NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:8
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagar Desa & Pesta Malam Itu

Keesokan harinya sang raja pun memerintahkan beberapa utusannya untuk pergi ke kota Dooms. Bersama beberapa prajurit kerajaan, para utusan raja itu pun berangkat menuju kota.

Sementara itu Ipul yang sudah kembali ke desa, terlihat sedang sibuk membantu Erlang untuk memakamkan warga yang telah meninggal dunia akibat serangan bandit waktu itu bersama beberapa warga serta dibantu juga oleh kepala desa .

Setelah pemakaman itu selesai, mereka pun lanjut membatu nenek Ivie dan warga lain menyiapkan makan besar untuk mereka semua yang ada di desa.

Karna rencananya nanti malam mereka semua akan berpesta merayakan kesembuhan warga serta menghibur warga yang kehilangan anggota keluarganya.

Setelah selesai membantu sebisanya persiapan untuk pesta nanti malam, Ipul , Erlang, Ivie dan kepala desa pun pergi menuju gerbang desa.

Karna Ipul sudah bisa menggunakan energi sihir, iya pun ingin mencoba menggabungkan energi tersebut dengan gelang Universal milik App0.

“Baiklah, akan ku coba di sini terlebih dahulu.!” Katanya di dalam hati.

Pertama-tama ia akan mencoba membuat tiang gerbang desa beserta pintunya menggunakan gelang dan sihirnya. Dan muncul lingkaran sihir dari kedua tangannya

“Sihir tanah, dinding batu.!” Ucapnya sembari mengeluarkan energi sihirnya untuk mengubah tanah menjadi sebuah dinding.

Lalu dengan gelang Universal itu ia mengubah bentuk dinding itu menjadi sebuah gerbang.

“Jadilah.!” Ucapnya lagi sambil membayang bentuk sebuah gerbang besar.

Dalam sekejap dinding tanah pun berubah menjadi sebuah gerbang yang besar.

“Yes. Berhasil.!” Ucapnya dalam hati sembari tersenyum puas.

“Mantap tuanku.!” Kata Erlang dengan bertepuk tangan.

“Tuan, kau ingin membuat apa sebenarnya.?” Tanya Ivie bingung.

“Aku akan membuatkan pagar yang tinggi untuk melindungi desa ini Ivie.” Jawab Ipul dengan tersenyum.

“Benarkah.? Hebat.!” Tanya Ivie lagi sambil bertepuk tangan melihat gerbang yang sudah berdiri di depannya.

Kepala desa hanya terdiam karena tertegun melihat gerbang sebesar itu di buat dalam waktu sekejap.

“Baiklah, selanjutnya kita akan membuat pagar di sekeliling desa.!” Katanya dengan semangat.

“Yoo.. semangat tuan, semangat.!” Sorak Ivie menyemangati.

“Lanjutkan tuanku.” Ucap Erlang menimpali.

Lalu Ia pun mulai membuat pagar beton yang tinggi di bagian depan terlebih dahulu. Lalu berlanjut ke samping kanan sampai dengan mengelilingi desa.

Pagar itu dibuat untuk melindungi seluruh warga yang ada di desa tersebut dari serangan musuh atau pun binatang buas.

Dan tak lupa ia membuat dua menara penjagaan di dekat gerbang masuk desa. Menara itu nantinya akan di gunakan warga untuk bergaya pada malam hari.

Setelah selesai membuat pagar pengaman untuk desa, mereka semua pun pulang ke rumah untuk bersiap menyambut pesta nanti malam.

Terlihat di kediaman kepala desa, seluruh warga yang ada di sana sibuk menyiapkan bermacam makanan untuk pesta yang akan di adakan nanti malam.

Sembari menunggu pesta nanti malam, Ipul dan Erlang pun pergi ke kota untuk menjemput Bangkui, Ishah dan semua anak-anak yang ada di asrama penampungan.

Setelah sampai di asrama, mereka berdua pun memberitahu niatnya kepada Ishah dan Bangkui. Untuk membawa mereka semua ke desa, untuk berpesta malam ini di sana.

Lalu semua yang ada di asrama itu pun pergi menuju desa, dan sebelum senja mereka semua pun sudah sampai ke desa.

Malam pun tiba, mereka semua yang ada di desa telah bersiap untuk merayakan kesembuhan serta kembalinya anak-anak desa yang di tangkap oleh para bandit.

Setelah kata-kata sambutan dari kepala desa selesai, mereka pun memulai pesta tersebut dengan serokan meriah.

Pesta pun berjalan dengan meriah, dan terlihat anak-anak yang ada di desa itu bersama anak-anak dari asrama sangat riang dan gembira.

Mereka semua menari dan bernyanyi bersama Ivie menikmati suasana pesta tersebut.

Sedang kan warga yang lain bersama kepala desa sedang mendiskusikan tentang nasib desa selanjutnya sembari menikmati hidangan pesta di malam itu.

Pesta tersebut terus berlanjut sampai tengah malam, terlihat semua anak-anak di sana telah tertidur akibat kelelahan selepas bersenang-senang.

Melihat Ivie yang sedang tertidur di pangkuan neneknya, Ipul dan yang lain pun duduk mendekati sang nenek yang saat itu masih terbangun.

Mereka pun berbincang santai bersama mendengarkan cerita sang nenek. Nenek pun mulai bercerita dari awal mereka di serang oleh rombongan bandit sampai dengan Ipul yang tiba-tiba bertingkah aneh.

Lalu Erlang pun melanjutkan cerita dari sang nenek tersebut sampai dengan ia kembali ke desa itu dengan membawa semua kereta kuda para bandit-bandit tersebut.

Lalu Erlang dan sang nenek itu pun bertanya kepada Ipul yang sedang duduk mendengarkan cerita mereka.

“Apakah tuan sadar dengan apa yang tuan alami saat itu.?“ Tanya sang nenek.

“Tidak nek.!“ Jawabnya.

“Dan apakah tuan sadar dengan apa yang tuan lakukan saat itu.?“ Tanya Erlang juga kepadanya.

“Tidak juga El.!” Jawabnya lagi.

“Hehehe... Yang aku ingat waktu itu, aku membawa seseorang untukku serahkan kepada penjaga istana. Itu saja.!” Lanjutnya menjelaskan.

Mendengar hal tersebut Bangkui dan Ishah pun hanya bisa tersenyum.

Setelah mendengar cerita yang panjang dari mereka dan para warga yang ada di sana, Bangkui dan Ishah pun mulai mengerti apa yang telah terjadi disana. Serta apa saja yang sudah dilakukan oleh tuannya dan apa saja yang terjadi di kota Dooms.

Pesta pun tetap berlanjut sampai semua yang ada di desa itu kelelahan dan semuanya tertidur di tempat pesta berlangsung.

Yang tersisa hanya kepala desa, Ipul dan Bangkui Serta Erlang masih berbincang membahas apa yang akan mereka lakukan selanjutnya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi disana.

Karna mereka masih harus menunggu para utusan kerajaan untuk datang meninjau kejadian itu, mereka pun sepakat untuk menunggu terlebih dahulu sampai utusan tersebut melihat apa yang sebenarnya terjadi. Lalu setelah itu mulai membereskan semua masalah yang ada di desa itu.

Setelah mereka selesai berbincang, semua yang masih bangun tadi pun mulai tertidur terkecuali Ipul dan Bangkui.

Di situ Ipul pun bercerita tentang semua yang terjadi padanya dan apa yang nanti akan ia lakukan setelah ini. Bangkui pun hanya bisa mengikuti apa yang tuannya inginkan itu. Yang terpenting baginya hanya menjaga tuannya tidak di serang dan terluka jika terjadi bentrok dengan pihak kerajaan di tempat ini.

Lalu setelah itu mereka berdua pun menyusul ke peraduan malam untuk memejamkan mata.

Pagi pun tiba, semua warga desa yang tadi malam ikut berpesta terlihat sudah sibuk membereskan tempat yang mereka pakai untuk berpesta tadi malam.

Ipul dan rombongannya pun terlihat sudah bersiap untuk pergi kembali ke kota menunggu utusan raja yang akan datang ke sana.

Setelah berpamitan dengan kepala desa, mereka pun berangkat membawa Ivie pergi ke kota bersamanya.

Sedangkan anak-anak dari asrama harus tinggal dulu sementara di desa itu untuk membantu nenek menggantikan Ivie.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!