NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK ARA

CINTA UNTUK ARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:375.8k
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

"Ara... mas sudah bilang, mas tidak peduli kamu membalas cinta mas atau tidak, tapi mari kita melangkah berdua. Kita bergandengan tangan bersama dengan ikatan suci. Mas ingin mengikrarkan janji nikah hanya dengan kamu."



Kata-kata itulah yang akhirnya membuat Ara mengambil keputusan menerima Sony, meskipun tanpa cinta, ditengah-tengah rasa sakit akibat cintanya dikhianati.



Kata-kata CINTA itu sangat menyakitkan bagi Ara.
Cinta seperti apakah yang akan diterima oleh Ara? Seorang gadis cantik yang menjadi kesayangan keluarga, terutama papinya.




Ikutin terus yuk kisahnya dan tinggalin jejaknya dengan like, komen & vote





Sebelumnya baca juga Bukalah Hatimu Untukku ya.... Biar nyambung cerita dan tokoh-tokohnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Jalan-jalan

 

 

“Mas…. aku ingin tahu, sedekat apa hubungan Chacha dengan Alice….?” Tanya Ara.

Ara yang dalam keluarganya terbiasa dididik untuk saling terbuka, berterus terang, tidak mau menyembunyikan

pertanyaan apapun yang ada di hatinya. Meskipun mungkin saja jawabannya akan mengusik hatinya. Tetapi dia harus tahu yang sebenarnya, agar tidak salah dalam mengambil langkah. Itu niat Ara untuk menanyakan semuanya kepada tunangannya.

“Ara…. mas sudagh cerita bagaimana perkenalan dengan Alice dan perjalanan selanjutnya. Mas tidak hanya

mencari isteri, tetapi yang lebih penting adalah ibu untuk Chacha. Yang mau menerima, mencintai dan mendidik Chacha. Dan itu semua tidak mas dapatkan pada sosok Alice, makanya jauh-jauh hari mas sudah putuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan Alice.” Dokter Sony memulai pembicaran setelah mereka duduk di ruang

privat sebuah restaurant.

“Tapi sekarang beda mas. Ara pernah melihat dua kali Alice dengan Chacha, bahkan Alice menjemput Chacha di

sekolah. Ara lihat wajah Chacha sangat gembira dalam gandengan Alice…” Jawab Ara pelan. Dokter Sony kaget mendengar omongan Ara.

“Memang akhir-akhir ini sepertinya Alice terus mendekati Chacha, mungkin Alice menggunakan Chacha untuk mendekati mas, tetapi itu tidak merubah keputusan yang sudah mas ambil….”

“Kasihan Chacha yang sudah begitu dekat dengan Alice mas…”

“Alice tidak tulus mencintai Chacha. Dia mendekati Chacha untuk dapat memenuhi keinginannya. Dan mas yakin,

Chacha lebih sayang padamu daripada Alice…”

Ara hanya diam sambil menunduk mendengar penjelasan dokter Sony.

“Ara mas mohon, kamu jangan berpikir macam-macam lagi tentang Alice ya. Sebesar apapun usaha dia untuk

mendekati Chacha tidak akan merubah perasaan mas. Dan sedekat apapun hubungan Chacha dengan Alice, itu juga tidak akan merubah kedaan. Mas sudah memilihmu untuk selamanya.” Kata dokter Sony dengan suara tegas namun lembut.

“Meskipun mas tahu kalau aku belum……”

“Ssttt…. stop nggak usah diteruskan….” Kata dokter Sony memotong ucapan Ara sambil menempelkan jari

telunjukknya di bibir Ara tandan stop bicara.

“Mas akan membuatmu jatuh cinta pada mas berkali-kali…..” Kata dokter Sony lagi dengan mantab sambil

mengedipkan sebelah matanya, yang membuat Ara grogi dan dadanya berdebar-debar.

Semenjak pembicaraan dengan Ara, maka dokter Sony melarang Aning untuk mengikuti keinginan Alice, apalagi saat Alice menjemput Chacha di sekolah. Dia tidak mau terjadi salah paham lagi dengan Ara.

Disaat-saat dokter Sony mempersiapkan hari pernikahannya, dia tidak ingin pikirannya terganggu dengan

hal-hal sepele, apalagi yang berkaitan dengan Alice. Apalagi dengan kondisi Ara yang pernah mengalami hal yang menyakitkan, dokter Sony sangat menjaga dan tidak mau menorehkan luka kembali di hati Ara.

Ara merasa hari berlalu dengan begitu cepat, dan tidak terasa bulan sudah berganti. Yang itu artinya tidak lama lagi dia akan melaksanakan pernikahan dengan dokter Sony. Dan semakin dekat dengan hari H, sepertinya Ara makin merasa sering berdebar-debar, entah apa sebabnya.

Untuk mengalihkan rasa itu, Ara berusaha meyibukkan diri bersama gengnya ataupun kegiatan lain yang bisa

sedikit mengalihkan pikirannya pada acara pernikahannya.

Seperti dengan siang itu, Ara sudah berjanji dengan Chacha untuk menjemput di sekolah dan mengajak makan

es cream di mall sekalian jalan-jalan, karena rencana yang pernah dibuat Ara batal gara-gara Alice sudah terlebih dahulu menjemput Chacha di sekolah. Dan tentu saja Ara sudah meminta ijin pada dokter Sony dan bu Satrio.

“Mama Ala…..!!” Teriak Chacha sambil  berlari begitu melihat wajah Ara di depan gerbang sekolah.

“Eeiittsss… jangan lari-lari sayang, nanti kalau jatuh gimana….?” Kata Ara sambil memeluk Chacha.

“Ndak jatuh kok, Chacha kuat….” Jawab Chacha. Aning hanya tersenyum melihat momongannya yang begitu gembira bertemu dengan calon mamanya.

“Kita jadi makan es cream? Atau…. pulang aja….?”

“Es klim…..!” Chacha langsung menjawab dengan suara keras. Ara mencubit gemas pipi Chacha yang gembul. Merekapun langsung menuju tempat parkir dimana sopir Ara menunggu.

Setelah perjalanan sekitar empat puluh menit, mereka sampai di sebuah mall besar. Chacha dengan wajah

ceria berjalan dalam gandengan Ara dengan sesekali melompat-lompat.

“Eh…. anak cewek jalannya nggak boleh begitu sayang….”

“Napa mama…..?”

“Emmm… cantiknya jadi ilang dech…..” Jawab Ara agar masuk di akal Chacha, yang akibatnya Chacha menghentikan lompatan-lompatannya.

“Kita sekarang makan es cream dulu, terus beli mainan ya….?”

“Asyiiikkkk…….!” Teriak Chacha dengan girang.

“Mama boleh makan es klim yang coklat sama stobeli sama putih sama……” Chacha menyebut satu-satu es cream

kesukaannya.

“Eeeee…. Papa bilang apa hayo…..? Nggak boleh makan banyak-banyak kan….?”

Wajah Chacha jadi cemberut menggemaskan.

“Tapi…..”

“Chacha nurut ya…. kan besok-besok bisa makan lagi. Oke….?”

“Oke…..” Jawab Chacha cepat.

Merekapun menuju gerai khusus es cream.

Setelah menikmati es cream, Ara mengajak Chacha ke sebuah toko mainan. Meskipun di rumahnya sudah banyak

mainan, tetap saja Chacha sangat antusias dengan deretan mainan yang dipajang di etalase.

“Chacha boleh ambil mainan yang suka…” Kata Ara.

“Kata papa, Chacha nggak boleh minta-minta mainan….” Kata Chacha dengan wajah tyang langsung murung.

“Chacha nggak minta, tapi tante yang kasih. Sekarang ayo pilih yang mana….”

Chacha ragu-ragu karena mengingat kata-kata papanya, dan Ara tahu hal itu.

“Oke nanti tante yang bilang sama papa kalau tante yang kasih hadiah, gimana….?”

Wajah Chachapun langsung ceria kembali, dan dengan semangat dia memilih mainan yang disukai. Ara dan

Anin hanya memandangi Chacha yang kebingungan memilih. Akhirnya kedua tangan mungilnya penuh membawa mainan.

“Ma…. ini sama ini, sama ini boleh….?” Tanya Chacha dengan ragu, karena dia membawa empat jenis mainan. Ara

hanya tersenyum.

“Boleh sayang….., sudah cukup…?” Tanya Ara, Chachapun mengangguk.

“Kalau begitu ayo kita bayar, terus makan ya…?”

Selesai dengan urusan mainan, mereka berjalan menuju ke sebuah restaurant. Tiba-tiba ponsel Ara berbunyi.

“Ya mas…..”

“Kalian dimana….?” Tanya dokter Sony dari seberang sana. Rupanya dia menyusul karena ingin makan siang bersama. Arapun menyebutkan posisinya.

Tidak lama setelah Ara, Chacha dan Aning duduk di restaurant, muncul dokter Sony.

“Kok cepet mas….?”

“Tadi udah di parkiran…” Jawab dokter Sony.

Merekapun memesan makanan sesuai selera masing-masing.

“Pa…. Chacha punya banyak mainan. Mana tai mbak……?” Tanya Chacha pada Aning. Dia ingin memperlihatkan

mainannya pada papanya.

“Banyak banget. Chacha yang minta….?” Tanya dokter Sony dan Chacha langsung menggelengkan kepalanya dengan takut-takut.

“Enggak mas, Chacha nggak minta kok. Aku yang sengaja kasih hadiah…..” Kata Ara untuk menenangkan Chacha.

Merekapun menikmati makanan dengan tenang.

Selesai makan, mereka berjalan menyusuri mall hendak menuju tempat parkir. Chacha yang berjalan di tengah-tengah dengan papanya dan Ara di kiri dan kanan, sungguh seperti senuah keluarga utuh.

Sampai pada suatu saat Chacha berteriak.

“Mama Alice…..!”

*******

Tengah malam tetap semangat aku paksain up, takut besok nggak keburu karena banyak kerjaan dunia nyata.

Semuanya hanya demi dikau readers tersayang

Yuk semangat juga tinggalin jejak like, komen dan vote setelah baca

1
Amarantha Chitoz
cakeeeepppp/Good//Good//Good/
Amarantha Chitoz
sabar ya el...
Amarantha Chitoz
jangan2...
Amarantha Chitoz
lanjut ah.....
Amarantha Chitoz
whalaaaaahhhh..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Amarantha Chitoz
tenang ara...
Amarantha Chitoz
so sweeettttt
Amarantha Chitoz
seruuuu.... banyak bocil
Amarantha Chitoz
selamat....
Amarantha Chitoz
senengnya.... bahagia terus
Amarantha Chitoz
om sony bnr2 kejar setorang/Grin//Grin/
Amarantha Chitoz
naahhh....kannn...
Amarantha Chitoz
naahhh....kannn
Amarantha Chitoz
ampunnn mike, lucu amat sih kamu/Drool/
Amarantha Chitoz
duuuhhh gemesin smua ya
Amarantha Chitoz
syukur lancar
Amarantha Chitoz
smoga lancar...
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
rayuan maut/Grin//Grin//Grin/
Amarantha Chitoz
hamil?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!