NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback

FLASHBACK ON

Malam itu, hujan mengguyur ibu kota. Satria menatap jam yang menempel di dinding, tepat pukul sembilan malam, dan ia masih duduk sendirian di ruang kerjanya, begitu anteng dengan layar ponsel yang menyala.

Wajahnya tersenyum, menatap foto kekasihnya yang ia jadikan wallpaper utama. Lalu mencari kontaknya, yang ia beri nama "Cantikku". Ia menekan tombol hijau, jantungnya berdebar menantikan suara lembutnya.

Angka terus berjalan, sampai masanya habis, panggilan terputus tanpa jawaban.

"Mungkin dia sudah tertidur" ia membuka beberapa pesan kekasihnya siang tadi, yang belum sempat terbaca. Tak ada ungkapan apapun, selain kata rindu yang tertulis di sana.

"Huuuuft..." napasnya terhembus pelan. Selalu seperti ini, selama hampir satu bulan, ia lembur setiap hari, berangkat pagi disaat kekasihnya sibuk di dapur, lalu pulang malam disaat kekasihnya sudah tertidur. Dan siangnya, ia terlalu sibuk untuk sekedar membuka ponselnya.

Hari ini berbeda, rindu yang mendera benar-benar sudah tak terbendung lagi. Ia menatap lekat2 foto Vivian, menciumi layar ponselnya.

"Vivian... sayangku... mas rindu..." bisiknya lirih.

Getaran samar tiba-tiba mendera, tubuhnya menegang, spontan tangannya meraba sendiri ke bawah. Mengusap pelan miliknya, dengan mata terpejam.

"Vivian..." sensasi panas mulai menjalar di tubuhnya, ia tak sadar ada seseorang yang diam-diam menatapnya di depan pintu.

Hingga suara decitan pintu menyadarkan satria dari fantasinya. Buru-buru ia menarik diri, mengangkat tangannya dengan gugup. Ponselnya ia lempar begitu saja, dengan layar menghadap ke atas sepenuhnya.

"Bu Renika, tumben belum pulang" ucapnya gugup. Wanita itu mendekat, tubuhnya sedikit membungkuk ke arah satria yang duduk di kursinya.

"Ini mau pulang, tapi liat kamu wajahnya murung begitu. kenapa, ada masalah?"

Satria menahan napas, sensasi liar mulai merambat pelan, tubuhnya masih memanas dan sekarang ia disuguhkan pemandangan indah yang nyata. Ia meneguk ludah, wajahnya cepat-cepat berpaling. Renika tersenyum samar, menyadari perubahan ekspresi satria yang begitu kentara.

"Tak apa, aku hanya sedang merindukan kekasihku," dengan cepat ia meraih kembali ponselnya, menatap lekat foto anggun Vivian di sana.

"Ikut aku Satria, aku punya cara agar kamu bisa menuntaskan rindumu" ucap renika meyakinkan. Satria terdiam beberapa detik, sedikit ragu, tapi akhirnya mengikuti wanita itu.

Ia duduk dengan canggung di dalam ruangan kerja Renika. Ini bukan pertama kali baginya, tapi sebelumnya hanya sebatas hubungan kerja. Segelas minuman dengan aroma menyengat terhidang di depannya.

"Ini apa?"

"Minumlah satria, itu akan membantumu," Renika mendekat, mengarahkan gelas itu pada bibir satria, sampai pria itu menenggaknya sedikit demi sedikit hingga tak tersisa.

Sensasi terbakar perlahan merambat dari kerongkongan. Rasa pusing mulai mendera, begitu berat di kepala.

Samar-samar sosok bayangan Vivian muncul, satria mendekat, mendekapnya erat. Hal yang sebelumnya tak pernah ia lakukan padanya, tapi kali ini gejolak dalam tubuhnya menuntutnya, untuk menyalurkan rindu yang memuncak, sampai tuntas.

Raganya bergerak tak terkendali, ia hanya mendengarkan suara desahan yang semakin lama semakin samar. sampai ia kehilangan kesadaran.

Pagi menyapa, Satria terbangun di kamar tidurnya seperti biasa, tapi kali ini ada yang lain. Ia terkejut saat mendapati seorang wanita tanpa busana dalam dekapannya.

Hatinya berdenyut kencang, ia meraup wajahnya frustasi, berusaha mengingat-ingat kejadian semalam, tapi yang ada hanya bayangan kenikmatan sosok samar yang ia yakini Vivian.

"Satria, kamu sudah bangun?" ucap wanita dalam dekapannya yang membuat satria kembali terkejut. itu Renika, atasannya. bagaimana bisa?

Renika tersenyum lebar, tangannya mengusap dada Satria sensual, pria itu hendak menepisnya tapi ucapan wanita itu seketika menghentikannya.

"Aku punya rekamannya semalam. Kamu nurut, kamu aman dan aku akan percepat proses kenaikan pangkat untukmu, sayang..." bisiknya lirih tepat di dekat telinga pria itu.

Ia kembali ternganga ketika Renika memutar ulang video yang direkam diam-diam. Dadanya kembang kempis, ia tak tau harus berbuat apa. di tengah kebingungan itu, tiba-tiba sesuatu yang hangat menyentuhnya di bawah sana.

"Kita ulangi sekali lagi ya sayang..." goda wanita itu manja.

Satria tak bisa menyangkal. Ia sangat mencintai Vivian, ia harus naik pangkat agar bisa segera menikahinya, ia juga tak ingin video itu tersebar, terpaksa ia menuruti keinginan gila Renika.

Adegan itu terulang , kali ini dengan kesadaran penuh. Dalam setiap gerakan, hanya Vivian yang ia bayangkan. Cukup lama, sayup-sayup terdengar pintu terbuka, Satria begitu fokus dengan aktifitas nya, tapi Renika menyadari itu, serta sosok bayangan gadis yang diam-diam mengintip dibalik pintu.

Ia memanfaatkan momen yang ada, semakin menggila, memancing obrolan yang membuat gadis disana kepanasan. Berhasil, bunyi benda jatuh nyaring di pintu. Tepat setelah Satria menuntaskan kegiatannya.

Renika melangkah ke pintu, memungut tote bag kecil yang tergeletak di sana, membuangnya ke tempat sampah. Lantas kembali pada satria yang terbaring di sana.

Satria hanya diam, memejamkan mata, tapi pikirannya kemana-mana. Vivian, Vivian dan Vivian. Ia menyesal, ia sungguh menyesal. Tapi tak ada jalan lain yang bisa ia lakukan.

"Walaupun itu perusahaan milik paman Budi, tapi aku harus berusaha merangkak sendiri. Untuk bisa mendapatkan posisi bagus, dan cepat-cepat menikahimu Vivian..."

FLASHBACK OFF

Satria berjalan dengan segenggam penyesalan. Ia memutuskan untuk berhenti, tak peduli pada Renika, dengan segala ancaman yang mengikatnya.

Ia kembali pada Vivian, di detik terakhir Vivian menutup pintunya, ketika gadis itu sudah memasang tembok tebal pertahanan.

1
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
kelinci kecil
greget banget sama stela, pengen ikutan Jambak rambutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!