NovelToon NovelToon
Nikah Muda SMA

Nikah Muda SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:123.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dek_Zhea♡《

Menikah saat masih SMA? Yang benar saja? Akankah kisah ku ber akhir dengan bahagia?

Ikuti kisah Alifea dan Azrel yang absurd dalam cerita Nikah muda SMA!

Salam Author-Jangan lupa follow, like and coment!✓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek_Zhea♡《, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seharian

"Hoamm ... hm?"

Azrel membuka sedikit matanya, lalu beranjak dari ranjang sedikit menepi. Terlihat Alifea yang masih terinfus, Azrel memegang keningnya lalu tersenyum.

"Syukurlah, udah anget."

Cup.

Azrel bangun lalu mengecup sedikit kening Alifea. Sedangkan Alifea masih tertidur pulas, dengan infus yang terpasang di hidungnya. Azrel beranjak pergi dan mandi. Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, dan mengusik seseorang yang sedang tertidur.

"Siapa? Ukh, kepalaku sakit."

****

Azrel mengancingkan kemeja nya yang berwarna biru laut, lengkap dengan jaket berwarna hitam putihnya. Mengalungkan syal hitamnya di leher. Berlalu keluar ruang ganti, ingin mengecek keadaan Alifea.

Betapa kaget dan harunya Azrel, ketika melihat Alifea yang sedang terduduk sambil memakan buburnya. Dari jauh Alifea melemparkan senyum pucatnya sambil memegang sendok berisikan bubur.

"Mas Azrel?"

Azrel berlari perlahan ke arah Alifea, sebisa mungkin ia menahan tangisannya di depan Alifea. Lalu mendekapnya erat dan menenggelamkan wajahnya.

Grep.

"Udah bangun ya?"

"Udah dong, liat nih, aku lagi makan bubur. Mau?"

Azrel menatap wajah Alifea yang terlihat tersenyum, menyodorkan sesendok bubur ke hadapannya. Azrel melahap sedikit bubur itu ke mulutnya.

"Maaf ya, aku bukan suami yang baik buat kamu Fe."

Azrel menatap sendu mata Alifea, Alifea balik menatap mata Azrel. Tak tega melihat Azrel yang terus-terusan menangis karna dirinya. Alifea mengecup pipi Azrel lalu berkata.

"Nggak papa, mas nggak salah kok. Aku aja yang ngeyel, nggak mau dengerin," ucap Alifea berat, nafasnya belum bisa normal. Azrel memegang tangan itu, mendekatkan pada wajahnya.

"Aku minta maaf ya? Aku janji akan ngejaga kamu dengan baik."

Alifea menarik ujung bibirnya tersenyum lebar. Mengadahkan jari kelingkingnya ke tangan Azrel.

"Janji? Jangan tinggalin aku lagi ya?"

Azrel mengangguk sendu. Kini Azrel menjawabnya dengan ciuman sekilas di bibir mungil Alifea, lalu menggesekan hidungngnya membuat Alifea terkikik pelan.

"Janji, sampai mati pun aku janji."

Azrel mengambil sendok yang berisikan bubur itu ke mulut Alifea, Alifea balik menyendokan pada Azrel sampai buburnya habis.

"Kamu nggak makan ya? Ngapain nggak makan sampe kurus begitu?" kerut Alifea heran.

"Hehe, aku nungguin kamu."

Azrel memakaikan almameter putih ke badan Alifea, menggendong badan mungil itu ke dudukan kursi roda.

"Mas nggak sekolah?"

"Nggak, hari ini aku di rumah."

Alifea menatap Azrel dari bawah, Azrel membalas tatapan itu hanya dengan senyuman manisnya.

"Habisin waktu di rumah yuk?"

****

Sesampainya di rumah khusus keluarga Hares, Azrel dan Alifea disambut beberapa pegawai rumah yang banyak. Azrel mengangkat Alifea tanpa kursi roda. Membawanya ke dalam rumah sendirian. Hanya meminta dibawakan barangnya yang ada di mobil.

'Mas Azrel kesambet apaan ya?'

'Iya, keliatan akur banget ... gitu."

'Apakah ini yang dinamakan cinta karna terbiasa?'

Terdengar bisikan para pegawai di luar, heran karna Azrel dan Alifea bisa seakrab itu. Terakhir kali ke sini, mereka berdua kayak tom and jerry. Kerjaannya berantem ... bae.

Ya author juga heran, ikutan horsip ah.

****

Azrel mendudukan tubuh Alifea di sofa ruang tv. Berlalu meninggalkan Alifea sendiri, beranjak ke dapur membuat makanan. Alifea menggigil sedikit karna di ruangan tv itu luas banget kayak lapangan. Apalagi AC nya udah kayak di kutub utara. Untung Alifea dibaluti oleh syal dan jaket supertebal milik Azrel.

Kalo nggak mungkin sekarang udah kayak es beku kali ya.

Alifea meraih hp Azrel yang berdering sejak tadi. Tertera nama Tha/i. Alifea tertawa ngakak melihat nama kontak sahabat nya di hp Azrel. Lalu Alifea memencet tombol hijau di hp.

[ZREL! EH, ANJRIT! MAYAT HIDUP!]

"Paan sih lo, ini gue Alifea tahuk! mayat hidup, situ tuh manusia mati!" Alifea merutuki Theia yang tengah terharu, melihat Alifea sudah sadar.

[Lo Feli kan?! bukan Azrel transgender jadi Alifea kan?!]

Di seberang sana Theia mendekatkan muka jeleknya ( menurut Alifea ). Memastikan yang menjawab telepon nya bukan mayat hidup yang bangkit dari kubur. Theia tiba-tiba tersenyum lebar, melawak kayak mister bean.

"Bahahah, paan sih lo Thei, nggak lucu tau!"

[Situ lucu ngapain ketawa? Dih, gakjelazzz.]

"Kayak hidup lo, aowkwkw!"

Theia memasang muka yang ter-dustanya. Membuat Alifea tertawa saking ngakaknya. Pandangannya teralihkan, ketika melihat di samping Theia ada Vina dan Riksa yang tengah berantem tatap muka.

"PAAN SIH LO RIKS! GUE MAU NONTON DRAKOR TAU! MINGGIR NAPA!" teriak Vina di seberang sana, mencoba menyingkirkan Riksa yang ngangguin banget.

"HEH! UTUTUH TABLET GUE YANG BELIIN! JADI HAK GUE JUGA DONK!"

"Dih! situ kagak ikhlas?! makan ni tablet!" cerocos Vina, menggeplak wajah Riksa dengan tabletnya.

"Heh, Vina! gue kasih lo ke om-om mau lo!" Riksa mengejar Vina yang tengah berlari mencari kirsi taman lain. Vina menjulurkan lidahnya masa bodot.

"Heleh! lo deket tante-tante bohay aja nafsunya udah kayak singa! lemah iman!" Vina meleletkan lidahnya berdecih, mencoba tenang menonton drakornya lagi.

Naasnya untuk tenang gagal lagi, ketika Riksa mengambil tablet Vina yang bermerek jeruk itu, Riksa menatap Vina yang menatapnya juga dengan garang.

"Heh! siniin tablet gua, tukang paket!" Vina mencoba meraih tabletnya yang melayang ke atas.

"Lo nonton apaan sih! gue juga mau nonton!"

"Kepo bat sih lo, kamus berjalan!"

"Rambut item!"

"Rambut gue emang item ******! siniin!"

"Diem anjir! mulut lo gue berban juga nih!"

Vina dan Riksa saling beradu mulut dan tangan, memperbutkan hak mereka menonton di tablet itu. Padahal Theia udah bawa laptop, sekalian bawa layar lebar.

"Itu kak Vina lo ajak juga?"

"Iya, gue udah temenan baik ama dia! Riksa nempel mulu anjir sama si Vina," ucap Theia, menengok ke arah belakangnya, Vina dan Riksa masih beradu mulut dan tangan.

Alifea tertawa dari telefon, senang melihat semuanya kembali baik-baik saja. Iya kan?

"Gue tutup dulu ya beb! ntar gue kesana!"

"Iya! hati-hati ya!"

"THEIA! BANTUIN GUE!"

Terdengar pergaduhan antara Riksa dan Vina yang masih bisa terdengar. Theia bukannya melerai, malah beralih duduk ke samping Reon yang sibuk dengan handphonenya.

"Heh! dedemit gembel! lepasih gue kagak!"

"Gue gigit leher lo, baru tahu rasa lo!"

"Mereka cocok ya ren, kayak nenek gayung."

Reon tak bergeming, fokus melayangkan hpnya mencoba memenotret sesuatu.

"Lo motret apaan si Ren?"

"Motret tupai jatuh dari kahayangan," ucap Reon datar, dan tiba-tiba hpnya jatuh karna tangannya yang udah kaku gara-gara cuman motret tupai.

****

Alifea masih menunggu Azrel selepas mematikan telfonnya dengan Theia. Saat bersandar ke atas, terlihat Azrel yang sedang tersenyum sambil membawakan sesuatu untuknya. Azrel beralih duduk di samping Alifea.

"Abis ngapain?" tanya Azrel seraya memotong steak samyang, bukan Alifea kalo nggak makanannya pedes.

"Telfonan ama Theeeiaaa, di handphone mas." Alifea membuka mulutnya lebar-lebar, melahap steak yang ada di hadapannya.

Azrel tersenyum lebar memandang Alifea. Seakan-akan gadis itu lupa akan kejadian kemarin yang menimpanya. Alifea sedikit terkejut ketika Azrel memeluknya dan mencium bibirnya, yang naas masih ada sisa bumbu samyang.

"Ngapain?"

"Nggak, pengen peluk aja."

Alifea menatap heran Azrel yang kini semakin memeluknya erat-erat. Alifea menaruh piring steaknya di atas meja. Membalas pelukan Azrel. Menaruh kakinya di atas paha Azrel.

"Aku sayang kamu ..." teriak Alifea sedikit melawak, merentangkan tangannya saat memeluk Azrel. Persis seperti bocah yang akan tertidur.

Azrel mengelus kepala Alifea yang sedang berada di atas bahunya. Membalikan posisi Alifea kini benar-benar dalam pangkuannya.

"Aku sayang kamu juga," bisik Azrel pelan di telinga Alifea.

Sedangkan Alifea tak menjawabnya karna sudah tertidur lagi di atas pangkuan Azrel. Sedangkan Azrel membiarkannya saja. Azrel melahap sisa steak dan mengelus punggung Alifea sesekali agar gadis itu merasa nyaman. Terdengar dengkuran kecilnya yang menurut Azrel sangat menggemaskan.

"Kali ini aku akan jaga kamu. Jangan ngilang lagi ya? I love you."

[Bersambung°]

1
Cici_sleman
jauh bgt bahasanya sm kita2...trllu kasar..
Cici_sleman
emang kutu rasanya hambar yah?😅
V¡K@
pliss jangn meningsoy dulu Fell😭😭😭
V¡K@
Vani kah???!
erni aurelia
kasar bgt ngomongnya,authornya bukan orang Sunda asli ya jadi ga tau klo kata2 yg dipake itu kasar
EM1212
kug ndadak calon istri dan calon suami, semangat membuat karya,,
Erna Candra
iya bahasa nya kasar bgt sm agak lebay 😄
Khenisa Maulida Zulkarnaen
seharusnya ada bahagia dengan anaknya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
ga asik endingnya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
hedeh ga bngt nih novel masa penjahat hampir 5 taun ga ada yang nglaporin ga bnget
Idan Cedan
thor ko Bahasa mys KaSaR Bgt ya? ??
nur imamah
mana fisualnya thor
Khenisa Maulida Zulkarnaen: bayangin aja pemeranya anda sama pasangan anda
total 2 replies
Hesty agustin13
kak lanjutin dong🙏🥺
Dharaaaeiy: iya makasih😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!