WARNING!!
MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN PELAJARAN HIDUP LAINNYA. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.. 🙏🙏
Hai Pencinta Pelangi Setelah Hujan (PSH) season 1.. Allhamdulillah akhirnya di awal Ramadhan Tahun ini release..
*
Aku adalah Rizkiya.. mereka menyapaku Kiya, sedari kecil aku sudah harus berjuang untuk kehidupanku, orang tua dan keluarga juga ikut memberi dukungan hingga support yang luar biasa untukku..
Aku Menjalani hari-hariku penuh perjuangan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk 'Berubah' .. Namun ternyata perubahan pada diriku mengarahkan diri ini Kalam kemelut cinta yang begitu membuat hatiku hancur...
🌷🌷
Aku Adalah Rizky, Kehidupanku sangat sempurna, tak ada yang tidak bisa aku raih di dunia ini.. Orang tuaku dan keluargaku selalu bangga padaku meski di belakang mereka aku banyak melakukan hal bodoh.. Hingga ketika jalan hidupku membawaku dalam sebuah pelajaran hidup yang kemudian merubahku..
⭐⭐⭐⭐
Apakah Cobaan yang akan kami hadapi?
Mari Beri dukungan kalian yaa 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 28
Kiya memeluk erat tubuh Zhiva, Zhiva adalah sahabatnya yang paling baik.. Tidak memandang fisik saat Kiya berada di posisi terburuknya, hampir 9 tahun mereka berteman, tidak pernah sekali pun Zhiva meninggalkan Kiya dalam posisi terburuknya.
"gue akan bantu Lo, kita hadapi semua sama-sama... yaa?" kata Kiya..
Pukul 1 malam Kiya masih menenangkan Zhiva yang malam itu akan bermalam di apartemennya.. Ichal pun bermalam disana namun dengan kamar yang berbeda.
Kiya meraih ponselnya saat Zhiva sudah mulai terlelap.. Kiya menepuk keningnya saat ia lupa memberi kabar pada Deon..
Assalamu'alaikum, pak maaf ya.. ada insiden pada Zhiva jadi saya tidak sempat membalas pesan bapak. saya tiba pukul 00.15.
Kiya kemudian menuju kamar mandi, membersihkan diri dan bergegas tidur.. Baru sejenak Kiya memejamkan matanya, ia terbangun karena suara Zhiva mengigau..
Kiya mendekat, di periksalah suhu tubuh Zhiva yang ternyata ia demam cukup tinggi..
Di pikiran kiya hanya Rumah Sakit yang dapat menolong Zhiva saat itu.
Kiya berlari cepat membangunkan Ichal yang juga baru terlelap dalam tidurnya, mendengar huru hara itu bibi pun ikut terbangun, dengan susah payahnya Kiya bibi dan Ichal menggendong Zhiva hingga ia bisa segera masuk kedalam mobil Kiya.
"Aihh" Kiya mengeluh kesakitan, tangannya sedikit tercetit saat menggotong tubuh Zhiva..
Kiya menahannya.
Ini sudah tidak bisa di biarkan, Kiya mengirim pesan singkat pada Deon untuk membantunya.
"Mana bisa aku hanya mengandalkan kamu Chal,, kamu harus dampingi Zhiva.. biar aku dan pak Deon yang urus ini" kata Kiya sambil menyetir dengan kecepatan cukup tinggi..
Tiba dirumah sakit, sudah di pastikan Zhiva akan menerima perawatan medis dirumah sakit secara intensive, bahkan Kiya memberi protec pada ruangan Zhiva.
Kiya sama sekali belum dapat memejamkan matanya untuk tidur, meski sudah pukul 4 dini hari..
Kiya terus berfikir, apa orang tuanya harus tahu? apa Kiya juga harus memberi tahu Reyhan dan Fely? Tapi Kiya ingin memecahkan masalahnya sendiri,, Kiya yakin mampu...
Di tempat Lain..
Kumandang adzan terdengar sangat lantang dan merdu, Deon terbangun untuk segera sholat.. usai Deon melaksanakan ibadahnya betapa ia terkejut membaca pesan singkat dari Kiya.
Deon berusaha menghubungi Kiya namun Kiya tak dapat di hubungi saat itu, ponselnya mati karena kehabisan daya.
Deon bergegas membersihkan diri dan ia menuju rumah sakit dimana Zhiva berada.
1 jam 10 menit Deon tiba.. ia kemudian melihat sosok Kiya berdiri di meja informasi.
"Kiya..." tegurnya.
"Astaga, kaget... " ucap Kiya mengusap dadanya.
"Zhiva gimana?" tanya Deon.
"Baru aja naik ke ruang perawatan, pak.." kata Kiya.
"Ponselku low, gak bawa power Bank dan charger, beli pun dimana masih pukul enam " kata Kiya yang terlihat sangat lesuh.
"Saya bawa.." kata Deon mengeluarkan ponselnya dari kantong yang tengah ia charge dengan powerbank mini nya.
"Pakai dulu..." kata Deon memberikan membuat Kiya tersenyum menerimanya.
"Gimana keadaannya?" tanya Deon membuat Kiya tersenyum.
"Dia tidur, kita ke atas aja ya pak.." kata Kiya membuat Deon mengikuti langkah kaki Kiya.
"AW.." keluh kita saat tangannya merasa linu.
"kenapa?" tanya Deon sedikit kaget saat kita mengeluh usai menekan tombol pada lift.
"Gak tahu, sedikit cidera otot mungkin" kata kiya sambil memutar-mutar pergelangan tangannya.
"Kok bisa?" tanya Deon heran.
"Tadi gotong zhiva, mungkin belum terlalu siap jd kaya gini" kata Kiya jujur.
"Coba di urut.. atau mungkin di pakein sedikit balsem?" kata Deon.
Kiya nelangkah keluar saat pintu lift terbuka.
"Iya nanti, kita lihat Zhiva dulu ya" kata kiya membuat Deon tersenyum tipis.
*
Kiya dan Deon duduk di depan ruangan Zhiva, mereka memlih menjauhi Zhiva untuk membahas masalahnya kali ini.
"Gak ada bukti kuat" kata Deon
"Tapi aku , Ichal dan Zhiva yakin, yang melempar Zhiva ke tepi hutan dan memukulnya adalah Bima, pak" kata Kiya dengan tegasnya.
"Saya paham.. tapi kalo kita mau keranah hukum, kita harus punya bukti Kiya, bahkan Zhiva pun tidak mengetahui pasti siapa yang membuatnya seperti itu kan?" kata Deon membuat Kiya terdiam.
Jadi baiknya kita harus gimana?" tanya Kiya.
"Kita harus jadi detektif, kita harus santai..." kata Deon membuat Kiya sedikit tak menerima ucapan deon.
"Gak bisa santai dong, ini udah bukan soal hati, tapi ke fisik .. sakit luar dalam loh..." ucap Kiya membuat Deon terkekeh.
"Kamu perlu tidur, agar dapat berfikir lebih jernih lagi... pahami siapaa Bima, jika benar Bima yang melakukan tindak kriminal itu, berarti kita harus waspada Kiya... kamu terutama..." kata Deon begitu membuat Kiya terdiam.
Gilak, ni dosen galak di kelas doang... di luar kelas omongannya bener-bener bikin hati kaya lilin kena panas.. lelehhhhh-. Batin kiya yang kini mulai memahami dan mengerti apa yang di maksud Deon.
",Sini saya pijat sedikit" kaya Deon dengan beraninya meraih tangan kiri Kiya, ia mulai memijatnya perlahan.
Waduh, dia pegang tangan gue? astaga jangan kepedean ya Kiya... dia cuma pijat, bukan pegang cuma cuma.. Batin Kiya menarik nafasnya.
"Sakit?" tanya Deon.
"Sedikit pak.." kata Kiya malu-malu.
"Kita cari sarapan dulu , mau?" nanti baru saya antar kamu pulang agar istirahat.
"Gak usah pak, Nanti ada Bibi datang membawakan baju dan sarapan untuk kita semua" kata Kiya antusias.
"Wah... bagus dong, saya jadi hemat" kata Deon membuat Kiya terkekeh.
Tak lama kemudian, bibi datang membawa makanan untuk Kiya, Ichal dan Deon.. mereka menyantap makan pagi mereka bersama di ruang tunggu khusus, sementara bibi sejenak berjaga di dalam ruang perawatan Zhiva..
"Uhuk uhuk uhuk" Kiya tersedak, dengan panik dan cepat Deon membuka botol minum kemasan dan menyodorkannya ke Kiya.
"Pelan-pelan" kata Deon sambil kiya meneguk air minum yang Deon berikan.
Ichal menyungingkan bibirnya..
"Uhuk uhuk uhuk" Ichal seolah tersedak.
"Itu minum kamu, buka" kata Deon saat Ichal terlihat tengah berpura-pura batuk.
"Aaaahhhh bukain uhuk uhuk uhuk" kata Ichal membuat Deon mengerutkan keningnya.
"Saya laper banget" kata Deon sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya dan mengacuhkan Ichal.
"Idihhhhhhh.. oke kita byee" kata Ichal kesal..
Kiya terkekeh melihat sikap Ichal kala itu.
"Kurang luwes" bisik Kiya pada Ichal.
"Gue gamau, udah bye pokoknya" kata Ichal sinis.
"Makanlah Kiya, lalu istirahat" kata Deon membuat Kiya kembali dalam posisi duduknya.
"Hoooaaammm" Ichal menguap.
"Kamu gak sopan, kita sedang makan kamu menguap begitu" kata Deon membuat Kiya menahan tawanya.
"Wah sensi yaa, saya cuma mau nunjukin kalo saya ngantuk" kata Ichal mengundang gelak tawa kiya yang tak tertahankan.
"Makan tidak baik sambil tertawa, Kiya.. mau kamu tersedak lagi" kata Deon memperingati namun ia tetap saja menghiraukan Ichal.
"Dasar ganteng-ganteng jutek, lama lama gue terkam nih" kata Ichal kesal sambil memasukkan satu suap sendok dengan isi yang banyak ke mulut nya..
Kiya tertawa semsntata Deon sedikit menahan tawanya pada Ichal kala itu.
*
*
Thor kenapa ga up?
Thor katanya dua hari sekali...
Pengen nangis... peluk siniiii satu satu ❤️😘
maaf yaa, aku sudah blg kalo hari Minggu aku akan luangkan waktu di grup chat aku untuk chit chat berasama.. selain itu memang kalo Weeknd aku dirumah susah fokus untuk nulis, anakku sudah mulai protes hehe..
untuk hari ini agak latte up, karena memang aku dari pagi udah di hadapi dengan pekerjaan numpuk di kantor.. harap maklum, salam sayangku utuk kalian,❤️😘
malas baca lebih suka dengan in
buntu ya kehabisan