NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Alvino

Mutiara Hati Alvino

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Teman lama bertemu kembali / Cintapertama / Tamat
Popularitas:649k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Kisah ini merupakan sekuel dari
'Perjalanan Cinta Davino dan Aluna'

Alvino Putra Alexander, harus merasakan dilema saat dirinya berhasil menemukan gadis kecil yang selama sepuluh tahun dicarinya dan di saat itu pula dia mengetahui kalau Febian-adik lelakinya juga mencintai gadis itu.

Manakah yang harus dia pilih?
Memperjuangkan perasaan, tapi dia akan menyakiti hati orang terdekatnya atau merelakan perasaannya demi orang berharga dalam hidupnya, meskipun dia harus terluka.

Cerita ini juga dibumbui dengan kisah Nathan Nadira yang mampu mengobrak-abrikan hatimu. Sebuah perjuangan, persahabatan, kesetiaan terangkum lengkap dalam kisah ini.

Jangan lupa selalu beri dukungan kalian untuk Othor Talas nan Kalem ini 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

"Ken, sekarang kamu pulang pakai mobil kantor dulu ya. Aku mau langsung ke Bandara untuk menjemput Anin," suruh Alvino sambil menata berkas-berkas yang masih berserakan di meja kerjanya.

"Tidak apa-apa, Tuan Muda," sahut Kenan sopan. Mereka berdua bangkit dari duduknya dan segera berjalan ke luar ruangan. Kenan mengantar Alvino sampai di depan lobi perusahaan, setelah Alvino masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu keluar dari perusahaan Alexander, Kenan segera menuju garasi kantor untuk memakai salah satu mobil yang memang di sediakan oleh pihak Alexander Group.

Alvino mengendarai mobilnya dengan cukup kencang karena sedari tadi Anin sudah meneror dia dengan panggilan suara hingga dirinya merasa begitu kesal.

Baru saja mobil Alvino akan memasuki area Bandara, dia segera menginjak pedal rem saat melihat kakak sepupunya yang sudah berdiri di depan Bandara dengan memasang wajah marah dan koper yang tergeletak di samping kaki Anin.

"Butuh tumpangan, Nona cantik?" tanya Alvino menggoda sambil membuka kaca pintu mobilnya. Dia melepaskan kacamata hitam yang di pakainya dengan gerakan slow motion membuat ketampanannya semakin terpancar.

"Tidak usah sok keren seperti itu, Al. Kamu sangat menyebalkan!" dengus Anin kesal, dia menyeret kopernya dan memasukkan ke dalam kursi penumpang sedangkan dirinya duduk di kursi depan di sebelah Alvino. Ketika Anin sudah duduk dengan tenang di kursinya, Alvino segera melajukan mobil itu menuju Mansion Bagaskara.

"Kamu sehat Al?" tanya Anin sambil menyandarkan kepalanya di jok mobil.

"Sehatlah, kalau aku tidak sehat mana mungkin aku bisa menjemputmu sampai sini," sahut Alvino datar.

"Kamu masih saja menyebalkan Al!" cebik Anin kesal. "Al, apakah benar kata papaku kalau kamu sudah menemukan gadis penolongmu itu?" Alvino mengangguk tanda mengiyakan.

"Selamat ya Al, akhirnya pencarianmu berakhir sudah." Alvino hanya diam saja tidak menanggapi ucapan Anin, membuat Anin mengerutkan keningnya karena merasa sangat heran.

"Apa kamu tidak bahagia, Al?" Alvino tetap diam tidak menjawab. Anin benar-benar penasaran melihat respon dari sepupunya yang hanya bersikap seolah tidak peduli, padahal sepuluh tahun lamanya Alvino mencari keberadaan gadis penolong itu.

Alvino menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran tanpa meminta pendapat Anin terlebih dahulu, sedangkan Anin mengikuti Alvino yang turun dari mobil tanpa banyak mengeluarkan suaranya, karena cacing di perutnya juga sedari tadi sudah berdemo meminta di beri asupan makanan.

Mereka berdua berjalan bersebelahan masuk ke dalam restoran untuk mencari meja yang masih kosong. Namun, saat Alvino mengedarkan pandangannya menyapu seluruh penjuru restoran, pandangan matanya terhenti dan berpusat pada dua orang berbeda jenis kelamin yang sedang duduk mengobrol di meja paling ujung. Entah mengapa, Alvino merasa curiga dengan dua orang yang terlihat serius itu.

"Anin, bisakah kamu membantuku?" bisik Alvino, dia berdiri membelakangi dua orang yang belum mengetahui keberadaannya. Tanpa menunggu jawaban dari Anin, Alvino sudah membisikkan sesuatu ke telinga Anin yang hanya menganggukkan kepalanya.

Anin segera melangkahkan kaki jenjangnya mendekati meja kosong yang berada di samping mereka. Anin mendudukkan tubuhnya di kursi sedangkan Alvino berjalan menjauh dari mereka agar keberadaannya tidak di ketahui.

"Kamu yakin akan melakukannya? Bukankah dia saudaramu sendiri?"

"Tentu saja, aku ingin membuat dia merasakan apa yang aku rasakan saat ini,"

"Tapi ...."

Anin yang diam-diam merekam percakapan mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepala tidak percaya walaupun dia sendiri tidak tahu sebenarnya siapa mereka berdua.

"Anda mau pesan apa, Nona?" tanya salah seorang pelayan yang datang menghampiri meja Anin.

"Saya mau pesan gurami asam manis dengan satu porsi kecil nasi ya Mbak, tetapi saya mau ke toilet sebentar." Anin bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan mejanya di ikuti pelayan tadi yang hendak kembali ke tempatnya. Kedua mata Anin celingukan untuk mencari keberadaan sepupunya.

"Mbak, pesanan saya di antar ke meja nomer dua belas saja ya," perintah Anin kepada pelayan tadi sembari menunjuk Alvino yang sedang duduk sendiri. Pelayan itu mengangguk paham lalu berlalu pergi menuju ke tempatnya, sedangkan Anin berjalan dengan langkah anggun menuju ke meja yang ditunjuknya tadi.

"Hai pria tampan, bolehkah aku bergabung di sini. Aku butuh teman mengobrol." Alvino mendongak saat mendengar suara Anin yang begitu manja dan dia mencebik kesal setelahnya

"Al, aku penasaran sebenarnya siapa mereka berdua." Anin mendudukkan tubuhnya berhadapan dengan Alvino.

"Kamu tidak perlu tahu, apa kamu merekam sesuatu yang mencurigakan dari mereka?"

"Tentu saja. Kamu dengarkan sendiri." Anin menyerahkan ponselnya kepada sepupunya itu, dengan segera Alvino meraih ponsel itu dan memutar rekaman percakapan kedua orang itu.

Anin menautkan kedua alisnya saat matanya melihat kilatan amarah dari kedua bola mata Alvino, bahkan tangan Alvino sudah mengepal erat dengan rahang yang terlihat mengeras.

Baru kali ini aku melihat sorot mata Al penuh dengan emosi yang membara. Mungkinkah gadis yang mereka bicarakan tadi merupakan gadis yang berharga untuk Al? Anin hanya berani membatin ketika melihat ponselnya diremas dengan kuat saat rekaman itu telah selesai diputar.

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰
guntur 1609
andre apa org yg memperkosa mila ya
guntur 1609
ohh. reyhan kan kalau gak salah anak angkat mila sewaktu fia masih gadis. baru aku ingat
guntur 1609
dasar edan alvino
guntur 1609
mati kamus dia menghadapi anaknya...duku pada waktu mudanya. davin kalah telak sm aluna
sekarang sdh tua sm anaknya
guntur 1609
sifat mila malah turun ke nathan. gresek tongkat dewa
guntur 1609
kenan sebetulnya suka sm ana..tapi dia malah dekati rania...hadeehhh...malah sebaliknya..alvino suka sm rania...tapi dia malah dekat sm ana...padahal yg disuka rania alvino
guntur 1609
kwkkwkwk. dasar bos dan asistenya..sm2 somplak
guntur 1609
rasain loe davin barubsadar.. si dewa bucin
guntur 1609
kalau gak salah ingat keynan suka sama rania. kan. dia dekati ana hanya mau cari pethatian sm rania
guntur 1609
mngkn kawan caca yg pindah tu yg ketabrak sm alvino...ia aku baru ingat...anak yg di tabrak tu bapaknya berpenharuh juga
guntur 1609
davin gak tahu itubhanya acting alvino. secara sifatbalvino menurun dari luna
guntur 1609
kkwkwkwkk marah jadibgak bisa..gara2 tingkah konyol davin dan aluna
guntur 1609
oh berati anaknya adrian sdh 2. sepupujya alvino donh
guntur 1609
chaca anak jo yg kedua kan.sepertnya akubsudah pernah baca. cerita alvino menduplikat kunci motornya
guntur 1609
kayaknya aku sudah baca kisah ni dipart aluna dan davin tapi aku agak lupa ya
guntur 1609
di part ni sdh muncul kekonyolan mereka aku suka. sama keluarga davino dan jonathan
guntur 1609
lupa aku siapa ya queennn ni
guntur 1609
aku singgah ya thor. sdh lama akunbaca kisah davino sm aluna. jadi banyak yg lupa. terutama anaknya davino...mudah2an ceritanya bagus. aku kangen sm dinginya sifat jo dan kekonyolan istrnya jo..lucu habis..
Darin Mumtazah
dan akhirnya jebol juga airmata yg dr td aku tahan thorr,ya allah sedih bgt 😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!