NovelToon NovelToon
Cinta Anak SMA

Cinta Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / Idola sekolah
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: dinda.glow

Bagaimana jika dua orang remaja yang tidak saling dekat, namun dipaksakan berdua karena perjodohan?

Akankah mereka menerima nya? atau sebaliknya?

"Dia selalu serius ketika menyimak penjelasan dari guru saat jam pelajaran di kelas," batin seorang gadis yang bernama Lyra, sedang memandangi seorang cowo yang terlihat keren saat pelajaran, namun terlihat kesal dengan kesombongannya.

____

"Kenapa harus dia?!" teriak Lyra, tidak menyukai perjodohan yang dilakukan orang tua mereka.

Sedangkan di sisi lain, cowo itu menatapnya dingin dan tajam, sesekali menyetujui ucapan Lyra, tidak ingin perjodohan mereka berlanjut.

____

"Oh iya... yang pintar mah beda." ucap Lyra menyindir cowo dihadapannya itu.

"Makanya belajar! Bukan baca novel!" sarkas cowo itu, yang membuat Lyra ingin mencabik-cabik cowo yang dihadapannya ini.

-- Dua orang Sikap berbeda yang terpaksa bersama --

Follow akun ini(@dinda.glow), like & komen disetiap cerita yaw! di upload setiap hari Jam 09:00 WIB & 21:00 WIB

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dinda.glow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Kondisi Ujian Hari Pertama di Kelas Lyra dan Rian

Kedua tangan Lyra memeluk erat sebuah buku catatan bersampul biru yang berisi ringkasan materi kebahasaan dan rangkuman bab fiqih.

Ibu jari tangannya tak berhenti membolak-balik halaman kertas, mencoba merekam kembali ingatan tentang struktur teks prosedur dan urutan tajwid yang ia hafal semalam.

Angin pagi yang berembus dingin sama sekali tidak mampu mengusir keringat dingin yang mulai membasahi telapak tangannya.

"Aduh, semoga teks resensinya nanti gak panjang-panjang banget," gumam Lyra pelan pada diri sendiri.

Tap! tap! tap!

Di sekitarnya, beberapa siswa dengan seragam putih-abu-abu yang sama juga berjalan tergesa-gesa.

Ada yang berjalan sambil memakai earphone mendengarkan rekaman materi audio, dan ada pula yang komat-kamit merapalkan doa.

Atmosfer ketegangan hari pertama ujian benar-benar terasa pekat di udara pagi itu.

Begitu melewati gerbang sekolah, Lyra melangkah menuju koridor utama yang mengarah ke sayap barat, tempat kelas X-3 berada.

Koridor yang biasanya bising oleh candaan murid-murid kini mendadak senyap.

Hanya terdengar gema langkah sepatu yang bergesekan dengan lantai keramik.

Di depan mading sekolah, Lyra berpapasan dengan beberapa guru yang tampak rapi membawa map-map cokelat besar bersegel.

Pemandangan itu seketika membuat perut Lyra terasa mulas.

Ia tahu, di dalam map itulah lembar soal Bahasa Indonesia yang akan menguji otaknya beberapa menit lagi berada.

Tap.. tap--

Saat berjalan mendekati pintu kelas X-3, Lyra menghentikan langkahnya sejenak di dekat jendela luar.

Dari kaca, ia bisa melihat nomor bangku ujiannya yang tertempel di meja.

Ia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan seluruh keberaniannya, lalu mengembuskannya perlahan sebelum memutar knop pintu dan melangkah masuk ke dalam kelas.

klik...

Tap.. tap...

____________________

Suasana Pagi hari di SMA Bangsa terasa berbeda dari hari biasa. Pukul 07.15 WIB, koridor sekolah yang biasanya ramai oleh suara tawa kini senyap.

Di ruang kelas X-3, bangku-bangku telah diatur berjarak satu meter.

Meja-meja bersih dari buku, hanya ada kartu peserta ujian, alat tulis, dan sebotol air mineral.

Rian duduk di bangku nomor 14, barisan ketiga dari depan.

Deg... deg... deg....

Jantungnya berdegup kencang. Ia membaca ulang rumus cepat di dalam ingatannya, mencoba menenangkan diri.

Di pojok kiri belakang, tepatnya bangku nomor 28, Lyra tampak memegang kepala sambil membolak-balik lembar doa pendek.

Lyra terlihat pucat, bukan karena sakit, melainkan karena ia takut soal Agama Islam nanti banyak membahas bab fiqih mazhab yang sulit ia hafal semalam.

____________________

Kriiiiiiingg.......

Tak lama kemudian, bel berbunyi nyaring. Tanda masuk telah tiba.

Pak Joko, guru Bahasa Indonesia yang terkenal bertubuh tinggi dan bermata elang, melangkah masuk ke dalam kelas X-3.

Guru bahasa mereka ada dua ya, yaitu Pak Joko dan Bu Ratna.

Tap-tap-tap

Langkah kakinya bergemerincing membawa map cokelat berisi lembar soal dan lembar jawaban komputer (LJK).

Wajahnya tanpa senyum. "Selamat pagi semuanya. Tas, buku, dan catatan kumpul di depan. Di atas meja hanya ada pensil 2B, penghapus, penggaris, dan kartu ujian kalian," suara Pak Joko menggelegar tegas.

Kelas langsung gaduh kecil.

kriet....

Suara kursi bergeser dan kertas ditepuk-tepuk terdengar riuh.

Dimas, teman sebangku Rian yang terkenal usil, mendesah pelan.

Ia melirik Rian sambil berbisik, "Ran, nomor satu nanti kalau gue bingung kode teks prosedur, kasih tahu ya." Rian tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepala pelan sambil merapikan pensilnya.

Pak Joko membagikan lembar soal.

Aroma kertas baru berhamburan di udara kelas X-3.

"Waktu kalian 90 menit. Kerjakan dari yang mudah dulu. Jangan menoleh ke kanan atau ke kiri. Ketahuan mencontek, kertas saya ambil langsung," ancam Pak Joko sambil berjalan mondar-mandir mengawasi.

Tap.. tap...tap...

Rian membuka lembaran soal Bahasa Indonesia. Bagian awal berisi soal literasi membaca yang panjang.

Ada teks tentang sejarah rempah-rempah Nusantara, dilanjutkan soal analisis gagasan utama.

Rian mulai membaca dengan teliti.

Ia menggunakan pensilnya untuk menggarisbawahi kalimat penjelas.

Di sudut ruangan, Dewi tampak menggigit ujung pensilnya sambil memejamkan mata, berusaha mengingat kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi.

Sementara itu, di barisan belakang, Gio terlihat panik karena LJK-nya sedikit kotor terkena keringat tangannya.

Gio dengan hati-hati menghapus noda hitam itu menggunakan penghapus karet putih.

_____________________

Waktu berjalan terasa sangat lambat.

Detik jam dinding di atas papan tulis seolah berbunyi semakin keras

tik... tok... tik... tok.

Sesekali terdengar suara hela napas berat dari anak-anak X-3.

Rian sempat mengalami kebuntuan pada soal nomor 23 tentang makna tersirat sebuah cerpen.

Ia menarik napas dalam-dalam, minum sedikit air putih, lalu membaca ulang teks tersebut sampai paham.

Pukul 09.00 WIB, Pak Joko berkata, "Waktu sisa sepuluh menit!"

Suasana kelas semakin menegang.

Banyak yang buru-buru menghitamkan LJK mereka.

___________________

kriiiiiiingg......

Bel istirahat berbunyi pukul 09.15 WIB, seluruh kelas menghembuskan napas lega secara bersamaan.

Suasana istirahat selama 30 menit tidak dimanfaatkan untuk bersenang-senang. Kantin sepi.

Sebagian besar anak X-3 memilih bertahan di dalam kelas sambil membuka ringkasan materi Pendidikan Agama.

Rian meregangkan otot lehernya yang kaku.

Ia berbalik badan menghadap Lyra yang sedang memegang buku cetak agama setebal tiga sentimeter.

"Ly, gimana tadi Bahasa Indonesia? Lancar?" tanya Rian.

"Lumayan, tapi bagian resensi buku bikin pusing karena teksnya panjang banget. Ini yang agama malah bikin aku stres, Rian. Bab waris sama hukum islam banyak banget istilah bahasa Arab yang mirip-mirip," keluh Lyra dengan wajah memelas.

"Udah, tenang aja. Kita udah belajar kan kemarin malam. Ingat-ingat garis besarnya saja," hibur Rian menenangkan.

Di barisan depan, Dimas dan teman-temannya sedang berdebat sengit tentang perbedaan antara zakat fitrah dan zakat mal.

Mereka saling lempar pertanyaan kilat untuk menguji hafalan masing-masing.

__________________

Pukul 09.45 WIB, ujian sesi kedua dimulai.

Kali ini pengawasnya berganti.

Bu Siti, guru Agama yang dikenal ramah namun sangat disiplin, masuk membawa setumpuk naskah soal berwarna hijau muda.

"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mari kita mulai ujian kedua ini dengan membaca basmalah bersama-sama," kata Bu Siti lembut namun tegas.

"Bismillahirrahmanirrahim," jawab seluruh siswa X-3 serentak.

Soal agama dibagikan.

Lembar soal ini terdiri dari pilihan ganda dan lima soal esai di bagian belakang.

Rian langsung membuka bagian esai sekilas.

Syukurlah, soal esai tentang tata cara pengurusan jenazah dan penerapan jujur dalam era digital masih bisa ia kuasai.

Rian mulai menulis jawabannya dengan rapi di lembar jawaban uraian.

Di bangku belakang, Lyra sempat merasa panik ketika melihat soal pilihan ganda nomor 12 mengenai hukum tajwid pada surah Al-Baqarah ayat tertentu.

Ia sempat menempelkan tangannya ke dahi, berdoa dalam hati agar ingatannya kembali.

Ia melihat ke samping kanannya, Fajar terlihat sedang mencoret-coret kertas buram untuk menghitung bagian pembagian warisan keluarga.

Tap.. tap...

Bu Siti berjalan pelan menyusuri lorong antar bangku.

Ia berhenti sejenak di dekat meja Lyra, melihat Lyra yang sedang merenung menatap langit-langit kelas.

Bu Siti tersenyum kecil seolah memberikan dukungan mental tanpa bersuara, membuat Lyra kembali percaya diri dan menunduk melanjutkan tulisannya.

Kondisi kelas X-3 sangat kondusif.

Tidak ada suara berisik selain goresan pensil dan gesekan kertas.

Semua anak fokus pada lembar kertas di hadapan mereka, mengerahkan sisa tenaga dan pikiran setelah digempur soal literasi panjang di pagi hari.

________________

kriiiiiiingg....

Akhirnya, pukul 11.30 WIB, bel tanda berakhirnya ujian hari pertama berbunyi panjang.

"Letakkan alat tulis kalian di atas meja. Lembar jawaban silakan dikumpul per baris ke depan," ucap Bu Siti ramah.

Seketika kelas X-3 bersorak pelan dalam kelegaan.

Buku-buku dimasukkan kembali ke dalam tas dengan tergesa.

Rian merapikan alat tulisnya dan melihat ke arah Lyra.

Lyra mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar, menandakan ia berhasil melewati hari pertama yang berat ini.

Mereka keluar kelas bersama-sama, menikmati angin siang yang menyambut di luar koridor sekolah.

Bersambung~~~

Semoga suka guyss!! 🤗

Jangan lupa follow akun ini, like, komen dan share cerita nya ya!! 😉

Instagram: @dinndaayu_64

Wattpad: @dinda.glow

See you~~

1
Jum😊
aku udah mampir kak semangat yaa💪🤭
dinda.glow: wah... maaci udah mampir 🤩🤩🤩✨
total 1 replies
MamiAmira
semangat kak makasih tadi udah mampir
dinda.glow: makasi juga udah beri support!! ✨🥳
total 1 replies
Waaaaaa_
Aku mampir jugaaa
dinda.glow: makasi sudah mampir ihihi
total 1 replies
Sandhyaruntala
Semangat kecilll🫶
dinda.glow: maaci akk 😍
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir kak
dinda.glow: hay... makasi sudah mampir ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!