NovelToon NovelToon
Nona Kota Di Posko Kkn

Nona Kota Di Posko Kkn

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Alya Mahendra, gadis kota yang harus menjalani KKN di Desa Sukamaju, sebuah desa pelosok yang jauh dari kehidupan nyamannya. Karena tingkahnya yang sering mengeluh dan tak terbiasa hidup sederhana, teman-temannya mulai menjulukinya “Nona Kota.”

Di tengah hari-hari KKN yang penuh tantangan, ada Arga Pratama, cowok dingin dan kaku yang diam-diam sering membantu Alya meski wajahnya selalu terlihat tak peduli. Namun saat konflik mulai muncul di posko, mampukah Alya bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karang Taruna.

Sore harinya, mereka bersiap menuju balai Desa Sukamaju untuk bertemu dengan para anggota karang taruna.

Saat Alya keluar dari dalam posko, membuat semua mata langsung tertuju padanya.

Ia mengenakan topi pantai bertepi lebar yang dipadukan dengan pakaian santai.

Melihat penampilannya, Adrian langsung mengernyit.

“Lo mau ke mana, Al? Pakai topi pantai begitu.”

Alya menatapnya santai.

“Lah, kan kita mau ke balai desa. Aku pakai topi soalnya cuacanya panas banget. Nanti kulitku bisa hitam,” jawab Alya santai sambil membenarkan topi pantainya.

Mendengar alasan itu, Adrian hanya bisa tertawa.

“Haha... ya udah, terserah lo aja.”

Dion ikut menyahut.

“Hahaha... nona kota emang beda.”

Rizki langsung menimpali.

“Ini mah bukan nona kota lagi. Udah mirip turis yang nyasar ke pedalaman,” celetuk Rizki yang langsung disambut tawa teman-temannya..

Tak lama kemudian mereka pun berjalan bersama menuju balai desa. Di sepanjang perjalanan, mereka beberapa kali berpapasan Dengan warga yang sedang beraktivitas di depan rumah masing-masing.

“Mau ke mana, Nak?” tanya seorang ibu yang sedang menyapu halaman rumahnya.

“Kami mau ke balai desa, Bu,” jawab Arga sopan.

“Oh begitu, Hati-hati ya, Nak.”

“Iya, Bu,” jawab mereka hampir bersamaan.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Sesekali mereka menyapa warga yang sedang duduk santai di teras rumah.

Tak lama kemudian, terdengar suara beberapa anak yang sedang asyik bermain di bawah pohon besar di pinggir jalan.

“Eh, Kak Alya! Mau ke mana?”

Alya langsung melambaikan tangan.

“Mau ke balai desa.”

Seorang anak perempuan bernama Cika langsung berseru polos.

“Cika kira Kak Alya mau ke pantai.”

Seketika Dion langsung tertawa keras.

“Nah, kan! Gue bilang juga apa. Penampilan lo emang mirip turis yang mau liburan ke pantai,” celetuk Dion sambil tertawa.

Alya hanya mendengus kesal sambil memonyongkan bibir. Setelah itu, mereka kembali melanjUtkan perjalanan menuju balai desa.

Sekitar lima menit kemudian, rombongan KKN akhirnya tiba di balai Desa Sukamaju.

Begitu tiba di halaman balai Desa Sukamaju, mereka melihat beberapa pemuda desa sudah lebih dulu berkumpul di teras.

Ada yang sedang mengobrol santai, ada pula yang sibuk menyusun kursi.

Melihat rombongan KKN datang, salah seorang pemuda langsung berdiri.

“Assalamu'alaikum.”

“Wa'alaikumussalam,” jawab Arga dan yang lainnya hampir bersamaan.

“Silakan masuk, Kak.”

“Kami dari karang taruna Desa Sukamaju.”

Mereka pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri satu per satu.

Suasana langsung terasa akrab.

Tak lama kemudian Pak Arya selaku kepala desa juga datang menghampiri.

“Alhamdulillah, kalian semua sudah berkumpul.”

“Hari ini saya sengaja mempertemukan anak-anak KKN dengan karang taruna supaya ke depannya lebih mudah kalau mau kerja sama membuat kegiatan di desa.”

“Iya, Pak,” jawab mereka kompak.

Setelah semuanya berkumpul, mereka pun duduk membentuk lingkaran. Suasana perlAhan mencair dan obrolan ringan pun mulai mengalir di antara mahasiswa KKN dan anggota karang taruna.

Mulai dari kegiatan sehari-hari di desa, pekerjaan para pemuda, hingga rencana kegiatan yang bisa dilakukan bersama selama masa KKN.

Di tengah suasana yang santai itu, Alya diam-diam memperhatikan sekitar.

Beberapa anggota karang taruna sesekali melirik ke arahnya, mungkin karena topi pantai yang masih ia pakai.

Salah seorang pemuda akhirnya tak kuasa menahan tawa.

“Mbak... topinya nggak kepanasan dipakai sampai sini?”

Seketika semua orang menoleh ke arah Alya.

Alya justru mengangguk dengan wajah serius.

“Enggak kok. Aku sengaja pakai ini buat menghindari sinar matahari. Nanti kulitKu belang,” jawab Alya dengan wajah polos.

Jawaban polos itu langsung membuat satu ruangan dipenuhi gelak tawa.

Bahkan Pak Arya ikut tertawa kecil sambil menggelengkan kepala.

“Nak Alya ini memang ada-ada saja.”

Alya hanya tersenyum malu sambil merapikan pinggiran topinya.

Sementara Arga yang duduk tak jauh darinya hanya melirik sekilas sebelum kembali fokus mendengarkan pembahasan yang sedang disampaikan.

Setelah suasana kembali tenang, ketua karang taruna mulai membuka pembicaraan.

“Perkenalkan dulu ya.”

“Nama saya Fajar.”

“Saya ketua karang taruna Desa Sukamaju.”

“Kalau ada kegiatan atau butuh bantuan selama KKN, jangan sungkan hubungi kami.”

Arga mengangguk sopan.

“Terima kasih, Kak.”

“Ke depannya kami juga berharap bisa bekerja sama dengan teman-teman karang taruna.”

Fajar tersenyum.

“Tentu. Justru kami senang ada mahasiswa KKN di sini. Desa jadi terasa lebih ramai,” Jawab Fajar sambil tersenyum ramah.

Setelah itu, pembahasan berlanjut ke program kerja KKN. Satu per satu mulai menyampaikAn usulan dan ide kegiatan yang bisa dilaksanakan bersama.

“Ada ide buat lomba anak-anak?”

“Ada juga penyuluhan pertanian.”

“Atau kerja bakti bareng.”

Beberapa anggota karang taruna mengangguk setuju.

Di tengah pembahasan itu, Alya terlihat hanya duduk diam sambil sesekali mencatat poin-poin penting di buku kecil miliknya.

Melihat itu, Fajar tersenyum.

“Mbak Alya…Ikut kasih usul juga, dong.”

Alya yang namanya tiba-tiba disebut langsung tersentak.

“Hah?”

“I-iya…”

Semua orang langsung menoleh ke arahnya.

Alya berpikir beberapa detik.

“Kalau menurutku…”

“Mungkin kita bisa bikin kegiatan buat anak-anak.”

“Mereka kelihatannya semangat banget kalau diajak belajar sambil main.”

“Misalnya lomba mewarnai…”

“Atau permainan edukasi.”

“Biar mereka senang sekaligus belajar.”

Beberapa anggota karang taruna langsung mengangguk.

“Wah, itu bagus juga.”

“Anak-anak di sini memang paling semangat kalau ada kegiatan seperti itu.”

Pak Arya pun ikut tersenyum.

“Saya setuju.”

“Kalau begitu nanti kita masukkan ke dalam salah satu agenda KKN.”

Mendengar idenya diterima, Alya langsung tersenyum lega.

Di sisi lain, Laura hanya melirik sekilas ke arah Alya sebelum kembali menatap buku catatannya.

Entah kenapa, setiap kali Alya berbicara, suasana selalu terasa hidup dan orang-orang dengan mudah menyambut idenya.

Hal itu kembali membuat Laura mengepalkan jemarinya pelan di bawah meja.

Pembahasan pun berlanjut dengan lebih santai.

Ketua karang taruna mulai membagikan beberapa tugas kepada anggotanya agar bisa membantu setiap kegiatan KKN.

“Kalau nanti ada kerja bakti, kami siap bantu.”

“Kalau butuh peserta buat kegiatan anak-anak juga tinggal kabarin.”

Arga mengangguk.

“Terima kasih. Kehadiran teman-teman karang taruna pasti sangat membantu program kami.”

“Siap,” jawab Fajar mantap.

Di tengah obrolan itu, salah seorang anggota karang taruna tiba-tiba menatap Alya yang sejak tadi masih memakai topi pantainya.

“Mbak…Topinya nyaman ya?”

Alya mengangguk polos.

“Nyaman banget. Panasnya jadi nggak terlalu kerasa,” Jawab Alya sambil tersenyum kecil.

Ucapan itu membuat beberapa pemuda desa tertawa kecil.

Fajar ikut bercanda.

“Kalau gitu besok kami juga beli topi kayak gitu. Biar pas kerja bakti nggak kepanasan.”

Alya langsung mengangguk serius.

“Iya, bagus kok. Aku rekomendasiin banget,” jawab Alya dengan wajah serius hingga membuat yang lain kembali tertawa.

Mendengar jawaban yang terlalu serius itu, satu ruangan kembali dipenuhi gelak tawa.

“Waduh…”

“Nona kota udah jadi duta topi sekarang,” celetuk Dion.

“Iya nih,” timpal Adrian.

“Besok-besok jangan kaget kalau satu desa pakai topi pantai semua.”

“Diam kalian,” gerutu Alya sambil menahan malu.

Tak lama kemudian, rapat pun selesai.

Sebelum pulang, para anggota karang taruna dan mahasiswa KKN saling bertukar nomor telepon agar lebih mudah berkoordinasi jika ada kegiatan mendadak.

“Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami aja,” ujar Fajar.

“Siap, Kak,” jawab Arga.

Mereka pun berpamitan kepada Pak Arya dan seluruh anggota karang taruna.

Saat berjalan meninggalkan balai desa, matahari mulai condong ke barat.

Langit sore terlihat berwarna jingga, membuat suasana Desa Sukamaju terasa begitu tenang.

Di sepanjang perjalanan pulang, obrolan ringan kembali terdengar.

Namun tak jauh di belakang rombongan, Laura berjalan dalam diam.

Tatapannya sesekali mengarah ke punggung Alya yang sedang tertawa bersama Dion dan Kevin.

Entah sejak kapan, rasa iri di dalam hatinya semakin sulit ia sembunyikan.

Dan tanpa disadari siapa pun…

perasaan itu mulai berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

1
Aylnn_
...
Aylnn
Bagus Sekali..
Aylnn
bagus kak..
cintaa
lanjut thor🙏🙏
Aylnn_: Besok sy update yah Kak..🙏🥰
total 1 replies
cintaa
ditunggu kelanjutannyaa 🙏💪
Aylnn_: Sudah update yaa kak..
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr tapi banyakin yaa maaf kalo ngelunjakk🙏🙏🙏
Aylnn_: Sudah Update yaa kak, itu saya buat kan 3 bab yahh kak semoga suka🥰
total 1 replies
cintaa
hmm... mana yaa kak lanjutannya🙏🙏
Aylnn_: sudah update ya kak, maaf kemarin² saya sibuk🙏🥰
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr💪💪💪💪
Aylnn_: Oke besok pagi yaa kk..
total 1 replies
Muh Adhil
hahah author nya tega banget sama alya 🤣
Aylnn_: Yaa Ampunn..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!