Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.
#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan dalam Diam
# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI
Setelah pulih dari titik terendahnya, Xiao Bai mulai menyadari satu hal penting: selama ini ia selalu menggunakan Tungku Ekstraksi Surgawi dalam kondisi terdesak—kelaparan, ketakutan, atau nyaris mati. Tak heran jika hasil ekstraksinya selalu naik-turun, kadang berhasil sempurna, kadang gagal total hingga hampir meracuni dirinya sendiri.
"Kalau aku terus bergantung pada keadaan darurat," gumamnya suatu pagi, duduk bersila di sudut gudang yang kini sedikit lebih rapi setelah ia bersihkan, "aku tidak akan pernah benar-benar menguasai kekuatan ini. Aku hanya akan terus menjadi budak dari keadaan."
> **[Sebuah kesimpulan yang tepat, Host. Penguasaan sejati atas Tungku Ekstraksi Surgawi membutuhkan latihan sistematis, bukan sekadar respons terhadap krisis. Apakah Host ingin memulai program latihan terstruktur?]**
"Ya," jawab Xiao Bai tanpa ragu. "Ajari aku dari dasar. Kali ini, tanpa terburu-buru."
Dan begitulah, selama beberapa hari berikutnya, Xiao Bai mengubah gudang tua itu menjadi semacam ruang latihan pribadi. Setiap pagi, sebelum mencari bahan makanan atau bahan ekstraksi di hutan, ia menyisihkan waktu untuk duduk diam, melatih apa yang oleh Tungku disebut sebagai "keseimbangan kesadaran"—kemampuan untuk tetap tenang secara internal, apa pun yang terjadi di sekelilingnya.
> **[Fokuskan perhatian pada satu titik: denyut Tungku di dalam dadamu. Jangan biarkan pikiran melayang ke masa lalu atau masa depan. Hanya rasakan denyut itu, seirama dengan napasmu.]**
Pada hari-hari pertama, konsentrasi Xiao Bai masih mudah buyar—bayangan wajah Lin Hai yang menyeringai, ingatan tentang liontin ibunya yang dijual murah, rasa sakit saat alat ekstraksinya dihancurkan, semua itu terus muncul mengganggu ketenangannya. Namun ia tidak menyerah, mengulang latihan yang sama berkali-kali, hingga perlahan bayangan-bayangan itu mulai kehilangan kekuatannya untuk mengacaukan pikirannya.
Pada hari keempat latihan, ia mencoba ekstraksi pertama dengan metode yang lebih terkendali—sebatang Rumput Bulan sederhana, bahan yang sama seperti percobaan pertamanya yang nyaris berakhir dengan keracunan.
Kali ini, prosesnya berjalan mulus. Cahaya keemasan mengalir stabil, tanpa gejolak, membentuk sebuah pil sempurna dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.
> **[Analisis: kemurnian pil mencapai sembilan puluh sembilan persen, hampir sempurna. Waktu proses berkurang signifikan dibandingkan percobaan-percobaan sebelumnya. Host menunjukkan kemajuan luar biasa dalam pengendalian kesadaran.]**
Xiao Bai menatap pil sempurna di telapak tangannya dengan senyum puas, namun ia tahu ini baru permulaan. Ia melanjutkan latihan dengan bahan-bahan yang lebih beragam—akar-akar liar, bunga-bunga hutan, bahkan mencoba mengekstrak mineral kecil dari batu-batu di sekitar gudang, masing-masing memberi pemahaman baru tentang cara kerja Tungku yang semakin ia kuasai.
> **[Host, aku ingin menyampaikan sesuatu. Sejak Host mulai berlatih secara sistematis, aku mendeteksi peningkatan efisiensi tidak hanya pada hasil ekstraksi, tapi juga pada kapasitas internal Tungku itu sendiri. Sepertinya semakin stabil kesadaran penggunanya, semakin besar pula potensi yang bisa dibuka dari Tungku ini.]**
"Maksudmu, Tungku ini juga 'berkembang' seiring aku berlatih?" tanya Xiao Bai, penasaran.
> **[Kemungkinan besar demikian, Host. Tungku Ekstraksi Surgawi bukan sekadar alat statis dengan kemampuan tetap. Ia adalah entitas yang berkembang seiring dengan pertumbuhan penggunanya—semakin dalam pemahaman dan pengendalian Host, semakin banyak fitur dan kemampuan yang dapat terungkap. Fitur Ekstraksi Darurat Jaringan Organik yang terbuka beberapa hari lalu mungkin hanyalah salah satu dari banyak kemampuan tersembunyi lainnya, menunggu syarat yang tepat untuk terungkap.]**
Kata-kata itu membangkitkan rasa penasaran sekaligus semangat baru dalam diri Xiao Bai. Selama ini ia menganggap Tungku sebagai kekuatan tetap yang tinggal ia pelajari cara menggunakannya. Namun kenyataannya, Tungku ini seperti benih yang terus tumbuh, dan pertumbuhannya berjalan seiring dengan perjalanannya sendiri sebagai manusia—bukan hanya soal seberapa banyak bahan yang ia ekstrak, tapi seberapa dalam ia memahami dirinya sendiri.
Hari demi hari, ia terus melatih diri, menyeimbangkan waktu antara berlatih ekstraksi dan mencari cara bertahan hidup di kota yang masih memandangnya sebagai sampah buangan sekte. Sedikit demi sedikit, ia mulai mengumpulkan pil-pil berkualitas tinggi—bukan lagi untuk dijual terburu-buru demi sesuap nasi, melainkan disimpan dengan hati-hati, menunggu momen yang tepat untuk memanfaatkannya.
Pada suatu sore, setelah berhasil mengekstrak pil kesekian yang hampir mencapai kesempurnaan penuh, Xiao Bai duduk termenung menatap deretan pil kecil yang tersusun rapi di atas selembar kain di depannya—hasil dari hampir seminggu latihan tanpa henti.
"Aku sudah cukup menguasai dasar-dasarnya," gumamnya, matanya berkilat dengan tekad baru. "Sekarang saatnya memikirkan cara agar kemampuan ini benar-benar berguna, tanpa harus terus bersembunyi seperti sekarang."
> **[Sebuah keputusan bijak, Host. Namun perlu diingat: reputasi Host di Kota Qingyun masih tercemar akibat pengusiran dari Sekte Awan Sembilan. Jika Host ingin memanfaatkan hasil kerja kerasnya secara terbuka, mungkin diperlukan strategi yang lebih cerdik dibandingkan sekadar menjual pil di pasar seperti sebelumnya.]**
Xiao Bai mengangguk pelan, pikirannya mulai berputar mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Dua fakta penting kini menjadi pijakannya: pertama, ia sudah cukup menguasai kendali dasar atas Tungku Ekstraksi Surgawi untuk menghasilkan pil berkualitas tinggi secara konsisten. Kedua, nama "Xiao Bai" di Kota Qingyun sudah terlalu tercemar untuk bisa dipercaya siapa pun.
Sebuah ide mulai terbentuk perlahan di benaknya—sebuah ide yang, jika berhasil, bisa mengubah seluruh jalan hidupnya dalam waktu dekat.
"Kalau nama Xiao Bai tidak lagi berarti apa-apa selain aib di kota ini," gumamnya pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang penuh perhitungan, "maka mungkin sudah saatnya aku menciptakan nama baru—nama yang tidak membawa beban masa laluku, nama yang akan mereka kenal bukan sebagai sampah buangan sekte, melainkan sebagai sesuatu yang jauh lebih besar."
Cahaya keemasan Tungku di dalam dadanya berdenyut pelan, seolah menyetujui rencana yang baru saja mulai terbentuk—awal dari sebuah strategi yang akan membawa Xiao Bai selangkah lebih dekat menuju pembalasan yang telah lama ia rencanakan diam-diam.