suka dengan wanita tidak tahu sopan santun tersebut.

"Kenapa teriak-teriak? Mana sopan santun mu?" tanya Rafael.

"Papa mertua, Leon, dia memutuskan ku padahal rencananya kami akan menikah," jelas Miki.

"Baguslah!" ucap Rafael.

Miki merasa kesal dengan respon beliau, dia mencari Riana dan Rafael menghela nafas panjang melihat ketidaksopanan wanita itu.

"Mama!"

"Ada apa sih?" tanya Riana keluar dari kamarnya.

Miki langsung memeluk Riana dan menceritakan apa yang terjadi jika Leon sudah memutuskannya seminggu yang lalu. Riana mengusap rambut Miki yang halus dan menenangkannya.

"Kalian kan sudah biasa putus nyambung kayak tali beha, pasti kalian akan kembali bersama lagi.

Lagian perusahaan kami juga sedang kacau makanya Leon memutuskan mu," ucap Riana.

"Tante apaan sih kok ke bawa bawa tali beha, Tapi biasanya satu atau dua hari kami balikan lagi, sekarang sudah seminggu lebih bahkan Leon tidak mau menemui ku," jawab Miki.

"Tenanglah! Kalian kan akan segera menikah."

Wanita itu melepaskan pelukannya dan melihat wajah Miki yang cantik, memang benar hubungan mereka putus nyambung tapi jika kelamaan seperti ini takutnya Leon mendapatkan wanita lain.

"Mama harus yakinkan Leon supaya bisa menerimaku lagi," ucap Miki.

"Iya, nanti malam Mama akan bicara kepadanya. Kamu jangan menangis!"

"Makasih calon Mama mertuaku."

Sementara Rafael memutar bola matanya jengah, ia muak melihat pemandangan ini dan memutuskan untuk masuk ke kamar saja. Dia mengecek situs perusahaannya yang dia kelolanya bersama Leon dan terkejut kali ini tidak bisa dibuka.

"Sialan! Siapa sebenarnya yang melakukan ini?"

***

1 minggu kemudian.

Alya sudah menginjakkan kaki di kontrakan barunya yang ada di Jakarta, hanya satu petak saja yang bisa sewa untuk saat ini dan untungnya dia mendapatkan yang ber-AC supaya anak-anaknya nyaman.

"Kalian boleh istirahat dulu," ucap Alya.

Si kembar tiga mengangguk tapi mereka tak benar-benar istirahat, masing-masing sudah menemukan hobby-nya. Farad yang sibuk dengan komputer, Fared yang sedang senang menggambar karena dibelikan alat gambar baru dan Farid yang senang meminjam ponsel milik mamanya untuk bermain game.

Alya melihat wajah mereka semua yang sangat mirip dengan Leon, dia merasa kesal karena dia yang hamil dan berjuang sendirian tapi kenapa malah mirip papa kandung mereka yang jahat.

"Semoga saja Leon tidak mencari tahu tentang si kembar," gumam Alya.

Saat bersamaan, seseorang mengetuk pintu dan membuat Alya heran siapa yang bertamu karena ia masih baru di sini. Dia membuka pintu dan seorang pria tersenyum ke arahnya sambil menyerahkan beberapa ayam goreng yang masih hangat.

"Kebetulan aku beli banyak dan ini untukmu serta adik-adikmu," ucap pria itu.

"Adikku? Mereka anak-anakku," jawab Alya sambil menerima bungkusan itu.

"Oh! Kamu masih sangat muda dan kupikir mereka adik-adikmu."

Alya tersenyum. "Iya, kamu bukan pertama kalinya yang berkata seperti itu. Maaf ya, aku tidak bisa membiarkanmu masuk dikontrakanku karena takut dianggap mesum."

"Aku paham kok, setelah ini aku juga akan kembali ke kontrakanku."

"Om!" teriak Farad.

"Eh, kamu?"

"Kalian saling kenal?" tanya Alya.

"Om ini yang suka nongkrong di warnet di depan rumah kita dulu, Mah," jelas Farad.

"Oh benarkah? Kok ada di sini?" tanya Alya bingung karena sebelumnya kontrakan mereka di Bandung.

"Iya, aku memang pindah-pindah tempat kost."

Alya menjadi takut jika pria itu punya niat jahat kepada mereka, dia mengembalikan bungkusan ayam itu dan mengajak Farad untuk masuk.

"Masuk, Farad!" ucap Alya sambil memperhatikan pria itu.

"Ada apa?" tanya pria itu.

"Om Agra ini baik kok, Mah."

"Masuk, Farad!" pinta Alya sekali lagi.

Farad lantas masuk dan Alya juga mengikutinya kemudian menutup pintu rumah. Dia berpikir pria itu sengaja mengikutinya sampai berpindah kota dan tempat kontrakan.

"Farad, Fared, Farid, jangan mencoba menemui pria asing! Siapa tahu dia ingin menculik kalian," ucap Alya.

"Kenapa sih, Mah?" tanya Farad.

"Mereka bisa saja menculik kalian dan menjual kalian, kalian mau disuruh ngamen di lampu merah? Anak-anak kecil seperti kalian mudah sekali menjadi target penculikan," terang Alya.

Mereka tentu saja takut dan tidak ingin itu terjadi, sementara itu Alya mengintip di balik jendela dan ternyata kontrakan pria tadi tepat ada di depannya.

"Sial, apa yang harus aku lakukan? Aku baru saja tinggal di sini. Sudahlah! Semoga saja memang kebetulan," ucap Alya.

Malam hari pun tiba, Alya menyiapkan makanan untuk anak-anaknya yang sudah lapar. Hari ini dia memasak seadanya yaitu nasi dan telur dadar yang dibagi-bagi, memang setiap hari dia tidak bisa memberikan ayam goreng untuk mereka karena keterbatasan uang belanja.

"Mama, aku pengen makan ayam," ucap Fared.

"Besok Mama belikan, sekarang makan apa adanya dulu," jawab Alya.

Mereka makan bersama-sama sambil menonton televisi, ketiga kembar memang terlihat seperti anak kecil pada umumnya tapi Alya belum menyadari jika mereka itu anak-anak yang cerdas. Dari usia 3 tahun, Alya sudah mengenalkan huruf dan angka sehingga saat ini mereka lancar membaca padahal belum sekolah.

"Komputernya masih nyala?" tanya Alya.

"Masih kok, Mah," jawab Farad.

"Jangan terlalu banyak mainan seperti itu! Tidak bagus untuk mata kalian," ucap Alya.

"Mama, kenapa kami tidak punya papa?" tanya Farid.Ada pertanyaan lain?" tanya Alya.

"Papa kami kemana sih, Mah?" tanya Fared.

lagi. "Ada pertanyaan lain?" tanya Alya sekali

"Mah, wajah Papa kami seperti apa?" tanya Farad.

Alya menghela nafas panjang, pertanyaan mereka intinya sama yaitu sama-sama menanyakan tentang papa kandung mereka.

"Papa kalian sudah meninggal," jelas Alya.

"Mama bohong!" kata Farad.

"Iya nih, Mama bohong," sahut Farid.

"Kalau Mama bohong suka begini-gini," jawab Fared yang mengembang kempisnya cuping hidungnya seolah mempraktekkan apa yang dilakukan mamanya jika berbohong.

Si kembar tiga itu tertawa bersama-sama sementara Alya memperhatikan mereka dengan kesal, tingkah mereka sebenarnya menurun dari Leon."Pokoknya jangan pernah tanyakan keadaan Papamu lagi, dia sudah meninggal," jelas Alya.

"Kami akan cari sendiri jika Mama nggak mau ngasih tahu," ucap Farad.

"Kalian saja tidak tahu wajah Papa kalian," kata Alya.

Ketiga kembar itu kemudian duduk membentuk lingkaran dan saling berbisik seolah sedang musyawarah. Alya mengernyitkan dahi karena tingkah mereka seperti orang yang sudah dewasa.

"Cepat makan dulu!" ucap Alya.

Mereka selesai berdiskusi dan kembali menyantap makanan pada piring masing-masing.

Ada apa dengan mereka ini? batin Alya.

Keesokan harinya.

Pagi yang cerah, Alya mengantar ketiga anak kembarnya yang berusia 5 tahun menuju FairyCare, tempat dimana mereka bersekolah juga. Setiap langkah yang diambilnya terasa berat dan hatinya berkecamuk. Mulai hari ini, Alya akan bekerja di sebuah hotel sehingga dia terpaksa menitipkan anak-anaknya di Fairy Care sampai sore. Ini adalah kali pertama mereka tidak akan bersama sepanjang hari.

Setelah memastikan anak-anaknya telah menempati tempatnya di Fairy Care, Alya menatap mereka dari balik pintu kaca. Rasa sayangnya begitu terasa, mata mereka bertemu dan anak-anaknya tersenyum kepadanya. Alya berusaha memberikan senyuman terbaik, meskipun perasaan sedih dan cemas menghantui pikirannya.

"Mama jangan sedih! Kami baik-baik saja di sini, kami kan nggak sendirian dan kami bertiga," ucap Farad.

"Janji ya jangan nakal!" jawab Alya.

"Kami kan gak nakal, Mah," sahut Fared.

"Bye-bye Mama!" kata Farid.

Begitu pintu FairyCare tertutup, Alya tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia meneteskan air mata, merasa seolah-olah hatinya ditarik ke belakang bersama anak-anaknya yang masih terlihat dari jendela Fairy Care. Namun, dia tahu bahwa ini adalah keputusan yang harus diambil demi kelangsungan hidup mereka. Dia harus bekerja untuk menghidupi keluarga kecilnya.

Dalam perjalanan menuju hotel tempat dia bekerja, Alya terus menangis sembari memandangi foto anak-anaknya di ponsel. Dia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia akan bekerja keras untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi ketiga anaknya, meskipun itu berarti mereka harus terpisah beberapa jam setiap harinya.

Beberapa saat kemudian.

Alya sangat bersemangat memulai pekerjaan barunya di hotel. Ia berjalan dengan sigap dan percaya diri, siap menjalani hari pertamanya. Namun, siapa sangka hari ini akan menjadi hari yang sangat berbeda dari yang ia bayangkan.

Tepat ketika ia hendak menyelesaikan tugasnya, bosnya meminta bantuan untuk membuang sampah di salah satu kamar. Alya menyetujui permintaan tersebut dan menuju ke kamar hotel tersebut.

Begitu membuka pintu kamar, Alya terkejut bukan kepalang melihat sosok yang ada di dalam kamar. Di hadapannya berdiri Leon, mantan suaminya yang dulu pernah membuat hidupnya hancur.

"Oh, ternyata kamu sekarang bekerja di sini. Tidak bisa mencari pekerjaan yang lebih baik, ya?"

Alya mencoba menahan amarah dan menjawab, "Sudahlah, Leon. Aku hanya ingin menjalani hidupku dengan tenang. Aku tidak ingin lagi berurusan denganmu."

Namun, Leon terlihat tidak puas. Ia menendang tempat sampah yang ada di kamarnya, membuat sampah berserakan di lantai.

"Nah, ini pekerjaanmu kan? Bersihkan semua sampah ini!" ujarnya dengan nada menghina.

Alya mengepal tangannya mencoba menahan rasa sakit hati. Dengan sabar, ia mulai mengambil sampah yang berserakan di lantai.

"Aku tidak peduli apa yang kamu katakan. Aku hanya akan menjalani hidupku tanpa pria jahat sepertimu."

"Itu kata-kata yang bagus, sayang. Tapi apa kamu benar-benar bisa melupakan semua kenangan kita? Apakah kamu bisa melupakan betapa buruknya aku padamu?"

"Kamu tidak lagi memiliki hak untuk menghancurkan hidupku. Aku sudah melupakanmu, dan aku akan terus melanjutkan hidupku tanpamu."

Leon mendekati Alya dan melihat tubuh Alya yang seksi serta berisi tidak seperti dulu.

"Jangan mendekat!" teriak Alya.

"Kamu sudah menikah lagi?" tanya Leon.

"Itu bukan urusanmu."

Tatapan Leon sangat tajam dan seolah menyelidik. Dia mengambil kertas di atas meja kemudian membaca informasi di sana.

"Alya Renatha, seorang janda anak tiga yang berdomisili di Bandung. Pekerjaan freelance dan sekarang berkerja di hotel Jakarta dan baru menikah satu kali," ucapnya. Alya terkejut mendengar apa yang dibaca pria itu.

"Janda anak tiga? Menikah satu kali?"

tanya Leon sambil melihat ke arah Alya.

"Dua kali, aku janda dua kali. Mantan suamiku yang kedua meninggal saat anak-anak kami masih kecil," jawab Alya gugup.

Mata Leon langsung berubah menjadi tatapan elang dan membuat Alya semakin terpojok.

"Kamu pikir aku bodoh? Aku bisa mencari riwayat pernikahanmu dengan mudah bahkan aku juga tahu tanggal lahir anak-anakmu lahir dan nama rumah sakit tempatmu melahirkan. Masih mencoba menyangkal lagi?" tanya Leon.

Alya lekas membawa sampah itu keluar, dia tak menyangka Leon akan tahu secepat itu dihari pertama Alya bekerja di Jakarta.

Leon mengejarnya dan menarik tangan Alya dengan kasar.

"Lepaskan, aku!" teriak Alya.

"Apakah 3 kembar itu anakku?" tanya Leon."Lepaskan! Mereka bukan anakmu."

"Mari kita lakukan tes DNA!"

"Mereka bukan anakmu! Tolong jangan pernah ganggu aku lagi! Aku sudah cukup menderita karena ulahmu. Aku kembali ke Jakarta untuk mencari sesuap nasi untuk anak-anakku," ucap Alya sudah berlinang air mata.

Leon melepaskan tangan Alya, 6 tahun yang lalu dia menceraikannya bahkan melakukan KDRT padanya. Sekarang tak heran jika Alya yang sudah lebih dewasa berani melawan mantan suaminya.

"Aku tanya sekali lagi, apakah mereka anak-anakku? Kenapa kamu memberi nama belakang mereka "Alv" jika mereka bukan anak-anakku padahal kamu tahu "Alv" adalah marga keluargaku?" tanya Leon.

1
ceuceu
opa rafael kemana kok ngilang sememjak triplets SMP?
cuma ada oma riana jd pembantu menantunya gdang salad.
Lian_06: opa Rafael hanya tokoh pelengkap aja, jadi gak terlalu sering muncul
total 1 replies
ceuceu
egois alya,anak kecelakaan teteo aj keras kepala
ceuceu
Lagian alya batu banget,udh tau sore nyuru anak" pulang,selingkuh ga di benarkan,tapi itu ga sampe selingkuh yg kebablasan,selama rujuk leon ga pernah selingkuh kn,maafin leon dong alya jg batu.
ceuceu
fared emang nakal di banding yg lain,kadang di anggao wajar oleh orangtua,tapi anak makin bandel
ceuceu
alya leon anak banyak knp ga tinggal dirumah yg besar ya?
biar nyaman ada halaman nya untuk keluarga dgn anak banyak
ceuceu
ga ada kapoknya fared
ceuceu
ampun dah bocil masih piyik cinta"an
ceuceu
Lah kocag fared katanya ga cengeng/Facepalm/
ceuceu
tega ya leon ga ngasi nafkah mamanya/Frown/
sesalah apapun ibu jgn tega begitu membiarkan dia kerja sm menantunya.
ceuceu
triplets gen leon /Grin/
ceuceu
kenapa ya alya manggil suami namanya,ga pakai bahasa santun misalnya mas gitu,aga ga sopan ke suami
Lian_06: Itu lebih ke penulisan sih, kadang pake mas kadang pake nama nya Leon gitu.
total 1 replies
ceuceu
bengek si kembar.absurd/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lian_06: emang kelakuan kembar bikin ngakak🤣
total 1 replies
ceuceu
Mahar itu kn mas kawin bahasa arab,knp nikah di gereja pakai kata mahar thor?
klw nikah di grreja artinya agama kristen.
yg menikahkan penghulu,biasanya klw nikah di gereja pendeta
aga membingungkan
Lian_06: Ouh terimakasih ya koreksi nya nanti diperbaiki 🤗😄
total 1 replies
ceuceu
ikutan nangis sedih bgt jadi alya/Sob/
Lian_06: Jujurly iya😭, jadi makin berharap Alya bahagia rasanya :)
total 1 replies
popy suprijati
🤣🤣🤣🤣
Mazree Gati
karena leon kaya aja alya mau balikan walu pernah di sakiti,coba kere,ogah
Ida Lailamajenun
masak sekelas CEO takut jika diusir dari perusahaan nya pasti bisa mandiri la dan kita lihat apakah uang bisa membahagiakan rafael jika anak dan cucu nya gk ada
Ida Lailamajenun
banyak typo thor terutama typo nama
Lian_06: Iya terima kasih kritik nya ya, nanti saya revisi lagi😁. btw bagaimana dengan cerita nya nih
total 1 replies
Ida Lailamajenun
nah harus bgn Leon ada saingan 😄biar modar kebakaran bulu liat ada laki lakj lain yg mau sama Alya
Ida Lailamajenun
ck dah mantan aja masih meresahkan bagi Alya,harus nya othor hadirkan laki laki baik buat Alya setelah jd mantan Leon biar kebakaran bulu tuh mantan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!