NovelToon NovelToon
Young WIDOWER

Young WIDOWER

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Fantasi / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: intanpermata

Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.


Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.

Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 27

Di apartemen tempat tinggal Alexa.

Iqbal masih terlelap dengan memeluk Alexa karena setelah pulang mengantar Abrisam bersama Barra, ia kembali ke apartemen Alexa. Sedangkan Barra kembali ke apartemennya sendiri.

Alexa terbangun dan ia tersenyum melihat Iqbal tidur dengan memeluknya. Ia mengusap wajah tampan Iqbal kemudian turun kedada bidangnya. Iqbal merasa terusik dan ia membuka matanya.

Saat ia membuka matanya, Alexa langsung melahap bibir Iqbal dengan rakus.

"Kau telah membangunkan harimau yang sedang tidur honey!" Ucap Iqbal sambil melepaskan tautan bibirnya dengan Alexa.

"Aku tidak takut honey!" Ucap Alexa dengan suara menggoda terdengar sangat sexy ditelinga Iqbal dan membuat yang ada didalam boxernya menegang seketika.

"Kalau begitu bersiaplah untuk menerima terkamanan buasku!" Ucap Iqbal kemudian langsung menerkam tubuh Alexa yang masih polos. Namun saat ia ingin menerobos gawang, ponselnya berdering dengan nyaring.

Drrrt! Drrrt! Klinong..Klinong!

"Honey, angkat dulu telponnya!" Pinta Alexa sambil mendorong tubuh Iqbal.

"Shit!! Mengganggu saja!!" Umpat Iqbal dengan sangat kesal.

Ia pun harus menahan hasratnya yang sudah memuncah, kemudian segera beranjak memakai boxernya kembali dan meraih ponselnya.

"Ya! Hallo!!" Ucap Iqbal dengan membentak tanpa melihat siapa yang meneleponnya.

"Tu-Tuan Iqbal..maafkan bibi kalau mengganggu!" Jawab Bi Asih dengan terbata karena terkejut dengan bentakan Iqbal.

"Ups..ehm..maaf bi, aku kira siapa! Ada apa bi?" Ucap Iqbal melembut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa sangat malu dan bersalah telah membentak Bi Asih yang telah menghubunginya.

Setelah menerima telepon dari Bi Asih, Iqbal bergegas masuk kedalam kamar mandi dan segera mandi. Alexa yang memperhatikanya hanya menghela nafasnya kemudian membaringkan tubuhnya kembali dengan perasaan kecewa karena harus menahan hasratnya.

Selesai mandi Iqbal mendekati Alexa. "I'm sorry, ada urusan yang sangat penting, jadi kita tunda dulu oke!" Ucap Iqbal yang diangguki oleh Alexa kemudian ia segera beranjak pergi meninggalkan Alexa yang sedang menahan sesuatu dalam dirinya.

...***************...

Setelah menghubungi Iqbal, Bi Asih kembali masuk kedalam kamar Abrisam.

"Alan, kita tunggu om Iqbal datang setelah itu Bibi akan mengantarmu ke sekolah ya!" Ucap Bi Asih dengan lembut kepada Alan.

"Baiklah Bi!" Jawab Alan dengan sangat patuh masih duduk diatas ranjang disamping Abrisam sambil menggenggam tangannya.

Bi Asih mengecek kembali suhu tubuh Abrisam dengan menempelkan punggung tangannya dikening Abrisam.

"Panasnya masih belum turun!" Gumam Bi Asih dengan khawatir.

Tak lama Iqbal masuk kedalam kamar Abrisam dengan nafas yang terengah-engah.

"Bi! Bagaimana keadaan Sam?" Tanya Iqbal setelah masuk kedalam kamar.

"Om Iqbal!" Alan langsung berdiri dan merentangkan kedua tangannya kearah Iqbal dan airmatanya kembali mengalir.

"Demamnya sangat tinggi Tuan!" Jawab Bi Asih sambil mengompres Abrisam kembali.

"Hai jagoan! Jangan menangis!" Ucap Iqbal sambil mengangkat tubuh Alan dan menggendongnya.

"Apa kamu ingin berangkat kesekolah?" Lanjut Iqbal dengan tersenyum kepada Alan.

"Iya om! Nanti disekolah aku akan mengajak ibu kesini untuk menemani ayah saat pulang sekolah nanti!" Jawab Alan sambil mengusap airmatanya sendiri kemudian tersenyum.

Iqbal mengernyitkan keningnya tampak bingung saat mendengar Alan mengatakan ingin mengajak ibu datang kesini.

Kemudian Iqbal menoleh kearah Bi Asih seolah minta penjelasan dari ucapan Alan.

"Maksud Alan adalah Nona Zefanya, Tuan!" Ucap Bi Asih yang mengerti tatapan bingung Iqbal.

"Oh!" Iqbal pun mengerti.

"Alan, ayo kita berangkat sekarang!" Ucap Bi Asih sambil bangkit dan melangkah kearah Iqbal yang sedang menggendong Alan.

"Oke jagoan, aku akan disini menjaga ayahmu! Kamu sekolah yang pintar ya!" Ucap Iqbal sambil menurunkan Alan dan mengusap kepala Alan.

"Ok om! Aku berangkat dulu ya!" Jawab Alan dengan tersenyum.

"Ayah aku pergi kesekolah dulu ya, ayah cepatlah sembuh!" Lanjutnya dengan mendekati Abrisam dan mengecup pipinya.

Kemudian Alan berbalik dan menggandeng tangan Bi Asih lalu mereka segera pergi kesekolah TK Anak Bangsa.

"Sam! Apa aku harus menculik gadismu itu dan menikahkan kalian dengan paksa?" Tanya Iqbal kepada sahabatnya yang masih memejamkan matanya kemudian duduk ditepi ranjang disamping Abrisam.

"Aku yakin kau seperti ini gara-gara gadis itu kan?" Lanjut Iqbal sambil mengompres Abrisam kembali seperti yang dilakukan Bi Asih tadi.

"Sepertinya aku harus menghubungi dokter untuk memeriksa kondisinya! Demamnya begitu tinggi, aku takuk tersengat!" Gumam Iqbal setelah mengompres Abrisam.

Iqbal pun meraih ponselnya dari saku celananya dan menghubungi dokter pribadi dari keluarganya yang bernama Antoni untuk segera datang kerumah Abrisam.

Beberapa menit kemudian dokter yang dihubungi Iqbal datang dan mengetuk pintu kamar Abrisam dengan diantar satpam.

Iqbal membukakan pintu kamar dan mempersilahkan dokter Antoni masuk untuk segera memeriksa Abrisam.

"Dia sakit apa?" Tanya Iqbal setelah melihat dokter tersebut selesai memeriksa Abrisam.

"Asam lambungnya naik! Apa dia sering minum alkohol?" Tanya dokter tersebut sambil menatap Iqbal.

"Dia sudah lama tidak minum dan baru semalam dia minum banyak sampai teler!" Jawab Iqbal kepada dokter Antoni.

"Mungkin dia minum saat perutnya kosong!" Ucap dokter Antoni.

"Baiklah! Dia hanya butuh istirahat yang cukup dan pola makan yang benar! Aku akan memberikan obat untuk menurunkan demamnya juga untuk asam lambungnya!" Ucap dokter Antoni sambil menulis resep kemudian memberikannya kepada Iqbal.

"Oke, thank's bro!" Jawab Iqbal sambil menerima resep obat dari dokter Antoni.

"Sama-sama! Kalau begitu aku pergi dulu!" Ucap dokter Antoni kemudian bergegas pergi dari rumah Abrisam.

Tak lama Abrisam pun siuman, ia membuka matanya dan meraih handuk yang menempel dikeningnya.

"Akhirnya kamu siuman juga!" Ucap Iqbal sambil duduk kembali di tepi ranjang dan meraih handuk dari tangan Abrisam lalu menaruhnya kedalam baskom.

"Kenapa kau ada disini?" Tanya Abrisam sambil bangkit dan duduk menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang.

"Tadi Bibi menghubungiku untuk datang menemanimu karena Bibi harus mengantar Alan kesekolah!" Jawab Iqbal dengan kesal. "Kau tau? Tadi aku harus menahan juniorku demi cepat-cepat menemuimu!" Lanjutnya dengan tersenyum sinis.

Abrisam hanya menghela nafasnya tidak menghiraukan ucapan Iqbal. Ia masih merasakan pusing dan sedikit sesak didadanya mungkin karena lambungnya sedang bermasalah. Dan tubuhnya juga masih terasa sangat lemah saat ini.

"Sam, sakitmu ini bukan sakit biasa!" Ucap Iqbal dengan memicingkan matanya menatap Abrisam seolah sedang menerawang seperti paranormal.

Abrisam mengernyitkan keningnya menatap Iqbal merasa tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya yang bicara sembarangan asal ceplos.

"Apa maksudmu?" Tanya Abrisam dengan suara parau.

"Sepertinya kau terkena virus cinta sampai jatuh pingsan! Apa perlu aku mencarinya dan membawanya kehadapanmu saat ini juga?" Tanya Iqbal dengan menatap serius Abrisam.

"Omong kosong!! Awas minggir!" Ucap Abrisam sambil mencebikan bibirnya kemudian mendorong Iqbal dan beranjak turun dari ranjangnya.

"Hey, kau mau kemana?" Tanya Iqbal setelah melihat Abrisam melangkah menuju pintu.

"Mau kebawah!" Jawabnya tanpa menoleh dan keluar dari kamarnya.

Iqbal segera mengikutinya. Abrisam berjalan dengan sedikit sempoyongan karena kepalanya masih terasa pusing dan tubuhnya juga masih terasa sangat lemah.

"Ayo aku bantu!" Ucap Iqbal sambil menggandeng lengan Abrisam namun langsung dihempaskan oleh Abrisam.

"Aku masih bisa berjalan sendiri!" Ucap Abrisam dengan ketus dan melanjutkan langkahnya menuruni tangga.

"Dasar si Tuan beku!" Ucap Iqbal sambil mengikuti langkah Abrisam.

Mereka turun kelantai bawah. Abrisam ingin mengambil minum karena merasakan tenggorokannya kering.

Ia duduk dikursi makan setelah menuang air putih kedalam gelasnya.

"Aku akan menyuruh orang membelikan obat untukmu!" Ucap Iqbal setelah melihat Abrisam duduk dikursi makan.

"Tidak perlu! Aku baik-baik saja!" Ucap Abrisam dengan wajah dinginnya menolak Iqbal.

"Sam, tapi ..."

"Sebaiknya kau pergi saja! Kau membuatku tambah pusing saja!" Sahut Abrisam memotong ucapan Iqbal dan menatapnya tajam.

"Tidak bisakah kau berterimakasih kepadaku Sam??" Tanya Iqbal dengan sangat kesal kepada Abrisam.

"Terimakasih!" Jawab Abrisam yang membuat Iqbal semakin kesal.

Iqbal menghela nafasnya panjang karena merasa sangat kesal dengan sahabatnya yang super dingin ini.

"Oke, kalau begitu aku pergi dulu!!" Ucap Iqbal dengan sinis kemudian bergegas pergi dari rumah Abrisam.

Dasar Tuan beku!! Aku sampai mengorbankan nasib juniorku hanya karena mengkhawatirkannya, tapi dia malah mengusirku!!

Gumam Iqbal menggerutu dalam hati merasa sangat kesal dengan sahabatnya yang kini menjadi semakin dingin sikapnya hanya karena seorang wanita.

...***************...

1
YAM
Luar biasa
Dahlia Anwar
tolol semua si huft kenapa selalu emosi yang di kedepankan katanya cinta tapi bego
Dahlia Anwar
iya bego semua marahin aja bal
Neni marheningsih
goblog ze mau2 nya luluh sama Sam...haruse kasih pelajaran..orang udah punya istri masih mikirin mantan aja..Dasar plin plan
Neni marheningsih
dasar ogeb ya ogeb si sam
Neni marheningsih
Sam nya aja bego...kenapa ga punya asisten..udah tau si Clara suka di biarin ikut😬😬
korban perasan Csr
y7
Bzaa
wow semoga benih2 cinta segera menghampiri
vania_: makasih banyak, kak. sudah mampir di karya saya.🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Bzaa
semoga abrisam Mao membuka pintu hati nya buat Ze
Bzaa
akhirnya bertemu dan berteman 👍
Bzaa
menarik 😘
Bzaa
ceritanya asyik 💕
asfar arahman
bagus Fanya...sebagai wanita bermaruah kamu harus bisa menjaga dan melindungi diri kamu....jgn biarkan diri kamu diperkotak katikkan oleh wanita ular itu
asfar arahman
jgn bagitau dulu paman dan bibimu...biar Sam yg katakan semuanya..biar bibi dan sepupumu terkejuttttt
Deandra🕊🌻
gw jadi bininya si Sam, udah gw suruh pecat tu si Clara..
waktuitu
aku mampir thorrr kayanya seruuu
asfar arahman
itu normal sebagai anak gadis ...apa nak dimalukan pembalut itu memang wajib ada bg setiap perempuan
asfar arahman
Sam cari kebenaran kamu dijebak Sabrina...
vania_: makasih banyak kakak udah mampir..🙏🥰🥰🥰
total 1 replies
Oh Dewi
mampir ah, mana tau seru.
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈
vania_: trimakasih kakak, msh ada lagi karya aku yg seru Terjerat Pernikahan Kontrak Dengan Sang IDOLA, Perjalanan Hidup NAURA sp tau suka..😊🥰
total 1 replies
osinry 翔
Wah visualnya keren sis😍
vania_: makasih kakak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!