Satria Wira Pratama adalah Seorang pimpinan perusahaan besar yang terkenal dingin dan juga sangat kejam. Tiba-tiba menjadi tak berdaya menghadapi seorang OG yang super ceroboh. Melinda Permata Sari, seorang gadis yang berasal dari keluarga menengah kebawah memiliki tiga adik laki-laki yang super protektif terhadap kakak perempuan mereka.
Jarak usia keempatnya tidak terlalu jauh sehingga sering Linda (Panggilan Melinda ) dicap sebagai seorang play girl karena gonta ganti pasangan.
Kehidupan Linda yang biasa-biasa saja mulai berubah semenjak dia pindah bekerja di sebuah Perusahaan Adi Kuasa di Kota Metropilitan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Delapan
Aaaaaaaaaaa
Terdengar suara teriakan dari kamar Linda. Semua orang menjadi panik dan berhamburan menuju kamar Linda.
Sedangkan para gadis yang ada di dalam juga tengah kalang kabut. Hingga Ferry memaksa masuk untuk tau keadaan sesungguhnya.
"Kenapa?" Tanyanya panik.
Linda langsung berlari dan melomoat ke arah Ferry. Dengan sigap Ferry menangkap Linda agar tidak jatuh.
Kini posisi mereka seperti seorang kakak menggendong adik perempuannya. Linda masih bergelayut dengan wajah pucat.
"Ada apasih?" Tanya yang lain penasaran.
"Kecoa terbang budhe!" Teriak salah seorang yang masih berada di dalam kamar Linda.
Merasa ada celah dari pintu, segera yang lainnya ikut kabur dari kamar Linda.
Hahahahahaha
Gelak tawa dari orang-orang yang berkumpul disana.
"Kalian ini lucu, jago beladiri semua tapi pucet liat kecoa..." Ledek pria muda yang merupakan sepupu Linda. Disambut tatapan membunuh dari para gadis yang siap menyerang.
Menyadari situasi yang tidak pas, segera pria itu meminta maaf dengan mengatupkan tangannya didada.
"Dan ini? Calon pengantin udah pucet aja... Gimana nanti kalo di rumah suami kamu? Disana nggak ada pangeran Ferry yang siap menangkapmu kalo terbang..." Ledek Ibu Linda dengan tawa geli nya.
Yang lain pun ikut tertawa, sebagian ada yang kembali dengan kesibukannya. Ada yang geleng-geleng melihat tingkah anak muda jaman sekarang.
Ada pula yang tertawa hingga sakit perut melihat kelakuan Linda. Membayangkan betapa sepinya rumah ini tanpa tingkah konyol Linda lagi. Membuat orang tuanya sedih, namun berusaha ditutupi dengan tawanya.
Linda masih tak mau turun dari gendongan Ferry, meski statusnya sebagai kakak. Karena jarak yang tidak terlalu jauh. Membuat Linda malah seperti adik bagi Ferry
Manjanya itu, tapi kalau sudah marah jangan tanya lagi.
Salah seorang sepupu Linda yang pria pun masuk ke kamar Linda mencari keberadaan kecoa dengan sangat berani.
Setelah celingak celinguk mengelilingi sudut kamar, ditemukannya tengah hinggap di ujung tempat tidur.
Dengan gagah berani, ditangkapnya kecoa itu. Lalu membawanya keluar dan membuangnya.
"Waaahhhh memang Jefri pahlawan gue..." ucap Linda penuh syukur dan rasa terimakasih atas keberanian Jefri adik sepupunya yang sigap dengan situasi.
"Wahhh parah ni cewek! Aku udah capek gendong dia dari tadi, malah kagum sama cecunguk Jefri..." Protes Ferry dengan kesalnya.
"Uluh-uluh... pangeranku ngambek. Sini sini mbak peluk sayang..." Linda pun memonyongkan bibirnya memeluk sang adik dan mengelus punggungnya.
Hahahahaha
Tawa kembali pecah dengan tingkah kakak beradik itu.
"Cantik-cantik gila!" Umpat Ferry sambil kembali memeluk Linda.
"Kalo mbak mu waras, pasti rumah ini damai, aman sentosa..." Linda cekikikan sendiri dengan ucapannya.
Suasana seperti ini tak akan ada lagi. Tak akan ada nenek lampir penakut, tak kan ada bayi tua yang minta gendong karena kecoa. Semoga kamu bahagia mbak...
Ferry masih memeluk kakaknya yang masih cekikikan sendiri.
Ferry memang selalu memanjakan Linda seperti anak kecil, maka itu Linda sangat manja dengan Ferry. Bahkan bisa dibilang mereka seperti sepasang kekasih jika bukan saudara.
☘☘☘
Pagi-pagi jam 3, Linda sudah dipaksa bangun karena tukang rias sudah datang.
Rasa kantuk tak dapat dia hindari, tapi dia juga tidak mau diamuk oleh sang ibu.
Dengan sangat malas, Linda mandi dulu sebelum dirias. Acara akad aka diadakan jam 8 pagi ini. Jadi ritual rias merias harus dilakukan pagi buta.
Berbagai alat make up sudah siap disana.
Tema riasan kali ini menggunakan solo basahan. Namun untuk akad, dia mengenakan kebaya putih yang ia beli bersama Satria.
Coretan sana sini, polesan yang super lengkap di wajah. Juga perhiasan yang bertengger di kepala Linda. Menambah ayu wajahnya.
Kebanyakan yang melihatnya sangat pangling. Jadi bisa dikatakan tukang riasnya berhasil. Karena jika penampilan pengantin bisa membuat orang lain pangling. Berarti tukang riasnya sukses.
Setelah badan dililit kain dengan sangat rapi, kebaya juga dihiasi pernah pernik khas pengantin. Bisa dikatakan berlebihan, tapi karena memang adat. Jadi semua terlihat pantas.
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Kebahagiaan di rumah Linda semakin menjadi. Karena sebentar lagi pihak pengantin pria akan segera tiba. Hingga pukul setengah delapan, akhirnya rombongan Satria pun datang dengan iring iringan gamelan jawa.
Disana sudah ada keluarga besar Satria. Mereka disambut oleh sanak keluarga Linda, dan menempati tempat yang sudah diatur.
Satria tengah duduk di kursi berhadapan dengan ayah Linda. Disana akan terjadi proses akad nikah.
Satria lumayan gugup juga. Bahkan lebih gugup saat dia harus memenangkan tender raksasa untuk perusahaan.
Tak lama penghulu datang. Lalu proses acara segera di mulai, hingga pengucapan ijab kabul.
Linda masih belum boleh meninggalkan kamarnya, jika ijab kabul belum selesai.
Prosesi yang menegangkan segera dimulai.
Tangan Satria tengah bersalaman dengan tangan ayah Linda diatas meja.
Setelah ayah Linda mengucapkan kalimat sakral itu. Giliran Satria menjawabnya.
Saya terima nikahnya Melinda Permatasari binti Arjuna Wiwaha dengan mas kawin emas sepuluh gram dan uang tunai Tujuh puluh juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah dibayar tunai
"Sah?" Tanya penghulu kepada para saksi.
"SAH!" kompak para saksi menjawabnya dengan semangat.
Alhamdulillah
Sontak semua yang menghadiri acara pagi ini mengucapkan syukur.
Linda dengan dipapah para sepupunya yang juga sudah memakai baju kebaya. Keluar dari kamar menuju tempat akad.
Dengan susah payah Linda berjalan dengan lilitan kain membalut kakinya. Membuat jarak langkahnya tidak sebebas biasanya.
Secara perlahan mencoba menguasai keadaan, agar dia tidak malu.
Hampir saja Linda terjatuh saat dirinya hendak melompati kabel.
Dan itu membuat orang yang hadir hampir jantungan.
Didudukkan Linda disamping Satria. Satria menoleh menatap wajah Linda yang benar-benar cantik dengan kebayanya. Hampir saja Satria meneteskan air liur melihat keindahan dihadapannya. Hingga disadarkan oleh bapak penghulu.
"Nak! Silahkan pakaikan cincinnya dulu." Titah bapak penghulu.
Dengan cepat Satria mengambil Cincin milik Linda lalu memakaikannya.
Jepretan kamera sana sini dari kameramen yang mengambil video mereka, lumayan menyilaukan mata.
Tiba giliran Linda memakaikan cincin untuk Satria. Sedikit gugup, bukan sedikit. Banyak malah. Namun Linda berusaha menangani kegugupannya.
Telah berhasil memakaikan cincin. Keduanya diperintah untuk menandatangani surat kelengkapan pernikahan. Juga buku nikah mereka.
Usai acara tanda tangan. Keduanya memamerkan buku nikah dan juga cincin yang mereka pakai.
Pertanda keduanya tengah sah menjadi suami istri.
Sebuah kebanggaan bagi pasangan suami istri mempunyai buku nikah.
Setelah usai, barulah sambutan dari para sesepuh juga serah terima berbagai macam barang bawaan Satria secara simbolis.
Usai akad nikah. Kedua mempelai digiring untuk berganti pakaian untuk resepsi.
Berganti pakaian adat pengantin solo basahan. Keduanya benar-benar terlihat seperti raja dan ratu keraton kasunanan surakarta.
Cantik dan tampan. Memang benar-benar pasangan yang cocok.