NovelToon NovelToon
Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Anak Genius / Mafia / Tamat
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Naomi Clarisse tak pernah iri pada kehidupan sang kakak. Meski selalu dibandingkan dan diperlakukan tidak adil, ia memilih bekerja keras demi keluarganya.
Namun hidupnya berubah dalam semalam ketika Alicia Grace, kakaknya sendiri, menjebaknya di kamar hotel bersama Nathaniel Wijaya, pewaris keluarga mafia yang dikenal dingin dan tak mengenal ampun.
Sebuah fitnah menghancurkan nama baik Naomi. Di saat Alicia menghilang bersama pria pilihannya, Nathaniel yang dipenuhi amarah memaksa Naomi menggantikan posisi sang kakak di altar pernikahan.
Pernikahan itu adalah hukuman bagi Nathaniel.
Dan mimpi buruk bagi Naomi.
Ketika satu per satu rahasia mulai terungkap, Naomi harus memilih: terus menjadi korban, atau melawan demi mengungkap dalang di balik fitnah yang telah merenggut hidupnya.

Tunggu kelanjutannya hanya di Novel Toon atau Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan Yang dipilih

Malam semakin larut ketika Eric dan Merry akhirnya meninggalkan apartemen itu. Tidak ada satu pun dari mereka yang banyak berbicara sepanjang perjalanan.

Alicia duduk di kursi belakang dengan kepala tertunduk. Adrian berada di sisi lain, ditemani salah seorang pengawal keluarga Eric yang sengaja diminta untuk mengawasinya.

Biasanya Merry akan duduk di samping Alicia, wanita itu akan menggenggam tangan putrinya ketika melihat wajahnya yang pucat.

Namun malam itu berbeda. Merry memilih duduk di depan.

Bukan karena ia membenci Alicia. Tapi karena hatinya masih terlalu sakit untuk menyentuh putrinya.

Sementara Eric hanya menatap lurus ke depan. Tangannya menggenggam kemudi erat. Berbagai kejadian selama bertahun-tahun kembali berputar di kepalanya.

Naomi yang selalu mengalah. Naomi yang sering diam ketika Alicia marah. Naomi yang beberapa kali menangis sendirian. Dan setiap kali itu terjadi... mereka selalu mengatakan hal yang sama.

"Alicia memang seperti itu. Kamu sebagai adik harus mengalah."

Dulu kalimat itu terasa begitu sederhana tapi sekarang... kalimat tersebut justru terasa seperti luka yang ditorehkan berulang kali kepada anak mereka sendiri.

Merry akhirnya tidak mampu menahan air matanya. "Eric..."

Pria itu tetap menatap jalan. "Ya."

"Kita orang tua yang buruk, ya?"

Pertanyaan itu membuat Eric terdiam cukup lama. Ia tidak langsung menjawab. Karena ia tidak ingin memberikan jawaban yang hanya akan membuat dirinya merasa lebih baik.

"Aku tidak tahu," jawabnya akhirnya. Suara Eric terdengar berat. "Tapi mungkin... kita memang terlalu lama menutup mata."

Merry menundukkan kepala. "Aku selalu berpikir kalau aku membela Alicia, aku sedang menjadi ibu yang baik."

Eric menarik napas panjang. "Kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya."

Merry menatap suaminya. "Kalau Naomi masih mau menerima kita."

Eric tidak menjawab. Karena mereka berdua tahu... permintaan maaf tidak akan menghapus luka bertahun-tahun hanya dalam satu malam. Tapi setidaknya... mereka harus mencobanya.

☘️☘️☘️

Di Wijaya Mansion, Naomi masih duduk di ruang keluarga. Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam. Namun perempuan itu belum juga beranjak ke kamar. Pikirannya terus memutar percakapannya dengan Nathan beberapa jam lalu.

Tentang Doni juga Alicia dan semua bukti yang akhirnya mulai menemukan titik terang.

Naomi mengembuskan napas panjang. Ia tidak menyadari Nathan sudah berdiri beberapa langkah di belakangnya.

"Kau belum tidur?"

Naomi sedikit terkejut. Ia menoleh. "Nathan."

Pria itu berjalan mendekat. "Aku melihat lampu ruang keluarga masih menyala."

Naomi tersenyum kecil. "Aku belum mengantuk."

Nathan duduk di sofa yang berseberangan dengannya. Beberapa saat mereka hanya diam. Tidak ada lagi ketegangan seperti sebelumnya. Hanya ada sesuatu yang terasa berbeda.

Nathan memperhatikan wajah Naomi yang terlihat lelah. "Aku sudah berbicara dengan Doni."

Naomi langsung mengangkat wajah. "Apa yang dia katakan?"

Nathan menatapnya. "Semua yang kita ketahui dan Alicia memang berada di balik semuanya."

Jemari Naomi perlahan mengerat.

Nathan melanjutkan. "Doni mengakui bahwa selama beberapa waktu ia memberikan informasi tentangmu kepada Alicia."

"Termasuk kapan kau berada di mansion."

Naomi menundukkan kepala. Entah mengapa, meskipun sudah menduga hal itu... mendengarnya secara langsung tetap membuat dadanya terasa sesak.

"Jadi selama ini..."

"Ya."

Nathan mengangguk. "Dia memang mengawasimu."

Naomi terdiam cukup lama. Kemudian sebuah pertanyaan keluar dari bibirnya.

"Kenapa?"

Nathan memandangnya. "Bukan karena kau melakukan sesuatu kepadanya." Ia berhenti sejenak. "Karena dia takut kau mengatakan apa yang kau lihat."

Naomi menggigit bibir. "Apalagi dia pergi dengan Adrian."

Nathan mengangguk. "Dan hubungan mereka, memang sudah lama terjalin"

Ruangan kembali sunyi. Namun kali ini Naomi tidak menangis. Ia hanya menatap kedua tangannya. Seolah seluruh kejadian yang selama ini membuatnya bingung akhirnya memiliki jawaban.

Nathan memperhatikannya dalam diam. Kemudian ia berkata pelan.

"Naomi."

Perempuan itu mengangkat wajah di hadapan Nathan.

"Aku ingin mengatakan sesuatu."

"Apa?"

Nathan menarik napas. "Selama ini aku salah."

Naomi tampak terkejut, Nathan jarang mengakui kesalahan bahkan hampir tidak pernah.

"Aku terlalu cepat menilaimu."

"Ketika semuanya terjadi, aku lebih mudah mempercayai apa yang terlihat daripada mendengarkan apa yang kau rasakan."

Naomi terdiam sementara Nathan memilih melanjutkan.

"Padahal kau tidak pernah meminta semua ini. Menjadi pengantin pengganti. Menikah denganku. Dan menghadapi semua masalah yang seharusnya bukan milikmu."

Mata Naomi mulai berkaca-kaca.

"Aku seharusnya menyadari itu sejak awal." Nathan menundukkan pandangan sejenak. "Maaf."

Hanya satu kata akan tetapi bagi Naomi, kata itu terasa jauh lebih berarti daripada yang Nathan bayangkan. Selama ini ia tidak pernah meminta Nathan mencintainya. Tidak pernah meminta Nathan memperlakukannya seperti seorang istri.

Ia hanya ingin dipercaya. Dan malam itu Nathan memberinya sesuatu yang jauh lebih berharga yaitu kepercayaan.

Naomi mengusap sudut matanya. "Aku juga minta maaf."

Nathan mengernyit. "Untuk apa?"

"Karena mungkin selama ini aku terlalu banyak menyimpan semuanya sendiri."

Nathan menatapnya. "Jangan lakukan itu lagi. Kalau ada sesuatu yang membuatmu takut..."

Nathan menatap mata Naomi. "Ceritakan kepadaku."

Suara itu tidak terdengar seperti perintah seorang suami. Melainkan permintaan seorang pria yang benar-benar ingin menjadi tempat Naomi bersandar.

Naomi mengangguk perlahan. "Iya."

Beberapa detik berlalu. Nathan masih menatapnya. Entah mengapa, malam itu ia baru menyadari sesuatu. Ia tidak lagi melihat Naomi sebagai perempuan yang kebetulan menjadi istrinya.

Tidak pula sebagai adik Alicia. Naomi sudah menjadi seseorang yang kehadirannya mulai ia cari. Seseorang yang membuat rumah terasa berbeda ketika tidak ada. Seseorang yang membuatnya merasa gelisah hanya dengan membayangkan perempuan itu terluka.

Dan perasaan tersebut... tidak lagi bisa ia sebut sebagai tanggung jawab, seketika Nathan mengalihkan pandangan.

"Sudah malam."

Naomi mengangguk. "Kau juga harus istirahat."

Naomi berdiri namun sebelum ia sempat melangkah, suara Nathan menghentikannya.

"Naomi."

Perempuan itu menoleh. Nathan menatapnya beberapa saat.

"Aku senang kau ada di sini."

Naomi terdiam, kalimat itu sederhana. Tetapi entah mengapa sejak ia memasuki Wijaya Mansion sebagai pengantin pengganti,Naomi merasa tempat ini mungkin benar-benar bisa menjadi rumah baginya.

Ia tersenyum kecil. "Aku juga."

Kemudian Naomi berjalan menuju kamarnya.

Nathan masih berdiri di tempatnya. Tatapannya mengikuti langkah perempuan itu hingga menghilang di balik pintu.

Baru setelah itu ia mengembuskan napas panjang. Tangannya menyentuh dada sendiri.

Ada sesuatu yang berubah. Dan kali ini... Nathan tidak ingin menyangkalnya.

Ia mulai mencintai Naomi.

Namun ia tahu... perasaan itu tidak perlu terburu-buru diucapkan. Karena masih ada satu luka yang harus diselesaikan.

Luka yang bernama Alicia. Dan setelah semuanya selesai... Nathan ingin memastikan bahwa perempuan yang selama ini hanya menjadi pengganti itu tahu satu hal.

Ia tidak lagi menjadi pengganti siapa pun. Ia adalah perempuan yang dipilih Nathan dengan kesadarannya sendiri.

Bersambung .....

1
Nani heri Upitarini
sakjane Iki crito alure piye....kok g jelas....
Ika Yanti Unyil
ceritanya beda dengan yang lain penuh dengan misteri.jadi penasaran tiap membaca bab baru.tapi masih banyak yang nggantung thor.masih kuranggg ceritanya.koq udahn di bab 30an thor.
terus semangat berkarya thor ❤️🥰❤️🥰
Nar Sih
cerita nya bagus kak tpi udah end ,kurang panjang bab nya
Nar Sih
kak ayu kok udh end pdhl blm puas bca nya dan sedikit bab nya ,😭
Nar Sih
semoga hubungan naomi dan nathan akan lebih baik lgi dan suatu saat nanti bnr ,,jdi psngn suami istri yg sebnr nya
Ayumarhumah: maaf ya Kak ....
total 1 replies
muna aprilia
lanjutkan
Nar Sih
gomong bnyk juga percuma ,tinggal penyesaalan mu yg pnjg..org tua yg pilih kasih ahir nya ank yg di bsnggakan justru menyakitkan🤣
Oma Gavin
sudah melek mata kalian terhadap anak kesayangan mu itulah alice playing victim muka tembok silahkan dinikmati saja sebentar lagi jiga nathan akan memenjarakan alice dan adrian
ros
🙏
Oma Gavin
mampusss kamu alicia seberapapun jauh kamu kabor pasti tertangkap juga
Nar Sih
lebih baik kmu nyerah aja alicia dri pada hidup mu terus gk tenang kabur sana sini 🤣
Nar Sih
lanjutt kak kadang q msih bingung dgn cerita nya
ros
masih byk teka teki nya
Nar Sih
semagat natan ,sgra selesai kan mslh ini biar naomi aman
Nar Sih
semoga sgra terungkap semua nya
ros
lanjut 🙏
Nar Sih
brati ada penyusup msuk suruhan alicia ,
Nar Sih
mungkin kah satpam tersebut suruhan alicia ,untuk memata,,i naomi hnya kak ayu yg tau
guest1053527528
siapa yg mata2 Thor dan semoga Naomi segara dapat orangx
Nar Sih
semagat nathan dan naomi💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!