NovelToon NovelToon
Kalau Gak Cinta,Kenapa PHP?

Kalau Gak Cinta,Kenapa PHP?

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Alyra Senja

Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke rumah ortu lea dan zaendra

_________

"Gue nggak gamau!'tolak alaska cepat,seketika bibir lea manyun."kenapa?"tanyanya agak kecewa.

"Gue nggak sudi ya—apalagi nanti abang lo dimarahin gue!"

Lea masih berusaha membujuk."Alaska...pleases me."alaska langsung mendelik mendengar penuturan tapi ia masih tak mau.

"Cuma sekali ini aja ya."bujuknya tapi alaska tetap menggeleng keras.

"Nggak!pokoknya enggak."

Syakila yang sedari tadi hanya mendengar potongan percakapan mereka semakin penasaran."Emangnya...lea minta tolong apa?"

Alaska dan lea saling berpandangan."teman lo ni masa dia minta gue bua-eempphh..."tiba-tiba lea langsung membekap mulut alaska."Jangan keras keras ngomongnya."bisiknya di telinga alaska,lalu melepaskannya membuat laki-laki itu menghirup udara sebanyak-banyaknya.

"Bau tai."ucap alaska membuat lea refleks mencium tangannya."Gue butuh bantuan kalian."lea menarik napas panjang.

"Gue mau ngetes perasaan Kak zaendra."

Syakila langsung mengernyit."Ngetes gimana?"

"Gampang.gue bakal pura-pura punya pacar."ucapnya lalu menoleh ke arah alaska sedang meludah ke samping tapi tak mengeluarkan liur.

"Dan...pacar pura-pura gue itu alaska."

"Hah?!"

Alaska langsung menunjuk dirinya sendiri."Udah gue bilang gue nggak mau."lea berdecak lalu mendekati alaska membisikkan sesuatu membuat laki-laki itu akhirnya setuju.

"Tapi gue nggak mau sendiri yang cowok.gimana nanti tiba-tiba abang lo marah ke gue,terus dia nonjok gue tanpa ampun,terus wajah gue yang menawan ini jadi hancur."

Lea langsung beralih menatap galen."Galen,lo ikut juga,ya."

Galen menghela napas."Ngapain?"

"Biar rame."

Belum sempat galen menolak,alaska lebih dulu memeluk lengannya."Ikut ya..."

"Nanti kalau gue kenapa-kenapa di jalan gimana?temenin gue,ya."

Galen menatap Alaska datar."Lebay lo."

"Pokoknya lo harus ikut.please."bujuk lea.

Galen akhirnya mendecak pelan."Hm."

________

Malam semakin larut.suasana di depan rumah Lea begitu sunyi,hanya suara jangkrik dan embusan angin malam yang sesekali memecah keheningan.tepat di depan pintu rumah,lea berdiri bersama tiga"makhluk berpasangan" lainnya.keempatnya saling berpandangan,tetapi tak satu pun berani menjadi orang pertama yang menekan bel.

Lea memegang tengkuknya."Padahal masih rumah nyokap gue.tapi kenapa gue jadi grogi ya?"

Jari Lea sudah beberapa kali terangkat mendekati tombol bel,lalu kembali ditarik.rasa ragu memenuhi pikirannya.di sisi lain,alaska justru tak bisa diam sejak tadi.mulutnya terus mengoceh,membuat yang lain semakin gugup.

"Eh,gimana kalau nanti Kak zaendra marah karena kita datang malam-malam?"bisiknya pelan.

Belum sempat ada yang menjawab,alaska kembali menambahkan,"Atau....dia udah nunggu kita di depan pintu,terus pas masuk dia langsung hantam wajah gue."

"Ck,gak usah mikir yang aneh-aneh deh,"sahut galen sambil menggeleng.

"Tapi kalau ternyata dia lagi bad mood gimana? terus dia malah ngusir kita?"alaska kembali berandai-andai,padahal semua itu belum tentu terjadi.

Lea mengembuskan napas panjang sambil menatap tombol bel sekali lagi."Udah,daripada kita berdiri kayak patung di sini,mending kita pencet aja."

Mereka saling dorong,saling menyuruh satu sama lain untuk menekan bel,tetapi tak ada yang benar-benar berani melakukannya.keempat remaja itu sudah berdiri di depan rumah ortunya lea.pada akhirnya galen yang menekan bel tersebut.

Ting tong...

Bel rumah berbunyi.

Mereka saling berbisik sambil menunggu pintu terbuka.tak lama kemudian...

Klik.

Pintu terbuka.

Zaendra muncul dengan kaus rumahan.tatapannya menyapu satu per satu wajah di depannya.

Ada empat makhluk hidup di depan matanya termasuk lea.adik tirinya itu.

"Lea...."

Lea memasang senyum tipis,meski dadanya kembali terasa sesak saat bertemu kakak tirinya itu.

"Hai,kak."suaranya terdengar biasa saja.

Lalu tanpa aba-aba,ia menggandeng lengan alaska."Kenalin...ini pacar gue."

Alaska langsung mengangkat tangan."Halo,kak."sapanya ramah,zaendra tidak langsung menjawab.tatapannya justru berhenti cukup lama pada alaska.

Menatap dari ujung kaki,sampai ujung kepala.lalu berhenti tepat di wajah yang bisa di bilang manis itu.

"Cowok ini?pacar kamu?kok malah dapet yang mukanya imut kaya gini?"tanyanya penuh intimidasi.

"Lebih mirip anak SMP daripada pacar."tatapannya berubah sedikit sinis.sementara alaska masih mempertahankan senyuman manisnya.

Padahal dalam hati...

"Fuck!kayak lo yang paling ganteng pun."ingin rasanya ia memberikan jari tengah ke zaendra.

Zaendra lalu mengalihkan pandangan.kini matanya jatuh pada galen dan syakila yang sengaja berdiri berdampingan.

Syakila langsung pura-pura mengusap hidung.sedangkan galen tetap memasang wajah datar.

"Eh...bukannya kamu yang kemarin ikut ke pasar malam?"tanya zaendra kepada galen.

"Iya."jawab galen singkat.

Belum sempat percakapan berlanjut,lea sudah lebih dulu menerobos masuk.

"Ayo masuk."ia menarik alaska dan teman-temannya ke ruang tamu.

Zaendra hanya bisa menghela napas sambil menutup pintu.

Di dalam...

Alaska langsung membisikkan sesuatu."Kayaknya abang lo nggak suka deh sama gue."

Lea ikut berbisik."Bagus.berarti rencana kita mulai berhasil."

Alaska mengerutkan dahi."Emangnya gue harus di korbanin.awas lo ya kalau abang lo yang kumatan itu apa-apain gue."

"Tenang.nanti gue traktir mie ayam mas udin."mendengar itu alaska langsung terdiam."Oke... demi mie ayam."

Mereka mulai berpura-pura mengobrol ramai.tertawa,bercanda,seolah sedang pesta kecil.sementara zaendra memilih masuk ke kamarnya.

Satu jam berlalu.tapi tak ada reaksi.mereka semakin membesar besarkan tawa nya dan sekarang memasang musik.tapi tak kunjung ada reaksi dari dalam.hal itu membuat alaska mulai bosan.

"Woy,abang lo nggak cemburu tuh,buktinya dia nggak peduli sama lo."cerocosnya sedangkan lea mulai gelisah ia menggigit ujung kukunya.

"Sabar napa sih."

"Capek gue."karena kesal,alaska mulai berdebat dengan lea.

"Lo kin.padahal dia nggak peduli,sok-sokan mau manasi.ujung-ujungnya kan lo yang malu sendiri."

"Lo aja yang nggak bisa akting."

"Apa lo bilang?!"suara alaska meninggi.

Lea langsung mengunci kepala alaska dengan lengannya."Woy!lepasin bego!"

Mereka hampir saja bergulat.tapi pintu kamar tiba-tiba terbuka.

Klik.

Zaendra keluar.melihat itu—lea langsung melepaskan cekikannya.dalam hitungan detik ia berubah manis.

Alaska didudukkan rapi.lalu lea menyuapkan camilan ke mulutnya."Sayang...enak nggak?"

Alaska memaksakan senyum."Iya..enak."

"Enak banget malahan."geramnya.matanya menatap lea tajam.

'Awas lo.lo kira keek lo nggak bau.'batinnya.

Zaendra memandangi mereka beberapa saat.lalu mengambil segelas air minum.setelah itu masuk lagi ke kamar.

Klik.

Pintu kembali tertutup.

"Huft..."keempatnya langsung mengembuskan napas bersamaan.

"Nyaris."gumam syakila.

Alaska memberikan jari tengahnya ke lea.

Tak lama kemudian...

Lea kembali membuat keributan."Guys!malam ini kita harus seneng-seneng!angan mikirin apa pun!"pekiknya bak orang mabuk.

"Tos!"mereka menyatukan gelas jus mereka

Lea bahkan menyalakan lagu DJ dari ponselnya.musik memenuhi ruang tamu.mereka bermain kartu UNO sambil tertawa.

Di dalam kamar...

Zaendra memejamkan mata.namun suara dari luar semakin jelas.

"Sini,sini..."

"Peluk,sayang!"teriak lea sengaja.

Zaendra langsung membuka mata.air yang baru diminumnya hampir tersedak.

"Sejak kapan adik gue jadi begini?"ia terdiam sejenak lalu....

"Apa gara-gara gue nolak dia kemarin?"

Brak!

Pintu kamar dibuka cukup keras.

Semua yang ada di ruang tamu langsung membeku.zaendra berdiri dengan wajah datar.

Memijat pangkal hidungnya."Cukup."

Lima menit kemudian...

Galen,alaska,dan syakila sudah berdiri di luar rumah.pintu ditutup tepat di depan mereka.

Lea ditarik masuk ke dalam.

Syakila menggaruk pipinya pelan."Gue... pulang dulu ya.taksi gue udah datang."ia melambaikan tangan lalu pergi.

Galen juga memasukkan kedua tangan ke saku."Gue cabut."

Baru beberapa langkah...

"Woy!"teriak Alaska.

"Gue gimana?!"tak ada yang menjawab.

Alaska mengusap wajahnya kasar.

"Astaga...ini semua gara-gara lo,lea!"karna kesal, ia menendang pintu rumah itu.

Brak!

Tak disangka...

Pintu kembali terbuka,alaska langsung kaku.zaendra berdiri di sana,tatapan mereka saling bertemu.

Gluk.

Alaska menelan ludah.tapi zaendra hanya mengangkat sebuah topi.

"Ini.topi kamu ketinggalan."ia memasangkan topi itu ke kepala alaska.

"Lain kali jangan ceroboh."

Setelah itu...

Klik.

Pintu ditutup lagi.

Alaska berdiri mematung beberapa detik.lalu mengepalkan kedua tangannya.

"Leaaaa!"

"Besok lo harus traktir gue!"

"Mie Mas Udin!"

"Tiga porsi!"teriaknya frustasi sambil mengejar galen yang sudah berjalan menjauh.

Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!