Seorang pemuda bernama Rendi Irawan yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas hanya bisa pasrah pada saat sebuah mobil truk yang kehilangan kendali menabraknya pada saat perjalanan pulang menuju rumah kontrakannya. Awalnya ia sudah pasrah akan keadaan yang menimpanya dan hanya bisa melihat truk tersebut yang perlahan menuju ke arahnya sampai akhirnya truk tersebut menabrak dan melindas hingga kepalanya hancur, namun sebuah keajaiban terjadi, sebelum ia benar-benar mati, tiba-tiba saja sebuah tangan bercahaya menarik rohnya hingga melintasi ruang dan waktu dan masuk kedalam tubuh seorang pemuda yang terdampar di atas batu dalam sungai, sampai akhirnya sebuah suara aneh terdengar di telinganya
DING!!!! Sistem Beladiri Terhebat telah menemukan player terpilih, tekan tombol YA jika ingin melanjutkan penyatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aras507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28. Kemampuan yang Tidak Manusiawi
Para perampok macan hitam yang tadinya ingin membunuh semua prajurit kekaisaran Ning dalam satu serangan, kini harus gagal karena tindakan Rendy yang tepat waktu. Namun meskipun tidak berhasil membunuh semuanya, para prajurit yang berdiri jauh dari posisi dimana Rendy dan Wang Lin berseteru, nampak sudah berakhir tumbang ditanah dengan pisau belati yang tertancap di bagian tubuh vital mereka.
Wang Lin dan 10 prajurit kekaisaran yang tersisa, nampak mengelilingi tubuh Ning Xiu untuk melindunginya, sementara Mei Lan dan Rendy, mereka berdua terlihat bersiaga dengan pedangnya, karena didepan mereka saat ini, ada 3 orang petarung ahli yang sedang tersenyum lebar menatap mereka.
Tidak hanya itu, di sekeliling mereka saat ini pun ada sekitar 50 perampok macan hitam yang rata-rata memiliki kemampuan petarung rendah dan 10 diantaranya berada di tingkat menengah.
"Jendral Wang!! Mereka bertiga adalah petarung tingkat ahli, mereka juga memiliki anggota perampok yang 5 kali lebih banyak dari jumlah kita, kita tidak akan mungkin bisa menang melawan mereka." Ucap salah seorang prajurit yang berdiri disamping Wang Lin.
"Memangnya kenapa kalau kita kalah jumlah, apa kau pikir mereka akan melepaskan kita jika kita menyerah, yang terpenting saat ini adalah keselamatan tuan putri." Ucap jendral Wang Lin sambil terus memikirkan cara agar setidaknya bisa meloloskan diri bersama Ning Xiu.
Sebenarnya, Wang Lin sedikit heran dengan tindakan ketiga macan hitam bersaudara yang sama sekali belum melakukan serangan, padahal mereka saat ini sudah jelas sekali menang dalam hal jumlah, namun karena hal itu, Wang Lin jadi mendapatkan sedikit waktu untuk memikirkan cara meloloskan diri dari mereka. Tetapi saat ini, sepertinya ia tidak bisa menemukan jalan keluar untuk hal tersebut.
"Sialan!! Apakah ini adalah akhir dari hidup kami?" Batin jendral Wang frustasi.
Mei Lan yang berdiri disamping Rendy nampak memasang wajah waspada, ia tidak berani menurunkan kewaspadaannya pada saat terkepung seperti ini, karena jika ia melakukan sedikit gerakan yang salah saja, itu bisa langsung membuat hidup mereka semua berakhir.
"Rendy, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Ucap Mei Lan sambil melirik ke arah Rendy.
Mei Lan mengerutkan dahinya pada saat mendapati pemuda itu masih memasang wajah tenang. Sambil memegang erat pedangnya, pandangan Rendy lurus ke arah tiga orang Petarung Ahli, namun sikap tersebut seakan tidak memiliki celah sama sekali.
3 petinggi perampok macan hitam sedikit merasakan hawa dingin di punggung mereka pada saat bertatapan langsung pada Rendy. "Padahal dia hanya seorang petarung muda, tapi mengapa auranya terasa sedikit berbeda?" Batin ketiganya.
Alasan mengapa mereka bertiga sampai saat ini belum menyerang juga karena adanya kehadiran Rendy, meskipun menang dalah hal jumlah, tetapi ketiganya bisa melihat pemuda itu tidak sesederhana yang terlihat.
Belum lagi sehari yang lalu, perampok macan hitam pernah mengirim Xiao Feng dan bawahannya untuk mencari Mei Lan, namun sampai sekarang, salah satu Petarung ahli perampok macan hitam itu belum kembali, dan lagi saat ini, orang yang mereka cari juga berada di tempat ini.
"Jika gadis kecil ini berhasil selamat, maka Xiao Feng saat ini pasti sudah mati, Xiao Feng setidaknya memiliki kekuatan yang hampir sama denganku dan Hu Bao, jika pemuda ini adalah orang yang menghabisinya, maka kekuatan yang ia miliki setidaknya berada di atas kak Hu Ming." Batin Hu Bai yang masih menunggu keputusan kakak pertamanya.
Sementara itu, di hadapan Rendy sendiri, layar hologram yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri nampak muncul.
Ding!!! Misi pertama terpicu, bantu jendral Wang Lin melindungi putri Ning Xiu, hadiah misi, 1 kotak misteri.
Ding!!! Misi kedua terpicu, bunuh salah satu, dua, atau 3 petinggi perampok macan hitam, Hadiah misi, 1 kesempatan menguasai teknik dan 1000 koin sistem untuk satu orang petinggi.
Rendy menyunggingkan senyuman lebar setelah melihat layar hologram itu, alasan mengapa dirinya tidak bergerak sedari tadi, karena ia menunggu misi dari sistem, dan setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Waktunya memulai pertunjukan." Rendy mengeluarkan 5 buah keping perak dari dalam cincin penyimpanannya dan tiba-tiba melemparkan koin-koin perak itu ke arah 5 orang petarung tingkat rendah.
Crak!!!!!
5 orang petarung tingkat rendah langsung tumbang dengan darah yang mengalir dari kepalanya, terlihat tepat di masing-masing kepala petarung itu terdapat satu koin perak yang menancap dalam dan meretakkan kepala mereka.
Belum sempat para perampok lain menyadari hal tersebut, Rendy sudah melemparkan 5 koin perak lainnya yang lansung mengincar 5 petarung pemula lagi, sama seperti sebelumnya, 5 orang petarung pemula kembali tewas dengan kondisi tubuh yang sama.
Ding!!! 10 petarung pemula berhasil terbunuh, mendapatkan 5000 XP.
3 petinggi perampok macan hitam langsung terperanjat karena tindakan Rendy yang tiba-tiba, mereka menarik pedangnya dan berniat untuk menghentikan Rendy yang terus menerus melemparkan koin-koin perak ke arah bawahannya.
"Bunuh dia!!" Teriak Hu Ming yang langsung maju menyerang Rendy.
Para prajurit yang melihat 10 orang tumbang begitu cepat di pihak lawan kembali mulai mendapatkan semangatnya. mereka yakin, dengan kemampuan Rendy dan Wang Lin dibantu dengan kemampuan diri mereka sendiri, mereka bisa membalikkan keadaan atau setidaknya memukul mundur para perampok itu.
"Serang!!!"
Para perampok yang tadinya hanya berdiri diam ditempat seketika ikut maju mengepung para prajurit kekaisaran, walaupun sempat terkejut dengan kematian 10 orang rekan mereka, tapi para perampok itu masih merasa kalau jumlah mereka masih akan tetap menang melawan beberapa orang ini.
"Sialan!! Tidak akan kubiarkan kalian mendekati tuan putri!!."
Wang Lin yang melihat para perampok mulai mendekat formasi mereka pun akhirnya bergerak, dengan kemampuannya yang berada di tingkat petarung ahli, menghadapi 10 orang petarung pemula secara bersamaan bukanlah hal yang sulit baginya.
"Ilmu pedang penghancur gunung!!."
Akh!!!!
Teriakan kesakitan mulai terdengar di pihak para perampok, dengan sekali tebasan kuat, Wang Lin berhasil membunuh 3 orang perampok dalam sekali serangan.
"Kalian sudah berani berurusan dengan kami!! Jangan harap bisa kembali pulang dengan begitu mudah!!" Teriak Wang Lin dengan garang.
Wang Lin mengerutkan dahinya pada saat mendapati para petarung tingkat rendah itu mundur satu persatu setelah ia membunuh 3 orang rekannya. "Sepertinya hal yang merepotkan akan segera terjadi." Ucap Wang Lin yang melihat 5 orang petarung menengah yang kini mengepungnya, selain itu, ada 7 orang tingkat rendah yang bersiaga dengan pisau belati mereka.
Wang Lin memasang wajah begitu waspada sambil melihat sekelilingnya, ada pikiran untuk meminta bantuan pada para prajurit lainnya, tetapi ia bisa melihat prajurit-prajurit itu juga disibukkan oleh para perampok yang lain.
"Sialan!! Mereka terlalu banyak, prajurit yang tersisa sekarang bahkan harus berhadapan minimal melawan 3 orang perampok sekaligus." Batin Wang Lin sambil memikirkan cara meloloskan diri.
Ditengah pikirannya itu, matanya tiba-tiba tertuju pada Rendy yang saat ini bertarung sengit melawan 3 orang petarung ahli, Wang Lin cukup terkejut melihat kemampuan Rendy yang dapat mengimbangi ketiganya, akan tetapi ada satu hal lagi yang membuat Wang Lin memasang ekspresi tidak percaya.
Akh!!!!!
Disela pertarungannya melawan 3 macan hitam bersaudara, Rendy masih menyempatkan diri untuk melemparkan koin-koin perak ke arah para perampok yang berusaha menangkap Ning Xiu, hasilnya 3 sampai 10 perampok lainnya kembali tewas di tangan Rendy.
"Kemampuannya tidak manusiawi." Batin jendral Wang Lin.