Reina Yusa Anggara seorang mahasiswi semester akhir yang dijodohkan dengan dosennya sewaktu masih kuliah.
Daren Putra Danendra yang dijodohkan dengan mahasiswinya. Sedangkan dirinya masih mempunyai kekasih. Hubungan Daren dengan kekasihnya sangat ditentang oleh keluarga Danendra, karena dia bukan wanita yang baik.
Suatu hari Daren melihat kekasihnya sedang bersama pria lain di sebuah restoran, tapi Reina melarang Daren untuk menghampirinya. Daren dan Reina menyiapkan misi untuk menjebak kekasih Daren, namun mereka gagal karena Daren sudah percaya dengan kekasihnya.
Akankah Daren akan memilih Reina atau kekasihnya?
Simak kelanjutannya di novel I LOVE YOU PAK DOSEN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Beda Agama
Tahap sadar Reina sudah terlelap di dada Daren. Daren kemudian menggendong Reina ke kamar Daren. Daren ingin Reina untuk tidur di kamarnya setiap hari. Daren terus memandangi wajah istrinya saat istrinya sedang tidur, ia menyesal karena telah menyia-nyiakan Reina selama ini. Tanpa sadar Daren ikut terlelap bersama istrinya sambil memeluknya.
Di tempat lain Kenzo dan Feny sedang makan di sebuah cafe. Kenzo dan Feny sudah berpacaran hampir dua bulan. Meskipun mereka beda agama, namun keduanya harus sanggup menghadapi semua rintangannya. Awalnya orang tua Feny melarang hubungan mereka, namun dengan sebisa mungkin Kenzo membujuk Danendra hingga Danendra menyetujui.
Kenzo bangkit dari duduknya dan Feny menarik tangannya.
"Mau kemana?" tanya Feny
"Mau kasih sesuatu buat kamu" ucap Kenzo
"Apa?" tanya Feny.
Kenzo tidak menjawab pertanyaan dari Feny, Kenzo berjalan menuju panggung.
"Berdirinya saya di sini, saya akan mempersembahkan satu lagi untuk kalian semua terutama wanita yang duduk paling depan" ucap Kenzo sambil menunjuk Feny, dan Feny saat ini menjadi sorotan orang yang datang di cafe tersebut.
Peri Cintaku
di dalam hati ini hanya satu nama
yang ada di tulus hati ku ingini
kesetiaan yang indah takkan tertandingi
hanyalah dirimu satu peri cintaku
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi.
Suara tepuk tangan memenuhi cafe tersebut.
"Terima kasih Kak Kenzo semoga ada jalan untuk hubungan kalian" ucap pembawa acara tersebut.
Kenzo kemudian duduk kembali ke mejanya.
"Keren ga?" tanya Kenzo
"Keren banget" ucap Feny.
Setelah selesai makan, Kenzo mengantar Feny pulang. Setelah itu ia pergi ke cafe Reina untuk bertemu dengan Reina.
Sesampainya di cafe, Kenzo tidak melihat adanya mobil Reina yang terparkir.
"Suny" panggil Kenzo
Mendengar ada yang memanggil namanya, membuat Suny menghentikan aktivitasnya. Suara orang yang ia cintai, selama ini ia masih menyimpan perasaannya untuk Kenzo, walaupun ia tahu jika saat ini Kenzo sudah berpacaran dengan Feny.
"Kak Kenzo ngapain?" tanya Suny
"Kakak kamu ada?" tanya Kenzo
"Udah pulang kak, baru saja dijemput sama Kak Daren" ucap Suny
"Dijempit Pak Daren?" tanya Kenzo lirih.
"Apa hubungan Reina dan Pak Daren sudah baik-baik saja." batin Kenzo.
"Ya udah kalau gitu gue pamit dulu ya" ucap Kenzo.
"Iya kak" ucap Suny
"Andai kakak tau perasaan ku selama ini" ucap Suny lirih.
Hari sudah hampir petang namun Reina belum bangun juga, ia merasa nyaman tidurnya saat ini karena ada Daren di sampingnya, dari tadi Reina terus memeluk suaminya.
"Ting...tong..." suara bel berbunyi
Daren kemudian melepas pelukan Reina dengan pelan agar tidak membangunkan Reina. Daren kemudian turun dan membukakan pintu ternyata Rifan yang datang.
"Masuk Fan" ucap Daren
Rifan kemudian duduk di ruang tamu.
"Mana Reina?" tanya Rifan
"Ngapain lo nanyain istri gue?" tanya Daren sewot
"Istri? sejak kapan lo menganggap Reina itu istri lo?" tanya Kenzo
"Sejak tadi pagi" ucap Daren
"Benerkan yang gue omongin sama Alex?" tanya Rifan. Rifan dan Alex pernah menceritakan semua tentang siapa Clara sebenarnya namun Daren tidak menggubrisnya.
"Nyesel kan lo sekarang? untung aja Reina masih sabar sama lo, coba kalau Reina ngajak lo pisah gimana?" tanya Kenzo yang terus memojokkan Daren.
"Iya gue salah, tapi Reina udah maafin gue kok" ucap Daren
Saat Daren dan Rifan sedang membahas pembatalan kerja sama dengan Daniel dan Clara, Daren melihat Reina keluar dari kamar dan masih memakai baju yang sexy tadi. Daren kemudian lari menuju kamarnya, Rifan bingung dengan sahabatnya yang tiba-tiba lari.
"Reina ayo masuk lagi" ucap Daren sambil mendorong tubuh Reina agar masuk kembali ke kamar.
"Kenapa sih mas?" tanya Reina bingung dengan sikap suaminya.
"Di bawah ada Rifan, Mas ga mau tubuh kamu yang sexy ini dilihat Rifan" ucap Daren sedikit posesif.
"Terus Reina harus disini sampai Kak Rifan pulang?" tanya Reina
"Kamu pakai baju mas yang agak besar" ucap Daren.
"Mas tunggu di bawah ya" ucap Daren kemudian mencium kening Reina.
Reina senang saat Daren menciumnya. Sudah lama Reina menanti kejadian ini. Ia ingin suaminya posesif dengan dirinya dan saat ini sudah terjadi.
Reina kemudian membuka almari Daren dan mencari baju yang paling besar. Reina menemukan kaos over size milik Daren dan ia segera memakainya.
"Lumayanlah masih bisa menutupi paha ku" ucap Reina.
Reina kemudian berjalan ke dapur dan menyiapkan minuman untuk suaminya dan Rifan. Reina membuatkan satu kopi dan satu air putih untuk Daren.
"Ini kak minumannya" ucap Reina sambil meletakkan kopi di meja dekat Rifan.
"Iya makasih Rein" ucap Rifan.
"Ini mas" ucap Reina sambil menyerahkan segelas air untuk Daren dan Daren segera meminumnya.
Reina hendak beranjak dari sana karena ia tidak ingin menggangu suaminya, namun Daren melarangnya.
"Duduk manis di sini" ucap Daren sambil mengambil bantal untuk menutupi paha istrinya.
"Fan mulai besok kamu berhenti jadi sekertaris saya, saya akan mengganti posisi kamu dengan Reina" ucap Daren
"Serius?" ucap Rifan
"Mas kasian Kak Rifan" ucap Reina
"Kenapa kasian? Dia malah senang, tanya aja sama Rifan" ucap Daren
"Beneran kak?" tanya Reina
"Iya gue seneng kalau gue dipecat jadi sekertaris Daren." ucap Rifan sambil tersenyum senang.
"Kenapa?" tanya Reina
"Karena Rifan udah jadi asisten mas" ucap Daren
"Ohhh, tapi kenapa Reina yang jadi sekertaris Mas Daren? tanya Reina
"Karena kamu masih punya hutang janji sama mas" ucap Daren
"Oh iya Reina lupa" ucap Reina sambil tersenyum tipis.
"Suratnya udah selesai semua kan?" tanya Daren
"Udah Ren, besok pagi biar Kos yang anter ke Mahendra group" ucap Rifan
"Surat apa mas?" tanya Reina
"Pembatalan kerja sama" ucap Daren
"Kenapa di batalin? bukannya Mas Daren pernah bilang kalau mau membantu Clara semampu mas?" tanya Reina sedikit mengejek, karena Reina pernah mendengar Daren sedang mengucapkan kata-kata manis pada Clara.
...JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE💟💟💟...