NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / System / Militer / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 28 Kerjasama Dengan Wira Supermarket (revisi)

Sore ini Seno mengantarkan sayuran ke pelanggannya yang bernama Cindy. Kali ini, bukan lagi satpam yang menyambutnya tetapi perempuan paruh baya. Rambutnya berwarna cokelat tua, Seno tebak itu adalah hasil dari pewarna rambut. Lalu, dandanannya cukup modis.

Dari situ saja Seno tahu bahwa ini adalah pemilik rumah ini. Seno sendiri tidak tahu apa hubungan orang ini dengan pelanggannya yang bernama Cindy. Apakah dia ibunya atau neneknya.

“Selamat Sore, Nek.” Sapa Seno kepada perempuan paru baya tersebut.

“Sore.” Jawab perempuan itu sembari sedikit mengerutkan keningnya. “Dulu kamu panggil Mbak sekarang panggilanmu berubah menjadi Nenek.”

“Eh, Anda yang bernama Cindy?” Tanya Seno ingin memastikan.

“Ya. Aku yang bernama Cindy.”

Seno sama sekali tidak mengetahui umur dari pemilik akun Facebook bernama Cindy itu. Pasalnya, akun tersebut hanya memasang foto anjing sebagai foto profilnya. Seno sendiri pun bukan orang kepo yang melihat secara mendetail informasi seseorang.

Jadi, ia tidak tahu jika pemilik akun bernama Cindy itu adalah seorang perempuan paruh baya. Ia kira umurnya tidak jauh berbeda dengannya.

“Maaf Mbak. Aku nggak ngenalin Mbak Cindy.”

Satus hal yang Seno ketahui tentang wanita adalah, mereka tidak mau ditanya mengenai umur mereka serta berat badan mereka. Jadi, meskipun Cindy lebih pantas ia pangil nenek, tidak masalah jika dirinya memanggilnya kakak seperti ini.

Jika dirinya memberikan pelayanan yang baik, bisa jadi pelanggannnya akan lebih senang. Jika pelanggan senang, maka mereka akan menjadi pelanggan setia dari Seno. Menjadi pedagang haruslah pintar-pintar memuji pelanggan mereka seperti ini.

Cindy tersenyum lebar setelah mendengar Seno yang langsung mengganti panggilannya menjadi Kakak. Anak muda di depannya ini sangat pintar dalam mengambil hati pelanggannya. Pedagang seperti ini biasanya akan menjadi orang yang sukses nantinya.

“Sayur dari kamu cuma itu-itu aja kah? Nggak ada variasi lainnya?” Tanya Cindy.

Selama ini sayur biasa yang Seno tanam hanyalah wortel, selada, tomat, terong, kangkung dan bayam. Seno belum menanam sayuran lain memang.

“Apakah Mbak Cindy pengen sayur lainnya? Kalo iya, bilang saja. Akan aku tanamankan sayur seperti itu. Atau, akan aku carikan petani sayur yang menjual sayur organik dengan kualitas setara dengan punyaku.” Jelas Seno.

“Benarkah Kamu bisa melakukannya?”

“Ya.”

“Kalau begitu, carikan aku sayur kale, brokoli, parsley dan juga cabe ya Mas. Masak ada tomatnya tapi cabe nggak ada.”

“Hanya itu saja Mbak?”

“Ya.” Ucap Cindy sembari mengangguk.

“Kalau begitu akan aku persiapkan semuanya. Ah ya, aku ada bonus sayuran untuk Mbak Cindy.”

Setelah berucap demikian, Seno berjalan kembali ke motor roda tiganya. Ia mengeluarkan lima wortel khusus dari salah satu kardus yang ada di sana.

“Ini bonus buat Mbak Cindy.”

“Cuma lima?” Tanya Cindy heran melihat jumlah wortel yang Seno berikan padanya.

Dari awal hingga sekarang, jumlah uang yang Cindy keluarkan untuk berbelanja sayur kepada Seno sudah mencapai satu juta lebih. Hampir dua juta malahan. Lalu, kenapa anak muda ini hanya memberikannya bonus lima buah wortel? Baru saja tadi dia memujinya ternyata, pelit sekali.

“Ini wortel varietas baru Mbak Cindy. Wortel ini memiliki banyak sekali vitamin A dibandingkan dengan wortel yang lainnya. Jadi, wortel ini cocok sekali untuk mengobati penyakit mata. Ini sudah terbukti bisa mengobati rabun.”

“Satu wortelnya biasa aku jual lima puluh ribu hingga tujuh puluh ribu. Jadi, lima wortel itu sudah banyak untuk Mbak Cindy. Itu harga yang aku berikan karena Mbak Cindy adalah pelanggan setiaku. Jika Mbak Cindy membelinya melalui lelang, maka harganya akan lebih mahal lagi.” Jelas Seno.

Setidaknya Seno tahu diri. Sebelum ini Cindy sudah banyak merekomendasikan sayur miliknya kepada teman-temannya. Jadi Seno memiliki pelanggan untuk sayuran biasa miliknya. Jadi tidakmasalah jika ia menjual dengan harga segitu kepada Cindy.

Pada akhirnya Cindy menerima wortel tersebut. Setelah pergi rumah Cindy, Seno mengirimkan sayuran lainnya kepada pelanggannya yang berada satu blok dengan Cindy.

Ketika Seno mengantarkan sayuran kepada pelanggan kelimanya pada hari ini, Seno di sambut oleh seorang laki-laki berumur empat tiga puluh tahunan. Laki-laki itu langsung mendatangi motor roda tiga milik Seno setelah ia memarkirannya. Ia melihat-lihat sayur yang ada di sana.

“Hem… kualitas sayurmu ini bagus. Semua ukurannya seragam. Beratnya juga tidak jauh berbeda. Soal rasa, beberapa hari ini aku sudah mencoba sayuranmu dan rasanya lebih enak daripada yang lainnya.” Ucap laki-laki itu tiba-tiba tanpa mneyapa Seno terlebih dahulu.

Setelah cukup puas melihat sayur-sayur itu, laki-laki itu lalu mengarahkan pandangannya kepada pemiliknya. Ia lalu menampilkan sebuah senyum lebar.

“Apakah kamu mau bekerja sama denganku? Perkenalkan namaku Danial Wiraguna, pemilik dari Wira Supermarket. Kamu pasti pernah mendengarnya bukan?” Ucap Danial sembari mengulurkan tangannya kepada Danial.

Seno cukup kaget ketika mendengar siapa laki-laki di depannya ini. Wira Supermarket merupakan supermarket yang cukup besar di kota mereka. Tidak hanya itu saja, Wira Supermarket juga memiliki cabang di seluruh Provinsi S.

Setelah Seno perhatikan lebih lanjut, laki-laki di depannya ini memang memiliki wajah yang cukup mirip dengan pemilik Wira Supermarket.

“Aku Seno Pak.” Jawab Seno.

“Jadi, berapa besar jumlah produksi sayur kebunmu?” Tanya Danial setelah Seno memperkenalkan diri.

“Jika kebunmu memiliki produksi yang cukup besar, aku ingin membeli dalam jumlah banyak untuk kemudian aku jual di supermarket milikku. Soal harga yangkamu berikan sekarang, tidak masalah jika Kamu memberiku harga yang sama dengan yang sekarang.”

“Kualitas sayurmu yang bagus pantas dibeli dengan harga segitu.” Imbuh Danial.

“Benarkah itu Pak?” Tanya Seno memastikan.

“Tentu saja benar. Apakah sekarang aku terlihat sedang membohongimu? Tidak bukan? Jadi bagaimana?” Tanya Danial sekali lagi.

Seno tidak menyangka Danial benar-benar menawarinya untuk membeli sayur miliknya dalam jumlah banyak. Itu berarti, dirinya bisa “membuang” cukup banyak sayuran yang saat ini sudah memenuhi kotak penyimpanan sistem.

Apalagi, kerja sama dengan Danial ini sudah jelas kerja sama dalam jangka panjang. Jelas kedepannya Seno akan memiliki pendapatan tetap. Jadi, meskipun sayuran khusus miliknya tidak setiap hari terjual, dirinya masih bisa mengandalkan menjual sayuran biasa kepada Danial.

“Tentu, aku akan bekerja sama dengan Pak Danial. Aku bisa memproduksi seratus lima puluh kilo tomat, dua ratus kilo wortel, tiga ratus kilo selada, seratus kilo terong, seratus lima puluh kilo kangkung, dan seratus lima puluh kilo bayam.”

“Itu adalah sayuran yang bisa aku produksi dalam lima hari. Jadi, setiap lima hari sekali, Pak aku bisa memberikan sayuran sebanyak itu kepada Pak Danial.” Jelas Seno.

Ketika menyebutkan jumlah sayuran tersebut, Seno juga memperhitungkan total pendapatan yang ia terima jika Danial mau mengambil seluruh sayuran tersebut. Semua itu memiliki nilai dua puluh satu juta lebih.

Jika Seno memberi potongan harga dan hanya meminta Danial membayar dua puluh juta pun, pendapatan Seno cukup besar dari berjualan sayur biasa. Seratus dua puluh juta dalam sebulan? Bukankah itu jumlah yang sangat besar?

Dulu Seno tidak pernah berpikir bahwa dirinya bisa memiliki penghasilan seperti itu. Sekarang, dia akhirnya bisa mendapatkan penghasilan sebesar itu.

“Hem… Itu tidak terlalu banyak. Meski jumlah yang Kamu sebut terdengar cukup banyak, tetapi jika itu di bagi untuk tiga puluh lima supermarket milikku, itu akan sangat kurang.” Ucap Danial sembari mengerutkan keningnya.

“Apakah Kamu memiliki sayuran lainnya? Aku ingin sayuran yang lebih beragam lagi.” Pinta Danial.

Sepertinya Seno memang perlu memperbanyak jenis sayuran yang ia tanam. Sebelumnya Cindy juga meminta Seno menyiapkan sayuran dengan jenis lainnya.

Sayangnya sebelum ini jumlah kotak penyimpanannya tidak terlalu banyak. Jadi, jenis sayuran yang Seno tanam tidak terlalu beragam. Sekarang, karena ada Danial yang akan menampung sayurannya yang lain, jelas Seno bisa menanam lebih banyak lagi sayuran.

“Tentu saja aku akan mempersiapkan sayuran lainnya. Jika Pak Danial memiliki permintaan khusus mengenai sayuran apa yang harus aku suplai, Pak Danial tinggal bilang saja padaku.”

“Baiklah kalau begitu, besok datanglah lagi kemari. Kita perlu menandatangani kontrak kerja sama ini.” Jelas Danial.

Setelah berbincang singkat membicarakan mengenai jam berapa mereka akan bertemu besok, Seno pun melanjutkan mengirim pesanan sayurnya yang lain.

Hari ini Seno cukup senang dengan kabar gembira ini. Meskipun sebelumnya ia cukup was-was dengan manfaat yang dimiliki oleh brokoli, tetapi itu tidak bisa menutupi kebahagiaan yang dirasakan oleh Seno saat ini.

1
Hidayat 92a
kan bener. 20juta tiap 5 hari. ambil aja 1 bulan 30 hari. jadinya 20juta x 6 ya 120juta
Memyr 67
𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗇𝗈 𝖼𝖾𝗉𝗎
Memyr 67
𝗅𝗎𝖼𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗂 𝗆𝗈𝗅𝗒𝖺𝗉 𝗆𝗈𝗆𝗈𝗒 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗂𝖻𝗂 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇, 𝖻𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄. 𝖽𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺𝗄𝗎. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗍𝖾 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗆 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝗊𝗋𝗂 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗁𝗈𝗋𝗈𝗋 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗂, 𝖾𝗅𝖿 𝗄𝗈𝗄 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌, 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝗆𝗂𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺. 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝗒𝗀 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗀𝖺𝗆𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗃𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗋𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖽𝗎𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺. 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖾𝖽𝗎𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗂𝗄𝗁𝗅𝖺𝗌.
Memyr 67
𝗍𝖺𝗄𝖽𝗂𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎
Memyr 67
𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁? 𝗂𝗇𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝗂?
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝖽𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗇𝗈. 𝗉𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗍𝗋𝖾 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗋𝖺𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗎𝗌𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝗂𝗇
Memyr 67
𝗀𝖺𝗃𝗂 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 3 𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇 𝖤𝖭𝖠𝖬 𝖩𝖴𝖳𝖠, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗋𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 1 𝗃𝗎𝗍𝖺? 𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗒𝖺?
Hidayat 92a: kan 2 orang pekerjanya
total 1 replies
Rach
ga lanjut ah yang Terus an nya aduhhh
Muhammad Azrori
bukankah sudah naik ke level 5.
kok ini masih di level 4
Muhammad Azrori
Brokoli apa Buncis Bos?
Brokoli kan tidak di perjualbelikan🙏🙏🙏
kang Deden
rest
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
kang Deden
test
Galon Poca
Kejam...kejam dari Kejamban wkwkwkw/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Karno
novel nya mantap bagus, mc ga langsung op, sejauh ini, ini Novel bertema fantasi / sistem terbaik yg q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!