Seorang anak jenius memulai petualangannya di dunia lain. Berpindah pindah dari tempat ke tempat yang lain. Menemui berbagai hal yang luar biasa.
Mendapatkan kekuatan yang besar...
Bertemu naga...
Dan juga mendapat teman yang luar biasa...
Nikmatilah perjalanannya....
Note : gambar cover maupun gambar dalam novel bukanlah gambar pribadi, hanya untuk ilustrasi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fazizzaziz 27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Lencana Alkemis
Aku lulus ujian terakhir dengan mudah. Aku menunggu di ruang tunggu hampir dua jam. Yang pertama kali keluar setelahku adalah William dan diikuti Chira.
"Kau keren sekali, Arya.. maksudku, Neo"kata Chira.
"Biasa saja.."kataku.
Setelah itu, peserta yang lolos diharapkan pergi ke Arena Alkemis untuk pemberian lencana Alkemis. Dari peserta yang tersisa di ujian akhir, hanya bersisa dua ratus orang.
"Baiklah, selamat pada kalian yang sudah berhasil melewati ujian alkemis. Sekarang, waktunya memberi kalian sebuah lencana alkemis. Lencana ini adalah tanda bukti kalau kalian adalah seorang alkemis,"kata guru Nero.
"Lencana alkemis ini, dibagi menjadi enam warna. Coklat untuk tingkatan murid. Jingga untuk tingkatan guru. Merah untuk master, Biru untuk tingkat senior, perak untuk tingkat raja, dan emas untuk tingkat kaisar. Sebenarnya, ada satu tingakat lagi yang melegenda. Warnanya putih. Tapi, seribu tahun ini tidak ada yang berhasil mencapainya. Oleh karena itu, semua alkemis diesluruh dunia setuju untuk mengapuskan tingkatan itu," kata Garfin.
"Lencana ini ada tiga bagian. Jika hanya sepertiga bagian yang berwarna, maka tingkatannya baru tahap awal. Jika ada dua bagian, maka tahap menengah. Jika semua bagiannya sudah berwarna, maka sudah masuk tahap akhir,"kata Gear.
"kami akan memanggil peserta satu persatu untuk mengambil lancana. Kenaikan tingkatan hanya bisa dilihat dengan lencana ini. Kalian akan naik tingkat jika sudah diakui oleh lencana ini. Dan itu tergantung pengalaman kalian. Lencana ini bekerja otomatis,"kata Reo.
Semua berdecak kagum. Semua peserta dipanggil satu persatu. Lencana ini diaktifkan dengan darah pemiliknya. Jadi, lencana ini dikatakan mustahil unuk hilang karena bisa kembali lagi kepada pemiliknya. Tingkatan awal juga tidak selalu tingkatan murid. Itu semua tergantung kemampuan yang dimiliki.
Hampir semua peserta yang hadir adalah tingkatan murid. Ada yang awal, menengah, dan bahkan langsung tahap akhir. Giliran William tiba. Dia meneteskan darahnya diatas lencana alkemis. Tiba-tiba lencananya bersinar terang dan lencananya menunjukan warna jingga di dua bagiannya.
"Bagus.. Guru Alkemis menengah..."
Chira juga mendapat tingkatan Guru Alkemis. Dia masih berada pada tahap awal. Giliranku yang terakhir. Aku maju kedepan.
"Buatlah aku bangga.."kata guru Nero sambil menyodorkan sebuah lencana.
Aku segera mengambil setetes darahku dan meneteskannya diatas lencana. Langsung saja, Lencananya bersinar terang dan mengambang. Itu adalah lencana putih.
"Itu adalah lencana putih..."
"Ini adalah kejadian langka...."
Lalu lencana itu berubah menjadi warna merah di sepertiga bagiannya.
"Maaf... hanya Master alkemis awal.."kataku tersenyum sambil berbalik.
"Kau adalah calon alkemis yang luar biasa..."kata Garfin.
"Hmm.. Kuharap begitu..."kataku tanpa menoleh.
Setelah itu, aku pergi menemui William dan Chira.
"Kereen..."kata Chira kagum.
"Bukan apa-apa.. Ayo kutraktir makan..."kataku sambil meninggalkan Arena Alkemis.
"Yeay..."kata Chira girang.
Aku meninggalkan arena alkemis dan makan siang bersama Chira dan William.
---
Setelah kejadian itu, aku pergi ke Kota Millelia esok harinya. Disana, aku bertemu seorang dwarf penempa.
"Tolong buatkan aku dua topeng seperti ini dan satu topeng biasa,"kataku.
Dwarf itu terkejut.
"Kenapa kau memilikinya?"
"Aku ini murid Heden..."kataku mencoba tersenyum.
"Baiklah... Tunggu dua jam.. Topeng ini adalah gabungan topeng biasa dan skill perubah bentuk..."katanya membalikkan badannya.
"Kau punya skill Penggabungan?"
"Ini adalah rahasia kita..."katanya.
Aku tersenyum. Aku menunggu sambil berkeliling kota. Aku juga membeli bahan obat. Saat ini, aku masih punya sekitar lima puluh koin emas. Terkadang, aku pergi ke Hutan Azil saat malam dan memburu monster dan menjualnya. Aku juga membeli beberapa bahan tambang seperti besi, baja, kristal besi dan beberapa lainnya, walaupun aku sama sekali tidak membutuhkannya.
Dua jam berlalu, aku kembali ke tempat dwarf penempa tadi.
"Karena kau adalah murid kawanku, kau hanya perlu membayar topeng biasanya saja. Cukup dua koin emas."
Aku memberinya sepuluh koin emas.
"Maaf.. Kau bertemu orang baik,"kataku sambil berbalik.
Dwarf tua itu tersenyum.
Aku kembali menuju Kota Ryun di Kerajaan Eansvile dan menuju Guild petualang. Aku tidak menggunakan topeng apapun. Aku menggunakan identitas sebagai Arya.
Aku membuka pintu guild. Didalam, banyak sekali petualang yang sedang berkumpul. Ada juga yang sedang melihat misi. Aku menuju ke meja Resepsionis.
"Apa kabar... apakah anda ingin mendaftar menjadi petualang?"tanya si resepsionis.
"Ya.."
"Kalau begitu perkenalkan, saya Ria. Resepsionis disini,"katanya membungkuk.
"Tak apa... Aku hanya ngin mendaftar,"kataku.
"kalau begitu silahkan letakkan tangan anda diatas bola kristal ini. Saya akan membuat kartu petualang anda terlebih dahulu."katanya sambil meletakkan sebuah bola kristal dimeja. Aku sedikit ragu. Apakah kristal ini bisa mengetahui identitas asliku?
Aku meletakkan tanganku diatasnya. bola kristal itu bersinar dan memunculkan layar yang menunjukkan identitas.
//
Nama : Arya
Level : 49
Ras : manusia
Umur : 13
Elemen : -
Rank : Wood
//
"Eh, anda belum mengetahui elemenmu?'tanya Ria.
"Belum. bagaimana cara mengetahuinya?"tanyaku.
Ria berbalik mengambil sesuatu. Dia meletakkan sebuah batu diatas meja.
"Ini batu untuk mengetes elemenmu. kau hanya perlu memberikan sedikit energ kepadanya. Jika batunya berubah warna, artinya kau punya elemen. Elemennya sesuai dengan arna batunya nanti,"kata Ria.
Aku meletakkan tanganku diatas batu itu dan memberikan sedikit energiku. Seketika batunya bersinar terang. Pertama batunya berubah warna menjadi Biru muda. Kemudian menjadi merah, biru tua, abu-abu, kuning, hijau, putih, dan hitam. Ria terkejut. Semua petualang yang hadir juga memandangiku.
"Sudah... Aku tinggal mengecek lagikan?"tanyaku.
"I-Iya..."kata Ria.
Aku kembali meletakkan tanganku diatas kristal.
//
Nama : Arya
Level : 49
Ras : manusia
Umur : 13
Elemen : Es, Api, Air, Angin, Petir, Alam, Cahaya, Kegelapan
Rank : Stone
//
"Ini... Ini... Kau menguasai semua elemen utama?"Ria mematung terkejut.
"Memangnya kenapa?"tanyaku tersenyum.
"Bukan apa-apa. Aku akan membayar biayanya."kata Ria.
"Tak perlu... Tolong jelaskan sister disini. Aku baru sampai disini beberapa hari yang lalu..."kataku tersenym sambl memberikan satu koin emas.
Ria tersenyum. "Baik.. Seperti yang kau tahu, ini adalah Guild petualang. Tempat para petualang berkumpul. Mereka mengambil misi untuk mendapatkan uang atau hadiah lainnya. Misi itu ada tujuh level. SS, S, A, B, C, D, dan E. Untuk Rank petualang ada sepuluh.
Wood
Stone
Copper
Iron
Steel
Bronze
Silver
Gold
Crystal
Diamond
Kau langsung mendapat Rank kedua saat mendaftar itu sangat bagus. Tapi aku masih bingung levelmu kan masih 49?"tanyanya.
"Maaf... Sebenarnya kekuatan asliku disegel..."kataku tersenyum.
"Oh begitu..."jawab Ria bingung.
"Hei, kau yang disana! "
---
jangan lupa Like~
tetap semangat ya Thor
GWS thor
sehat selalu
jaga kesehatan yg penting up y
ngk. pa pa lama up ya
pasti di tunggu kok