Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Bijaklah dalam membaca.
Takdir yang mengharuskan gadis cantik yang berusia 19 tahun yaitu Andin Arindra. Andin dengan terpaksa menerima tawaran Bianca Kaliza istri pertama Kenan Mahendra untuk menjadikan dirinya isrti kontrak (Istri kedua).
Bianca dan Andin sama-sama terdesak. Bianca terdesak, karena mertuanya meminta dirinya agar secepatnya hamil. Namun, rahim Bianca sudah di angkat jadi Bianca tidak bisa hamil. Andin terpaksa menerima tawaran Bianca karena untuk membayar hutang-hutang paman dan bibinya kepada lintah darat.
Andin menjadi istri kedua hanya sampai hamil dan melahirkan. Di saat Andin hamil, di saat itu juga Bianca akan berpura-pura hamil.
Kenan sebagai suami yang sangat mencintai sang istri hanya bisa mengikuti permainan yang di buat istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
3 Bulan Kemudian~
Kandungan Andin sekarang sudah memasuki usia kandungan trimester II, 4 bulan. Rencanya mama Rani dan papa Roy ingin sekali kalau Bianca itu USG. Mama Rani dan Papa Roy ingin tahu kandungan Bianca sehat apa enggaknya. Mereka ingin tahu jenis kelamin calon cucunya itu. Setelah Usg, mama Rani dan Papa Roy rencananya ingin mengadakan syukuran 4 bulanan kandungan Bianca.
"Bagaimana ini mas?" tanya Bianca panik saat Bianca sudah mendengar kabar kalau mertuanya ingin melakukan Usg.
"Mau gimana lagi? kita harus menuruti permintaan mama dan papa. Kalau tidak? nanti mereka curiga sayang," ucap Kenan enteng.
"Lalu bagaiman caranya Mas? aku kan tidak hamil. Perutku yang sedikit membuncit ini karena ada bantal tipis di dalamnya. Duh mas... aku bingung. Aku takut. Aku harus minta bantuan mamaku kalau gini," ucap Bianca.
Bianca benar-benar ketakutan. Sedangkan Kenan biasa saja. Malah Kenan ingin sekali kalau rahasia tentang kehamilan palsu Bianca itu kebongkar oleh kedua orang tuanya.
Kenapa saya berharap kehamilan palsu Bianca ini kebongkar sama mama dan papa. Andin... selama 3 bulan ini aku sudah memenuhui janjiku. Selama 3 bulan ini saya tidak pernah menemui mu dan menyentuhmu. Ndin... saya tahu kalau di hati kamu cuman ada Samsul. Jadi kamu pasti tidak akan pernah merindukan saya seperti saya yang selalu merindukan kamu."
Selama 3 bulan ini Kenan sudah memenuhi janjinya. Bianca dan mama Nita juga tidak pernah mengusik hidup Andin karena Kenan tidak pernah datang untuk menemui Andin.
Saat ini Andin tengah berada di rumah paman dan bibinya. Kehamilan Andin juga sudah terlihat jelas. Andin tengah menyapu halaman rumah. Ada para ibu-ibu yang tengah membeli sayuran di tukang sayur keliling.
"Eh bu-ibu coba perhatikan perutnya si Andin. Kok seperti tengah hamil ya?" ujar ibu Kokom seraya menunjuk-nunjuk ke arah Andin yang tengah menyapu halaman.
Selama ini, para tetangga belum mengetahui kalau Andin sudah menikah. Selama ini mereka menganggap kalau Andin masih gadis.
"Eh benar bu Kokom," sahut Bu Siti.
"Si Andin itu hamil," ujar Bu Siti.
"Astaga itu si Andin hamil di luar nikah?" celoteh Bu Inem.
"Ih tidak di sangka ternyata si Andin sudah membawa aib buruk untuk kampung kita," ujar Bu Kokom.
"Bu-ibu kita laporin saja sama pak Rt," saran Inem.
"Iya betul-betul,' seru Kokom dan Siti.
"Eh bu-ibu pada gosip aja. Jadi tidak beli sayurnya sahut si amang tukang sayur.
"Jadi dong mang," sahut Inem.
Ketiga ibu-ibu itu kembali melanjutkan memilih-milih sayuran yang akan di beli. Andin sudah selesai menyapu. Andin kembali masuk ke dalam rumah.
.
Bianca menemui mamanya. Bianca saat ini benar-benar membutuhkan bantuan mamanya.
"Apa?" mama Nita langsung bangkit dari duduknya setelah ia mendengar kalau mertua Bianca ingin melakukan Usg.
"Iya mam! Bagaimana ini? Manan besok waktunya. Mas Kenan malah cuek bebek. Duh mam... Bianca sangat takut kebohongan Bianca ini akan terbongkar," kata Bianca seraya tulak pinggang. Bianca terus mondar-mandir gak jelas.
Hemmm...
Mama Nita mulai memikirkan solusinya. Mama Nita juga tidak mau kalau kebohongan Bianca itu kebongkar oleh mertuanya.
"Sayang kamu tenang saja. Mama tidak akan diam saja. Mama akan memikirkan solusinya," ujar mama Nita seraya menyentuh wajahnya Bianca. Mama Nita mencoba untuk menenangkan hati Bianca.
"Iya mam!"
.
Sementara ibu-ibu gosip yang tadi ketiganya tengah bergegas ke rumah pak Rt untuk melaporkan soal Andin yang tengah hamil di luar nikah.
Andin merasakan saat ini dirinya merasa tidak enak hati.
"Duh kenapa ini? ada apa ini?" gumam Andin seraya menyentuh bidang dadanya. Saat ini Andin tengah duduk di tepi ranjang kamarnya.
Kenan juga merasakan kalau dirinya kini tengah tidak enak hati. Perasaan buruk mulai menghantui perasaan Kenan dan pikiran Kenan.
"Ya Tuhan ada apa ini?" gumam Kenan.
"Kenapa saya sangat mencemaskan keadaan Andin. Saya ingin rasanya memui Andin tapi saya sudah janji. Ya Tuhan semoga Andin baik-baik saja." Kenan jadi tidak fokus untuk kerja.
Kenan terus kepikiran tentang Andin. Sementara bu-ibu itu terus berkoar-koar di rumah pak Rt. Ketiganya ingin sekali kalau Andin itu di usir dan bukan di usir saja. Para bu-ibu itu ingin Andin mendapat hukuman. Karena Andin sudah mencemarkan nama baik warganya.
"Kalau gitu ayo kita ke rumah si Tika dan si Budi. Kita pastikan kebenarannya. Apakah benar kalau si Andin itu hamil," saran Pak Rt.
.
Gimana nasib Andin dan Bianca?
(Bersambung)