NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Zaky mengulas senyum lebar yang sangat menawan, lesung pipinya terlihat jelas saat ia menatap Arumi lekat-lekat. Sinar matanya begitu lembut, seolah hanya ada mereka berdua di tengah riuh rendahnya area CFD pagi itu.

"Rupanya kau masih ingat soal sekecil ini ya, Bu Guru?" ujar Zaky dengan nada suara yang sengaja diturunkan satu oktaf, menyiratkan makna mendalam yang hanya bisa dipahami oleh mereka berdua.

Mendengar ucapan itu, Ayu langsung menghentikan gerakan sendoknya. Ia mengerutkan keningnya dalam-dalam. Sementara di seberang meja, Azzam dan Azzura saling lirik dengan dahi berkerut. Tunggu dulu... Bu Arumi baru mengajar beberapa hari, tapi kenapa Papah seolah-olah sudah lama berinteraksi dengannya? Dan sejak kapan Papah bisa menatap seorang wanita dengan tatapan selembut itu? Pertanyaan demi pertanyaan mulai berputar liar di kepala mereka.

Wajah Arumi memerah padam menahan malu sekaligus gugup karena merasa terpojok. Ia buru-buru meraih sendoknya, mencoba bersikap senormal mungkin untuk mengalihkan perhatian semua orang di meja itu.

"A...ayo... kita makan sama-sama, mumpung sotonya masih hangat," potong Arumi cepat, suaranya agak bergetar. Ia langsung menyuapkan sesendok kuah soto hangat ke dalam mulutnya tanpa berani menatap siapa pun.

Akhirnya, mereka semua mulai menyantap soto Betawi masing-masing. Di sela-sela suapannya, Zaky terus saja tersenyum seorang diri. Pikirannya mendadak hanyut, melompati dimensi waktu belasan tahun lalu.

Memori manis saat dirinya terserang demam di pondokan desa perkebunan mendadak berputar begitu jernih. Hari itu, Arumi datang membawa semangkuk soto Betawi hangat buatannya sendiri. Dengan telaten, gadis itu menyuapinya sesendok demi sesendok.

"Soto ini dimasak pakai resep rahasia, kak Zaky. Dibuat penuh cinta, biar kamu cepat sembuh," bisik Arumi kala itu dengan wajah yang merona merah dan sikap malu-malu yang teramat menggemaskan.

Itu adalah momen di mana Zaky pertama kalinya menarik Arumi ke dalam pelukannya. Ia masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana tubuh Arumi yang masih mengenakan seragam SMU itu bergetar hebat karena gugup dalam dekapannya. Kenangan manis yang begitu hangat, sebelum takdir merenggut paksa semuanya dari genggaman mereka.

Praaakkk!

Suara sendok Arumi yang beradu pelan dengan mangkuk plastik seketika membuyarkan lamunan indah Zaky.

Arumi buru-buru menyeka bibirnya dengan tisu, lalu segera beranjak berdiri dari kursinya. Ia sudah tidak sanggup lagi berada di bawah tekanan tatapan penuh arti dari Zaky dan kecurigaan murid-muridnya.

"Mbak Ayu, Azzam, Azzura, Pak Zaky... maaf sekali, sepertinya saya harus segera pulang sekarang. Saya mendadak ingat ada urusan penting yang harus diselesaikan di rumah," ujar Arumi tergesa-gesa. Ini adalah satu-satunya alasan logis yang bisa ia pikirkan untuk meloloskan diri dari jerat masa lalu.

Ayu yang sotonya baru habis setengah langsung melotot sebal. "Lho, Rum? Kok buru-buru amat sih? Kan kita baru..."

"Maaf ya, Mbak Yu. Aku harus duluan. Mari semuanya, permisi," potong Arumi cepat. Tanpa menunggu persetujuan dari siapa pun, ia langsung berbalik dan melangkah lebar meninggalkan tenda soto tersebut, menghilang di balik kerumunan warga CFD.

Ayu menghembuskan napasnya kasar, meletakkan sendoknya dengan perasaan dongkol setengah mati karena waktu pendekatannya dengan duda tampan di sebelahnya harus terganggu. Namun, di balik rasa kesalnya, insting wanita Ayu mulai bekerja. Ia menatap kepergian Arumi dengan mata menyipit penuh selidik, lalu melirik ke arah Zaky yang pandangannya masih tertuju pada koridor jalan tempat Arumi menghilang dengan gurat kekecewaan yang kentara.

Ayu menaruh curiga yang amat besar. Sesuatu yang sangat besar dan rahasia pasti sedang disembunyikan oleh sahabat barunya itu dari dirinya.

*

*

Setibanya di kontrakan, Arumi langsung membanting pintu dan menguncinya rapat-rapat. Ia bersandar pada daun pintu yang dingin, tangan kanannya mencengkeram kuat pakaian di bagian dada yang terasa amat sesak.

"Ya Tuhan... kenapa aku harus dipertemukan lagi dengan pria itu? Kenapa harus sekarang di saat aku baru menata hidup baru? Tapi kenapa juga jantungku harus berdebar sekencang ini saat di dekatnya? Dia itu pria yang jahat! Dia sudah menghancurkan masa depanku dan membuat malu aku beserta seluruh keluargaku!" jerit batinnya, menyuarakan tangis yang kini kembali pecah membahasi pipinya.

Belum sempat Arumi menenangkan diri, suara ketukan pintu yang cukup keras mengejutkannya.

Tok! Tok! Tok!

"Rum, buka pintunya, Rum! Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku," seru Ayu dari balik pintu. Nada suaranya tidak lagi dongkol, melainkan dipenuhi rasa khawatir yang tulus. "Kalau kau percaya padaku, kau boleh cerita apa pun, Rum. Enggak baik memendam masalah berat seorang diri!"

Arumi terpaku di tempatnya berdiri. Ia berpikir sejenak. Selama lebih dari dua belas tahun ini, ia memang selalu mengunci rapat rasa sakit ini seorang diri. Di kampung halamannya dulu, jangankan bercerita, membahas nama Zaky saja adalah hal yang tabu. Luka dan rasa malu itu bahkan memaksa ia dan kedua orang tuanya menjual aset mereka lalu pindah ke desa lain demi menghindari gunjingan orang. Apakah sekarang saatnya ia membagi beban ini?

Merasakan ketulusan dari Ayu yang selama ini selalu membantunya di Jakarta, Arumi akhirnya memutar kunci dan membuka pintu. Ia menunduk, tidak berani menunjukkan wajahnya yang sembab.

Ayu langsung melangkah masuk dan memegang kedua pundaknya Arumi.

"Rum, kamu habis menangis? Rum, sebenarnya ada hubungan apa antara kamu sama pria tampan tadi? Maksudku, Pak Zaky!"

Arumi menghela napas panjang, lalu mengusap sisa air mata di pipinya. "Sebaiknya kita duduk dulu, Mbak Yu. Dan... sepertinya Mbak Ayu memang bisa aku percaya untuk menyimpan rahasia ini."

Mendengar hal itu, Ayu langsung merangkul bahu Arumi dengan hangat, menuntun sahabatnya itu untuk duduk di kursi ruang tamu yang sederhana. "Ceritakanlah, Rum. Aku siap menjadi pendengarmu. Dan kamu jangan khawatir, aku bersumpah bisa menjaga rahasia ini sampai mati."

Melihat kesungguhan di mata Ayu, benteng pertahanan di dada Arumi perlahan runtuh. Ada rasa lega yang luar biasa menjalar di hatinya.

"Jadi begini, Mbak Yu... Sebenarnya, Pak Zaky itu... dia... dia adalah mantan kekasihku. Dan kami hampir saja menikah, namun kandas di tengah jalan," ungkap Arumi dengan suara bergetar.

"Hah?! Serius kamu, Rum?!"

Ayu sontak syok setengah mati. Ia bahkan sampai beranjak dari kursinya dengan mata membelalak lebar. "Pak Zaky sang konglomerat itu mantan kamu?! Ini gila, Rum! Kok bisa sih orang kota seperti dia nyangkut di kehidupan kamu dulu?"

Arumi tersenyum getir, lalu memberi isyarat agar Ayu kembali duduk. Ia pun mulai mengurai lembaran masa lalu yang kelam itu.

"Dulu, Zaky itu seorang mahasiswa yang sangat nakal dan sering bolos kuliah. Karena kewalahan, ayahnya mengirim Zaky ke kampungku untuk belajar mandiri dan mengelola perkebunan milik mendiang kakeknya. Memang, kakeknya Pak Zaky itu pemilik tanah dan perkebunan teh terluas di kampung kami, bahkan di kampung sebelah pun keluarga Tanuwijaya punya lahan yang luas."

Arumi menjeda kalimatnya, matanya menerawang menembus waktu.

"Singkat cerita, dulu aku sering mengantarkan bekal makan siang untuk ayah dan ibuku yang bekerja sebagai buruh di perkebunan itu. Di sanalah aku sering bertemu dan mengobrol dengan Zaky. Karena sering bertemu, kami merasa cocok dan saling jatuh cinta. Hingga akhirnya, Zaky nekat memutuskan untuk menikahiku."

"Meskipun tanpa persetujuan dari keluarganya?" tanya Ayu yang mulai terhanyut dalam cerita.

"Iya," Arumi mengangguk pedih. "Saat itu aku masih sangat muda, nekat, dan buta karena cinta. Kami akhirnya sepakat akan melangsungkan pernikahan tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya Zaky di Jakarta. Beruntung, saat itu ada pamannya Zaky yang sedang berkunjung ke perkebunan, dan beliau justru menyetujui serta bersedia menjadi saksi rencana baik kami. Namun, sayangnya..."

Setetes air mata kembali luruh di pipi Arumi, suaranya tercekat di tenggorokan.

"Semua mimpi indah itu hancur berantakan dalam semalam. Citra, sahabat baikku yang paling aku percaya di kampung, diam-diam menusukku dari belakang. Di hari-hari menjelang pernikahan, dia datang menemuiku sambil menangis dan mengaku bahwa Zaky telah menghamilinya. Detik itu juga, pernikahanku kandas, Mbak Yu... Padahal... padahal surat undangan pernikahan kami sudah tersebar luas ke seluruh penjuru kampung..."

Tangis Arumi kembali pecah. Ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, bahunya terguncang hebat mengingat rasa malu yang teramat sangat saat hari bahagia itu berubah menjadi hari duka bagi keluarganya.

Ayu terduduk kaku di sampingnya, membisu seribu bahasa dengan rasa syok yang teramat mendalam. Ia menatap Arumi dengan pandangan mata yang berkaca-kaca. Sama sekali tidak pernah terlintas di benak Ayu, bahwa di balik sosok guru Arumi yang selalu ceria, sabar, dan tegar di sekolah, tersimpan sebuah kisah cinta masa lalu yang begitu tragis dan menyakitkan.

Bersambung...

1
Ayunda
dasar emaknya Zaki tuh nenek lampir
Patrick Khan
zaky br sadar klo ada ayu😁😁😁..nyok tanya jawab ke ayu. siap2 ayu ngajak taworan ngegas jawabnya🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tau aje 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
aristi
wow Brebes itu kampungku thor😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, apa kabar warga Brebes 🤗
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat zaky,buruan temuin ayu minta tolong pada nya dia pasti tau sebab mslh kamu knpa arumi berubah pada mu
Nar Sih
jgn menyerah zaky,cri tau sebab arumi berubah
mimief
hayooo Zaki
sekarang si tinggal terserah lu
masih mau ga berjuang
Arumi mah udah pasrah Ama takdir
toh...gw juga bisa kok selama ini tanpa lu
mimief: lanjut Thor 🤭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Zaky........dari dulu sampai sekarang kenapa otakmu lemot dan kau nyonya Maya yang sombong yang membiarkan anaknya Zaky menjadi duda karatan dan tak tersentuh, hadeuh dasar si nyonya ogeb/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah duda karatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
mamayasna
syuuliitt dahh
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
selidiki ath zaky. atas apa yg terjadi sm arumi,mengapa sikap nya berubah,,tanya sm ayu,,km kan pintar,masa gtu ajh mesti dikasih tau
neny: ya iya lah,,hanya bertanya tanya dlm hati doang mah gk akan ada jawaban nya🤣🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
Zaky, ibumu biang keroknya, ibumu jg yg nyekokin biar km ga nikah lg
dasar nenek lampir
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh, mak lampir 🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah Zaky engg tau dong ibunya udh ngelabrak Arumi yah
Teh Yen
duh yg CLBK (cinta lama bersemi kembali) brasa muda kembali sampe.engg sadar senyum" sendiri hihii 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
zaky ..cri tau sja knpa sikap arumi berubah ,dan itu grgr ibu mu
Nar Sih
jatuh cinta berjuta rasa nya ,kebayang,,bila ngk jumpa 😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ya ampun Bu Maya bkn Arumi loh yg deketin putramu tp si Zaky sendiri yg msh ngejar Arumi
Arumi lawan jgn diam aj, cabein aj mulut kotor Bu Maya klu ga berani suruh othor yg maju duluan ntar aku bantuin doa dari jauh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, aku di tumbalin 🤣🤣🤣/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
total 1 replies
mimief
gas yu...yg model beginian mah jangan kasih kendor 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh siap 🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayolah Ayu jaga Arumi dari kekejaman mulutnya nyonya Maya,kalau dia menyakiti Arumi lawan Ayu jangan diam aja udah terlalu banyak penderitaannya Arumi akibat nyonya Maya karena fitnahnya Citra
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😄
total 1 replies
neny
sabar ya rum,,nanti jg kebenaran akan terungkap,,cepat atau lambat,,semangat💪😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat juga kak 😀
total 1 replies
Teh Euis Tea
baru di senyumin Arumi aj udah serasa dunia milik km sendiri Zaky 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu dia, apalagi klo yg lain, bisa pingsan 🤣🤣
total 1 replies
neny
ter arumi arumi...🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!