Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.
Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.
Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.
Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Matahari sudah memancarkan cahaya nya.Arsyila masih terbaring lemas di atas ranjang, sementara Rey membuka semua tirai jendela kamar nya hingga terlihat silau karena sinar matahari yang menyinari hampir seluruh kamar.
"argghh silau !"Arsyila terbangun dan mengucek matanya.
"Dimana aku ? seingat aku, semalam aku masih di bar,"gumamnya lagi.
Arsyila terkejut mendapati dirinya di atas ranjang,dengan Rey yang ada di hadapan nya.Arsyila seperti masih trauma atas kejadian yang menimpanya.Ia mundur sedikit menjauh dari hadapan Rey.
"kamu apain aku semalam !"Tanya Arsyila dengan nada marah.
"Hey tenang dulu Syil...,"Rey mencoba menenangkan Arsyila.
"semalam kamu mabuk dan aku membawanya ke sini.Kamu bilang lagi sakit malah aku mendapati kamu sedang minum sendirian di bar,"Ujar Rey lagi.
Arsyila merasa malu,ia tak bisa membayangkan bagaimana keadaan nya semalam dalam kondisi mabuk berat.Arsyila bergegas ke kamar mandi dan mencuci wajahnya agar terlihat segar kembali.
Ia menatap wajahnya yang menyedihkan di cermin kamar mandi,namun ia lega karena Rey yang telah menolongnya ketika ia tak sadarkan diri semalam.Arsyila juga merasa malu kalau semalam tanpa sadar ia berbuat aneh-aneh pada Rey.
"duh apa yang telah aku perbuat semalam ?"Gumamnya lirih.
Ingin sekali Rasanya ia menutup wajahnya karena malu di depan Rey.Arsyila tersipu malu dan tak bisa membayangkan apa yang telah ia lakukan semalam ketika dalam pengaruh alkohol.
Arsyila keluar dari kamar mandi dengan wajah menunduk dan duduk di sofa kamar,Rey mencoba mendekati nya dan merangkul pundak Arsyila.
Arsyila merasa tubuhnya gemetar hebat,jantungnya berdetak kencang ketika di samping Rey.Perlahan Rey membelai rambutnya dan menanyakan apa yang sedang di alami oleh nya.
"sebenarnya apa yang telah terjadi padamu Syil... Sampai kamu mabuk berat malam itu.Kamu bukan pribadi yang seperti itu,"ujar Rey dengan menatap wajah Arsyila.
Arsyila tidak mau mengatakan kalau kepera-wan nya sudah di renggut oleh manusia biadab.Ia hanya bercerita kalau ada masalah dalam keluarganya.
"Ayah ingin berpisah dengan ibu Rey... Aku tak sanggup melihat Mereka berdua berpisah,"jawab Arsyila sambil menyenderkan kepalanya di pundak Rey.
"pantas saja kamu terlihat frustasi sekali !"Gumam Rey sambil menghisap asap roko.
Tak di sangka oleh Arsyila, ternyata bersandar di pundak Rey rasanya nyaman sekali.Arsyila tidak takut lagi jika harus menyerahkan tubuhnya untuk Rey karena ia merasa tubuhnya sudah tak berharga lagi.Yang berharga baginya sekarang perlindungan dan rasa nyaman.
Rey dan Arsyila saling tatap menatap sampai wajah mereka terasa dekat sekali.Rey menempelkan bibirnya pada bibir Arsyila,Arsyila memejamkan mata seakan ia pasrah akan hal itu.
wajah polos Arsyila memang tidak bisa di hilangkan,ia masih saja merasa malu-malu dengan memalingkan wajahnya dari hadapan Rey.
"ma-maaf,"ujar Arsyila pelan.
"sudah bersiap-siap dan kerumah ku sekarang.Mamah sudah khawatir dengan mu,"ujar Rey sambil memakai kemeja hitam nya.
.
Arsyila dan Rey meninggalkan penginapan itu dan menuju ke rumah Rey.Rey terus saja senyum-senyum sendiri menatap wajah Arsyila dan membayangkan betapa lucunya ia semalam.
"apa sih kamu malah ketawa-ketawa begitu... Apa yang lucu !"Ucap Arsyila merajuk.
"ti-tidak... Aku sedang membayangkan betapa lucu nya kamu semalam jika sedang mabuk,"ucap Rey yang terus saja tertawa.
Arsyila menjadi tersipu malu di buatnya,sekarang minuman ber-alkohol adalah tempat pelarian nya jika Arsyila teringat hal buruk yang telah menimpanya beberapa hari silam.Tak sadarkan diri membuatnya lupa dengan semua masalah.
Padahal minuman itu terasa panas di tenggorokan,namun itu tidak menjadi masalah bagi Arsyila sama sekali.
"nanti malam kamu mengendap-endap ke kamarku yah... Aku ingin bicara sesuatu padamu nanti malam,"tiba-tiba Rey berkata seperti itu.
Deg...
Jantung Arsyila menjadi berdebar tak teratur.Apa yang akan Rey lakukan nanti malam, Arsyila tidak akan menolak keinginan nya karena ia sudah berjanji... Apapun akan ia lakukan untuk membalas kan budinya pada Rey.
"memangnya kamu mau bicara apa ?"Tanya Arsyila pelan.
"Rahasia dong.Kalau aku ngomong sekarang namanya bukan rahasia lagi,"ujarnya yang membuat Arsyila semakin penasaran.