NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup Harus Terus Berjalan

Malam semakin larut, lelah sudah

mengerogoti raga.

Basma hanya mendorong boks pekakas

agar berada di pinggir ruangan, supaya dia bisa leluasa lewat. Saat melewati

kamar Key, ia berhenti sebentar,  menempelkan telinganya ke pintu. Tidak ada suara apa pun dari dalam.

Selama beberapa waktu dia masih berdiri, namun karena tidak terdengar suara

apa pun akhirnya dia berlalu menuju kamarnya. Dia juga sudah lelah sekali. Masuk

kemar mandi sebentar dan berganti pakaian, langsung merebahkan tubuhnya di

kasur. Matanya merewang langit-langit kamar.

Bian Nugara Sanjaya dan Adiguna

Sanjaya. Orang-orang yang bahkan dalam mimpi pun tidak akan pernah berharap ia

temui. Namun hari ini, ia bahkan memanggil ketua Adiguna Grup itu dengan

panggilan paman. Bersikap sombong kepada Bian Nugara yang  sudah mencuri perhatian wanita yang selama

ini ia sayangi. Key pasti sangat terkejut hari ini, sama halnya dengan dirinya.

Namun baginya, sebesar apa pun Bian tidak menjadi masalah baginya, jika dia harus

bertarung dan berjuang untuk mendapatkan Key. Jika key memintanya untuk

berusaha mendapatkannya maka dengan segenap upaya dan usaha akan ia lakukan,

sipapun lawan yang ada di hadapannya. Walaupun ia seorang CEO Grand Mall

sekalipun.

Aaaaa. Ia mengerutu sendiri, Bian

yang hanya bermodalkan usia dan wajahnya saja sudah jauh di atas rata-rata

baginya. Dan sekarang, bahkan semua status sosial dan uang ia punya. Cih,

ternyata memang ada ya manusia yang dilahirkan dengan keberuntungan semacam

itu. Basma meraba rambutnya sendiri, memainkan ujung-ujung rambutnya. Dia

bahkan tidak tahu, siapa orang tua kandungnya.

Malam semakin larut. Tidak banyak

suara malam terdengar. Hanya kesunyian yang menyiksa batin. Dari kamar key pun

tidak terdengar suara apa pun. Basma terbuai dalam kehangatan selimut dan terlelap.

Jatuh ke dalam mimpi yang samar. Yang bahkan tidak bisa ia ingat saat bangun

tidur di pagi harinya.

***

Basma perlahan membuka matanya,

menguap berulang-ulang. Udara dingin masih terasa, dan sepertinya belum ada

berkas cahaya masuk di antara jendela. Pertanda masih pagi. Rasanya masih sangat

malas, dia menarik selimutnya lagi, sampai menutupi kepalanya. Namun tiba-tiba

dia berdiri. Selimutnya jatuh begitu saja di lantai. Dia sudah

berdiri di depan pintu kamar Key. Menempelkan telinganya, berusaha

berkonsentrasi.

“ Sedang apa kamu?” Basma loncat,

wajahnya terbentur pintu. Key menyeringai. “ Ya ampun, kamu gak papa Bas?”

Basma mengaduh, mengelus kepalanya.

Lalu tangan Key menggantikan tangannya mengelus rambutnya, mengangkat rasa sakit

akibat terbentur pintu. “ Sakit Mba.” Rengeknya.

“ Hihi, maaf ya. Kamu juga ngapain?”

“ Aku kan khawatir Mba Key kenapa-kenapa. “

“ Mbak gak papa Bas. Sholat subuh dulu sana!”

Walaupun begitu, tidak sepenuhnya

Key berkata jujur. Masih ada gurat kesedihan yang coba Key sembunyikan di

senyuman paginya. Basma berjalan menuju kamar mandi. Menunaikan sholat subuh

yang agak terlambat.

Dia sudah muncul kembali dengan wajah yang jauh lebih segar.

“ Ini kan masih pagi Mba, nanti saja

bereskan semuanya, tidurlah lagi sebentar.” Karena ia tahu sepertinya Key

kurang tidur semalam.

“ Mba sudah gak ngantuk.”

“ Tuhkan, semua tidak baik-baik

saja kan?” Mata Basma awas mengamati perubahan wajah Key. Key mengibaskan

tangannya di depan wajah Basma. Adiknya pasti tahu, matanya juga pasti terlihat

sembab karena kurang tidur. Dia memilih berjalan ke ruang tengah, menyalakan

tv sambil masih berdiri. Hari ini hari Senin, namun dia tidak akan pergi berdagang somai pagi ini.

Dia mau istirahat, Basma juga sedang libur sekolah. “ Biar aku yang masak

sarapan.” Basma menarik tangan Key,  untuk duduk. Ia  mengecilkan volume tv yang dinyalakan Key tadi.

“ Mba Key dengarkan aku.” Basma

memandang wajah Key lekat. “ Mba adalah wanita terhebat yang ada di dunia ini.

Untukku, aku tidak akan pernah perduli, mau Mba pedagang somai, Mba yang

seorang kasir minimarket, bagiku itu adalah bagian dari kerja keras Mba Key

selama ini. Karena itulah Mba Key menjadi seorang yang istimewa bagiku. Aku

tidak tahu apa yang dipikirkan Kak Bian selama ini, kenapa dia menyembunyikan

identitas bahwa dia seorang pewaris kerajaan Adiguna. Tapi, yang Mba harus

tahu, bahwa Kak Bian tau siapa Mba. Kak Bian mengenal Mba sebagai gadis penjaga

minimarket, sebagai seorang pedagang somai Central Park. Dan dia menerima itu

semua, dia mengulurkan tangannya menyambut persahabaatan yang Mba berikan,

karena aku yakin, sama sepertiku yang menganggap Mba Key adalah wanita terhebat

di dunia. Dia juga berfikir bahwa Mba adalah wanita yang istimewa.”

Dasar bodoh, kenapa aku mengatakan ini. seharusnya aku berjingkrak senang kalau Key dan Bian putus hubungan kan. Tapi demi apa, saat melihat Key terpuruk, aku merasa jauh lebih baik kalau hubungan mereka bisa kembali normal.

Wajah Key berubah, sendu yang

mengantung tiba-tiba menguap begitu saja. Dia tersenyum sekarang. Menggenggam

tangan Basma. Dada Basma serasa berloncatan, namun ia menahannya kuat-kuat. “

Terimakasih Bas karena telah bangga pada Mbak yang hanya seperti ini.”

“ Jangan bicara begitu,”

Key merengkuh Basma, adik kecilnya

itu ingin sekali lari, namun ia tak berdaya. Key memeluknya erat, seperti

sebelum-sebelumnya, seperti yang sering ia lakukan kepada Basma sepanjang

hidupnya. Jantung Basma sepertinya ingin meledak.

“ Sudah Mba, aku mau masak sarapan.”

Key melepaskan pelukannya, dia

mencubit pipi Basma. “ Mba sayang sama kamu.”

“ Apaan si.” Basma mendengus. “ Memang aku anak kecil apa.”

“ Bas akan selalu jadi adik kecil Mba, sampai kapanpun. Hehe.”

Basma segera berlalu dengan membawa

wajah sedih menuju dapur.

Hari ini ia mau masak capcai dan

sambal udang. Dia mengeluarkan sayuran dari dalam kulkas. Mengambil udang di

dalam frezzer, lalu meletakannya di mangkok yang lebih besar. Meletakan air

agar udahnya melunak. Ia memotong wortel, buncis, kentang, brokoli, jamur

kancing, daun bawang, dan beberapa paprika. Lalu menghaluskan bawang merah,

bawang putih sampai benar-benar halus. Mengambil beberapa butir telur puyuh di

dalam kuklas. Lalu ia mulai menumis semua bumbu dalam sedikit minyak. Memasukan

sedikit lada bubuk, dan memasukan sayuran satu persatu, dimulai dari yang

paling keras dulu. Setelah itu beberapa telur puyuh masuk. Dia tutup. Dan

dibiarkan masak. Segera beralih ke menu selanjutnya, balado udang. Dibukanya

tutup wadah, udangnya sudah melunak. Dibuangnya beberapa bongkahan es yang

masih ada. Dia menghaluskan cabe, bawang merah dan bawang putih, mengiris

bawang bombai dan daun bawang. Menumis semua bumbu dengan sedikit minyak, lalu

memasukan bawang bombai dan udang secara bergantian. Basma memang tidak

mengoreng terlebih dahulu udangnya. Setelah itu ia masukan lada bubuk, gula

putih, garam dan daun bawang. Mengaduknya sebentar, lalu menutupnya. Membiarkan

api mengubahnya menjadi udang balado yang lezat.

“ Hemm, aromanya sepertinya lezat.”

Key muncul tiba-tiba dibelakang Basma.

“ Bisa tidak, tidak perlu membuat

orang kaget.” Basma yang terperanjak kaget mengomel.

“ Haha, maaf.”

“ Duduklah, sebentar lagi selesai.”

Key menurut, duduk di meja makan.

Dia membawa ponselnya. Sambil menunggu masakan selesai dia membuka ponselnya.

Memeriksa riwayat chatnya. Tidak ada pesan.

Kak Bian membuka pesannya kemarin terakhir, berarti hari ini dia belum membuka

pesannya. Hemm, apa aku perlu bertanya terlebih dahulu. Tidak, tidak, untuk

apa, bukankah seharusnya dia yang menjelaskan pristiwa semalam. Tapi untuk apa

juga, toh sebenarnya aku juga tidak dirugikan apa-apa. Aku tidak mengalami

kerugian secara finansial, hanya hatiku saja yang merasa terluka. Tapi,

bukankah seharusnya dia menjelaskan, kenapa menyenbunyikan identitasnya yang

sebenarnya. Kenapa, tapikan itu juga kehidupan pribadinya. Aku juga tidak

menceritakan siapa diriku sebenarnya, aku membiarkannya berfikir bahwa aku

masih memiliki orang tua. Ah, tetap saja, paling tidak dia harus

menghubungikukan.

“ Melamun lagi.” Basma mengacak-acak rambut key.

“ Apa si Bas. Aku ini Mba kamu.”

“ Biarin. Yuk makan.”

Key tidak jadi protes saat makanan

sudah terhidang di meja, Basma menyodorkan mangkok untuknya mengambil nasi. Key

mengambil semangkok nasi untuk basma lalu untuk dirinya sendiri. Mereka menikmati

sarapan, sambil bercerita tentang Aryamanda, idola pria yang di gandrungi key dan ibu.

Mereka sama-sama tidak mau menyebut nama Bian.

Bersambung........

Basma I love you. hehe @LaSheira

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!